๋ก๊ทธ์ธApa yang ingin Dika sampaikan?
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธโAku sudah mengetahui semuanya tentang rencana Cindy dan kakaknya yang telah menjebak Pak Ezza. Mereka yang melukai Pak Ezza hingga membuatnya tidak mengingatmu.โ Dika tidak tahu kalau Mas Ezza hanya berpura-pura hilang ingatan.โMaksudnya apa, Dika?โ Aku tidak mengerti arah pembicaraannya.โCindy sudah menceritakan semuanya padaku. Tapi sayang, saat itu aku lupa merekam semua pengakuannya. Sekarang, coba kami pancing kakaknya agar memberitahukan semuanya, tapi kamu harus rekam untuk dijadikan bukti. Aku tahu kalau dia sering ke rumah mertuamu menemui Pak Ezza.โ Aku pun menerima saran Dika supaya Dara segera mengakui perbuatannya hingga Mas Ezza tidak perlu berpura-pura hilang ingatan lagi.โOkeh, Dika. Terima kasih atas bantuanmu.โโIya, Bunga. Aku senang dapat membantumu.โKami pun mengakhiri pembicaraan lalu aku menutup telepon. Aku sudah yakin untuk menjalankan apa yang Dika sarankan. Aku sangat terharu karena dia bersedia membantuku.Aku menunggu kedatangan wanita yang t
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธHari ini, usia kehamilanku memasuki tujuh bulan. Aku sangat sedih karena acara syukuran diadakan di rumah orang tuaku. Tujuannya agar Mas Ezza tidak mendengar siapa ayah bayi yang ada dalam kandunganku.Aku tidak ingin Mas Ezza bingung saat mendengar namanya disebut. Ini demi kesehatannya. Kedua mertuaku tetap memberikan semangat kepadaku. Aku sangat mengerti apa yang mereka pikirkan.โKamu yang sabar, ya, Nak. Semoga semuanya kembali seperti dulu lagi.โ Mama mertua mengusap-usap perutku.โIya, Mah. Bunga akan tetap kuat dan sabar demi kebaikan Mas Ezza.โ Aku berusaha tersenyum kepadanya.Acara pun segera dimulai. Seorang ustaz yang telah Papa minta memimpin doa akan menyebutkan nama ayah bayi yang ada dalam kandunganku. Namun, tiba-tiba ustaz tersebut bertanya tentang Mas Ezza.Papa mertua memberikan penjelasan tentang keberadaan Mas Ezza. Beliau terpaksa berkata kalau Mas Ezza sedang berada di luar kota. Akhirnya, ustaz pun mengerti.โBaiklah, acara akan segera kita mulai.
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธSetelah beberapa hari kemudian, Mas Ezza kembali ke rumah orang tuanya. Aku tidak terima ketika Dara juga turut mendampinginya, tetapi aku hanya bisa diam demi kesehatannya. Mama mertua selalu menenangkan aku agar tetap kuat dan tegar.โKamu tinggal di sini juga?โ tanya Mas Ezza kepadaku. Dada ini terasa sesak mendengar pertanyaan itu.โIya, Mas.โ Aku berusaha tersenyum.Sebelum Mas Ezza tiba di rumah, mama mertua meminta Bi Imah memindahkan barang-barangku dari kamarnya ke kamar lain demi kebaikannya. Kami tidak ingin melihat Mas Ezza kesakitan saat ingin mencoba mengingat sesuatu.โBunga itu adik sepupu kamu, Nak. Dia sudah Mama anggap seperti anak sendiri.โ Mama mertua turut menimpali pertanyaan Mas Ezza.โSuami Bunga ke mana, Mah? Sepertinya Bunga lagi hamil, ya.โ Aku hampir pingsan mendengar pertanyaan itu.โSuaminya nggak bertanggung jawab, Sayang.โ Tiba-tiba Dara membuka suara. Wanita itu menyandarkan kepalanya ke bahu Mas Ezza.โItu nggak benar, Nak. Suaminya orang ba
POV DARA ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธโKamu di rumah sakit.โโKamu siapa?โ Pertanyaan itu yang kuharapkan.โAku Dara, tunanganmu, Sayang.โ Aku pun mulai menjalankan rencana.โTunanganku? Aku siapa?โโKamu Ezza.โAku pun meraih tangan Ezza lalu menggenggamnya. Aku benar-benar merasakan kehangatan yang luar biasa. Aku sudah lama menantikan saat-saat ini tiba. Ternyata harapan itu kini menjadi kenyataan. Cindy tersenyum melihat ke arah kami.Tiba-tiba terdengar suara seorang ibu memanggil nama Ezza. Aku pun menoleh, ternyata dia bersama Bunga. Kedua wanita itu langsung menghampiri laki-laki yang sangat aku cintai lalu memintaku menjauh.โSayang, kamu nggak apa-apa?โ tanya ibu tersebut kepada Ezza.โMaaf, Ibu siapa?โ Ezza sama sekali tidak mengenali mamanya.โIni Mama, Sayang, dan ini istri kamu.โ Wanita paruh baya itu meraih tangan istri Ezza.โIstri? Aku sudah memiliki istri? Tapi wanita itu tadi mengaku sebagai tunanganku.โ Ezza menunjuk ke arahku.โDia wanita yang selalu mengusik rumah tangga kita, Mas.
POV DARA๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธWaktu terus berlalu, akhirnya apa yang kusembunyikan dari banyak orang tentang status pernikahanku dengan Arif, terbongkar juga. Istri pertamanya mengetahui penikahan kami.Akhirnya, terjadi pertengkakaran antara diriku dan istri pertama Arif. Beberapa orang tahu tentang statusku. Mereka tidak tahu kalau rasa putus asa yang menyelimuti hati kala itu, membuatku menerima pinangan lelaki beristri.Saat itu, aku bingung harus berbuat apa, apalagi laki-laki yang ada dalam hatiku sejak dulu, selalu menolak perasaan yang kumiliki. Oleh karena itu, aku menjadikan Arif sebagai pelarian, walaupun pernikahan itu akhirnya kandas.Kini, aku benar-benar sendiri dan memiliki kesempatan besar mencari perhatian Ezza. Aku merasa kalau takdir telah berpihak kepadaku untuk tetap kembali mendekati laki-laki tampan itu. Harapan itu sudah ada di depan mata. Ezza akan menjadi milikku.Aku akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Ezza. Aku tidak terima dengan sikapnya yang selalu dingi
POV DARA๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธโKakak nggak apa-apa, kok, Dek.โ Aku menutupi kekesalanku karena menurutku Cindy masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah yang kuhadapi.โPasti Kakak mau bilang kalau Cindy masih kecil. Iya, โkan?โ Anak itu selalu saja mampu membuatku tertawa.โNanti kalau kamu udah SMP, Kakak pasti cerita, deh.โ Aku memberikan pengertian kepadanya.โJanji, ya. Kakak nggak boleh bohong.โ Cindy terlihat serius.โIya, Kakak janji.โ Aku pun meyakinkan dirinya.Saat duduk di bangku SMA kelas dua, aku kembali mengungkapkan cinta yang tetap bersemayam dalam hati ini kepada Ezza. Seperti jawaban sebelumnya, hanya penolakan yang dia berikan kepadaku. Aku makin tidak mampu menghapus dirinya dari dalam pikiran.Cinta yang kumiliki untuk Ezza kian besar. Aku merasa telah terhipnotis oleh pesona yang dia pancarkan. Banyak teman yang memintaku untuk mundur saja, tetapi hati ini tetap ingin mendapatkan balasan perasaan darinya.โApa, sih, yang kamu harapin, Dar? Ezza itu nggak cinta sama kamu.







