ログイン“Longgar banget, Bun. Enggak kerasa apa-apa,” ujar Mas Ogi, suamiku. Kalimat sederhana itu seketika menghancurkan hatiku. Bukan hanya karena aku merasa gagal menjadi seorang istri, tetapi juga karena pria yang selama ini kucintai tega membuatku merasa tak berharga di matanya sendiri. Aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Menjaga rumah tangga, melayani suami, dan mengubur egoku demi kebahagiaannya. Namun, ternyata semua itu belum cukup untuk membuat Mas Ogi merasa bahagia bersamaku. Lalu, apa yang salah denganku? Apakah aku memang sebegitu mengecewakannya, atau justru Mas Ogi yang sudah tak lagi menginginkanku? Malam itu, air mataku menjadi saksi atas hancurnya harga diriku sebagai seorang istri. Aku lelah terus bertahan dalam hubungan yang membuatku merasa tak berarti. Hingga akhirnya, aku mengambil keputusan nekat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Keputusan yang bisa menghancurkan rumah tanggaku sendiri, tetapi juga menjadi satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa aku bukan perempuan yang bisa diperlakukan sesuka hati. Lantas, apa yang sebenarnya kulakukan hingga membuat kehidupan Mas Ogi berubah drastis? Dan ketika penyesalan datang, akankah semuanya masih bisa diperbaiki?
もっと見る"Ada apa sih, Mas?" tanyaku panik saat sampai di teras."Si Dolly keluar. Cepat kamu ikutin dia dan ajak pulang," jawab mas Ogi santai. Bahkan dia sibuk memandikan bu rung yang lainnya. "Tak kirain ada apa, tak tahunya cuma bu rung me bor. Gitu bilangnya kok da rurat," gerutuku dengan kesal.Dolly, nama bu rung kesayangan Mas Ogi. Bu rung murai batu itu memiliki suara yang tajam dan merdu, dengan variasi kicauan yang bisa membuat siapa pun yang mendengarnya berhenti sejenak. Bulu ekornya panjang, melengkung anggun, dan selalu tampak mengembang saat ia berkicau dengan penuh semangat.Bukan hanya bu rung murai batu yang di pelihara, masih ada bu rung Kacer, bu rung cucak ijo dan lainnya. Bu rung-bu rung itulah yang membuat mas Ogi malas bekerja."Berani kamu protes!" "Eh, iya-iya. Yang Dolly Dolly," sahutku cepat berusaha menenangkan Mas Ogi yang sudah terlihat kesal. Aku segera melangkah ke halaman, mataku menyapu sekeliling mencari jejak Dol ly. Namun tak kunjung dengar ada suara ki
Matanya kembali terpejam, tapi bi birnya berkata, "Kayaknya terasa beda. Mengi git.""Kalau punyaku enak, punyamu juga harus kuat dan tahan lama dong!" rutukku. Namun semua kalimat itu hanya tertahan di tenggorokan, aku terlalu takut untuk mengungkapnya. Takut mas Ogi tersinggung dan akan menyakitiku lagi.Suara dengkuran halus terdengar jelas dari bibir mas Ogi. Tanpa membersihkan diri lelaki itu kembali terlelap dalam mimpi. Dengan cepat aku membersihkan diri dan menyusul mas Ogi menyelami alam mimpi.Entah jam berapa Mas Ogi minta di layani dan kali ini aku yang bergerak. Mas Ogi sudah menuntaskan keinginan, aku melanjutkan tidur. Badanku masih terlalu lelah."Yah, aku mau berangkat, minta u ang sakunya dong," ujar Naomi. Gadis itu memang sangat manja dengan ayahnya."Ayah enggak pegang uang, Kak. Kamu sendiri kan tahu uang ayah semua diberikan sama Bunda," balas Mas Ogi. Anak-anakku sudah rapi dengan seragam sekolahnya masing-masing."Enggak mau ah, Bunda ngasihnya selal.u dikit.
"Alhamdulillah..." Aku menghembuskan nafas lega setelah sampai di depan rumah dengan selamat.Aku menoleh ke belakang, lelaki itu berhenti di jalanan dan masih duduk di atas motornya. Terlihat jelas di mataku dia menggaguk, lalu kembali melajukan sepeda motornya. Siapakah dia?"Astaghfirullah, Bang Jo!" pekikku tertahan. Setelah melihat punggungnya, aku yakin itu Bang Jo.Kenapa Bang Jo mengikutiku ya? Apa dia ingin tahu di mana rumahku? Atau hanya ingin memastikan aku selamat sampai rumah?Kriet...!! Aku yang sedang menduga-duga pun teralihkan dengan suara pintu rumah yang terbuka."Bagus ya jam segini baru pulang. Apa begini tugas seorang istri? Hah!" bentak mas Ogi. Wajahnya merah padam penuh amarah, ia melakah lebar ke arahku.Tubuhku sudah gemetar terlebih dulu, dengan kasar mas Ogi menyeretku mas masuk ke dalam rumah. Brug...!!Tubuhku di lempar begitu saja di lantai, bahkan dahiku terbentur meja. Darah segera terasa mengalir di pelepis."Ampun, Mas. Aku salah," ucapku dengan
"Astaghfirullah...!!" Aku terperanjat bangun. Pikiranku seperti linglung, dan kini ku sadari aku tengah tertidur entah berapa lama. Selimut tebal menutupi tubuhku yang ternyata polos tanpa memakai sehelai benang. Di sebelahku ada Bang Jo yang menatap dengan tatapan yang tak bisa ku artikan."Bang Jo! Apa yang sudah kamu lakuin ke aku?!" teriaku. Lelaki itu hanya diam saja dan mencoba untuk meraihku. Aku beringsut mundur dengan tubuh yang gemetar.'Astaghfirullah ya Allah, apa yang sudah ku lakukan? Apa aku sudah tidur dengan Bang Jo?' batinku berkecambuk."Jawab, Bang! Jangan diam aja!" bentakku dengan bibir bergetar. Lelaki itu ternyata juga tidak mngenakan pakaian dan kami berada dalam satu selimut. Tentu saja aku sudah melakukan hal yang seharusnya tidak aku lakukan. Aku, Asmanda. Usiaku 32 tahun sudah memiliki 2 putri yang cantik. Suamiku , Yogi Pradana, usianya 49 tahun. Aku berada di tempat ini supaya bisa menjadi wanita yang sempurna, wanita yang bisa melayani suami dengan ma






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.