共有

bab 243

作者: Azzura Rei
last update 公開日: 2026-05-25 23:01:46

"Kamu benar-benar tidak menyerah membantu Clarissa. Apakah kamu sudah mulai termakan omonganmu sendiri?”

Kedatangan William mengagetkan Sasha. Dia tidak menyangka jika lelaki itu tiba-tiba muncul saat dia baru saja selesai dihubungi Clarissa.

“Will…”

William berjalan mendekati Sasha, melempar sebuah buku tebal ke arah Sasha. Sasha spontan menangkapnya dan membaca sampul buku itu adalah sebuah map foto.

“Apa ini?”

“Bukankah kamu benar-benar ingin bertingkah seperti Hero di depan keluargamu yang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 243

    "Kamu benar-benar tidak menyerah membantu Clarissa. Apakah kamu sudah mulai termakan omonganmu sendiri?”Kedatangan William mengagetkan Sasha. Dia tidak menyangka jika lelaki itu tiba-tiba muncul saat dia baru saja selesai dihubungi Clarissa. “Will…”William berjalan mendekati Sasha, melempar sebuah buku tebal ke arah Sasha. Sasha spontan menangkapnya dan membaca sampul buku itu adalah sebuah map foto.“Apa ini?”“Bukankah kamu benar-benar ingin bertingkah seperti Hero di depan keluargamu yang penghianat itu? Coba kamu buka sekarang dan lihatlah bagaimana orang yang kamu bantu itu memperlakukan kamu sejak dulu!”Sasha membuka satu demi satu dan lembar demi lembar foto-foto yang tertempel rapi di sana. Sasya sampai tidak menyangka jika William bisa mendapatkan foto-foto masa lalunya bahkan saat masih kecil bersama dengan ayah dan ibunya.“Kamu dapatkan ini semua dari mana?” Tanya Sasha dengan bibir yang bergetar karena merasa hatinya begitu menghangat ketika melihat keluarganya yang m

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   242

    Clarissa melirik jam dinding di luar bilik. "Malam ini Raka mengadakan pesta privat untuk para kolega bisnisnya di lantai atas kelab. Aku dipaksa kembali melayani di sana. Aku akan mencari cara untuk mengirimkan seseorang yang bisa kupercaya untuk mengambil dokumen itu darimu. Kirimkan kontrak itu ke alamat yang akan kukirimkan lewat pesan singkat dari nomor acak nanti. Bisakah kamu melakukannya, Sasha?""Aku berjanji, Clarissa. Jaga dirimu baik-baik sampai malam ini.""Terima kasih, Sasha."Clarissa menutup telepon dengan cepat sebelum kedua pengawalnya mulai curiga. Ia keluar dari bilik dengan wajah setenang air, mengembuskan napas panjang seolah-olah ia baru saja menyelesaikan percakungan singkat dengan ibunya.Malam kembali merayap, membawa kembali hiruk-pikuk yang memekakkan telinga ke dalam kelab malam Raka. Lantai paling atas, yang semalam menjadi saksi kebrutalan Raka dan intimidasi dingin William, kini telah disulap menjadi ruang pesta privat yang dipenuhi oleh asap cerutu, t

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 241

    Pagi itu, distrik hiburan malam telah sepenuhnya mati. Lampu-lampu neon yang semalam berkedip genit kini padam, menyisakan bangunan-bangunan beton yang tampak kusam di bawah siraman matahari pagi. Di dalam kamar privatnya, Clarissa berdiri di depan cermin besar. Ia menatap lekat-lekat pantulan dirinya yang mengenakan kemeja lengan panjang berkerah tinggi. Sebuah pilihan sengaja untuk menyembunyikan memar keunguan di rahang dan bekas cengkeraman di lehernya.Ia memoleskan bedak tipis untuk menyamarkan pucat di wajahnya, lalu memulas lipstik merah samar pada sudut bibirnya yang pecah. Rasa perihnya masih ada, menjalar hingga ke ulu hati, namun Clarissa tidak meringis. Rasa sakit fisik tidak lagi sebanding dengan dinginnya tekad yang kini membeku di dalam dadanya.Saat ia memutar knop pintu, dua orang pria berbadan tegap sudah berdiri tegap di lorong. Mereka adalah anak buah Doni yang diperintahkan langsung oleh Raka untuk melekat padanya bagai bayangan."Mau ke mana, Clarissa?" tanya

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 240

    Clarisa terhuyung, matanya nanar memandang Raka. Dia tak menyangka, lelaki yang dulu ia bantu keluar dari penjara justru kini memperlakukan dia bak binatang."R-Raka....." bentak Clarissa, melangkah mundur hingga punggungnya membentur pintu. Tubuhnya bergetar hebat. "Kau tahu, Clarissa... aku paling benci ketika ada wanita kotor yang mencoba bertingkah pintar dan mengemis pada orang lain," ucap Raka, suaranya rendah namun sarat akan ancaman. Ia mencengkeram rahang Clarissa dengan kasar, memaksa wanita itu menatapnya. "Kau pikir dengan menangis di depan Sasha, kau bisa lepas dari tangan William ? Kau lupa siapa yang memiliki hidupmu saat ini?""Lepas!." jerit Clarissa murka.Plak! Raka kembali membuat Clarisa merasakan perih."Kau ingin keluar dari pekerjaan malam, kan? Kau ingin dibebaskan?" Raka tersenyum sinis, sebuah seringai kejam yang membuat darah Clarissa berdesir dingin. "Maka malam ini, kau harus membayar harga untuk kelancanganmu."Tanpa memedulikan tangisan dan penolakan

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 239

    Malam kian larut, namun atmosfer di kediaman William Danuarta masih menyisakan ketegangan yang pekat. William tidak memberikan jawaban pasti pada Sasha. Pria itu memilih melangkah pergi, meninggalkan istrinya yang terpaku dalam kecemasan. Bagi William, logika selalu berada di atas segalanya. Dan malam ini, logika hukum serta bisnisnya mengatakan bahwa membiarkan Clarissa lepas begitu saja adalah sebuah kebodohan yang bisa mengancam ketenangan mereka.Tanpa mengganti pakaian kerjanya, William mengambil kunci mobil di meja lobi. Kilat matanya dingin, memancarkan aura intimidasi yang biasa ia gunakan untuk meruntuhkan mental lawan-lawannya. Ia tidak akan menunggu sampai besok pagi. Baginya, setiap ancaman, sekecil apa pun itu, harus segera dipetakan, dikendalikan, dan diputus jalurnya.Mobil sedan hitam milik William membelah jalanan kota yang mulai sepi, menuju ke sebuah kawasan elit di mana distrik hiburan malam papan atas berada. Tujuannya hanya satu: sebuah kelab malam eksklusif mil

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 238

    "Sha, aku mohon. Aku janji akan melakukan apapun yang kamu minta. Aku gak kuat kerja di tempat malam seperti pekerjaan kamu dulu. Ini sangat menyiksa,” Isak Clarissa.Sasha menatap Clarissa yang masih bersimpuh di hadapannya. Emosi di dalam dada Sasha bergejolakperpaduan antara sisa rasa sakit hati masa lalu dan rasa kemanusiaan yang menolak untuk abai. Setelah keheningan yang mencekam ego Clarissa, Sasha akhirnya mengembuskan napas panjang."Clarissa, dengarkan aku baik-baik," kata Sasha, suaranya terdengar sangat tenang namun sarat akan ketegasan yang tak terbantahkan.Clarissa menahan napasnya, menatap Sasha dengan mata sembap yang dipenuhi secercah harapan."Aku akan membantumu. Tapi aku gak tahu apa William setelah ku atau tidak. Jadi, aku akan_”Mendengar hal itu, wajah Clarissa langsung berbinar. "Sha, terima kasih... terima kasih banyak—""Jangan memotong kalimatku dulu," sela Sasha dingin, membuat Clarissa kembali terdiam.Sasha melangkah satu langkah maju, menunduk untuk men

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 136

    Meskipun rasa mual terkadang masih menyentak perutnya, Sasha tetap memaksakan diri untuk memantau pesanan keripik di gawai miliknya. Strategi Sasha untuk memproteksi diri kini bukan hanya sekadar bersembunyi, melainkan membangun ekosistem kehidupan yang mandiri di dalam bangunan tua tersebut."Nduk

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 129

    "Tunggu! Seratus juta. Tinggalkan kota ini dan jauhi Adrian.”Langkah Sasha terhenti seketika. Suara decitan cek yang sedang dirobek dari bukunya terdengar nyaring di tengah kesunyian jalanan yang panas. Sasha perlahan membalikkan tubuhnya, menatap selembar kertas berharga fantastis itu yang kini t

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 128

    "Calon istri?” bisik Sasha dengan suara yang hampir tak terdengar. Sasha menghentikan langkahnya. Udara siang yang tadinya terasa hangat dan membawa harapan, tiba-tiba berubah menjadi dingin dan mencekam. Ia menatap wanita di dalam mobil itu. Penampilannya sempurna, tipikal wanita dari kelas sosi

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 127

    “Aku juga pernah hidup dalam kesulitan ketika aku masih muda,” lanjut Adrian. “Ayahku meninggal ketika aku masih kecil, dan ibuku harus bekerja keras sendirian untuk menyekolahkan aku sampai menjadi dokter. Ada banyak orang yang membantu kita saat itu, tanpa mengharapkan apa-apa sebagai balasan. Ka

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status