共有

bab 263

作者: Azzura Rei
last update 公開日: 2026-06-03 23:20:23

"Jangan-jangan keluarga William keberatan dengan keberadaanku... atau lebih buruk lagi, keberadaan Arlan?"

Kini batinnya berkecamuk, meremas pinggiran ponsel hingga buku-buku jarinya memutih. Dugaan itu menghantam benak Sasha bak godam berat, menyisakan rasa sesak yang seketika memenuhi rongga dadanya.

Sasha tahu betul bahwa William adalah pria dari kasta yang sangat berbeda dengannya. Selama ini, suaminya itu memperlakukannya bak ratu, mengikis habis seluruh trauma masa lalunya, dan memban
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 275

    Sasha mengangguk mantap. Meski ia adalah wanita berprinsip yang terbiasa berpikir kritis, ia mengerti bahwa di balik dinding benteng pertahanan William, terdapat ketakutan yang dalam, bukan takut akan kekalahan di meja bisnis, melainkan takut kehilangan hal-hal yang paling berarti baginya.“Aku mengerti, Will,” jawab Sasha lembut, jemarinya mengusap punggung tangan suaminya. “Aku akan menjadi pendengar dan pengamat yang baik. Aku tidak akan mengeluarkan satu patah kata pun kecuali kamu yang memintanya.”William menatap Sasha dalam-dalam. Kepercayaan yang diberikan istrinya adalah bahan bakar sekaligus beban yang berat baginya. Ia tahu, dengan membawa Sasha dan Arlan ke kediaman utama, ia sedang membiarkan mereka masuk ke dalam zona bahaya yang dipenuhi oleh penglihatan tajam Aditama. Namun, ia juga sadar bahwa membiarkan Sasha tetap di luar jangkauan hanya akan membuat istrinya itu menjadi sasaran empuk yang tak terlindungi. Bersama William, setidaknya ia bisa memantau setiap ancaman

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 276

    William mengembuskan napas berat. "Aditama mengundang kita makan malam besok di rumah utama."Sasha tertegun sejenak. "Rumah utama? Tempat ibumu dulu...?""Ya," potong William cepat. "Dia menggunakan nama ibuku untuk memancingku. Dan... dia membawa Kirana pulang dari Australia."Sasha memiringkan kepalanya, mencoba mencerna nama baru yang baru saja didengarnya. "Kirana?”"Benar. Adikku satu-satunya. Dia pulang tanpa memberi tahu aku, dan sekarang dia ada di bawah pengaruh Aditama," suara William terdengar parau. "Aku tidak ingin membawamu dan Arlan ke sana, Sasha. Tempat itu terlalu kotor dan penuh dengan kepalsuan. Tapi jika aku pergi sendiri, Aditama pasti akan menggunakan Kirana untuk menekanku agar membawa kalian di lain waktu."Sasha menatap William dengan tatapan yang sangat matang. Ia bisa melihat dilema yang luar biasa besar di mata suaminya. Di satu sisi, William ingin melindungi surga kecil mereka, namun di sisi lain, ada adik kandungnya yang juga harus diselamatkan dari ce

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 275

    "Kenapa kamu berpikir papa akan mencelakaimu, Nak? Papa hanya ngin berkenalan dengan anak dan istrimu. Sungguh1’Setelah membuat perhitungan cukup matang pada Aditama, William berulang kali menolak panggiln bahkan menemuinya. Bahkan William sangat protektif melindungi Sasha dari Aditama yang ingin bertemu dan memperkenalkan diri sebagai ayah mertua.William hanya menoleh pada pesan yang tiba tiba mucul di layar ponselnya. Notifikasi pesan itu muncul namun sama sekali tak ingin dia balas.“William…”William menengok, seseorang mengagetkan dia yang tadinya sedang menunggu kedatanagn Sasha dari kampusnya. Sengaja memang dia yang menejmput siang ini karena dia ingin mengajak Sasha pergi jalan jalan dengan Arlan. “Maaf, saya ke sini untuk memberikan ini pada istri Anda. Namun, saya dicegah oleh dua penjaga istri Anda.”Willam mengernyit,” kamu siapa?”“Saya Damar, asisten Pak Aditama. Beliau mengundang Den William makan malam bersama. Berharap sekali Den Willam mau datang di acara penting

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 274

    Sasha memejamkan matanya sejenak, menikmati kehangatan sentuhan William yang selalu berhasil menyalurkan rasa aman langsung ke dadanya. Sebagai mahasiswi akuntansi yang kritis, ia tahu bahwa pertahanan fisik yang dibangun William membutuhkan biaya dan energi yang luar biasa besar. Namun, ia juga paham bahwa ini adalah cara suaminya mencintai—sebuah proteksi mutlak yang lahir dari trauma masa lalu yang mendalam."Aku percaya padamu, Will," bisik Sasha, membuka matanya dan menatap lurus ke dalam manik mata hitam William yang kelam namun penuh komitmen. "Aku hanya tidak ingin kamu kelelahan karena terus-menerus mengkhawatirkan kami. Kami akan menjaga diri baik-baik di sini."William tidak menjawab dengan kata-kata. Ia menunduk, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam dan posesif, seolah ingin mencetak janjinya langsung pada bibir ranum Sasha. Setelah tautan mereka terlepas, ia mengecup kening istrinya dengan lembut sebelum akhirnya berbalik untuk memimpin rombongan penjemp

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 272

    Malam itu, setelah Arlan tertidur pulas di kamarnya, atmosfer di dalam rumah mewah di pinggiran kota itu tidak sepenuhnya rileks. William berdiri di ruang kerja pribadinya, menatap layar monitor yang menampilkan visual dari enam belas kamera pengawas yang mengitari perimeter luar kediamannya. Jari-jarinya bergerak lincah di atas papan ketik, memperbarui protokol enkripsi pada sistem keamanan digital rumahnya.Kehadiran dua pria bersafari di kampus Sasha sore tadi adalah peringatan keras. Aditama tidak sekadar menggertak; pria tua itu sedang memetakan rutinitas keluarganya, mencari celah sekecil apa pun untuk menyusup masuk dan menegakkan dominasinya."Hendri," panggil William saat sambungan telepon internalnya terhubung. Suaranya rendah, nyaris tidak bergetar, namun sarat akan otoritas yang mematikan."Ya, Tuan William," sahut Hendri di seberang sana, suaranya terdengar siap dan siaga penuh."Mulai besok pagi, ganti seluruh tim pengawal statis di gerbang depan dengan personel dari div

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 271

    Di mana ya?” ledek William yang tak tega berbohong. “Sekarang, kita pergi menjemput Mama, mau?""Mau! Mau!" Arlan bersorak riang, menepuk-nepuk pundak William penuh semangat.Setelah mendudukkan Arlan dengan aman di car seat bagian belakang, mobil kembali melaju menuju target berikutnya, universitas tempat Sasha menimba ilmu. Jarak dari sekolah Arlan ke kampus Sasha tidak terlalu jauh, namun kemacetan sore hari membuat perjalanan terasa sedikit lebih lama. Sepanjang jalan, William terus mendengarkan celoteh tanpa henti dari Arlan, sesekali menyahut dengan senyuman tipis yang tulus. Kehadiran bocah ini adalah pengingat mutlak bagi William tentang apa yang sedang ia perjuangkan mati-matian dari keserakan silsilah Aditama.Sekitar pukul empat sore, sedan mewah William akhirnya memasuki area luar gerbang kampus Sasha. Dari balik kaca mobil yang gelap, William bisa melihat suasana koridor kampus yang mulai ramai oleh mahasiswa yang berhamburan keluar dari kelas terakhir mereka.Tak butuh w

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 78

    Sorak-sorai dan siulan menggema di ruangan luas itu, memantul di antara dinding marmer dan koleksi minuman keras mahal yang berjajar rapi. Sasha bisa merasakan panas yang menjalar di pipinya, bukan karena malu yang murni, melainkan karena percampuran antara penghinaan dan adrenalin yang memabukkan.

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 76

    Fajar menyingsing di cakrawala Jakarta, membawa semburat warna jingga yang membasuh kaca-kaca gedung pencakar langit. Di dalam penthouse mewah itu, cahaya matahari mulai menyelinap masuk melalui celah gorden sutra, menerangi sisa-sisa pergulatan panas semalam. Sasha terbangun dengan rasa pegal yang

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 70

    William melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga ujung sepatu mereka bersentuhan. Aroma maskulin yang tajam campuran antara kayu cendana, tembakau mahal, dan dinginnya ubin menyerbu indra penciuman Sasha. Pria itu mengulurkan tangan, jemarinya yang panjang dan hangat menelusuri garis

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 69

    William menurunkan tangannya perlahan. Tepukan itu berhenti, tapi efeknya justru seperti palu godam yang menghantam kesadaran Bram.Wajah Bram menegang. Keringat tipis muncul di pelipisnya.“Saya tidak pernah lupa siapa Anda,” jawab Bram kaku. “Anda dosen… dan pengusaha. Tapi ini urusan keluarga sa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status