แชร์

bab 262

ผู้เขียน: Azzura Rei
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-02 23:32:03

William terdiam, merasakan kehangatan tubuh Sasha yang menempel di punggungnya. Jemari besarnya bergerak menyentuh tangan Sasha yang melingkar di perutnya, mengusap punggung tangan istrinya dengan perlahan. Kepekaan Sasha sebagai mahasiswi akuntansi yang kritis terkadang membuatnya sulit untuk menyembunyikan sesuatu.

William membalikkan tubuhnya dalam kukungan lengan Sasha, membuat wanita itu kini berada di hadapannya, terkunci di antara tubuh tegap William dan pagar balkon. Ia menunduk, menang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 275

    Sasha mengangguk mantap. Meski ia adalah wanita berprinsip yang terbiasa berpikir kritis, ia mengerti bahwa di balik dinding benteng pertahanan William, terdapat ketakutan yang dalam, bukan takut akan kekalahan di meja bisnis, melainkan takut kehilangan hal-hal yang paling berarti baginya.“Aku mengerti, Will,” jawab Sasha lembut, jemarinya mengusap punggung tangan suaminya. “Aku akan menjadi pendengar dan pengamat yang baik. Aku tidak akan mengeluarkan satu patah kata pun kecuali kamu yang memintanya.”William menatap Sasha dalam-dalam. Kepercayaan yang diberikan istrinya adalah bahan bakar sekaligus beban yang berat baginya. Ia tahu, dengan membawa Sasha dan Arlan ke kediaman utama, ia sedang membiarkan mereka masuk ke dalam zona bahaya yang dipenuhi oleh penglihatan tajam Aditama. Namun, ia juga sadar bahwa membiarkan Sasha tetap di luar jangkauan hanya akan membuat istrinya itu menjadi sasaran empuk yang tak terlindungi. Bersama William, setidaknya ia bisa memantau setiap ancaman

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 276

    William mengembuskan napas berat. "Aditama mengundang kita makan malam besok di rumah utama."Sasha tertegun sejenak. "Rumah utama? Tempat ibumu dulu...?""Ya," potong William cepat. "Dia menggunakan nama ibuku untuk memancingku. Dan... dia membawa Kirana pulang dari Australia."Sasha memiringkan kepalanya, mencoba mencerna nama baru yang baru saja didengarnya. "Kirana?”"Benar. Adikku satu-satunya. Dia pulang tanpa memberi tahu aku, dan sekarang dia ada di bawah pengaruh Aditama," suara William terdengar parau. "Aku tidak ingin membawamu dan Arlan ke sana, Sasha. Tempat itu terlalu kotor dan penuh dengan kepalsuan. Tapi jika aku pergi sendiri, Aditama pasti akan menggunakan Kirana untuk menekanku agar membawa kalian di lain waktu."Sasha menatap William dengan tatapan yang sangat matang. Ia bisa melihat dilema yang luar biasa besar di mata suaminya. Di satu sisi, William ingin melindungi surga kecil mereka, namun di sisi lain, ada adik kandungnya yang juga harus diselamatkan dari ce

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 275

    "Kenapa kamu berpikir papa akan mencelakaimu, Nak? Papa hanya ngin berkenalan dengan anak dan istrimu. Sungguh1’Setelah membuat perhitungan cukup matang pada Aditama, William berulang kali menolak panggiln bahkan menemuinya. Bahkan William sangat protektif melindungi Sasha dari Aditama yang ingin bertemu dan memperkenalkan diri sebagai ayah mertua.William hanya menoleh pada pesan yang tiba tiba mucul di layar ponselnya. Notifikasi pesan itu muncul namun sama sekali tak ingin dia balas.“William…”William menengok, seseorang mengagetkan dia yang tadinya sedang menunggu kedatanagn Sasha dari kampusnya. Sengaja memang dia yang menejmput siang ini karena dia ingin mengajak Sasha pergi jalan jalan dengan Arlan. “Maaf, saya ke sini untuk memberikan ini pada istri Anda. Namun, saya dicegah oleh dua penjaga istri Anda.”Willam mengernyit,” kamu siapa?”“Saya Damar, asisten Pak Aditama. Beliau mengundang Den William makan malam bersama. Berharap sekali Den Willam mau datang di acara penting

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 274

    Sasha memejamkan matanya sejenak, menikmati kehangatan sentuhan William yang selalu berhasil menyalurkan rasa aman langsung ke dadanya. Sebagai mahasiswi akuntansi yang kritis, ia tahu bahwa pertahanan fisik yang dibangun William membutuhkan biaya dan energi yang luar biasa besar. Namun, ia juga paham bahwa ini adalah cara suaminya mencintai—sebuah proteksi mutlak yang lahir dari trauma masa lalu yang mendalam."Aku percaya padamu, Will," bisik Sasha, membuka matanya dan menatap lurus ke dalam manik mata hitam William yang kelam namun penuh komitmen. "Aku hanya tidak ingin kamu kelelahan karena terus-menerus mengkhawatirkan kami. Kami akan menjaga diri baik-baik di sini."William tidak menjawab dengan kata-kata. Ia menunduk, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam dan posesif, seolah ingin mencetak janjinya langsung pada bibir ranum Sasha. Setelah tautan mereka terlepas, ia mengecup kening istrinya dengan lembut sebelum akhirnya berbalik untuk memimpin rombongan penjemp

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 272

    Malam itu, setelah Arlan tertidur pulas di kamarnya, atmosfer di dalam rumah mewah di pinggiran kota itu tidak sepenuhnya rileks. William berdiri di ruang kerja pribadinya, menatap layar monitor yang menampilkan visual dari enam belas kamera pengawas yang mengitari perimeter luar kediamannya. Jari-jarinya bergerak lincah di atas papan ketik, memperbarui protokol enkripsi pada sistem keamanan digital rumahnya.Kehadiran dua pria bersafari di kampus Sasha sore tadi adalah peringatan keras. Aditama tidak sekadar menggertak; pria tua itu sedang memetakan rutinitas keluarganya, mencari celah sekecil apa pun untuk menyusup masuk dan menegakkan dominasinya."Hendri," panggil William saat sambungan telepon internalnya terhubung. Suaranya rendah, nyaris tidak bergetar, namun sarat akan otoritas yang mematikan."Ya, Tuan William," sahut Hendri di seberang sana, suaranya terdengar siap dan siaga penuh."Mulai besok pagi, ganti seluruh tim pengawal statis di gerbang depan dengan personel dari div

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 271

    Di mana ya?” ledek William yang tak tega berbohong. “Sekarang, kita pergi menjemput Mama, mau?""Mau! Mau!" Arlan bersorak riang, menepuk-nepuk pundak William penuh semangat.Setelah mendudukkan Arlan dengan aman di car seat bagian belakang, mobil kembali melaju menuju target berikutnya, universitas tempat Sasha menimba ilmu. Jarak dari sekolah Arlan ke kampus Sasha tidak terlalu jauh, namun kemacetan sore hari membuat perjalanan terasa sedikit lebih lama. Sepanjang jalan, William terus mendengarkan celoteh tanpa henti dari Arlan, sesekali menyahut dengan senyuman tipis yang tulus. Kehadiran bocah ini adalah pengingat mutlak bagi William tentang apa yang sedang ia perjuangkan mati-matian dari keserakan silsilah Aditama.Sekitar pukul empat sore, sedan mewah William akhirnya memasuki area luar gerbang kampus Sasha. Dari balik kaca mobil yang gelap, William bisa melihat suasana koridor kampus yang mulai ramai oleh mahasiswa yang berhamburan keluar dari kelas terakhir mereka.Tak butuh w

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 35

    Clarissa yang sedang mematut diri di cermin bedaknya tersentak. "Y-ya, Pak?""Jelaskan konsep Bad Faith atau Mauvaise Foi menurut Sartre. Sekarang."Clarissa tergagap. "Ehh... itu... keyakinan yang buruk ya, Pak? Kayak... nggak percaya diri?""Salah. Nol besar," potong William kejam. "Keluar. Saya

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 34

    Saya bilang makan," potong William, suaranya menajam. "Dan satu hal lagi."William meletakkan tabletnya, memutar tubuhnya menghadap Sasha sepenuhnya. Wajahnya keras, egonya yang terluka sedang berusaha menutupi rasa malunya dengan arogansi."Lupakan apa yang kamu lihat semalam. Hapus dari ingatanmu

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 28

    Sasha bangun lebih awal. Dia bahkan kaget melihat barangnya sudah di kamarnya. Dia bangun dan mendekat ke arah koper. Dia hendak mengunci pintu sebelum membongkar isi koper, tapi dia heran karena kunci kamarnya tak ada.“Jangan cari kuncinya," suara William terdengar dari ambang pintu. Pria itu ber

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 27

    Sasha ternganga. "Clarissa? Dan Raka?""Pikirkan. Siapa yang punya akses ke tasmu? Siapa yang paling diuntungkan jika kamu diusir dari keluarga ini?" William menyelipkan anak rambut Sasha ke belakang telinga. "Mereka mengincar warisanmu. Dan Raka... dia hanya parasit yang melompat ke inang yang leb

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status