Share

Bab 7

Author: Myafa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-01 18:24:18

Kamera membidik mereka berdua. Senyum Axel mengembang sempurna di wajahnya, sedangkan Nasya tetap memandangi Axel.

Saat melihat Axel dari samping dan dalam jarak sedekat ini, Nasya baru menyadari, pria itu memiliki rahang yang begitu tegas, hidung yang mancung, alis tebal, dan juga mata yang tajam.

Saat matanya menelusuri wajah atasannya itu, pandangannya jatuh ke bibir Axel. Ingatannya seketika kembali ke kejadian kemarin.

Rasanya, seperti masih melekat di ingatan Nasya. Bibir tebal itu terasa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
ini ibu tiri minta diapakan ya enaknya? kok ya kebangetan banget sih
goodnovel comment avatar
Anna Waliana
ini benar" ibu tiri yang kejam
goodnovel comment avatar
Dinar kasih 1205
ya tuhan jahat banget ibu tirinya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 126

    Mendapati pertanyaan itu Axel diam. Ia tampak memikirkan hal itu. Namun, sesaat kemudian ia membelai lembut rambut Nasya. Berusaha menenangkan kekasihnya itu. “Aku akan membujuk mama. Jangan khawatir.” Walaupun Axel berusaha untuk menenangkannya, tetap saja Nasya tidak bisa tenang. Ia masih kepikiran dengan orang tua Axel yang tidak menyukainya. Jika dulu, Nasya tenang dan tidak memikirkan hal itu karena yakin kelak hubungannya dengan Axel akan berakhir. Berbeda dengan sekarang, ia benar-benar kekasih Axel. Tidak lagi bisa menghindar dari kebencian dari Mama Helena. Karena sudah larut malam, akhirnya Axel pamit untuk pulang. Ia tidak mau membuat Nasya tidak nyaman dengan berada di apartemen terlalu lama. “Nanti aku akan hubungi.” Axel mendaratkan kecupan sebelum pulang. Nasya mengangguk. Melepaskan kekasihnya itu untuk pulang.Namun, baru beberapa saat Axel keluar, tiba-tiba suara ponsel Nasya berdering. Saat Nasya mengecek ternyata itu adalah Axel. Pria itu melakukan panggilan

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 125

    Sorenya Nasya sengaja membeli bahan-bahan masakan untuk dipakai membuat makan malam nanti bersama Axel. Rasanya jantung Nasya begitu berdebar ketika membayangkan jika ia akan makan malam ini bersama Axel. Usai membeli bahan masakan, ia langsung pulang. Sesaat setelah sampai di apartemen, Axel datang.“Kamu sudah beli bahan masakan ternyata.” Axel melihat beberapa bahan masakan di atas meja dapur. “Iya, tadi aku sekalian cari bahan masakan.” Nasya tersenyum. “Baiklah, karena kamu sudah beli bahan masakan, maka aku yang akan memasak. Kamu duduk saja.” Axel mendorong Nasya perlahan untuk duduk di kursi di ruang makan kecil di dekat dapur.Kemudian Axel kembali ke dapur. Nasya menunggu Axel dengan tenang. Memerhatikan Axel yang mulai beraksi di dapur. Pria membuka jasnya kemudian, itu menggulung lengan kemejanya. Ia mengeluarkan bahan-bahan masakan yang dibeli Nasya. Tangannya begitu lihai beraksi di dapur. Nasya pernah dengar sendiri jika Axel sering masak makanan sendiri sewaktu

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 124

    Nasya berdebar-debar menunggu ucapan temannya itu. Ia takut temannya tahu hubungannya karena menghubungkan kejadian tadi.“Apa jangan-jangan kalian bakal kencan bareng?” tanya teman Nasya sambil tertawa. Saat teman Nasya mengatakan hal itu, Nasya langsung bernapas lega. Ternyata temannya tidak berpikir yang tidak-tidak tentang hubungannya dengan Axel. “Mana bisa aku kencan bareng Pak Axel. Kami beda status. Kalau Pak Axel kencan di tempat mewah, aku paling juga cuma di pinggir jalan.” Nasya tertawa. Berusaha untuk tetap tenang agar tidak membuat curiga teman-temannya. “Iya juga.” Teman Nasya ikut tertawa. Akhirnya makan siang yang sedikit menegangkan itu berakhir. Setelah selesai makan, Nasya dan teman-teman bersiap untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing. Namun, langkah Nasya terhenti ketika melihat kue coklat. Tadi dia ingat jika Axel belum makan. Jadi ia berinisiatif untuk membeli kue tersebut. “Sya, kamu belum kenyang?” tanya salah seorang teman. “Iya, aku masih lapa

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 123

    Nasya berusaha melepaskan tangan Axel yang menggenggam tangannya, tapi Axel justru semakin mengencangkan genggaman tangannya itu. Dalam lift, dengan banyak orang seperti ini, ia takut jika ada yang melihat.Nasya sudah memberikan isyarat, tapi justru tidak dianggap oleh Axel. Pria itu tetap memegang tangannya. Sampai akhirnya bunyi lift terdengar tanda lift berhenti, barulah Axel melepaskan genggaman tangannya. Karyawan keluar sebagian. Kemudian lift kembali menutup lagi. Karyawan yang berkurang membuat kondisi lift sedikit lengang. Jadi Axel tidak berani meraih tangan Nasya lagi.Nasya bernapas lega karena akhirnya Axel melepaskannya. Ia takut jika karyawan tahu hubungan mereka. Untuk saat ini, ia mau fokus bekerja dan profesional. Lift kembali bergerak naik lagi ke lantai berikutnya. Setiap lantai lift berhenti karena ada karyawan yang keluar. Saat semua karyawan keluar dan hanya tersisa Axel dan Nasya saja, Axel kembali meraih tangan Nasya. Kali ini Nasya tidak menolak. Mem

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 122

    Permintaan itu membuat Nasya merona. Ia benar-benar merasa begitu malu sekali. Dia yang memberikan ide panggilan itu, tapi dia sendiri yang merasa berat memanggil. Sekuat tenaga Nasya membuka mulutnya. Mengeluarkan suara panggilan yang tadi disematkan pada Axel. “Sayang.” Suara Nasya lirih. “Aku tidak dengar.” Axel tampak tenang bersuara. Seolah memang itu benar-benar terjadi. Nasya malu sekali memanggil Axel, tapi pria itu meminta memanggilnya lagi. “Sayang.” Kali ini suara Nasya lebih kencang. “Aku tidak dengar.” Axel mendekatkan telinganya. Nasya kesal sekali. Axel seolah sengaja sekali menggodanya. Padahal harusnya pria itu tahu jika Nasya sedang malu di hadapan Axel. Tetapi, Nasya tetap menurutinya. Agar Axel tidak memintanya terus menerus. “Sayang.” Kali ini suara Nasya lebih keras.Axel langsung tersenyum mendengar hal itu. “Iya, Sayang.” Ia membelai lembut wajah Nasya. Astaga … jantung Nasya berdegup dengan kencang ketika Axel memanggilnya begitu lembut dengan panggil

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 121

    Mendapati pertanyaan itu, membuat Axel tersenyum. “Tadi pagi,” jawabnya. Nasya langsung membulatkan matanya mendengar jika Axel menyiapkan semuanya tadi pagi. Dalam waktu singkat semua bisa terwujud. Namun, Nasya sadar jika Axel punya banyak uang. Menciptakan seperti ini pastinya akan sangat mudah sekali.“Kenapa Pak Axel mau mengulang mengatakan cinta?” Nasya menatap malu-malu. “Aku menyesal mengatakan di saat kamu sedang sedih akibat keluargamu. Jadi aku memutuskan mengulanginya. Lagi pula kemarin tidak ada romantis-romantisnya.” Wajah kesal Axel terlihat mengingat kemarin. Nasya sebenarnya tidak masalah dengan ungkapan cinta yang diberikan Axel kemarin. Justru hal itu membuatnya lupa kesedihannya. Mereka menikmati makan malam. Setelah makanan pembuka, lanjut dengan makanan utama. Di sela-sela itu, mereka Nasya menatap Axel. “Pak Axel suka saya sejak kapan?” tanyanya. Axel yang sedang menikmati makannya pun langsung mengalihkan pandangannya. Ia menatap Nasya lekat. “Sejak in

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status