Share

BAB 9 Di Dapur Rumah Itu

Penulis: Pritca Ruby
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-21 22:59:08

"Permisi, Pak Hans menyuruhku ke sini untuk meminta sarapan," ucap Aleta pada Sam, koki pribadi di rumah Antonio dengan perasaannya yang sungkan.

Sam mengangguk dan tersenyum. "Duduklah dulu, saya akan siapkan sarapan untukmu."

"Jangan, jangan! Aku tidak ingin merepotkan. Aku bisa ambil sendiri, cukup kasih tahu saja apa yang boleh dan tidak boleh aku ambil."

"Semua makanan di sini boleh kamu makan karena semua ini tidak akan dimakan lagi oleh Tuan Antonio. Mau kamu habiskan pun, silakan."

"Seb
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 11 Deal!!

    "Apa kamu tetap ingin negosiasimu tadi pagi aku kabulkan?" tanya Antonio saat mereka kini berada di area belakang rumah, di taman dekat kolam renang yang luas itu.Aleta melirik dengan perasaan curiga dan sedikit was-was. "Ada apa ini? Apa ada hal yang salah terjadi? Bukannya kamu tidak setuju negosiasi yang aku usulkan tadi pagi?""Aku ingin tahu seberapa keras dan bertanggungjawabnya kamu atas apa yang kamu ucapkan."Mata Aleta cukup berbinar, seperti secercah cahaya menjadi sedikit pengharapannya akan menjadi nyata. "Aku bekerja di ladang gandum. Upahku lumayan tiap bulannya. Saat hari libur, aku bisa mencari pekerjaan tambahan lain juga. Aku tidak akan lari sebelum semuanya lunas.""Berapa upahmu? Berapa lama kamu akan melunasi semuanya?"Sebenarnya sejak kepulangannya dari kota kecil dimana Aleta tinggal, ia sudah ingin memberikan sedikit kelonggaran pada Aleta setelah mengetahui latar belakang kehidupan Roy. Ia mengerti jika Aleta tidak bersalah dan tidak perlu ia perlakukan beg

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 10 Kenikmatan di Siang Bolong

    "Ahh ...."Suara desahan seolah menggema di kamar yang sudah tidak ada apa-apa lagi, hanya menyisakan satu kasur dimana Aleta beristirahat dari lelahnya bekerja di ladang gandum seharian."Dulu, apa kamu ingat alasan kenapa kamu menolakku, Roy? Sekarang kamu menikmati tubuhku, hhh ...," ucap Sandra yang kini memegang kendali atas permainan panas yang mereka lakukan di siang bolong. "Tubuhku nikmat kan, Roy? Lebih nikmat aku atau wanita panti asuhan itu? Mengapa dulu kamu memilih wanita panti asuhan yang tidak tahu asal-usulnya dibandingkan aku yang sudah jelas keturunan siapa."Roy tidak banyak bicara, karena ia begitu menikmati servis yang diberikan oleh Sandra secara cuma-cuma padanya. Selama ini, jika ia ingin sebuah kepuasan batin, ia harus mengeluarkan uang terlebih dahulu. Sehingga tawaran dari Sandra tidak ingin ia lewatkan.Dulu, Sandra adalah salah satu wanita yang menginginkan Roy. Kebanyakan mereka hanya mengincar hidup mewah yang bisa didapatkan jika bersama Roy.Roy menik

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 9 Di Dapur Rumah Itu

    "Permisi, Pak Hans menyuruhku ke sini untuk meminta sarapan," ucap Aleta pada Sam, koki pribadi di rumah Antonio dengan perasaannya yang sungkan.Sam mengangguk dan tersenyum. "Duduklah dulu, saya akan siapkan sarapan untukmu.""Jangan, jangan! Aku tidak ingin merepotkan. Aku bisa ambil sendiri, cukup kasih tahu saja apa yang boleh dan tidak boleh aku ambil.""Semua makanan di sini boleh kamu makan karena semua ini tidak akan dimakan lagi oleh Tuan Antonio. Mau kamu habiskan pun, silakan.""Sebanyak ini tidak akan dimakan lagi? Sayang sekali," ucap Aleta sambil melihat makanan yang berjejer sangat menggugah selera untuk makan meskipun masih pagi, apalagi ia belum makan apapun dari kemarin."Saya di sini bertugas menyiapkan sarapan dan makan malam. Setiap masakan yang saya sajikan harus selalu fresh, tidak boleh dihangatkan. Jadi semua sisa makanan, akan saya bawa pulang atau bahkan dibuang." Sam menjelaskan tugasnya di rumah itu."Kenapa masak begitu banyak kalau hanya Tuan Antonio ya

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 8 Sedikit Fakta

    "Apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa percaya dengan apa aku katakan tadi? Itu adalah negosiasi yang sama sekali tidak akan merugikanmu. Hanya mungkin butuh waktu saja supaya terkumpul semuanya.""Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Tetap di perjanjian awal aku dengan suamimu. Tidak ada tawar-menawar yang sama sekali tidak menguntungkanku. Cepatlah kembali bekerja!!" Antonio berjalan keluar.Tak berhenti menyerah, Aleta terus memohon pada Antonio agar negosiasinya bisa dikabulkan. Sehari saja di rumah itu ia merasa hidupnya tidak akan lama, bertahan sehari pun rasanya begitu berat. Setidaknya jika dia berhasil bernegosiasi, 24 jam dalam setiap harinya tidak ia habiskan di rumah itu."Aku mohon! Suamiku tidak akan kembali ke sini untuk membayar pinjamannya. Dia pasti membuangku. Uangmu tidak akan kembali," ucap Aleta sambil berjalan mengikuti Antonio yang seolah tidak mempedulikannya."Berarti suamimu hanya membuang sampahnya ke rumah ini? Jika kamu sama sekali tidak be

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 7 Negosiasi

    Perlahan kedua mata Aleta terbuka, lalu ia melihat sekeliling. Rasanya sudah tidak seasing waktu pertama kali ia sadarkan diri kemarin. 'Aku pingsan lagi? Padahal aku harap semua yang terjadi hanyalah mimpi burukku. Aku hanya berharap bangun dan berada di kamarku. Meskipun nasibku sama-sama buruk, entah di sini atau di rumah Roy, tapi setidaknya aku sudah mengenal Roy, aku sudah familiar dengan lingkungan di sana, banyak orang yang aku kenal juga, tidak seperti di sini, semuanya sangat asing bagiku,' gumam Aleta. "Bangun tidur melamun, lagi?" Suara berat yang kini sudah tak asing ditelinga Aleta menyapa kembali. Untuk kali kedua ia terbangun dengan disuguhkan pria asing yang menunggunya sampai terbangun. Aleta membuang napas berat seraya bangun dari tidurnya. "Apa yang akan terjadi padaku jika suamiku tidak bisa membayar uang yang dia pinjam?" tanya Aleta tanpa berbasa-basi. Ia ingin tahu bagaimana nasibnya esok dan juga seterusnya. "Seperti barang jaminan pada umumnya, jika tid

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 6 Malam Panjang

    "Kamu tahu alasan kamu ada di sini?" Suara berat itu kemudian memecah hening kamar dingin di sudut ruangan setelah beberapa saat tak ada tanggapan atas ucapan Aleta."Aku minta maaf kalau mungkin aku ada sal --""Mungkin?" Antonio mengernyit. "Memang!"Lantas Antonio beranjak dari tempat duduknya dan perlahan berjalan mendekat pada Aleta.Selangkah demi selangkah mendekat, Aleta mundur perlahan. Rasa takutnya membuat ia menciut. Apalagi Aleta sendiri mempunyai trauma dengan kejadian tempo hari di rumahnya sendiri oleh teman suaminya yang akan berbuat tidak senonoh pada dirinya."Jangan macam-macam!" Aleta memberikan peringatan."Seumur hidupku 35 tahun dan selama menjalankan bisnis ini, barulah sekarang ada seorang suami yang memberikan istrinya sebagai jaminan. Kehidupan rumah tangga macam apa yang kalian jalani?"Seharian ini, pikiran Antonio disibukkan dengan wanita yang dijadikan jaminan oleh suaminya, yang kini tinggal di kediamannya. Sekaligus untuk kali pertamanya seorang wan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status