author-banner
Pritca Ruby
Pritca Ruby
Author

Novel-novel oleh Pritca Ruby

GAIRAH YANG TERTAHAN

GAIRAH YANG TERTAHAN

Tiga tahun menikah, tiga tahun pula aku dituntut untuk segera memberikan seorang cucu oleh Ibu Mertuaku. Mau pecah rasanya kepalaku karena selalu hal itu yang dibahas disetiap pertemuan kami. Sampai akhirnya, selain ujian belum juga mempunyai keturunan. Tiba-tiba ekonomi kami goyah, disaat yang berbarengan istri mantan suamiku kembali. Aku memutuskan untuk kembali bekerja. Semua bermula dari sana. Awal mula aku bermain di belakang Suamiku. Sebab yang tak kudapatkan dari Suamiku, nyatanya bisa dengan mudah aku dapatkan dari atasanku, entah perihal ranjang apalagi materi.
Baca
Chapter: BAB 181 S2 Extra Part
Semua orang tanpa terkecuali pasti memiliki sebuah luka. Luka yang tidak kasat mata, hanya sang pemilik luka lah yang bisa merasakannya.Sembuh atau tidaknya tidak bisa dipastikan secara nyata, sebab tergantung sang pemilik luka itulah akan berbicara berdasarkan fakta atau malah menyembunyikannya agar terlihat baik-baik saja.Meski pada akhirnya luka yang tidak terlihat itu bisa sembuh, tapi memorinya akan selalu tertanam dalam ingatan. Semakin mencoba untuk dilupakan, maka akan semakin tenggelam dalam kesakitan.Hanya diri sendirilah yang mampu menyembuhkan dan memastikan luka itu tidak bersarang lama dalam hidupnya.Masa lalu akan tetap menjadi masa lalu, sejauh apapun mengejarnya tak akan bisa kembali apalagi hanya untuk menyesali apa yang sudah terjadi dimasa sekarang.Luka dimasa lalu yang dibiarkan, biasanya akan menjalar menjadi sebuah dendam. Sebuah titik balik yang berniat untuk melupakan, malah meluap menjadi emosi yang harus terbalaskan.Ketidakadilan adalah hal yang pasti
Terakhir Diperbarui: 2024-11-13
Chapter: BAB 180 S2 Anggara
POV Anggara"Kania ...." Setelah istriku mengatakan semua isi hatinya di depan makam Kania, kini giliranku yang harus aku utarakan juga apa yang ada dalam hatiku ini."Sudah lama rasanya sejak hari di mana kita terakhir bertemu dalam keadaan hubungan kita yang tidak baik-baik saja. Itu adalah hal yang paling aku sesalkan. Aku kira aku tau semua tentangmu, tentang cerita senang dan sedihmu. Ternyata aku tidak sedalam itu mengetahui hidupmu. Entah apa lagi yang harus aku sesalkan karena semua itu tidak akan membuat waktu berputar kembali sehingga kamu mungkin masih hidup dan bersamaku sekarang."Pertama kalinya, aku mengutarakan apa yang ada di dalam hatiku, penyesalan yang aku rasakan terhadap kematian Kania yang tidak aku sadari apa yang terjadi pada Kania sebelumnya."Selama ini aku sama sekali tidak melupakanmu. Aku melanjutkan hidup karena aku selalu mengingatmu. Aku bawa dendam kematianmu dengan menghancurkan hidup orang yang menjadi alasan kamu mengakhiri hidupmu."Sekejap aku me
Terakhir Diperbarui: 2024-11-05
Chapter: BAB 179 S2 Tiana
"Hay, Kania. Perkenalkan aku Tiana, aku adalah istri Mas Anggara, cinta pertama kamu. Senang bisa tau cerita kamu dari suamiku sendiri. Semoga kamu bisa beristirahat tenang di sana. Sungguh, kamu jatuh cinta pada pria yang tepat. Aku merasa keberuntungan yang harusnya kamu miliki, kini menjadi milikku. Aku berharap kamu bahagia atas kebahagiaan aku dan Mas Anggara saat ini. Sekarang kami sudah mempunyai tiga anak, dua anak kembar dan bungsu yang masih bayi. Nanti jika mereka sudah besar, akan aku ceritakan bagaimana ayahnya mencintai kamu begitu hebat dan tulus. Terimakasih sudah menyemangati Mas Anggara disaat ia merasa ada dititik terendah dalam hidupnya, sehingga dia bisa sehebat sekarang ini. Aku akan mencintai Mas Anggara dan menjaga anak-anak kami selamanya."Aku mengutarakan isi hatiku disaat kami sudah menaburkan bunga dan berdoa untuk Kania. Tidak ada lagi rasanya cemburu, sedih atau bahkan sakit hati. Aku sudah benar-benar ikhlas dengan kenyataan dari cerita Mas Anggara.Tid
Terakhir Diperbarui: 2024-10-27
Chapter: BAB 178 S2 Saling Berkorban
Bulan madu setelah memiliki anak, tadinya aku berpikir itu hanya buang-buang waktu dan bentuk keegoisan orang tua yang tega meninggalkan anak-anak hanya demi kesenangan berdua, padahal bulan madu berdua itu bisa digantikan dengan liburan bersama keluarga, sehingga anak-anak bisa ikut merasakan bahagia yang sama seperti orang tuanya. Namun ada hal yang aku sadari setelah aku merasakannya sendiri. Setelah menjadi seorang istri, prioritasku berpindah pada suami. Aku belajar memasak masakan yang disukai suami, mengingat makanan apa yang tidak ia sukai, menjaga bentuk badan agar suami tetap cinta, menjaga dan membersihkan rumah agar tetap bersih sehingga ketika suami pulang kerja dia bisa nyaman beristirahat, memastikan pakaian suami bersih ketika akan dipakai bekerja, memastikan dia makan sehat meskipun diluar rumah. Sampai kepentinganku sendiri tergeser dari prioritas yang tadinya selalu utama. Lalu, lahirlah sang buah hati. Bertambah pula yang harus diprioritaskan selain diri sendi
Terakhir Diperbarui: 2024-09-29
Chapter: BAB 177 S2 Tidak Tertahan
Pagi indah aku benar-benar menyarap suamiku sendiri. Bercinta dipagi hari ternyata lebih fresh, mungkin energi kita masih utuh karena belum melakukan aktivitas apa-apa. Ini adalah honeymoon kedua yang berhasil. Selain aku mendapatkan kenikmatanku kembali, aku mendapatkan ketenangan setelah berhati-hati menyimpan rasa kecewa karena sulit untuk menerima realita. Di villa itu, aku dan Mas Anggara seperti mengadakan pesta bercinta saja. Rasanya malu melihat kelakuan diri sendiri, seperti orang yang kehausan dan lama tidak mendapatkan air. Mungkin itu yang akan dikatakan oleh rahimku jika dia bisa berbicara. Mempunyai suami tapi aku malah kekeringan. Sering cemburuan, mudah marah, mudah tersinggung, ternyata sentuhan suami lah obatnya. Kesabaran suami yang menjadi vitamin tambahan. Untunglah dia tidak berpikiran untuk membayar jasa wanita diluar sana, yang bahkan pasti ada saja yang menjajakan diri dengan suka rela alias gratis. Aku malu sekali jika mengingat semua yang telah terjad
Terakhir Diperbarui: 2024-09-27
Chapter: BAB 176 S2 Bulan Madu Kedua
Bagaimana ada istri seperti aku sekarang ini. Rasanya aku tidak pandai bersyukur sekali, semua yang aku inginkan sudah aku dapatkan di pernikahan kedua ini, tetapi aku tidak memperhatikan suamiku sendiri. Padahal dialah sumber yang membuat aku bisa mendapatkan apa yang selama ini menjadi keinginanku.Mas Anggara tidak pernah menuntut apa-apa, selalu memberikan yang terbaik untukku dan tentu juga untuk anak-anak. Namun aku tidak memperhatikan kebutuhan biologisnya. Padahal itu bukan hal yang besar dan mahal untuk aku berikan karena pastinya aku juga akan merasakan kenikmatannya.Aku baru tersadar kenapa beberapa kali Mas Anggara menyarankan agar kami mencari pengasuh bayi, karena dia juga butuh perhatian dariku, dia butuh aku untuk mengurusnya. Aku saja yang kurang peka dan tidak pernah bertanya."Maafkan aku, Mas. Aku akan lebih memperhatikanmu disamping kesibukanku mengurus anak-anak. Dan sepertinya aku akan menerima tawaran untuk mencari pengasuh bayi saja. Aku tidak akan egois dan
Terakhir Diperbarui: 2024-09-24
Bukan Sekadar Pengasuh

Bukan Sekadar Pengasuh

[Apa kamu mau bekerja sebagai pengasuh anakku?] Apa yang akan dilakukan jika pesan itu dikirim dari seseorang yang pernah kamu cinta dimasa lalu? Itulah yang sedang dialami oleh Nindy. Satu tahun yang lalu ia ditinggal menikah oleh sang kekasih karena perjodohan keluarga. Namun satu tahun kemudian ia menerima pesan itu. Sebuah insiden membuat Nindy mau tidak mau menerima pekerjaan itu. Ia mengasuh buah hati dari seseorang yang ia cinta bersama wanita lain. Nyatanya, perasaan tidak bisa berbohong, Nindy masih menaruh hati. Lalu, apa yang akan terjadi? Simak kisah selengkapnya ....
Baca
Chapter: BAB 93 Memulai dari Nol?
"Bu, kalau misalkan rumah sama toko kita ada yang mau beli satu miliar, kira-kira ibu bakal jual nggak?" tanya Alika dihari ketiga ia diberikan waktu oleh Sela, baru kali itulah ia memberanikan diri berbicara pada ibunya.Lita tersenyum. "Jangan mengkhayal, gak akan sampai nilai jual rumah sama toko ini sampai satu miliar.""Ya, inikah cuma misal aja, Bu. Berharap sesuatu yang baik kan nggak ada salahnya. Jadi, gimana kalau ada yang mau beli satu miliar, ibu bakalan jual?""Kayanya semua orang gak ada yang gak suka uang. Ibu juga sama. Tapi gak semua hal bisa dinilai dengan uang meskipun nominal uang itu lebih besar dari nilai barangnya. Selain memang mustahil ada yang mau membeli rumah dan toko ini sebesar itu, semuanya terlalu berarti untuk ibu dan ayah. Mengingat dulu perjuangan kami berdua untuk memiliki rumah itu tidaklah mudah.""Tapi waktu itu pas kita lagi bener-bener butuh uang untuk biaya operasi ayah, ibu bilang mau gadaikan atau menjual rumah sama toko ini.""Itukan disaat
Terakhir Diperbarui: 2024-11-22
Chapter: BAB 92 Salah Besar
Malam tiba, Nindy sudah menunggu kepulangan Faiz sambil menggendong Arelia di depan. Sebelumnya Faiz mengirimi pesan singkat jika ia tidak akan lembur."Tuh, Papa pulang," ucap Nindy pada Arelia yang semakin hari semakin pintar merespon meski belum bisa berbicara. "Tumben gak lembur, Mas?" tanya Nindy pelan. Ia hanya ingin bermesraan tetapi harus tetap waspada agar tidak ada orang lain yang mendengarnya."Sekarang di rumah ini ada pria lain tinggal. Aku tidak tenang karena takut dia macam-macam sama kamu. Aku takut dia jatuh cinta sama kamu."Pipi Nindy merona karena tersipu malu. "Ish, Mas. Kayak anak ABG aja cemburunya. Lagian Rico kan sukanya sama Sela. Kalau aku gak akan mudah berpaling." "Tetap saja.""Ya sudah, ayo masuk. Mumpung Bi Lastri di belakang lagi sibuk nyiapin bahan masakan untuk dimasak buat makan malam. Kan porsinya jadi bertambah satu orang. Sela juga belum pulang, Rico baru berangkat tadi siang."Mereka berdua pun bersama-sama masuk ke dalam kamar Arelia."Tadi a
Terakhir Diperbarui: 2024-11-21
Chapter: BAB 91 Perbincangan Dua Asing
"Kita belum sempat berkenalan dengan serius," tanya Rico pada Nindy yang baru saja keluar dari kamar. Arelia sudah tidur siang, waktunya ia untuk beristirahat dan makan.Tadi pagi, ia tidak melihat Rico karena belum bangun. Pagi-pagi pula ia melihat Faiz dan Sela sudah berangkat bersama meski dengan mobil yang berbeda.'Tengah siang bolong begini baru bangun? Padahal yang punya rumah udah kerja dari pagi,' batin Nindy."Nama saya Nindy.""Kamu udah tau aku, kan?"Nindy hanya mengangguk saja tak merespon lagi. Dia tidak terlalu ingin berbincang panjang lebar dengan Rico yang sangat asing baginya. Apalagi Rico sudah jelas ada di pihak Sela."Arel tidur, kamu mau istirahat, kan? Ayo makan siang bareng. Aku juga mau makan, belum makan apa-apa dari pagi."'Gimana mau makan pagi, bangun aja siang!' batin Nindy lagi."Mas Rico silakan makan di meja makan saja, nanti Bi Lastri yang siapkan. Saya makannya di belakang, di dapur kotor.""Kenapa? Gak apa-apa, makan sama aku aja di meja makan. Nan
Terakhir Diperbarui: 2024-11-19
Chapter: BAB 90 Aula Serbaguna
"Lo pikir, lo bisa ngerasa tenang karena Gery ngelindungi lo?" Sela dan kedua temannya, juga Alika yang ia incar, kini tengah berada di gedung aula serba guna di kampus mereka. Selama hidupnya, Alika belum pernah merasa yang namanya takut pada siapapun selagi ia tidak bersalah. Sehingga semasa sekolah Alika tidak pernah mengalami perundungan. Ia bahkan menjadi penyelamat teman-temannya yang bungkam tidak bisa mengadu pada guru atau orang tua.Lain hal dengan sekarang, dia lah yang mengalami langsung sebagai mahasiswi yang tengah dirundung atas kesalahan yang tidak ia perbuat. Ia juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi korban yang tidak bisa mengungkapkan apa yang terjadi pada orang yang lebih dewasa atau pada pihak yang bisa melindunginya, karena sebuah ancaman yang mengganggu dan ketakutan jika ancaman itu menjadi kenyataan."Aku sudah pernah bilang beberapa kali, kalau aku gak suka sama Gery."Meski sudah berkali-kali Alika mengatakan itu, Sela tidak puas. Karena ia juga tah
Terakhir Diperbarui: 2024-11-18
Chapter: BAB 89 Tamparan
Karena sudah terlalu lama diluar, Faiz dan Nindy pun pulang. Berharap kasur yang mereka pesan juga sudah terkirim dan sampai di rumah. Tentunya agar tidak menimbulkan kecurigaan karena mereka sudah pergi cukup lama dari rumah. Meskipun sebenarnya kecurigaan itu sudah timbul dalam diri Sela.Sesampainya di rumah, benar saja. Kasur yang di pesan sudah sampai di diletakan di dalam kamar Arelia. Juga barang-barang Nindy yang ternyata sudah dikeluarkan dari kamarnya oleh Bi Lastri atas perintah Sela sewaktu keduanya pergi."Bibi yang keluarin semua barang-baranya Nindy?" tanya Faiz disaat Nindy diam terpaku melihat barang-barangnya tergelatak di lantai depan kamar Arelia. Rasanya seperti terusir dengan paksa sebab ia seolah tidak diizinkan untuk membereskan barangnya sendiri."Nyonya Sela yang meminta, Tuan," jawab Bi Lastri sambil menggendong Arelia yang baru saja ia buatkan susu."Ini tidak sopan, Bi. Bagaimana pun Nindy juga mempunyai privasi sendiri. Jadi harusnya biarkan dia yang memb
Terakhir Diperbarui: 2024-11-15
Chapter: BAB 88 Ranjang Baru
"Terima kasih, Pak.""Tolong langsung di kirim sekarang kasurnya ke alamat itu. Saya mau sudah sampai sebelum malam. Karena kasurnya akan digunakan untuk tidur malam ini."Faiz memastikan bahwa kasur yang baru saja dipesan untuk Nindy agar segera dikirim ke alamat yang sudah dia berikan. Sementara itu dia dan Nindy akan mencari makan sebelum pulang."Mau sekalian beli yang lain? Ada yang ingin kamu beli?"Nindy sekilas tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. "Ya sudah, sekarang kita cari makan saja."Setelah mendapatkan tempat untuk makan, pesanan mereka juga langsung dibuatkan oleh pelayan."Kayanya aku butuh kepastian kamu, Mas. Secepatnya," ucap Nindy yang sudah menahan dari tadi ingin segera membahasnya dengan Faiz."Aku pasti akan kembali sama kamu. Memang secepatnya sedang aku usahakan, Sayang.""Kapan tepatnya? Ibu aku sudah tau semuanya, awalnya memang ibu marah dan gak mau sampai aku kembali sama kamu lagi. Tapi, aku meyakinkannya dengan menceritakan semuanya tentang pernika
Terakhir Diperbarui: 2024-11-12
Dalam Genggaman sang Mafia Dingin

Dalam Genggaman sang Mafia Dingin

"Mempunyai istri cantik saja ternyata tidak membawa kebahagiaan jika dia hanya menumpang hidup dan tidak berpenghasilan. Tidak bisa membantu membayar hutang-hutangku, sama saja tidak berguna!" - Roy. Tak lagi memiliki apa-apa untuk dijual dan digadai demi hutang dan biaya rumah sakit, bukan berarti harus menggadaikan istri pada mafia keji tak punya hati. Namun secara sadar hal itu malah dilakukan Roy yang menggadaikan istrinya, Aleta, pada Tuan Antonio sang mafia tanah di kota sebelah. "Aku tidak akan menyentuhmu sampai kamu menyerahkan dirimu sendiri padaku." - Tuan Antonio. Selama tinggal bersama Tuan Antonio, Aleta diperlakukan bak seorang putri yang dilayani banyak pelayan. Sempat terlena dengan semua kemewahan yang disuguhkan, tetapi Aleta masih ingat jika dirinya masih berstatus istri orang. "Seorang mafia yang terkenal keji saja tau bagaimana memperlakukan wanita. Bukan hanya masalah uang, tapi juga sikap. Sedangkan suamiku, harta tidak punya, hati pun mati, sampai istri sendiri dijadikan barang gadai. Haruskan aku menyerahkan diriku untuk dimiliki mafia itu?" - Aleta.
Baca
Chapter: BAB 65 Dentum Takdir di Tengah Altar
"Dengan ini, berdasarkan ikatan janji suci yang telah diikrarkan, aku menyatakan kalian berdua resmi menjadi suami dan istri."Suara pendeta bergema penuh kekhidmatan di seluruh penjuru aula, disambut tepuk tangan riuh dari para tamu VIP dan pejabat tinggi yang hadir. Antonio perlahan membuka selubung tipis yang menutupi wajah Aleta. Manik mata hitamnya menatap lurus pada wanitanya—yang kini telah resmi menjadi istrinya.Antonio merengkuh pinggang Aleta, menundukkan kepala dan mendaratkan ciuman hangat yang amat dalam di bibir Aleta. Sebuah ciuman yang mengunci janji suci mereka, menyegel rasa kepemilikan mutlak dan cinta yang tak tergoyahkan. Aleta memejamkan mata, membalas ciuman itu dengan remasan lembut jemarinya di dada bidang Antonio. Di detik itu, seluruh ketakutan Aleta menguap, digantikan oleh kedamaian yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.Namun, kedamaian di atas altar itu tak bertahan lama.Brak!Pintu jati raksasa di bagian belakang aula mendadak terdorong keras.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-17
Chapter: BAB 64 Pembayaran Tuntas atas Seluruh Luka
Alunan musik yang sakral bergema mengalun indah di seluruh sudut aula, membias menembus tingginya langit-langit marmer. Namun bagi Antonio dan Aleta, riuh rendah bisikan para tamu VIP serta kemewahan dekorasi di sekeliling mereka seketika mengabur. Dunia seolah mendadak hening, menyisakan jarak di antara langkah kaki Aleta dan tempat Antonio berdiri menanti di depan altar.Setiap pijakan Aleta di atas karpet merah bertabur kelopak mawar putih terasa begitu membekas di dadanya. Jemarinya yang berbalut sarung tangan renda meremas erat buket bunga gandum dan mawar putih. Tatapannya tak sekali pun lepas dari manik mata hitam Antonio—sebuah mata yang dulu hanya memancarkan kedinginan, kini dipenuhi pendar pemujaan yang amat murni.Di balik gaun pengantin putih gadingnya yang indah, dada Aleta bergemuruh oleh keharuan yang meluap. Bayangan masa lalunya yang kelam mendadak melintas bagai kilasan film tua. Dulu, Aleta adalah wanita terkungkung yang hidup dalam bayang-bayang kejam mantan suami
Terakhir Diperbarui: 2026-10-16
Chapter: BAB 63 Fajar Sebelum Badai
Dua hari berlalu dengan kecepatan yang menegangkan. Hari yang ditunggu-tunggu—sekaligus paling diwaspadai—akhirnya tiba. Kediaman privat Antonio yang megah disulap menjadi tempat pernikahan yang amat menawan. Bunga mawar putih langka dan gandum keemasan terangkai sempurna di sepanjang lorong, menciptakan suasana yang anggun dan sakral di bawah lindungan sistem keamanan tingkat tinggi yang tak kasat mata.Di dalam kamar rias utama, Aleta berdiri di depan cermin raksasa. Gaun pengantin putih gading berbahan sutra eksklusif melekat sempurna di tubuhnya, menjuntai indah hingga menyapu lantai. Rambutnya ditata anggun dengan mahkota platinum tipis yang memantulkan pendar cahaya lampu kristal.Meski penampilannya sangat memukau, riak kecemasan masih membayang halus di mata Aleta. Ia mengusap dadanya yang berdebar kencang, teringat fakta bahwa Helena dan Giselle akan hadir membawa bom waktu berupa saksi kunci masa lalu ibunya.Pintu kamar rias terbuka pelan. Antonio melangkah masuk, memotong
Terakhir Diperbarui: 2026-10-16
Chapter: BAB 62 Firasat di Tengah Puing
Pagi menerpa kediaman Antonio dengan pendar cahaya keemasan yang dingin. Asap mesiu yang semalam memenuhi udara kini berganti dengan aroma disinfektan dan tanah basah. Tim pembersih bekerja dalam hening yang disiplin, memoles kembali lantai marmer yang ternoda dan mengganti panel-panel kaca yang pecah akibat pertempuran sengit semalam.Di dalam kamar utama, Aleta duduk di tepi peraduan. Gaun tidurnya telah berganti dengan pakaian kasual yang rapi, namun garis lengkung di bawah matanya menunjukkan betapa ia tak menyentuh lelap sedikit pun. Tatapannya tertuju pada jemarinya sendiri yang bertengger di atas pangkuan, cincin berlian platinum dari Antonio memantulkan pendar tipis mentari pagi.Pintu kamar terbuka pelan. Antonio melangkah masuk membawa sebuah cangkir teh hangat yang asapnya masih mengepul halus. Pria itu telah membersihkan diri dan mengenakan kemeja hitam bersih, walau binar kelelahan dan ketegangan di matanya tak sepenuhnya bisa disembunyikan."Minumlah sedikit," suara bera
Terakhir Diperbarui: 2026-10-14
Chapter: BAB 61 Pembalasan di Garis Depan
Asap mesiu tebal membubung di atas pekarangan depan kediaman, membiaskan pendar merah dari lampu darurat yang terus meraung. Suara dentuman tembakan dan denting selongsong peluru yang jatuh beradu di atas lantai batu menjadi simfoni mengerikan di tengah pekatnya malam. Antonio melangkah menembus asap, tubuh tegapnya bergerak dengan presisi mematikan khas seorang penguasa yang terbiasa hidup di antara garis hidup dan mati.Setiap tembakan yang dilepaskan Antonio dari pistol custom-nya selalu menembus target dengan dingin dan tanpa ampun. Tiga pasukan bayaran Helena yang mencoba menerobos area selasar roboh dalam hitungan detik sebelum sempat menarik pelatuk senjata mereka.Hans bergerak sejajar di sisi kirinya, memimpin barikade puluhan pengawal pribadi terbaik yang terus menekan balik pergerakan musuh. Pasukan Helena yang sebelumnya mengira akan mendapatkan serangan mendadak yang mudah, kini justru terdesak mundur saat menyadari mereka sedang berhadapan langsung dengan murka sang peng
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: BAB 60 Pertumpahan Darah di Garis Depan
Suara tembakan beruntun bergaung membentur dinding-dinding batu kediaman, disusul dentuman keras yang menggetarkan kaca-kaca jendela ruang kerja. Suasana hangat di dalam rumah megah itu seketika sirna, berganti menjadi medan perang yang mencekam di bawah pendar lampu darurat berwarna merah darah.Aleta tersentak kaget, refleks menjerit pelan seraya menutup kedua telinganya. Tubuhnya gemetar hebat akibat trauma suara tembakan yang mendadak bangkit kembali di dalam ingatan masa lalunya.Tanpa membuang waktu sedetik pun, Antonio langsung menarik Aleta ke dalam dekapannya, melindunginya dengan tubuh tegapnya sendiri. Pria mafia itu menarik pistol dari balik jasnya, mengarahkan moncong senjata ke arah pintu dengan posisi siaga mutlak."Hans! Amankan jalur evakuasi bawah tanah!" titah Antonio dengan suara menggelegar tenang, dominasinya tak sedikit pun goyah meski ketegangan membakar ruangan."Siap, Tuan! Pasukan perimeter luar sedang menahan serangan musuh di gerbang barat!" balas Hans ser
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status