Masuk"Mempunyai istri cantik saja ternyata tidak membawa kebahagiaan jika dia hanya menumpang hidup dan tidak berpenghasilan. Tidak bisa membantu membayar hutang-hutangku, sama saja tidak berguna!" - Roy. Tak lagi memiliki apa-apa untuk dijual dan digadai demi hutang dan biaya rumah sakit, bukan berarti harus menggadaikan istri pada mafia keji tak punya hati. Namun secara sadar hal itu malah dilakukan Roy yang menggadaikan istrinya, Aleta, pada Tuan Antonio sang mafia tanah di kota sebelah. "Aku tidak akan menyentuhmu sampai kamu menyerahkan dirimu sendiri padaku." - Tuan Antonio. Selama tinggal bersama Tuan Antonio, Aleta diperlakukan bak seorang putri yang dilayani banyak pelayan. Sempat terlena dengan semua kemewahan yang disuguhkan, tetapi Aleta masih ingat jika dirinya masih berstatus istri orang. "Seorang mafia yang terkenal keji saja tau bagaimana memperlakukan wanita. Bukan hanya masalah uang, tapi juga sikap. Sedangkan suamiku, harta tidak punya, hati pun mati, sampai istri sendiri dijadikan barang gadai. Haruskan aku menyerahkan diriku untuk dimiliki mafia itu?" - Aleta.
Lihat lebih banyakSatu pekan berlalu ....Waktu begitu singkat seolah hari-hari berat yang terjadi sudah biasa dilalui oleh Aleta tanpa keluh kesah. Ia jalani semua dalam diam, meskipun yang terjadi padanya tak ada satu pun yang menenangkan.Hari itu, Aleta kembali ke rumah Antonio. Pagi-pagi buta, lebih pagi dari biasanya. Semenjak kejadian itu, ia tidak lagi banyak bicara bahkan dengan Sam sekalipun. Semua ia pendam sendiri.Antonio yang melakukan secara tidak sadar pun, berlaku seolah tidak terjadi apa-apa. Tanpa ada bertanya atau bahkan permintaan maaf. Semua berjalan kembali seperti biasanya."Sarapan untukmu sudah aku siapkan," ucap Sam saat melihat Aleta masuk dari pintu belakang dan bersiap untuk mengambil peralatan tempurnya."Aku tidak sarapan dulu. Makasih, Sam.""Satu pekan kita tidak bertemu, minggu lalu kamu pergi tengah hari dari sini tanpa berpamitan. Apa ada hal buruk terjadi? Ceritakan dulu."Sam yang cukup peka dengan perbedaan Aleta, juga karena kejadian pekan lalu, tentu ia akan be
Perlahan Antonio membuka matanya setelah beberapa jam tertidur. Ia tidak mengingat apapun yang terjadi selain saat dirinya mabuk di dalam kamar mandi. Niatnya memang hanya untuk berendam di bathtub, tetapi karena sesuatu hal menimpanya, ia menghabiskan beberapa botol anggur sampai akhirnya mabuk. Dan pada saat ia akan beranjak, ia terjatuh hingga kepalanya terbentur.Antonio meraba keningnya yang masih sedikit terasa perih.'Apa Hans yang membawaku keluar dari kamar mandi dan merawat luka di dahiku?' gumam Antonio waktu ia meraba lukanya sudah tertutup dengan plester luka.Antonio bangun dan bersandar pada sandaran tempat tidur, hingga akhirnya ia pun tersadar bahwa dirinya tidak mengenakan pakaian. Tubuhnya telanjangnya tertutupi oleh selimut.'Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak ingat apapun setelah aku jatuh itu.'Antonio bertanya-tanya dalam pikirannya sendiri. Sebenarnya ia tidak ingin terlebih dahulu berinteraksi dengan orang, tetapi itu terpaksa ia lakukan untuk memastikan apa y
Aleta mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak mengenal Sandra. "Maaf? Apa kita saling kenal? Apa mungkin kamu salah orang?""Kamu anak panti asuhan yang tidak tahu dari mana asal-usulnya, lalu kebetulan menikah dengan orang kaya dari kota ini, kan?" tanya Sandra dengan dua netra yang menatap tajam pada Aleta. Dalam pupilnya seperti ada kobaran api yang siap melahap Aleta segera."I--iya." Aleta mengiyakan dengan ragu. "Apa kamu keluarga Roy?"Dari tatapan kebencian yang diterima oleh Aleta, ia menebak jika wanita di hadapannya itu mungkin kerabat jauh Roy. Sebab yang paling menentang hubungan mereka dari awal memanglah keluarga besar Roy. Meski pada akhirnya, saat keluarga Roy terjatuh, tidak ada satu pun kerabat dekat yang mau membantu."Calon penggantimu."Aleta mengerutkan keningnya. "Penggantiku?""Ah, tidak. Aku keliru, bukan calon penggantimu, tetapi aku akan mengambil kembali yang memang harusnya menjadi tempatku dari awal."Setelah mendengar hal itu, barulah Aleta bisa men
Saat berada dalam pelukan Antonio, tercium bau alkohol. Padahal tadi ia membopong tuannya itu, tetapi dalam jarak sangat dekat barulah tercium."Tuan mabuk?" tanya Aleta sambil mencoba melepaskan diri. Namun usahanya malah membuat Antonio mempererat pelukan tanpa sadar itu."Bantu aku."Antonio mencoba untuk bangun dari tidurnya tanpa melepaskan Aleta. Hal itu membuat Aleta semakin takut, seolah teringatkan kembali pada kejadian buruk yang akan dilakukan oleh teman Roy."Lepaskan aku!!"Secepat kilat Antonio melumat bibir tipis Aleta yang bahkan sudah lama tak tercium oleh suaminya sendiri, bahkan tubuhnya pun utuh untuk beberapa bulan terakhir saat ia selalu menghindari Roy tiap malamnya.Tentu saja Aleta menolak, sekuat tenaga merapatkan bibirnya dan mencoba melepaskan diri. Tak sempat berteriak meminta tolong, Antonio merubah posisi dan kini Aleta berada dibawah kendalinya sepenuhnya."Tolong jangan apa-apakan aku, Tuan! Aku mohon ...."Bulir embun membasahi pipih Aleta yang penuh
Roy menghentikan langkahnya dan berbalik setelah mendengar pembelaan Mirah untuk istrinya. Namun dengan sigap Aleta menahan dan meminta maaf pada semua orang yang terganggu, terutama pada Mirah karena ia merasa bersalah sudah menumpang semalam dan menyeret Mirah dalam permasalahan yang dialaminya.
"Tolong .... Tolong ...."Aleta berhasil keluar dari rumah lewat jendela kamarnya. Baju yang ia pakai sudah compang-camping karena pria itu mencoba membuka dengan merobek paksa. Untunglah Aleta bisa kabur setelah vas keramik di kamarnya ia hantam ke kepala pria itu hingga berdarah. Di momen itulah
Matahari sudah tidak terlihat lagi, digantikan oleh bulan sabit yang seolah tersenyum meskipun tidak ada taburan bintang yang ikut menghiasi langit yang gelap."Bahkan bulan saja masih mampu tersenyum walaupun dia sendirian di langit yang gelap itu," gumam Aleta yang hendak menutup jendela tetapi s
"Mana uangnya?"Aleta menghela nafas panjang. "Aku baru saja sampai ke rumah, yang kamu tanyakan hanya uang. Seharian aku bekerja di ladang gandum, bahkan kamu tidak tanya selelah apa seharian aku di sana setiap hari tanpa libur.""Kamu baru bekerja satu tahun saja, lagaknya seperti sudah menghidup






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan