공유

38.

작가: silent-arl
last update 게시일: 2026-05-09 18:11:25

Pintu ganda itu tertutup dengan bantingan keras setelah Elise melangkah keluar dengan kemarahan yang tertahan. Keheningan yang menyesakkan langsung menyergap ruangan itu. Tatiana berdiri mematung, ia tidak tahu harus berbuat apa atau harus memulai pembicaraan dari mana. Perlahan, ia meletakkan map yang sejak tadi didekapnya ke atas meja kerja. 

Tatiana memberanikan diri melangkah mendekat, berdiri tepat di hada

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   44.

    Kaliel sedang berada di dalam mobil, menatap jalanan dengan pikiran yang tertuju pada sebuah gudang rahasia di pinggiran Sektor Onyx, saat ponselnya bergetar. Begitu membaca pesan dari Tatiana, rahangnya mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang."Putar arah. Ke Lamone Cafe. Sekarang!" perintahnya yang membuat sopirnya langsung membanting setir tanpa berani bertanya.Amarah Kaliel mendidih di setiap jengkal nadinya. Bagaimana bisa gadis itu pergi menemui Elise sendirian setelah apa yang mereka lalui pagi ini?Ketika pintu kafe terbuka dengan cukup keras, suasana tenang di dalam ruangan itu seketika berubah mencekam. Beberapa pelanggan menoleh, namun langsung membuang muka saat melihat siapa yang berdiri di sana.Di sudut ruangan, Tatiana duduk deng

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   43.

    Keheningan setelah badai gairah itu pecah saat Kaliel menarik diri dan pandangannya jatuh pada noda merah yang menghiasi sprei putih di bawah mereka. Tidak ada ekspresi terkejut di wajahnya, hanya tatapan intens yang seolah sedang menandai sebuah wilayah yang baru saja ia taklukkan.Tanpa sepatah kata pun, Kaliel menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Tatiana, lalu dengan mudah ia mengangkat gadis itu ke dalam gendongannya."Bersembunyilah di kamarku," gumam Kaliel rendah saat ia mulai melangkah keluar dari kamar.Tatiana menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kaliel. "Aku berdarah, kan?" tanya Tatiana, ia mengigit bibirnya karena terlalu malu.Kaliel mengangguk kecil. Ia membuka pintu kamar utama menggunakan kakinya, gerakannya tetap stabil meski s

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   42.

    Ciuman itu dimulai dengan lembut, sentuhan hangat yang terasa sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi keterpaksaan atau keraguan yang membayangi. Tatiana memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan dirinya tenggelam dalam sensasi itu, secara sukarela membuka diri bagi pria yang baru saja ia akui sebagai kekasihnya.Kaliel menanggapi perubahan itu dengan intensitas yang meningkat. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Tatiana, lalu dengan satu gerakan kuat namun terkendali, ia memutar tubuh gadis itu hingga kini Tatiana duduk tepat di atas pangkuannya.Selimut sutra yang membungkus tubuh Tatiana merosot ke bawah, namun kali ini Tatiana tidak mencoba menariknya kembali.Kaliel menjauhkan bibirnya sejenak, menatap pemandangan indah di hadapannya dengan napas yang mulai memberat. Sudut bibirnya ter

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   41.

    Cahaya matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden penthouse terasa seperti jarum yang menusuk langsung ke bola mata Tatiana. Ia mengerang, menutupi wajahnya dengan bantal sambil merasakan denyut menyakitkan di pelipisnya itu adalah efek samping dari Il Fuoco yang tidak ia duga akan separah ini.Namun, rasa sakit di kepalanya mendadak hilang, digantikan oleh rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat ia menyadari satu hal, ia tidak merasakan kain apa pun menempel di kulitnya di balik selimut sutra ini.Tatiana tersentak duduk, mengabaikan rasa pening yang menyerangnya. Ia menyingkap sedikit selimutnya dan langsung terbelalak. Kosong. Benar-benar tidak ada seh

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   40.

    Sepanjang perjalanan dari kantor, Tatiana memilih untuk duduk di kursi belakang, ia tidak bisa terus-terusan berdekatan dengan Kaliel tanpa memikirkan tawaran tidak masuk akal pria itu.Ia menatap ke luar jendela, membiarkan lampu-lampu Sektor Onyx yang mulai menyala menjadi latar belakang pikirannya yang berkecamuk.Namun, mobil hitam itu tidak melaju menuju penthouse. Kendaraan mewah itu justru melambat dan berhenti di depan sebuah bangunan dengan arsitektur klasik yang sangat elegan.Plume…Tatiana terpaku menatap papan nama restoran itu. Napasnya tertahan. Ia ingat betul saat ia duduk di depan laptopnya, mengetikkan deskripsi tentang restoran ini dengan

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   39.

    Tatiana duduk mematung di kursinya, jemarinya bergerak kaku di atas papan ketik komputer yang layarnya hanya menampilkan barisan data yang tak lagi ia mengerti. Ia baru saja kembali dari rubanah seolah tidak terjadi apa-apa, mencoba mengatur napasnya agar tidak terdengar tersengal.Ia tahu siapa Kaliel. Ia yang menuliskan setiap tetes darah yang menempel di tangan pria itu. Namun, melihatnya secara langsung membuat kenyataan itu terasa jauh lebih menyesakkan.Kalau aku memang terjebak di sini dan mencintainya, aku ingin dia keluar dari dunia kejam yang kutuliskan untuknya, batin Tatiana pedih. Ia merasa berdosa karena telah memberikan beban seberat itu pada pria yang kini menjadi pusat dunianya.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Kaliel melangk

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status