Share

Bab 5. Satu Tendangan Menjatuhkan

Author: Rize
last update Last Updated: 2026-01-15 12:06:45

Ketika Yun Fei berbalik dan memperlihatkan penampilan dirinya, itu langsung membuat para gadis-gadis yang ada disana terpesona dan terpikat oleh penampilan lucu dan tampan Yun Fei.

Hal itu langsung membuat mereka terkejut, di arena seni bela diri menjadi ramai dan ribut, berbagai suara datang dari setiap arah.

Gadis cantik yang ada di dekat Yun Fei, matanya terlihat berbeda, wajahnya memerah karena terpesona.

"Ahh, adik kecil, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau begitu lucu dan tampan!" Seru gadis itu dengan senyum penuh kasih sayang.

Matanya tampak berbunga, dengan jantungnya berdegup kencang. Gadis itu seakan ingin berteriak dan ingin memeluk anak laki-laki tampan yang ada didepannya.

Semua orang tampak terkejut dan penuh rasa ingin tau, siapa sebenarnya anak laki-laki yang ada disana.

Di sisi lain, Yun Tingyu, dia juga tampak terkejut di awal. Namun dia beralih, dan memiliki wajah yang dingin.

"Siapa bocah kecil ini?" Yun Tingyu dengan nada yang dingin.

Yun Fei yang melihat semua orang menjadi histeris, semua gadis-gadis itu, dia terdiam dan tidak bisa memikirkan hal lain untuk dikatakan.

Dia tidak pernah memikirkan kalau saat dia datang ke arena seni bela diri untuk menguji bakatnya, itu akan menarik perhatian orang-orang itu.

Seorang anggota keluarga Yun yang terlihat berumur lima belas tahun, dia datang mendekat, dia tidak tahan untuk bertanya. "Nak, kau berasal dari mana? Kau ingin menguji bakatmu pada batu bulan cerah bukan? Kau harus mundur, dan menunggu kami menyelesaikan urusan kami."

Itu bukan nada suara yang meminta dengan tulus, nada anak remaja laki-laki itu terdengar seperti memerintah, dan dingin.

Yun Fei mengangkat alisnya, dia sedikit berkerut dengan laki-laki didepannya itu. Lalu Yun Fei hendak untuk berbicara. "Huh? Apa kau mencoba memerintah ku huh? Terserah aku ingin melakukan apa. Apa kau yang bertanggung jawab disini, mangkanya kau ingin mengusir ku huh?"

Yun Fei mempertanyakan kembali pada laki-laki itu. Meski dia tau mereka semua yang lebih dulu datang ke arena seni bela diri. Namun tidak ada aturan yang mengatakan bahwa mereka yang lebih dulu, mereka lebih berhak.

Saat laki-laki anggota keluarga Yun yang lebih muda itu mendengar ucapan yang sinis dari Yun Fei, dia tiba-tiba melotot dan mengepalkan kedua tangannya, dia menggertakkan giginya.

Laki-laki itu tiba-tiba menjadi marah karena Yun Fei yang berbicara seolah dia merendahkan laki-laki itu.

"Kau!! Dasar bocah sialan..."

Laki-laki itu menatap penuh kemarahan pada Yun Fei, dia mengepalkan kedua tangannya. "Nak, kau bersikap kurang ajar pada yang lebih tua darimu huh! Apa ibu mu tidak mengajarkan sopan santun padamu huh!"

Laki-laki itu tangannya tiba-tiba melayang dan mengarah ke arah Yun Fei.

Gerakan itu terlihat akan menyerang Yun Fei dengan tamparan.

Yun Fei melihat gerakan tangan itu, dia langsung melangkah mundur selangkah.

Tamparan itu tidak mengenai Yun Fei, dan hanya lewat didepannya.

Huh??

Laki-laki itu terkejut Yun Fei menghindari tangannya yang akan menampar Yun Fei.

Semua orang juga cukup terkejut, karena serangan laki-laki itu tidak bisa mengenai Yun Fei.

Dia berhenti dan tidak mencoba menyerang Yun Fei lagi, dia masih terkejut dengan Yun Fei.

Yun Fei melihat laki-laki itu, dia lalu menatap dengan mata yang tajam.

"Hey kakak besar, apa kau ingin menampar ku dengan tangan itu?" Yun Fei menunjuk tangan laki-laki itu.

Huh? Memangnya kenapa kalau iya hah!

Laki-laki itu mendengus sombong, dia membenarkan pertanyaan Yun Fei, dan lalu mengambil satu langkah kedepan dan melayangkan tangannya lagi.

Dia bernama Yun Fuchou, berasal dari keluarga cabang Yun, dan berusia lima belas tahun. Dia pernah mengambil tes untuk bakatnya, dan hanya mendapatkan warna merah, yang cukup banyak untuk generasi muda keluarga Yun yang ada disana.

Yun Fuchou juga ingin mencoba mengambil kembali seperti Yun Tingyu, melihat apa dia meningkat dalam bakatnya atau masih sama seperti sebelumnya.

Ketika dia melihat Yun Fei yang ada disana, awalnya dia hanya ingin menakuti Yun Fei dan membuatnya pergi dari arena seni bela diri.

Namun yang tidak dia sangka, Yun Fei membalik menjawab dirinya dan mempertanyakan dia kembali.

Dengan level kekuatannya di ranah Spiritual lapisan ke-3, dia hanya ingin memberi serangan ringan pada Yun Fei, dan hanya menggunakan sedikit kekuatannya.

Namun Yun Fei dengan mudah bisa menghindari itu.

"Bocah kecil, kau berani menghindari tamparan ku? Kau memang harus di disiplinkan!" Bentak Yun Fuchou.

"Aku akan menggantikan ibu mu untuk memberimu pelajaran!"

Yun Fuchou matanya terlihat menatap Yun Fei dengan jejak kemarahan.

Dia melangkah beberapa langkah, dan hendak mengambil tangan Yun Fei.

Menepis.

Tangan Yun Fei bergerak dengan cepat, itu langsung menepis tangan Yun Fuchou.

Hal antara Yun Fei dan Yun Fuchou menarik perhatian semua orang. Bahkan beberapa mata dari beberapa orang yang tidak terlihat disana, memperhatikan perkelahian itu.

Hahh!!

Mendengus. Yun Fuchou melayangkan tinju ke arah Yun Fei.

Meski dia memiliki kemarahan pada dirinya, Yun Fuchou masih menahan kekuatannya untuk tidak melebihi dan mengeluarkan lebih dari tiga puluh persen kekuatannya.

Yun Fei membuka telapak tangannya, dan menahan tinju Yun Fuchou.

"Hey kakak besar, kau barusan berbicara ingin mendisiplinkan ku. Tapi kekuatan mu sangat lemah... Apa kau belum makan?" Dengan nada polos, Yun Fei memprovokasi.

"Kau!!"

Yun Fuchou menggertakkan giginya, dia lalu bergegas dan melesat ke arah Yun Fei, dia melayangkan tangannya meninju ke arah wajah Yun Fei.

Yun Fei bisa melihat pergerakan serangan Yun Fuchou, dan dia dengan mudah memprediksi dan menghindarinya.

Banyak orang-orang disana terus memperhatikan Yun Fei dan Yun Fuchou yang tengah bertarung. Tidak ada satupun yang mencoba menghentikan keduanya.

Melihat bahwa Yun Fuchou yang terus menyerang Yun Fei tidak pernah mengenainya, orang-orang itu mulai membicarakan Yun Fuchou dan merasa Yun Fuchou itu lemah dan lemah.

"..." Yun Tingyu dari awal, dia terus memperhatikan Yun Fei yang sedang sibuk menghadapi Yun Fuchou.

"Siapa sebenarnya dia?"

"Dia hanya anak kecil yang paling tidak, dia berumur lima atau enam tahun..."

Hanya dengan melihatnya saja, Yun Tingyu bisa menebak umur dari Yun Fei.

Namun dia tidak bisa menebak siapa sebenarnya Yun Fei itu.

Yun Fuchou itu berada di ranah Spiritual lapisan ke-3, itu sudah cukup kuat untuknya mengalahkan seorang di awal kultivasi hanya dengan satu jari.

Namun saat ini, Yun Fei yang hanya bocah di ranah Penempaan Tubuh lapisan ke-9 itu, sedang mempermainkan Yun Fuchou yang dua ranah lebih tinggi darinya.

Yun Fuchou melompat dan menjatuhkan kakinya tepat di atas kepala Yun Fei.

Bamm!

Itu jatuh di tanah, Yun Fuchou mengerahkan banyak kekuatannya.

"Huh!!"

Di sana, dia tidak mengenai Yun Fei.

Yun Fei berada dua meter didepan Yun Fuchou.

"Hey, kau terlalu membabi buta. Ck ck ck, dari awal, tidak ada yang mengenai ku."

Yun Fei sedikit memiringkan kepalanya dengan ekspresi yang mengejek. "Aduh kakak, jika kau belum makan, sebaiknya tadi kau makan dulu. Kalau begini hasilnya kan kau hanya mempermalukan dirimu sendiri..."

Yun Fei dengan sengaja merendahkan dan mengejek Yun Fuchou, di depan semua orang.

Yun Fuchou wajahnya menjadi merah marah bercampur malu.

Di depan semua orang, setiap mata melihat Yun Fuchou yang terlihat seperti badut didepan Yun Fei.

Semua orang tampak berbisik dan membicarakan Yun Fuchou di samping.

"!!!"

Yun Fuchou melirik ke arah lain dimana orang-orang membicarakannya.

"Bajingan!!"

Dia berteriak keras dengan penuh amarah.

"Tidak perlu berteriak dengan keras kakak, kau sudah tamat!"

Suara Yun Fei tiba-tiba terdengar.

Yun Fei dengan tiba-tiba muncul tepat didepan mata Yun Fuchou.

Sebuah kaki diayunkan tepat di depan mata.

Bang!

Kaki menendang keras di wajah.

Yun Fuchou terbang kebelakang dan jatuh di tanah. Beberapa buah gigi tampak melayang tepat di depan mata Yun Fuchou, sebelum dia pingsan tidak sadarkan diri.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan   Bab 5. Satu Tendangan Menjatuhkan

    Ketika Yun Fei berbalik dan memperlihatkan penampilan dirinya, itu langsung membuat para gadis-gadis yang ada disana terpesona dan terpikat oleh penampilan lucu dan tampan Yun Fei. Hal itu langsung membuat mereka terkejut, di arena seni bela diri menjadi ramai dan ribut, berbagai suara datang dari setiap arah. Gadis cantik yang ada di dekat Yun Fei, matanya terlihat berbeda, wajahnya memerah karena terpesona. "Ahh, adik kecil, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau begitu lucu dan tampan!" Seru gadis itu dengan senyum penuh kasih sayang. Matanya tampak berbunga, dengan jantungnya berdegup kencang. Gadis itu seakan ingin berteriak dan ingin memeluk anak laki-laki tampan yang ada didepannya. Semua orang tampak terkejut dan penuh rasa ingin tau, siapa sebenarnya anak laki-laki yang ada disana. Di sisi lain, Yun Tingyu, dia juga tampak terkejut di awal. Namun dia beralih, dan memiliki wajah yang dingin. "Siapa bocah kecil ini?" Yun Tingyu dengan nada yang dingin. Yun Fei yang me

  • Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan   Bab 4. Bocah Yang Tampan

    Di dalam keluarga Yun, keluarga Yun memiliki banyak orang, dan itu membuat keluarga Yun menjadi sebuah keluarga yang sangat besar. Keluarga kekaisaran Yun, memiliki banyak generasi muda, yang mana mereka semua yang akan menjadi pilar pilar yang akan membangun keluarga Yun menjadi kuat dan terus berkembang. Di sebuah arena seni bela diri, banyak junior keluarga Yun, para generasi muda keluarga Yun, yang berlatih di arena seni bela diri. Di arena seni bela diri juga adalah tempat dimana generasi muda keluarga Yun, menguji kultivasinya. Di dalam keluarga Yun, ada dimana keluarga Yun memiliki beberapa orang yang mana mereka yang akan menjadi pilar pilar utama keluarga Yun. Dimana di dalam keluarga Yun, ada dua puluh orang, dua puluh urutan yang akan diperjuangkan oleh para generasi muda untuk mendapatkan tempat dari dua puluh naga dan phoenix keluarga Yun. Generasi muda yang memiliki tempat dari dua puluh naga dan phoenix, mereka akan memiliki keuntungan yang besar, dimana kel

  • Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan   Bab 3. Peningkatan Pesat di Awal, Menembus Ranah Selanjutnya Dalam Sekali Jalan

    Setelah terlahir kembali kedalam keluarga besar itu, Yun Fei setiap hari harus berperilaku seperti layaknya seorang bayi. Dan dalam waktu beberapa hari, atau sekitar seminggu, Yun Fei selalu melihat orang-orang tua itu, yang datang melihat dirinya. Dia sudah melihat para pelayan yang selalu mengurusinya, dan juga ibu dan ayahnya itu. Namun para orang-orang tua itu, wanita-wanita dalam keluarga Yun yang memiliki identitas yang tinggi, mereka sering untuk datang melihatnya. "Ugghh, para wanita-wanita tua ini, aku mulai bisa melihatnya... Mereka selalu mengangkat ku dan menggendongku." Pikir Yun Fei dalam hatinya. "jika saja bukan karena aku belum bisa berbicara dengan benar, aku pasti sudah meminta mereka untuk tidak melakukan hal itu lagi..." "Hahh, tubuh bayi memang sangat sensitif..." Dalam hal itu, Yun Fei hanya bisa bertahan untuk tetap menjadi seorang bayi, dan menunggu waktu sampai dia benar-benar cukup besar dan berjalan dengan kedua kakinya. ... Waktu berlalu

  • Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan   Bab 2. Menjadi Bayi itu Sulit

    "Dilahirkan kembali, dan lagi semua orang itu terlihat sangat berbeda dari kehidupan ku yang sebelumnya..." Gumam Yun Fei dalam hatinya. Dia melihat ke semua arah, melihat semua orang yang menatap ke arahnya dengan tatapan penuh semangat dan penuh harap padanya. "Orang ini, dia menyebutkan kalau dia ayahku... Hmm, sangat bagus, bagaimana pun dia terlihat tampan, tidak kalah denganku di kehidupan yang sebelumnya." Yun Fei saat matanya menatap ke arah Yun Senyuan yang menggendongnya dan yang memberikannya nama, dia diam-diam merasa puas. Melihat Yun Senyuan yang terlihat seorang pria yang tampan dan baik, Yun Fei merasa puas karena dia menganggap kalau itu tidak kalah baik dengan dirinya sendiri yang sebelumnya. Su Qingluo dengan meringkuk memeluk Yun Senyuan disamping, dia menyentuh pipi Yun Fei. "Dia namanya Fei, yang berarti terbang atau bebas,... Sepertinya itu sangat cocok dengannya, Yuan..." Su Qingluo merasa dia sangat cocok dengan nama yang diberikan Yun Senyuan pa

  • Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan   Bab 1. Bereinkarnasi, Tubuh Primordial Bintang

    Seorang anak laki-laki tengah berdiri dengan wajah yang kaku. Setelah beberapa saat dia berdiri dengan membeku, dia terjatuh terbaring di tanah, dalam penglihatannya, itu tampak buram dan kabur, setelah itu hanya hitam dan anak itu kehilangan kesadarannya. ... Alam abadi, domain bintang abadi, adalah domain abadi yang makmur dan telah ada selama bertahun-tahun lamanya yang tak terhitung jumlahnya. Telah melewati berbagai era yang sangat lama, dan banyak hal hidup, jatuh, menghilang, dan terciptanya era yang baru menggantikan era yang lama. Bertahun-tahun lamanya, banyak kekuatan besar yang menjadi keturunan dari keluarga kekaisaran dari seorang kaisar agung, yang berdiri di domain bintang abadi. Keluarga Yun merupakan salah satu dari sekian kekuatan kekaisaran yang berdiri di domain bintang abadi. Kaisar agung pernah ada di dalam keluarga Yun, yang membuat keluarga Yun makmur dan mendominasi menekan era selama bertahun-tahun. Bahkan bagi kekuatan kekaisaran yang lain, ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status