LOVE BITE : SLEEPING VAMPIRE (INDONESIA)

LOVE BITE : SLEEPING VAMPIRE (INDONESIA)

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-02
Oleh:  QwindiveOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
7 Peringkat. 7 Ulasan-ulasan
82Bab
11.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Warning 21+!!! Harap bijak dalam memilih bacaan! Belum dewasa, dilarang baca! Kehidupan Acasha Ignatius berubah pasca insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sang ayah. Ia dipaksa ibunya menikah dengan Tuan Orion Remo, pria asing yang tidak diketahui asal-usulnya. Namun, malam sebelum hari pernikahan tiba, Acasha kabur bersama pria bernama Demian. Sejak saat itu, banyak peristiwa aneh dan di luar nalar menimpa Acasha. Terlebih saat Acasha dan Demian tinggal di kediaman Tuan Athan Agathias, pemilik A2A Grup, perusahaan induk terbesar yang menaungi anak perusahaan di berbagai sektor di Negeri Ellinika. Siapa sangka pria tampan itu seorang vampir?! Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi dengan keluarga Acasha setelah dia kabur? Siapa dan kenapa Demian mengajak kabur Acasha? Apa hubungan Demian dengan Tuan Athan? Mengapa Acasha harus tinggal di rumah seorang vampir? Lalu, akankah tercipta cinta segitiga antara Acasha, Demian, dan Tuan Athan—sang vampir tampan yang memesona? IG @ruellaqwin

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Kapan Lulus?

Rintik hujan malam itu turun begitu deras, membasuh jalanan aspal Kota Metro dengan hawa sedingin es. Di sebuah gang sempit yang gelap dan terjepit di antara dua gedung pencakar langit, bau anyir darah segar menyengat udara. Di sanalah tubuh seorang pemuda bernama Rance Vaughn terkapar tak berdaya.

Wajahnya babak belur, pelipisnya robek memancarkan cairan merah yang langsung larut bersama air hujan. Tulang lengan dan lututnya patah, menyisakan rasa sakit luar biasa yang perlahan mulai memudar seiring dengan kesadarannya yang kian menipis. Di hadapannya, tiga orang pria berjaket kulit berdiri kokoh, menatapnya penuh cemooh sambil menggenggam balok kayu yang juga berlumuran darah.

Pria yang berdiri di tengah, memiliki tato kalajengking hitam di lehernya, meludah ke samping dengan ekspresi jijik. "Cuma segini kemampuan pewaris sah keluarga Vaughn yang terbuang? Kakak tirimu, Tuan Muda Kevin, membayar kami sangat mahal hanya untuk mematahkan kaki dan tanganmu. Tapi melihatmu selemah cacing begini, rasanya uang itu terlalu mudah untuk kami dapatkan," ejek pria bertato itu. Dia mengangkat balok kayunya tinggi-tinggi, bersiap menghantam tempurung lutut Rance untuk memastikan pemuda itu cacat seumur hidup.

Namun, tepat ketika balok kayu itu mulai mengayun membelah rintik hujan, sepasang mata Rance yang tadinya sayu mendadak terbuka lebar.

Manik matanya yang hitam legam tiba-tiba memancarkan kilatan cahaya keemasan redup yang luar biasa dingin. Detik itu juga, waktu seolah membeku. Aura membunuh yang begitu pekat, begitu kuno, dan begitu mengerikan meledak keluar dari dalam tubuh kurus itu. Itu adalah aura yang telah ditempa di jutaan medan perang galaksi, sebuah kehadiran dari entitas yang pernah berdiri di puncak segala penciptaan.

Deg!

Ketiga preman itu mendadak menghentikan gerakan mereka. Tubuh mereka gemetar hebat secara instingtif. Jantung mereka berdegup kencang dengan irama yang tidak wajar, memompa adrenalin karena rasa takut yang teramat sangat. Bulu kuduk mereka meremang. Insting bertahan hidup mereka yang paling dasar berteriak histeris bahwa sosok yang terkapar di tanah di depan mereka bukan lagi manusia lemah yang bisa mereka injak, melainkan predator puncak yang sangat berbahaya.

"A-ada apa? Kenapa berhenti? Cepat selesaikan dia!" bentak preman yang berdiri di belakang, suaranya bergetar menahan ngeri karena suasana gang mendadak mencekam dan udaranya terasa begitu berat untuk dihirup.

Rance tidak menjawab dengan keluhan. Dia tidak memohon ampun, tidak juga berteriak kesakitan. Dengan ekspresi yang sangat tenang seolah jiwanya terpisah dari rasa sakit fisik, dia mulai bangkit berdiri.

KREK! KREK!

Suara mengerikan dari tulang-tulang yang bergeser dan menyatu kembali terdengar jelas di tengah kesunyian gang. Rance menggunakan sisa-sisa energi spiritual terkecil yang melekat pada jiwanya untuk memaksakan penyembuhan instan. Dia menatap telapak tangannya yang kotor oleh lumpur dan darah dengan tatapan yang acuh tak acuh.

Jiwa yang berada di dalam tubuh ini bukanlah Rance Vaughn si pemuda tertindas lagi. Dia adalah The Sovereign, Dewa Perang absolut dari Alam Tinggi yang dikhianati oleh lingkaran dalamnya sendiri saat pertempuran kosmis, hingga membuatnya jatuh dan jiwanya terlempar ke bumi.

Rance mengembuskan napas pendek, merasakan kerapuhan raga barunya. Di dunia fana ini, dia harus memulai segalanya benar-benar dari titik nol. Sambil menatap dingin ketiga pria di depannya, Rance memilah ingatan tentang sistem kekuatan yang ada di alam semesta ini, membandingkan kondisinya saat ini dengan puncak kejayaannya dahulu.

“Tubuh yang sangat lemah...” batin Rance dingin. Saat ini, dia berada di Ranah Penguat Otot (Mortal Realm), tingkatan paling rendah dalam seluruh hierarki kultivasi. Di tingkat ini, kekuatan seseorang hanya sebatas batas maksimal fisik manusia fana—mampu menghancurkan beton atau mematahkan tulang, namun tubuhnya masih bisa terluka oleh senjata api.

Di atas tingkatan paling rendah ini, ada Ranah Transendensi Otot & Darah (Iron Body), di mana kulit dan tulang mengeras sekeras besi hingga peluru pistol pun tidak akan mampu menembusnya. Lebih tinggi lagi di bumi, terdapat Ranah Master Energi (Qi Master), tingkatan di mana manusia bisa memanipulasi energi internal untuk menyerang dari jarak jauh atau menyembuhkan penyakit fatal—tingkatan yang membuat seseorang dianggap sebagai 'Dewa' oleh para konglomerat modern.

Namun, semua itu tidak ada apa-apanya dibanding masa lalu Rance. Di atas ranah fana bumi, ada Ranah Keabadian (Immortal Realm), tingkatan makhluk yang mampu terbang dan meratakan gunung dengan sekali tebasan pedang. Dan yang paling tertinggi dari semuanya, puncak dari segala eksistensi kosmis, adalah Ranah Penguasa Bayangan Kosmis (Sovereign Realm). Puncak tertinggi di mana Rance dahulu berada. Sebuah tingkatan legendaris di mana dia bisa menghancurkan sebuah planet hanya dengan satu tatapan mata dan memanipulasi ruang serta waktu sesuka hatinya.

Meskipun saat ini Rance terjebak di Ranah Penguat Otot yang merupakan tingkat paling rendah, pemahaman bertarung dan mentalitas seorang Sovereign tertinggi tidak pernah hilang dari jiwanya.

"Siapa yang mengirim kalian?" tanya Rance. Suaranya rendah, datar, namun dipenuhi otoritas mutlak yang membuat bulu kuduk merinding.

"B-bukan urusanmu! Mati saja kau bajingan!"

Preman bertato kalajengking itu berteriak histeris demi mengusir rasa takutnya. Dia mengayunkan kembali balok kayunya sekuat tenaga tepat ke arah pelipis Rance.

BRAK!

Balok kayu tebal itu hancur berkeping-keping hingga menjadi serpihan kecil. Namun, bukan karena menghantam kepala Rance, melainkan karena Rance menangkap ujung balok tersebut hanya dengan satu tangan kosong. Tangan kurus Rance bahkan tidak bergeser satu milimeter pun dari posisinya.

Sebelum preman itu sempat memproses apa yang terjadi, Rance melangkah maju. Gerakannya begitu efisien, cepat, dan tidak menyisakan ruang untuk drama.

KREK!

Satu cengkeraman kilat dari tangan Rance membuat pergelangan tangan sang preman patah seketika. Tanpa memberi jeda untuk teriakan sakit, Rance melepaskan satu tendangan lurus yang menghantam dada pria kekar itu. Tubuh berbobot hampir 90 kilogram itu melayang sejauh lima meter, menghantam dinding bata gang hingga retak, sebelum akhirnya tumbang ke kubangan air tanpa sempat bersuara lagi. Pingsan, atau mungkin mati—Rance tidak peduli.

Dua preman sisanya langsung pucat pasi. Lutut mereka gemetar hebat hingga salah satu dari mereka terjatuh ke tanah.

"Kau... kau monster..." salah satu preman mencoba merangkak mundur dengan panik, namun dalam sekejap mata, Rance sudah berdiri tepat di hadapannya, menghalangi cahaya lampu jalan.

Rance menjulurkan tangannya yang kurus, mencengkeram leher pria itu, dan mengangkat tubuhnya ke udara hanya dengan satu tangan seolah tanpa beban sama sekali. Penggunaan teknik distribusi berat badan dari ranah Sovereign membuat kekuatan fisik di Ranah Penguat Otot miliknya menjadi berkali-kali lipat lebih mematikan.

"Aku tidak suka mengulang pertanyaan," kata Rance sedingin es. Matanya yang tajam menatap lurus ke dalam manik mata pria yang kini megap-megap kehabisan oksigen tersebut. "Siapa?"

"K-Kevin... Tuan Muda Kevin Vaughn..." jawab pria itu dengan suara tercekat, air mata dan keringat dingin ketakutan bercampur di wajahnya.

"Bagus," ucap Rance pelan.

KREK.

Tanpa ragu atau perubahan ekspresi sedikit pun, Rance mematahkan leher pria itu dengan satu sentikan jari, lalu melemparkan jasadnya ke atas aspal seperti membuang seonggok sampah tak berguna. Dia kemudian menoleh ke arah preman terakhir yang kini sudah berlutut, mengompol di celana karena ketakutan yang teramat sangat setelah melihat dua temannya dihabisi dalam hitungan detik.

Rance tidak berniat menghabisinya. Dia membutuhkan satu orang untuk menyampaikan pesan. Rance melangkah melewati pria yang sedang menangis ketakutan itu begitu saja, membiarkannya hidup dalam belenggu trauma seumur hidup.

Sambil berjalan santai menembus derasnya hujan badai, Rance menyeka sisa darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan. Matanya yang sedingin es menatap lurus ke arah deretan gedung pencakar langit Kota Metro yang berkilauan dengan lampu-lampu megah di kejauhan. Tempat di mana keluarga Vaughn berada.

“Kevin Vaughn... kau ingin bermain-main dengan Dewa Perang?” gumam Rance dengan seringai tipis yang mengerikan. “Mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan sebelum aku merebut kembali apa yang kau curi, dan mendaki kembali ke puncak tertinggi alam semesta.”

Malam itu, di sebuah gang sempit yang basah, penguasa bayangan yang sesungguhnya telah lahir kembali.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Lita Rulita
Lita Rulita
Belum bisa berkomentar, baru awal
2024-03-01 12:33:48
1
0
Ruby  Woo
Ruby Woo
Sayang bgt ga dilanjutin thor.. pdhl seru..!!
2024-02-28 22:25:29
1
1
Zaid Zaza
Zaid Zaza
KEREN BANGEET! Rugi Kalau nggak BACAA novel di bawah ini! Izin promo ya Thor. Yok mampir di novel, ROH KAISAR LEGENDARIS.
2024-02-20 15:06:36
0
0
rita sari putri
rita sari putri
yuk lanjutkan
2022-04-16 05:16:13
1
0
Chan
Chan
yuk baca juga pemuda yang tidak terduga
2022-03-24 23:31:13
0
0
82 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status