MasukSeorang anak laki-laki dipindahkan ke sebuah dunia mistis yang penuh dengan hal yang menakjubkan. Anak laki-laki itu bernama Yun Fei, dia terlahir kembali dalam sebuah keluarga kekaisaran yang kuat, di domain bintang abadi. Dia memiliki kepribadian yang santai dan menginginkan hidup yang nyaman, namun dia memiliki bakat yang tinggi dan bakat alami yang tak tertandingi. Identitasnya itu sendiri, yang tidak bisa membuatnya untuk tetap santai dan tenang.
Lihat lebih banyakDas schwere Eisentor schwang mit einem lauten Knarren auf. Ich saß auf dem Fahrersitz meines Mietwagens und starrte durch den Regen auf das gewaltige steinerne Herrenhaus. Das Wasser strömte aus dem dunklen Himmel über Yorkshire herab und trommelte in einem gleichmäßigen Rhythmus gegen die Windschutzscheibe. Der Anwalt hatte mir heute Morgen diese alten Schlüssel übergeben. Er hatte erklärt, dass ich die alleinige Erbin dieses prächtigen Anwesens sei. Seine ernsten Worte erschienen mir noch immer kaum glaubhaft. Ich war eine mittellose Künstlerin, die kaum ihre Miete bezahlen konnte. Und nun gehörte mir plötzlich ein wunderschönes, stilles Schloss.
Ich stellte den Motor ab, legte mein Handy zur Seite, griff nach meiner dicken Jacke und trat hinaus in den Sturm. Der eisige Regen durchnässte innerhalb weniger Sekunden mein Haar. Unter meinen Stiefeln knirschte der nasse Kies, während ich die lange Auffahrt entlang zum Haupteingang ging. Das riesige Herrenhaus ragte wie ein schlafendes Ungeheuer vor mir auf. Seine hohen Rundbogenfenster waren dunkel, leer und vollkommen still. Dichtes grünes Efeu kroch die grauen Steinmauern hinauf. Der Ort wirkte uralt, als hätte die moderne Welt ihn längst vergessen. Vor der massiven Eichentür blieb ich stehen.
Ich zog den schweren Messingschlüsselbund hervor. Meine Hände zitterten vor Kälte, während ich den ersten Schlüssel ausprobierte. Er passte nicht in das verrostete Eisenschloss. Drei weitere Schlüssel später fand ich schließlich den richtigen. Der vierte drehte sich mit einem lauten, scharfen Klicken. Mit beiden Händen drückte ich die schwere Holztür auf. Die Metallscharniere schrien protestierend auf. Ich trat ein und betätigte den Lichtschalter neben der Tür. Nichts geschah. Der Strom war längst abgeschaltet. Also schaltete ich die Taschenlampe meines Handys ein.
Im hellen Lichtstrahl erschien eine prachtvolle Eingangshalle. Eine breite Holztreppe führte hinauf in die dunklen Schatten des Obergeschosses. Große Möbelstücke waren mit weißen Laken bedeckt und wirkten wie schweigende Geister. Die abgestandene Luft roch nach Staub und altem Papier. Ich ging weiter hinein und ließ die Haustür hinter mir zufallen. Der laute Knall hallte durch die leeren Flure und Räume. Meine Schritte klangen auf dem schwarz-weißen Marmorboden wider. Ein seltsames, bedrückendes Gefühl breitete sich in meiner Brust aus. Das riesige Haus war unheimlich still. Es fühlte sich an, als würde das gesamte Gebäude den Atem anhalten.
Am liebsten hätte ich mich umgedreht und diesen unheimlichen Ort sofort wieder verlassen. Doch eine tiefe Neugier trieb mich weiter. Ich musste den Rest meines neuen Zuhauses sehen. Ich ging am Wohnzimmer und am großen Speisesaal vorbei. Alles schien in einer längst vergangenen Zeit stehen geblieben zu sein. Die Gemälde an den Wänden zeigten Menschen in altmodischer Kleidung. Hinter der Haupttreppe entdeckte ich einen langen, schmalen Flur. Der schwache Lichtstrahl meiner Taschenlampe reichte kaum bis ans Ende. Langsam ging ich den Korridor entlang und lauschte der Stille. Mit jedem Schritt wurde die Luft kälter.
Die eisige Kälte drang durch meine Jacke bis auf die Haut. Fröstelnd rieb ich mir die Arme. Schließlich erreichte ich die letzte Tür auf der linken Seite. Sie unterschied sich deutlich von allen anderen Türen im Haus. Das geschnitzte Holz war dunkler und völlig staubfrei. Der Türgriff bestand aus glänzendem Silber statt aus stumpfem Messing. Ich blieb davor stehen. Plötzlich sank die Temperatur erneut. Es war kälter als in einem industriellen Kühlraum. Mein warmer Atem verwandelte sich in dichte weiße Wolken.
Vorsichtig legte ich meine rechte Hand auf den silbernen Griff. Das eiskalte Metall brannte auf meiner Haut wie glühendes Eisen. Erschrocken zog ich die Hand zurück und schnappte nach Luft. Irgendetwas stimmte mit diesem Teil des Hauses nicht. Mein Verstand sagte mir, ich solle sofort weglaufen. Doch meine Füße schienen am kalten Marmorboden festgewachsen zu sein. Ich musste herausfinden, was sich hinter dieser Tür verbarg. Ich nahm den schweren Schlüsselbund aus meiner Jackentasche und entdeckte einen kleinen silbernen Schlüssel, der perfekt zum Schloss passte. Langsam schob ich ihn hinein.
Der Schlüssel drehte sich lautlos. Ich holte tief Luft und drückte die Tür auf. Die Luft im Zimmer war eisig, doch sie roch nach frischen Kiefernnadeln. Ich richtete den Lichtstrahl meines Handys in die Dunkelheit. Er glitt über ein makelloses Bett mit einem Bezug aus tiefrotem Samt. Weder auf dem Boden noch auf den Wänden lag auch nur eine Spur von Staub. Die edlen Möbel waren nicht mit weißen Tüchern bedeckt. In der rechten Ecke stand eine große Staffelei mit einer leeren weißen Leinwand, als würde sie auf einen Künstler warten. Auf einem kleinen Tisch glänzte ein silbernes Teeservice.
„Schließ die Tür“, sagte plötzlich eine tiefe Männerstimme.
Ich erstarrte und ließ den schweren Schlüsselbund zu Boden fallen. Blitzschnell richtete ich den Lichtstrahl in die dunkle Ecke des Zimmers. Dort saß eine große Gestalt auf einem Stuhl. Sie trug einen eleganten schwarzen Anzug aus einer längst vergangenen Epoche. Seine dunklen Augen ruhten mit einem kalten, durchdringenden Blick auf mir.
„Wer sind Sie?“, flüsterte ich, während meine Hände unkontrolliert zitterten.
Langsam erhob er sich und machte einen Schritt auf mich zu.
Er ging direkt durch den massiven Holztisch hindurch, als bestünde er aus Rauch.
Ich konnte nicht einmal mehr atmen.
Yu Luan sebagai seorang putri pertama dari kerajaan Qing Luan, seorang wanita yang cantik dan mempesona, juga memiliki identitas dan status sosial yang tinggi di kerajaan Qing Luan. Kecantikan Yu Luan disebut sebagai salah satu wanita tercantik yang ada di benua Xuanling, kecantikan yang memikat lawan jenis dan banyak pria yang mencoba memenangkan hatinya. Salah satu dari orang-orang yang ingin memenangkan Yu Luan itu salah satunya adalah Cang Xing Wang. Dia adalah komandan pasukan singa merah dan juga putra dari jendral kerajaan Qing Luan. Dengan statusnya yang cukup tinggi di bidang militer dan status bangsawan kerajaan Qing Luan, Cang Xing Wang sangat memanfaatkan statusnya untuk mencoba memikat hati Yu Luan. Selama bertahun-tahun, Cang Xing Wang telah melakukan berbagai cara dan upaya, untuk memenangkan hati Yu Luan. Bahkan juga Cang Xing Wang, memanfaatkan statusnya sebagai komandan pasukan singa merah, hanya untuk memata-matai pergerakan Yu Luan, dan memperhatikan ge
Tingkatan kultivasi yang ada. . Penempaan Tubuh . Pembangunan Pondasi . Spiritual . Laut Ilahi . Transformasi . Mendalam . Nirvana . Raja . Asal Setiap ranah ini memiliki sembilan tingkatan atau lapisan. Untuk sebutan ranah Nirvana setengah langkah, itu adalah dimana ranah Mendalam yang telah sampai pada puncaknya, dimana itu hanya berjarak setengah langkah, namun ada dinding yang memisahkan di antara kedua ranah itu. ... Alam rahasia raja adalah sebuah alam rahasia yang mana itu adalah sebuah peninggalan dari seorang master kuat di ranah Raja, yang telah ada sejak dua ribu tahun yang lalu. Alam rahasia raja itu adalah salah satu alam rahasia yang sangat terkenal di provinsi Qun, di tiga provinsi wilayah barat. Itu menyimpan sebuah rahasia dan peninggalan dari seorang master kuat di ranah Raja yang begitu mendominasi di masa lalu. Yu Luan juga melanjutkan lagi penjelasannya. "Alam rahasia raja juga akan terbuka dalam waktu tiga bulan dari sekarang,
Kerajaan Qing Luan sebuah kerajaan dan salah satu kekuatan yang berpengaruh di provinsi Qun, dengan sejarah dan pondasi yang telah ada selama ratusan tahun, lebih dari enam ratus tahun lamanya. Kerajaan Qing Luan telah lama berdiri dengan sejarah yang panjang. Namun meski begitu, kerajaan Qing Luan bukanlah kekuatan terkuat di provinsi Qun ini. Selama bertahun-tahun kerajaan Qing Luan telah memantapkan posisi mereka di provinsi Qun dan benua Xuanling, dan cukup memiliki pengaruh yang cukup besar. Yu Luan adalah seorang gadis yang cantik dan mempesona, dengan wajah putih berseri dan bentuk tubuh yang mempesona, begitu menarik lawan jenis untuk memperhatikan dirinya. Dia bukanlah seorang gadis biasa, melainkan seorang keluarga kerajaan, seorang putri pertama dari kerajaan Qing Luan. Yu Luan seorang putri pertama kerajaan Qing Luan, juga salah satu anak berbakat dan mempesona dalam keluarga kerajaan. Dengan usianya yang baru delapan belas tahun dan bakatnya yang menonjol di k
Setelah beberapa hari berlalu berita tentang Yun Fei yang menjadi urutan ke enam belas naga dan phoenix, menyebar ke seluruh keluarga Yun. Semua orang cukup terkejut karena hal itu, seorang anak kecil berusia delapan tahun, anak dari pedang abadi Yun, Yun Senyuan, menjadi urutan ke enam belas naga dan phoenix. Lalu berita tentang Yun Chang Jian juga telah menyebar dan menjadi perbincangan di segala tempat. Seorang yang berasal dari keluarga cabang, harus mendapatkan hukuman selama tiga tahun, dan tidak akan memiliki kesempatan untuk naik ke urutan naga dan phoenix. "Hehh, orang itu, cukup disayangkan jiwa dia tidak bisa mendapatkan kesempatan lagi." "Dia memiliki meridian api terbuka yang cukup baik, namun harus berakhir seperti itu." "Para tetua terlalu ketat dengan hal itu..." Itu langsung menjadi pembicaraan orang-orang, banyak dari mereka yang sedikit menyayangkan hal itu. "Itu sangat bagus, dari awal juga aku cukup tidak senang dengan Yun Chang Jian, dia terlalu b
Yun Fei dengan wajah acuh tak acuh, berbicara dengan santai didepan Yun Qinglian. "!!!" Wajah Yun Qinglian berubah menjadi jelek. Dia benar-benar sangat terkejut dengan perkataan Yun Fei itu. Yun Qinglian tidak pernah mengira akan mendengar sesuatu yang seperti itu, dari seorang bocah laki-la
Ledakan Cahaya putih yang terang, memancar dengan jelas dari batu bulan cerah. Warna putih yang cerah, terlihat sangat indah itu terus memancarkan sinar yang menyilaukan. Wahhh!!! Gempar! Di seluruh arena seni bela diri, dari semua orang, semua murid keluarga Yun, mereka semua jatuh berlutu
Yun Fei melesat tepat di depan mata Yun Fuchou, lalu menendang dengan keras wajahnya. Seketika itu Yun Fuchou terbang kebelakang sejauh tiga meter, dengan beberapa giginya yang terlepas melayang didepan matanya. "It-itu gigiku?" Benak Yun Fuchou. Dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat d
Ketika Yun Fei berbalik dan memperlihatkan penampilan dirinya, itu langsung membuat para gadis-gadis yang ada disana terpesona dan terpikat oleh penampilan lucu dan tampan Yun Fei. Hal itu langsung membuat mereka terkejut, di arena seni bela diri menjadi ramai dan ribut, berbagai suara datang dar












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.