เข้าสู่ระบบ“Kenapa baru menyadarinya sekarang? Sungguh mengecewakan,” goda Mante dengan senyuman. Mante sudah datang sejak lama, namun ada sesuatu yang tidak terduga telah terjadi. Tepatnya, saat ia akan memasuki auditorium, anak buahnya dengan jeli melihat ajudan Cassius beserta ajudan seorang petinggi tengah berbincang di depan pintu utama. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Cassius dijadwalkan memberikan commencement speech dalam upacara wisuda hari ini. Pada kesempatan yang sama, ia juga akan menerima gelar honorary doctorate dari universitas. Karena alasan itulah, Mante tidak bisa masuk apalagi menemui Lilian. Mante tidak ingin mengambil risiko sekalipun kini dia sudah menyamar. Tidak ada yang bisa menjamin, jika penyamaran itu akan sempurna sampai akhir. Akan jadi masalah besar, jika Cassius menyadari kehadirannya, apalagi jika dia tahu bahwa siapa yang Mante tuju. Mante tidak ingin, siapapun tahu bahwa kini Lilian bagian dari kelemahannya.. Di hadapannya, kini Lilian ber
Menyaksikan mantan menantunya berjalan di atas panggung, wajah Katty tampak muram tidak menutupi sedikitpun kebenciannya yang tertanam begitu dalam.Sampai detik ini, Katty masih tidak terima dengan apa yang telah terjadi pada putranya!Semua gara-gara Lilian!Sean sampai trauma dan tidak berani keluar rumah selama dua minggu lamanya karena tidak percaya diri dan malu dengan kondisi fisiknya yang telah berubah.Begitu banyak uang yang harus Katty keluarkan untuk bisa membuat Sean kembali sembuh. Semantara, Sopir yang pernah Katty bayar untuk merampok kembali barang-barang Sean, justru menolak untuk mencoba kembali usai wajahnya dan menyebab penglihatannya mulai terganggu.Katty sakit hati melihat Lilian melenggang baik-baik saja, sementara Sean kehilangan kepercayaan ayahnya dan mulai sering bertengkar dengan Alysa perihal masa depan pabrik. “Perempuan tidak tahu malu itu, lihatlah dia.. dia pakai baju mewah senilai ribuan dollar, pasti hasil dari warisan Sean,” bisik Katty dengan ge
Auditorium universitas telah dipenuhi keramaian sejak pagi. Sesi pertama wisuda hari itu menggabungkan Fakultas Seni dan Fakultas IT. Secara tidak langsung akan kembali mempertemukan Lilian dengan Sean. Lilian sama sekali tidak tahu, apakah Sean lulus atau justru harus mengulang semester. Dan, entah bagaimana kabar Selena sekarang. Lilian sudah dengar bahwa Selena telah berhasil keluar penjara dengan membayar jaminan, Selena juga sudah bayar konpensasi yang sempat Lilian ajukan. Lilian harap, seumur hidupnya.. dia tidak pernah bertemu dengan perempuan seperti Selena lagi… Ditengah keramaian yang kini sedang berlangsung, Lilian peluk erat lengan Lysander dan melihat kepenjuru arah, mencari-cari keberadaan Mante yang harusnya menjadi orang yang paling mudah Lilian temukan. Apakah Mante datang terlambat? Mengapa dia tidak terlihat dimanapun? Tidak sempat Lilian kembali mencari, beberapa teman-temannya memanggil mengajak sesi photo bersama. Disana mereka ajak Lilian untuk datan
Hari kelulusan Lilian akhirnya tiba..Pagi-pagi sekali Lilian sudah bangun, dia persiapkan semuanya sedetail mungkin agar hari besarnya berakhir dengan kesan yang baik.Hari ini, Lilian mengenakan dress putih selutut dipadukan heels tinggi yang membuat kakinya tampak semakin jenjang, rambut panjangnya tergerai indah tampak berkilau membingkai wajah yang tersapu make up tipis segar, tanpa satupun perhiasan. Matanya tertuju pada graduation gown yang tergantung rapi di sana. Senyum lebar perlahan terukir di wajah Lilian saat ia mengenakannya, kemudian meraih topi wisuda yang telah menunggunya.Saat waktu sudah menunjukan pukul sembilan, Lilian akhirnya keluar dari kamarnya dan pergi ke lantai satu yang sunyi sepi.Meski kini kondisi keuangan Lilian sudah sangat membaik. Namun, setelah beberapa bulan mulai terbiasa sendiri, Lilian memilih hanya memiliki dua security saja, sementara untuk kebersihan rumah ia akan telephone home service untuk datang bekerja seminggu sekali.Untuk urusan ma
“Dari hasil pemeriksaan, putri Anda mengalami kardiomiopati restriktif, jantungnya menjadi kaku sehingga sulit terisi darah, itulah yang menyebabkan beliau pingsan. Kondisinya cukup buruk dan terlambat disadari, untuk sementara putri Anda harus melakukan perawatan intensif sampai kondisinya stabil,” ucap seorang dokter yang telah menangani kondisi Celestine.Zicola bangkit sejenak dari kursinya tidak mampu menghadapi kenyataan yang sangat berat untuk ia dengar. Zicola sungguh tidak menyangka, jika penyakit yang dulu pernah dideritanya menurun pada putrinya.Tangan Zicola terkepal menggenggam derasnya rasa bersalah yang kini menghujani.“Sudah berapa persen tingkat keparahannya?” tanya Aleen sambil memeluk ibunya yang tidak sanggup bicara.Dokter itu menunjuk gambar layar hasil dari pemeriksaan. “Tingkat sakitnya sudah masuk 40%, saya sarankan segera daftar untuk mencari pendonor jantung untuk berjaga-jaga. Donor jantung sangat terbatas, langka juga ketat, ini untuk berjaga-jaga sekali
Dalam sebuah ruangan besar berdinding kaca, Celestine duduk tengah meminpin sebuah rapat yang membahas sebuah proyek pekerjaan. Setelah di malam ulang tahunnya beberapa bulan lalu, Celestine kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Dia tenggelam dalam pekerjaan, sesekali hadir dalam perjamuan penting.Berita tentang ia ditolak sampai ke telinga banyak orang, Celestine tidak sakit hati, namun yang membuat harga dirinya terinjak-injak dan merasa terhina, ia harus menerima fakta bahwa telah dikalahkan oleh seorang perempuan yang jauh lebih rendah darinya!Celestine telah meremeh perempuan bernama Lilian itu..Ternyata Mante tertarik padanya melebihi apa yang diperkirakan. Seiring dengan berjalannya waktu, bukan hubungan renggang ataupun putus yang Celestine dengar, justru.. Mante semakin memanjakannya, mengangkatnya dari kubangan kemiskinan dan membawanya hidup dengan layak.Kesabaran Celestine sudah habis, dia sudah tidak bisa menunggu lagi seperti biasa, dia harus mengambil lang
Dingin..Itulah yang Lilian rasakan saat berdiri di hadapan Sean. Udaranya, suasananya, tatapannya, caranya berdiri terasa begitu jauh, bukan lagi seseorang yang bisa Lilian jangkau dengan apapun.Lilian tidak menemukan sedikitpun kepedulian dimatanya, sekalipiun kini Lilian berdiri tanpa alas hany
Lilian menelan salivanya dengan kesulitan, kulitnya menggigil merasakan intimidasi hebat yang menekan. Ada kilatan liar seperti hewan pemburu dimata pria itu asing itu.. Apa ada yang salah dengan jam tangan yang Lilian bawa hingga pria itu bertanya berkali-kali? Apa jangan-jangan.. justru jam ta
Aroma kopi tercium lebih kuat seiring dengan langkah Selena yang semakin dekat. Sean mulai menyandarkan bahunya, ia tersenyum memperhatikan keanggunan dan kedewasaan yang terpancar pada diri Selena, ada getaran adrenalin saat bersamanya, sangat berbeda dengan Lilian. Lilian.. Sudah dua jam Se
Lilian terpaku, tidak mengerti ucapan sinis Katty yang tampak marah seolah dia memiliki hak untuk memutuskan. Memangnya, dengan cara apa Katty bisa membantu jika pada akhirnya Lilian tetap harus melepaskan banyak asset untuk menutupi hutang yang semakin membengkak?Lilian tidak pernah bicara, kare







