LOGINKesombongan tidak terduga yang tercetus dari mulut Lilian berhasil membuat Zicola terbelalak sampai tidak berkedip, dalam seperkian detik pria paruh baya itu hanya membatu memandangi Lilian dengan tatapan tidak percaya. Darimana kepercayaan diri perempuan di hadapannya itu berasal? Bagaimana bisa dia membeli kesombongan Zicola hanya dengan sebaris kalimat? Zicola langsung merebut kertas cek yang disodorkannya dan merobeknya langsung di hadapan Lilian untuk menutupi rasa malunya karena tidak mampu memberikan apa yang dia tawarkan. Dua puluh juta dollar? Orang gila mana yang bisa menggelontorkan uang sebanyak itu hanya untuk mendorong seorang perempuan menjauh dari kehidupan Mante Hemilton.. Jumlah tersebut bukan sekadar mahal. Jika Zicola benar-benar membayarnya, lebih dari separuh kekayaannya bisa lenyap hanya untuk membeli keputusan Lilian. Bagi Zicola, angka yang tertera di atas cek itu sudah cukup untuk menguatkan prasangkanya. Barangkali Celestine memang benar sejak awal. Li
Saat pintu terlewati, dinginnya ruangan buat Lilian berhenti sejenak, pandangannya lurus ke depan menatap sosok asing yang kini tengah duduk menantikan kedatangannya sejak beberapa menit lalu.Saat pandangan mereka saling bertubrukan, Lilian rasakan matanya yang dingin menusuk sampai keulu hati.Lilian terkesiap, menerima kebencian yang begitu jelas dari pandangannya yang mudah diartikan.Siapa dia? Lilian sama sekali tidak mengenalinya.Ragu-ragu Lilian akhirnya menghampiri dan menarik kursi, lalu duduk tanpa menunggu untuk dipersilahkan.Ditengah situasi yang sunyi dingin, Zicola menyandarkan bahunya ke kursi, memandangi perempuan yang disebut-sebut bahwa dia adalah kekasih Mante Hemilton, perempuan yang telah membuat putri kesayangannya jatuh sakit.Zicola memperhatikannya dengan penuh penilaian..Tidak ada kesan menarik yang Zicola temukan saat melihatnya, perempuan bernama Lilian itu tampak seperti perempuan pada umumnya, hanya saja dia cantik dan masih muda dibandingkan dengan C
Lilian membeku bingung, dia semakin tidak mengerti dengan keramahan Shopie terhadapnya. Keramahan itu buatnya bertanya-tanya, apa yang sebenarnya kini Shopie rencanakan? Lilian sama sekali tidak percaya bahwa seseorang yang membenci selama bertahun-tahun bisa langsung berubah dan begitu saja.“Lilian, kau mau kan?” tanya Shopie semakin mendekat sampai berani berinisiatif untuk merangkul lengan Lilian, melakukan tindakan yang sama seperti dulu Katty setiap kali membujuknya sebagai menantu kesayangan.Mengikuti hatinya yang tidak nyaman, Lilian menepis tangan Shopie dan bergeser mundur. “Aku tidak bisa,” jawabnya menolak.Beberapa orang di sekitar yang sudah siap untuk pergi, begitu mendengar penolakan Lilian langsung menoleh dan menatap ke arahnya, namun tidak ada satu dari mereka yang berani berkomentar karena semuanya sudah tahu alasannya.Shopie tersenyum canggung karena penolakan Lilian diluar rencananya. “Aku sebenarnya ingin mengajakmu makan bersama untuk meminta maaf atas perbu
Pupil mata Shopie gemetar ketakutan hebat, kulitnya meremang begitu dia dengar rencana yang diutarakan Celestine, jauh diluar cerminannya sebagai wanita terhormat. Dengan ringan tanpa bebannya Celestine sampaikan keinginan yang jauh lebih mengerikan dari rencana Shopie yang punya urusan dengan Lilian.Jauh sebelum perseteruan Shopie dan Lilian mencapai titik seperti sekarang, Shopie memang telah memiliki ketidaksukaan terhadap Lilian. Perasaan itu semakin mengeras ketika kabar mengenai kemenangan Lilian dalam gugatan cerainya dari Sean, sepupu Shopie.Kini puncak kebencian itu kian besar begitu Shopie terima kesulitan akibat berurusan dengannya. Cukup Sean yang berhasil dibuat hidup susah oleh Lilian, Shopie tidak akan membiarkan dirinya berakhir sama!Karena itulah Shopie memiliki rencana untuk menyingkirkan Lilian dengan kecelakaan. Mengingat dia sangat manja dan tidak pandai mengurus diri sendiri, dengan keadaan sakit.. Lilian pasti akan kembali ke kota Andreas atau setidaknya m
Di balik jendela kamar, langit gelap gulita menyisakan pantulan cahaya dari lampu-lampu gedung dan bangunan sekitar.Suara deringan telephone masuk terdengar ditengah kesunyian, membangunkan Lilian dari tidur lelapnya.Di bawah hangatnya selimut, Lilian menggeliat mencari-cari keberadaan handpone dengan mata setengah terbuka, mengumpulkan kesadarannnya setelah lebih empat jam lamanya tidur mengistirahatkan diri.Tertera nama Lysander di layar.“Aku dengar dari Burka, jika sekarang kau bekerja di ibukota. Apakah itu benar?” tanya Lysander begitu telephone tersambung.“Itu benar.”“Bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu?” tanya Lysander pelan dan penuh hati-hati.Mata Lilian terbuka sepenuhnya, dengan berat gadis itu bergerak duduk membiarkan selimut jatuh kepangkuan. Tidak seperti biasanya Lysander mempertanyakan hubungannya dengan Mante.Jika ada yang bertanya tentang hubungannya dengan Mante, dulu Lilian akan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, Lilian bahagia. Tapi sekarang set
Derak suara pintu darurat terdengar kala di tutup. Mante menyandarkan sebagian tubuhnya ke pagar, dengan sabar ia menunggu Zicola bicara dengan tiga menit waktu yang masih tersisa.Sesungguhnya, Mante sudah bisa menebak akan kemana perginya arah pembicaraan, namun dia tidak bisa pergi begitu saja..Zicola menarik napasnya dalam-dalam, lalu dipandanginya Mante Hemilton, laki-laki yang begitu putrinya cintai dan laki-laki yang sangat diharapkan dapat menerima lamarannya.Beberapa saat yang lalu, Zicola sudah berdebat dengan kedua putranya yang punya pandangan berbeda, meminta Zicola berhenti memanjakan Celestine dan terus menerus berada di pihaknya.Sebagai orang tuanya Celestine, Zicola tahu betul watak anak-anaknya dibandingkan dengan siapapun. Akal sehat Zicola sadar, tidak mungkin Celestine mengalami serangan jantung begitu saja mengingat jika selama ini Celestine begitu menjunjung harga dirinya dan disaat yang sama, suka sekali memandang sebelah mata orang lain.Tetapi, ini bukan l
“Keadaannya baik-baik saja meski ada beberapa luka dan memar. Setelah nanti teman Anda bangun, baiknya mandi air dingin untuk membantu mengurangi nyeri dari benturan dan pembengkakan. Untuk mengetahui apakah ada cedera, Anda harus membawanya ke rumah sakit,” ucap seorang dokter sambil meletakan tab
Kendaraan bergerak cepat ditengah kegelapan malam, sambil menyetir Lilian berkali-kali melihat dan menyentuh ujung hidung pria yang tidak sengaja dia tabrak, memastikan kondisinya yang kini tidak sadarkan diri masih bernapas. Perasaan Lilian bercampur aduk, takut dan cemas menjadi satu, tidak t
Sakit menusuk ke dalam ulu hati, menyaksikan pria yang Lilian harapkan akan menjadi penjaganya, justru dengan tenang membiarkan teman-temannya bicara buruk. Mengapa Sean terkesan tidak peduli padanya? Meski semua orang tahunya mereka kekasih yang dijodohkan. Sean punya hati nurani yang bisa dia
Saat matahari mulai tenggelam membawa cahayanya di langit, Mante kembali ke tempat dimana dia tinggalkan kudanya. Penampilan Mante telah berubah kotor penuh debu, ada darah segar yang menghiasi wajahnya dari cipratan hewan buruan yang telah dia habisi. Dengan langkah gontai dan suara napas kasar,







