Partager

80. Dipersulit

Auteur: Dita SY
last update Date de publication: 2026-10-30 12:56:47

Melesat membelah padatnya jalanan kota, mobil mewah yang dikemudikan oleh Lee akhirnya tiba di lokasi yang dikirimkan Anton tadi.

Suasana di sekitar area minimarket tersebut tampak cukup ramai oleh lalu-lalang kendaraan dan pejalan kaki.

​Lee meminggirkan mobilnya, lalu segera keluar sambil menyapu pandangan ke sekeliling, mencari Anton. Namun, batang hidung sepupu Arum itu sama sekali tidak terlihat di sana.

​Ck! Di mana dia? batin Lee sedikit kesal. Buru-buru ia mengeluarkan ponsel dari saku
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   91. Happy Ending!

    Satu tahun berlalu begitu cepat.​Di dalam sel tahanan yang lembap dan sempit, Enggar benar-benar membusuk dan menjalani sisa hidupnya sebagai pesakitan tanpa ada lagi yang menjenguk, sementara ibunya hidup dalam bayang-bayang rasa malu dan wajib lapor yang melelahkan.Di sisi lain, Julia harus menerima takdir pahit mendekam di rumah orang tuanya, merawat anak dari hasil perselingkuhannya dengan Enggar di tengah penyesalan yang tiada ujung, jauh dari ketiga anak kandungnya bersama Anton yang kini tumbuh dengan penuh kasih sayang di bawah asuhan mantan suaminya.Di tempat berbeda, kebahagiaan justru menyelimuti kehidupan Arum yang berhasil melewati cobaan hidupnya. Buah dari perjuangan selama ini.​Hari ini, kemegahan tampak menyelimuti halaman belakang kediaman utama keluarga Willy.Ratusan tamu undangan dari kalangan elite bisnis, kerabat dekat, hingga rekan-rekan sejawat memadati area taman yang disulap menjadi sebuah negeri dongeng penuh bunga warna-warni.​Suasana terasa begitu han

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   90. Cerai!

    "Jul, angkat teleponnya!" Anton menahan geram sambil meremas ponsel di tangannya kuat-kuat.Sudah ratusan kali telepon darinya tidak diangkat wanita itu. Setelah pertengkaran di rumah sakit tadi, Anton berniat menyusul Julia, tetapi ia kehilangan jejak."Apa mungkin dia sudah sampai di rumah?"Seingatnya tadi, Julia buru-buru naik taksi dan pergi begitu saja. Entah kemana tujuan wanita itu.Dengan perasaan kesal yang bercampur aduk, Anton kembali melajukan mobilnya menuju rumah.Cittt!Suara decitan ban mobil mewah Anton yang mengerem mendadak di pelataran garasi rumah terdengar begitu nyaring, memecah keheningan malam.Mesin dimatikan, Anton langsung membuka pintu dengan kasar, membantingnya hingga bergemuruh, lalu melangkah cepat menuju pintu utama.​Di balik dinding pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga, Julia mengintip, menahan kepanikan.Namun, bukan Julia namanya kalau ia menunjukkan ketakutan itu.Dengan langkah cepat ia mendatangi Anton, memasang wajah merah padam, seo

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   89. Karma Instan

    "Halo, Rum, kamu masih kenal suara aku kan? Ini aku Enggar. Tolong bantu aku, Rum."Di ujung sambungan telepon, suara helaan napas berat terdengar begitu jelas, disusul rengekan Enggar yang terdengar memelas."Rum, please, bantu aku," mohon Enggar lagi.Namun, ​Arum sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Wanita itu membeku di sisi ranjang rawat inap tempat Aira terbaring tidur dengan selang infus.Tangan Arum yang menggenggam ponsel bergetar hebat, bukan karena takut, melainkan karena gelombang kemarahan, kebencian, dan rasa jijik yang bergemuruh hebat di dadanya begitu mendengar suara pria yang telah menghancurkan hidupnya dan anak-anak.​"Arum ... aku mohon, mana suaramu. Tolong bicara. Tolong bantu aku ...." Suara Enggar di seberang sana mulai pecah, berubah menjadi rintihan penuh keputusasaan yang terdengar menyedihkan. "Aku mohon sama kamu ... tolong aku, Arum. Tarik laporan polisi itu! Aku nggak kuat di sini, Rum! Aku disiksa, aku disuruh sujud, aku disuruh ngepel lant

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   88. Penyiksaan

    ​"Masuk!" bentak petugas sipir berseragam cokelat itu dengan nada tegas tanpa perasaan, mendorong bahu Enggar dari belakang hingga pria yang hanya mengenakan kaos oblong itu terhuyung masuk ke dalam lantai semen yang kotor."Pelan-pelan dong, Pak. Saya manusia bukan hewan ternak!" dengkus Enggar."Diam kamu!" bentak polisi.Enggar hanya diam, perlahan melihat ke depan.Udara di dalam sel tersebut terasa pekat, berbau pengap, keringat, dan lembap, sangat berbeda dengan kehidupan mewah yang biasa dinikmati Enggar sebelumnya."Sana, gabung sama napi lain!" dorong polisi. Entah ada dendam apa, polisi itu tampak sangat tidak ramah pada Enggar.​Bruk!​Enggar jatuh tersungkur dengan lutut membentur lantai keras. Sebelum ia sempat mendongak, suara hantaman pintu besi yang dibanting dan dikunci dari luar menggema keras, menandakan bahwa ia kini benar-benar terjebak bersama para penjahat lain di dalam sangkar besi tersebut.​Enggar menelan ludah dengan susah payah, tenggorokannya terasa kering

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   87.

    "Jawab! Jangan terus-terusan membohongiku!" desis Anton penuh penekanan, rahangnya mengeras menahan amarah yang sudah berada di ambang batas. "Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu hamil anak selingkuhanmu?"​Mendengar tuduhan itu, bukannya memberikan penjelasan yang masuk akal, Julia justru mendengus sinis.Sorot matanya berubah tajam, memindai orang-orang yang berdiri di sekitar dengan penuh kebencian.​Seketika, kepala Julia menoleh tajam ke arah Arum yang berdiri kaku dengan air mata masih membasahi pipi.Setelah itu, tatapannya beralih menatap Lee dengan penuh rasa jijik, seolah-olah ia sedang melihat pemandangan paling memuakkan di dunia.​"Cih! Semua ini gara-gara kamu!" cibir Julia dengan suara nyaring melengking yang sukses menarik perhatian beberapa perawat dan pengunjung rumah sakit di koridor tersebut. "Suami aku mati-matian belain kalian, ternyata di belakangku dia memang suka pasang badan buat perempuan lain! Kalian sengaja memanfaatkan kebaikan suamiku! Menjijikan!"​

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   86. Kepergok

    "Ikut aku, Arum! Kita ke rumah sakit sekarang!" teriak Anton sambil berlari membawa Aira keluar menuju mobil.Melihat kondisi balita itu yang terkulai lemas dengan suhu tubuh panas tinggi dan napas cepat, naluri medis Anton sebagai seorang dokter profesional langsung merespons.Ia tahu betul situasi ini sudah sangat gawat. Anak sekecil Aira bisa mengalami dehidrasi berat dan kejang demam jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis intensif.​"Aira Sayang, kamu kenapa Nak?" tangis Arum pecah, menyusul langkah Anton dengan tubuh gemetar hebat.​Lee dengan sigap merangkul pundak Arum, membimbing wanita itu masuk ke dalam mobil sementara Willy dan Sofia melangkah cepat ke kamar, menemani Arsy.Dalam perjalanan singkat menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak terdekat, suasana di dalam kabin mobil terasa begitu mencekam.Anton terus memeriksa kondisi Aira di jok belakang, sementara Arum menangis sesenggukan memanggil nama buah hatinya.Mobil tiba di depan IGD rumah sakit, Anton langsung berteri

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status