ASAL TARIK JADI MENIKAH

ASAL TARIK JADI MENIKAH

last updateLast Updated : 2026-09-30
By:  SweetWaterUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah dipecat untuk yang keempat belas kalinya, Aluna Kirana berharap setidaknya lamaran kerjanya kali ini akan membuahkan hasil yang baik. Namun, Aluna justru terseret ke dalam kebohongan yang di buat Sebastian Narendra. Kebohongan yang membuatnya terjebak dalam sebuah kontrak pernikahan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.

View More

Chapter 1

Tawaran Kerja Tak Terduga

BRAK!

“Jaga mata Anda, dasar HRD mesum!” Pekik Aluna kesal sambil menggebrak meja.

Gadis itu berdiri dari kursinya dengan wajah merah. Niatnya datang ke Hotel ini untuk wawancara pekerjaan, tapi lagi-lagi ia malah berurusan dengan orang mesum.

Bukannya fokus dengan wawancara, pria yang menjadi pewawancara itu malah fokus pada dada Aluna sejak tadi.

Aluna jelas mengetahui hal itu, awalnya ia pikir hanya kebetulan melihat ke arah sana, tapi setelah berkali kali dengan senyum aneh yang muncul di wajah pria itu, Aluna semakin yakin dengan pikirannya.

Bukannya membela diri, pria itu malah terkekeh kecil. “Kalau tidak mau dilihat, ya jangan pakai baju seperti itu. Sok suci sekali. Pantas saja kerjaanmu sering pindah-pindah, sedikit-sedikit protes.”

Aluna semakin geram. Bagaimana bisa pria itu menyalahkan pakaiannya? Ia bahkan mengenakan kemeja yang sopan dan longgar, sama sekali tidak ketat apalagi memperlihatkan lekuk tubuhnya.

“Tidak ada yang salah dengan baju saya! Mata Anda saja yang tidak bisa dijaga!” Aluna meraih tasnya dengan kasar, lalu melangkah pergi. “Sudahlah, saya tidak jadi melamar kerja di hotel sini.”

Tanpa menunggu jawaban, Aluna langsung berbalik dan pergi meninggalkan ruangan.

“Dasar hotel nggak jelas!”

Aluna berjalan keluar dari ruang interview itu dengan langkah cepat. Wajahnya masih dipenuhi kekesalan, apalagi kejadian seperti ini bukan pertama kalinya ia alami.

Sudah empat belas kali ia berpindah tempat kerja karena selalu mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari rekan kerja maupun atasannya. Bedanya, Aluna bukan tipe perempuan yang bisa diam ketika dilecehkan. Sekali ada yang berani macam-macam, ia pasti akan melawan.

Sayangnya, keberaniannya itu justru sering berujung pada dirinya sendiri yang dianggap pembuat masalah dan akhirnya dipecat.

Baru sampai di lobi, langkah Aluna terhenti ketika mendengar suara seorang perempuan yang sedang membentak seseorang.

“Sebastian! Sampai kapan kamu mau menghindari Mama?!”

Aluna melirik sekilas. Seorang pria tinggi berjas hitam berdiri di tengah lobi. Wajahnya tampan, tetapi ekspresinya datar. Sementara di depannya, seorang wanita paruh baya tampak terus mengomel.

“Kalau kamu memang sudah punya kekasih, tunjukkan pada Mama! Jangan buat malu keluarga!”

Namun, bukan makian-makian itu yang membuat Aluna tidak melanjutkan langkahnya, melainkan wajah pria yang dipanggil Sebastian itu.

“Bukannya itu kakak tingkat nyebelin pas kuliah dulu?”

Aluna langsung mengenalinya. Sebastian, kakak tingkatnya semasa kuliah. Putra keluarga Narendra yang terkenal suka bertindak sesukanya dan agak tidak peka dengan keadaan orang lain.

Aluna nyaris terkekeh melihat pemandangan itu. Dulu Sebastian selalu sok keren dan paling berani kalau sedang mengejeknya dengan sebutan ‘anak BEM sok kritis’. Tidak disangka, sekarang pria itu malah berdiri diam di depan mamanya seperti anak sekolah yang sedang dimarahi.

“Anak mama ternyata,” gumam Aluna pelan, menahan tawa.

Namun, sebelum sempat beranjak, Sebastian tiba-tiba mengangkat wajahnya hingga tatapan mereka bertemu.

Aluna langsung terdiam.

Sebastian juga tampak membeku sejenak, seolah baru menyadari siapa perempuan yang berdiri tak jauh darinya. Mata mereka bertemu cukup lama sampai Aluna merasa suasananya mendadak canggung.

“Jangan bilang dia masih ingat aku …” pikir Aluna dalam hati.

Aluna langsung membuang muka dan pura-pura tidak melihatnya. Ia baru saja hendak melangkah pergi ketika suara Sebastian terdengar dari belakang.

“Ma, Mama tadi tanya mana kekasihku, kan?” ujar Sebastian santai. “Kebetulan orangnya ada di sini.”

Langkah Aluna langsung terhenti.

Hah? Siapa?

Rasa penasarannya muncul begitu saja. Aluna menoleh pelan, sekadar ingin melihat siapa perempuan yang dimaksud Sebastian. Namun, begitu kepalanya sedikit menoleh, Sebastian justru sedang menunjuk tepat ke arahnya.

“Itu. Namanya Aluna.”

Aluna langsung membeku.

“……”

Mata Aluna membelalak sempurna. Otaknya seolah berhenti bekerja selama beberapa detik.

Kekasih? Apa telinganya baru saja salah mendengar? Bagaimana bisa tiba-tiba pria itu mengaku bahwa dirinya adalah kekasihnya?

Namun, Sebastian seolah mengabaikan keterkejutan Aluna. Ia justru berjalan mendekat, lalu meraih lengan Aluna dan menariknya begitu saja.

“Eh?”

Aluna bahkan belum sempat mencerna apa yang sedang terjadi. Tubuhnya refleks mengikuti langkah Sebastian, sementara wajahnya menunjukkan kebingungan dan rasa kikuk yang sulit disembunyikan.

“Hentikan candaanmu, Sebastian. Kamu hanya menariknya secara asal, lalu mengaku dia sebagai kekasihmu, kan? Kamu pikir Mama percaya?” Wanita paruh baya bernama Sarah itu melipat kedua tangan di depan dada.

Sebastian justru terlihat tenang. Ia melirik Aluna sekilas sebelum kembali menatap ibunya.

“Kami sudah kenal sejak kuliah, Ma. Dulu Aluna adik tingkatku dan kami juga pernah pacaran saat itu.”

Aluna langsung melongo.

Pernah pacaran saat kuliah?

Sebastian segera mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri. “Kalau Mama masih nggak percaya, aku punya buktinya. Ini, foto-foto kami sewaktu kuliah.”

Namun, baru saja pria itu hendak menunjukkan layar ponselnya, Sarah langsung menyela, “Halah, kalau cuma foto itu masih bisa dimanipulasi pakai AI. Mama tetep tidak akan percaya!”

Sebastian terdiam sejenak. Namun, matanya kemudian jatuh pada jari manis Aluna yang dihiasi sebuah cincin sederhana.

“Aku udah melamarnya, Ma. Lihat, cincinnya masih dia pakai,” ujar Sebastian tenang sambil menggenggam tangan Aluna.

Aluna spontan melihat jarinya sendiri. “Hah?”

Sarah langsung melirik cincin di jari Aluna. Wajahnya sempat terlihat kaget, tetapi kemudian ia mengernyit. “Bohong! Mana mungkin cincin tunangan dari kamu sejelek itu?”

Cincin itu cuma aksesori diskonan yang dibelinya dari toko dekat kos. Harganya bahkan tidak sampai lima puluh ribu. Bisa-bisanya Sebastian menganggapnya sebagai cincin tunangan!

“Memang sederhana. Aluna emang nggak suka yang terlalu mewah,” jawab Sebastian santai. “Katanya, yang penting niatnya.”

Aluna menatapnya tidak percaya. Pria ini benar-benar asal bicara.

“Kami juga udah bicarain soal pernikahan. Tinggal nentuin waktunya aja,” lanjut sebastian.

Sarah masih terlihat tidak terima. Ia menatap Sebastian dengan wajah kesal, lalu menghembuskan napas panjang. “Kalau begitu, bawa dia ke rumah. Berbicaralah sendiri dengan papamu.”

“Oke,” jawab Sebastian singkat.

Sarah mendengus kesal. Ia masih terlihat ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya memilih berbalik dan melangkah pergi.

Begitu Sarah menjauh, Aluna yang sejak tadi menahan kesal langsung menarik lengan Sebastian.

“Sumpah, kamu masih gila kayak dulu ya?!” Semprot Aluna kesal.

Sebastian sama sekali tidak terlihat merasa bersalah. Ia malah menatap Aluna dengan santai, seolah baru saja menyeretnya ke dalam masalah keluarga adalah hal biasa.

“Kamu tadi nggak jadi wawancara kerja di sini, kan?” Tanyanya, membuat Aluna semakin bingung.

Aluna terdiam, tapi juga bingung. Dari mana Sebastian tahu itu?

Sebastian mengangkat bahu, seolah menjawab kebingungan Aluna, lalu kembali berkata, “Daripada kamu pusing cari kerja lagi, lebih baik kamu kerja jadi tunangan pura-puraku. Nanti kubayar lebih.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Novi
Novi
Pasangan ini kayaknya bakal seru banget deh. ...
2026-10-01 11:12:11
0
0
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status