Share

Harga Sebuah Tamparan.

Author: Jimmy Chuu
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-10 23:16:49

Murid penjaga itu mendengus dengan cara yang sangat kasar, dagunya terangkat seolah ia berdiri di puncak menara.

"Lantai dua sudah disewa penuh oleh sekte kami dari Dataran Tengah sejak pagi," katanya dengan nada bangga sambil menunjuk ke atas dengan dagu.

"Orang biasa silakan duduk di lantai satu. Jangan mencemari tempat yang sudah kami pesan."

Murid lain di sampingnya melipat tangan di dada dengan sikap yang sangat meremehkan. "Lihat diri kalian sendiri dulu sebelum naik," katanya dengan nada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Saat Seluruh Blok Utara Berlutut

    Rong Tian mengangkat tangan kanan dan membiarkan qi bergerak ke ujung dua jari. Kali ini ia tidak mendorong tenaga keluar seperti gelombang, melainkan menahannya sampai tipis, sampai rasa tajamnya berkumpul dan berubah dari kemarahan menjadi niat.Di atas, Qingfeng baru saja menaruh kain balut ketika mangkuk air hangat di meja bergerak lagi. Bukan hanya bergetar, melainkan membentuk lingkaran kecil yang terus berlari ke sisi mangkuk.Wang Fu segera melangkah ke ambang dan menutup pintu setengah. “Tidak ada yang masuk.”Xiao Li sudah bergerak ke lorong luar. “Yang berdiri terlalu dekat, mundur. Kalau masih ingin menempel di jendela, cari ibu kalian untuk mengantar.”Seorang penjaga loteng yang berdiri di atas tong kayu mendecih. “Jangan sok besar kepala. Kami cuma mau lihat.”Xiao Li menatapnya dari bawah. “Kalau cuma mau lihat, kuberi nas

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Retak yang Menunggu di Ruang Bawah

    Ruang bawah Balai Pengobatan Bulan Patah tidak besar, tetapi malam itu kesempitannya justru terasa seperti keuntungan.Dinding batu, rak tua, cermin kusam, dan Kalung Bintang Pemusnah yang tergantung di hadapannya membuat seluruh tekanan terkumpul di satu titik, tanpa memberi Rong Tian jalan untuk pura-pura tak melihat apa yang sudah lama menunggu.Ia duduk bersila di lantai batu, meletakkan cermin di depan lutut, lalu membiarkan qi di tubuhnya turun setipis benang. Kalung itu masih memancarkan garis retak kebiruan yang nyaris tak terlihat, tetapi Rong Tian tahu yang pecah bukan permukaannya saja.Yang retak adalah penahanan terakhir.Ia tak menutup mata seperti orang yang hendak mencari ketenangan. Yang datang lebih dulu justru potongan-potongan gambar yang tajam, kota yang pernah terbakar di bawah langit merah, aula kekaisaran yang lantainya licin oleh darah, rumah lelang yang patah di bawah cahaya perak, dan dirinya sendiri dalam jalan lama yang selalu memilih memotong seluruh jala

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Retak di Dalam Cahaya Pucat

    Rong Tian membiarkan darah itu keluar sampai warnanya berubah. Ketika yang menetes tak lagi hitam pekat, ia mulai mencabut jarum satu per satu, lalu menepuk ringan sisi lutut dengan dua jari.“Turun,” katanya pada istri Zhou Kaimin.Perempuan itu menatapnya seolah tak paham. Zhou Kaimin pun ikut membeku satu tarikan napas.“Turun,” ulang Rong Tian. “Kalau kaki ini tidak kau pakai sekarang, rasa takutmu sendiri yang akan menutupnya lagi.”Qingfeng turun ke sisi meja, membantu memegang siku perempuan itu. Wang Fu tetap berdiri di pintu, tapi matanya kini tak lagi di lorong, melainkan pada kaki kiri yang perlahan turun menyentuh lantai batu.Tumit itu gemetar. Lututnya goyah, dan napas perempuan itu pecah dua kali.“Berdiri,” kata Rong Tian.Ia berdiri.Awalnya cuma setenga

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Darah Hitam di Ujung Telapak

    Zhou Kaimin berdiri di sisi meja, diam seperti patung yang dipaku dari rasa malu. Dari luar, Zhao Meiyan menyandarkan siku di kusen jendela rumah teh dan berkata dengan suara cukup keras untuk didengar separuh lorong, “Bagus juga. Orang-orang yang mengaku tabib itu rupanya cuma menjual api untuk menutup es.”Pedagang kulit mendecih, tapi kali ini tak banyak orang ikut menertawakannya. Mereka sedang melihat kulit paha yang menghitam, mencium bau obat lama yang asam, dan menyadari bahwa perempuan itu memang bukan pura-pura sakit.“Apa masih bisa diselamatkan?” tanya Zhou Kaimin akhirnya.Rong Tian tidak memandangnya. “Bisa.”Satu kata itu membuat beberapa orang di luar otomatis bergerak lebih dekat. Rong Tian mengangkat kepala sedikit dan menatap Wang Fu.“Tutup garis depan. Siapa pun yang mendorong terlalu dekat, lempar keluar.”

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tandu yang Masuk Lewat Pintu Samping

    Rumah Zhou Kaimin tidak jauh dari blok utara, tetapi malam itu jalan yang ia tempuh terasa lebih sempit daripada biasanya. Ia baru sampai di halaman samping ketika pelayan tuanya berlari keluar dengan wajah pias.“Nyonya kambuh lagi.”Zhou Kaimin masuk hampir menabrak kusen. Di dalam ruang kecil berlampu redup, istrinya terbaring miring dengan tangan mencengkeram kain alas, wajahnya putih kehijauan, dan napasnya terputus-putus seperti ada es tipis yang digesekkan di dalam dada.Kaki kirinya yang selama bertahun-tahun tak bisa digerakkan kini kejang hebat. Dari pinggang bawah sampai paha, kulitnya tampak menggelap di satu garis yang membuat pelayan tua di pojok hampir menangis.“Sejak kapan,” tanya Zhou Kaimin sambil meraih pergelangan istrinya.“Baru setengah dupa,” jawab pelayan itu dengan suara bergetar. “Awalnya Nyonya bilang pinggangn

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Teh Dingin di Rumah Teh Wu Laosan

    Lampu minyak di rumah teh Wu Laosan diturunkan setengah, dan teh krisan di atas meja bundar sudah keburu dingin sebelum satu pun orang di dalam ruangan itu bicara jujur.Mereka datang dengan wajah seolah sedang memikirkan keselamatan Pasar Hantu Shiqiao, padahal masing-masing hanya sibuk menghitung dagangan, jalur, dan muka sendiri.Zhou Kaimin duduk paling dekat jendela dengan punggung tegak, tetapi urat di pelipisnya sudah lama bergerak. Di kiri kanannya ada penarik iuran lorong, pemilik kios obat liar, pedagang kulit, pengelola gudang kecil, dan dua wakil blok yang semalam paling cepat menyuruh Balai Pengobatan Bulan Patah ditukar demi ketenangan.Zhao Meiyan berdiri dekat tiang, kipas lipatnya diketuk-ketukkan ke pergelangan tangan. Wu Laosan tak ikut duduk di meja rapat, hanya menumpu siku di balik meja teh sambil menuang cangkir demi cangkir seperti orang yang tak peduli, padahal telinganya menangkap semua.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Ketika Bunyi Gong - Geng Tiga

    Malam semakin dalam.Rong Tian meneguk tehnya perlahan. Cairan hijau pucat itu mengalir di tenggorokan, meninggalkan rasa pahit yang menenangkan seperti daun wormwood yang direbus tiga hari.Di luar, hujan mulai mereda menjadi gerimis tipis. Rintik air masih jatuh membasahi genteng tanah liat yang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Jubah Bumi Bergetar

    Rong Tian tidak mengubah ekspresinya, tetapi matanya menyipit sedikit. Jari-jarinya yang terlipat di depan dada mengencang, satu-satunya tanda bahwa ia terkejut.Ia tahu artefak itu. Jubah Bumi Bergetar adalah salah satu pusaka primordial surgawi, artefak legendaris yang mampu mengguncang keseimban

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lonceng yang Mengakhiri Niat Membunuh

    Rong Tian tertawa kecil dengan nada yang mengejek. Suara itu pendek, hanya dua detik, tetapi terdengar sangat menghina dan meremehkan, membuat udara di ruangan terasa lebih dingin seperti salju turun.Wang Fu tidak berhenti menggerus obat di lesung batu. Tangannya terus bergerak dengan irama yang s

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Angin yang Membawa Nama

    Pagi tiba di Pusaran Gelap dengan cara yang tidak biasa.Angin musim semi bertiup kencang dari arah utara, membawa sisa hawa dingin yang belum sepenuhnya pergi. Udara terasa menusuk seperti bilah pisau tipis, lebih tajam dari biasanya, seolah membawa sesuatu yang tidak terlihat namun nyata.Lampion

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status