Share

Simpul Yang Terurai

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2026-01-12 19:41:31

Di antara halaman-halaman yang memudar, ada deskripsi tentang sebuah ajaran spiritual yang disebut Sutra Api Suci Zarthus. Sutra itu tidak mengajarkan seni bela diri ofensif seperti yang dikenal di Timur. Sebaliknya, sutra itu berfokus pada penguasaan elemen api dan cahaya, serta penggunaan Qi untuk menciptakan formasi pertahanan yang tak tertembus.

Ajarannya adalah tentang keselarasan dengan alam, bukan dominasi.

"Sutra Api Suci Zarthus," pikir Rong Tian dengan mata yang tiba-tiba menyala. "It
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru cerita nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tangan yang Pulang Kosong

    Shiqiao tidak menyambut kepulangan Rong Tian dengan gaduh. Justru itulah yang membuat seluruh blok utara terasa lebih janggal daripada malam ketika rumah obat dikepung pemburu hadiah.Penjual mi tetap mengaduk kuah. Rumah teh Wu Laosan tetap mengepulkan teh hitam dan krisan. Penarik iuran lorong tetap berjalan membawa papan hitung. Penjaga loteng tetap berjaga di sudut atap.Namun ketika Rong Tian berjalan melewati gerbang blok utara, bunyi-bunyi itu seperti turun sendiri setengah tingkat. Orang-orang yang dulu tak punya malu untuk mengukur Balai Pengobatan Bulan Patah dengan cemooh dan tawa kini justru menunduk, pura-pura sibuk mengikat karung, menyusun baki, atau menyapu ambang.“Katanya dia pergi merebut pusaka.”“Kalau gagal, kenapa malah terasa begini.”“Jangan tatap terlalu lama. Rumah obat itu sudah tidak sama sejak malam orang-orang dipaksa b

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Jejak yang Menunggu untuk Dibaca

    Rong Tian mematikannya sebelum hidup penuh. “Hasilnya, ayahmu tetap mati, rumah lelang ini tetap patah, dan kau akan mengubur orang-orangmu di jalur yang sudah dibaca lawan lebih dulu.”Tak ada seorang pun yang bergerak. Kalimat itu bukan penolakan biasa. Ia seperti pisau yang ditarik lurus di atas meja teh mahal dan memotong lapisan kepalsuan seluruh ruangan.Paman He menurunkan pandangan ke tangannya sendiri. Lu Jinhai menggertakkan gigi. Tuan Qin menggeser cangkirnya, dan bunyi porselen itu terdengar terlalu keras dalam ruang yang mendadak kehilangan seluruh etiketnya.“Di Xing Chen mereka mendorongku dengan darah negara,” kata Rong Tian. “Di sini kalian mendorongku dengan kehormatan rumah lelang dan muka jianghu. Bentuknya berbeda. Bau busuknya sama.”Paman He akhirnya mengangkat mata. “Kau menyebut rumah ini busuk.”“Aku

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Langkah yang Tiba Terlambat

    Feng Wu Dalu menyambut dengan luka yang lebih rapi dan karena itu lebih busuk. Gerbang kota tetap buka, kereta dagang tetap lalu lalang, lonceng kecil di pelana kuda berdenting ringan, dan para pelayan di depan rumah-rumah kaya masih membungkuk dengan gerak terlatih.Namun di sela wangi teh mahal, kayu cendana, dan minyak rambut yang disisir rapi, Rong Tian menangkap bau jelaga halus yang dibawa angin dari kawasan rumah lelang. Kota ini tidak patah seperti Xing Chen. Kota ini menahan patahnya sambil terus memoles wajah.Rumah Lelang Langit Putih tampak tegak dari luar, tetapi jalur menuju ruang penerimaan dalam sudah cukup untuk memberi tahu Rong Tian seberapa dalam keruntuhan itu. Lampu-lampu diganti baru, papan retak ditutup kain, halaman disapu sampai tak menyisakan satu serpih arang, dan pelayan-pelayan muda dipaksa berjalan dengan langkah yang terlalu pelan, seolah kalau bunyi alas kaki mereka terlalu keras, seluruh bangunan akan ingat

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kota yang Tersenyum di Atas Luka

    Rong Tian menoleh ke altar kecil dekat tiang bendera. “Kalau kalian benar-benar tahu berat darah itu, altar arwah di sana tak akan dipasang serong ke arah timur.”Beberapa kepala spontan bergerak. Huo Jian ikut menoleh.“Asapnya lari ke sisi kiri, bukan lurus ke depan,” lanjut Rong Tian. “Kalian terlalu terburu-buru menenangkan perasaan sendiri sampai tak memberi arwah kaisar arah yang benar.”Tamparan itu tidak besar, tapi jatuh tepat ke muka orang-orang yang selama dua hari terakhir sibuk menjaga bentuk upacara agar kota tidak terlihat hancur. Gao Ren membeku, dan dua pejabat sipil di belakangnya otomatis menunduk, seolah takut tatapan orang lain menggeser aib itu ke wajah mereka juga.Huo Jian menarik napas panjang lewat hidung. “Kalau kau memang datang untuk mencegah kami bertindak bodoh, katakan bentuk bodohnya.”Rong Tian mema

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Darah Negeri yang Belum Dingin

    Fajar di Xing Chen Dalu naik dari balik tembok istana dalam warna putih kotor, seperti kain duka yang dicuci terlalu sering. Kabut tipis menggantung di atas halaman latihan, menahan bau abu, darah lama, dan kemenyan pemanggil arwah yang belum habis dibakar di altar darurat dekat tiang bendera.Prajurit yang tersisa berdiri dalam barisan yang tak lagi rapi. Sebagian zirah mereka sudah diganti kain putih, sebagian lagi masih menyimpan jelaga di sela paku, dan pada wajah-wajah itu tampak jelas mana yang belum tidur, mana yang tidak berani menutup mata, dan mana yang terlalu malu untuk mengaku takut.Huo Jian berdiri paling depan. Zirah hitamnya sudah dibersihkan seadanya, tetapi bekas goresan di dada dan lengan kiri tetap dibiarkan terbuka, seolah ia sengaja memakainya sebagai pengingat bahwa negeri ini tidak jatuh karena satu malam sial, melainkan karena satu orang berhasil masuk ke pusat kekuasaan dan keluar dengan tenang.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Gema Langkah di Bawah Panggung

    Rong Tian mengangguk kecil. “Dan saat kau menoleh ke sana, ia sudah ada di panggung.”Pelayan itu menutup mata. Ia tak sanggup membantah.Kerumunan elit di ambang mulai gelisah. Mereka yang tadinya bicara paling nyaring kini justru sibuk menatap sisi-sisi ruangan yang baru saja ditelanjangi di depan mereka.Penilai artefak tua yang sombong itu berdeham, lalu mencoba menyelamatkan muka. “Sekalipun itu benar, apa gunanya sekarang. Sepatu itu sudah diambil.”“Baru sekarang kau menyebut sepatu,” kata Rong Tian.Tua itu membeku.Rong Tian menatap ke bawah panggung. “Jadi kau sudah tahu apa yang hilang sebelum anak keluarga Guo menyebutnya.”Ruangan seketika lebih sunyi daripada duka. Mata orang-orang langsung pindah ke penilai tua itu, dan rasa malu yang tadinya milik Guo Shengyin bergeser ke waj

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tak Ada yang Berani Menghadang

    Ma Cheng bangkit perlahan dengan kaki yang masih gemetar. "Aku dulunya tidak percaya cerita tentang kultivator abadi," katanya sambil menatap Rong Tian dengan mata yang penuh kekaguman. "Sekarang aku tahu mereka ada. Dan aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."Liu An berbicara dengan nada yan

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Bangkitnya Pedang Hitam

    Jarum itu jatuh ke bawah dengan tidak berdaya seperti kehilangan semua kekuatan yang mendorongnya, seperti kehilangan semua energi spiritual yang memberinya kekuatan.Kawat Qi tersembunyi Kael meluncur dengan sangat cepat, tetapi berhenti mendadak tepat di depan Rong Tian. Seolah menabrak dinding i

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Arus Menuju Kota Ashgar

    Kemudian, Liu An tiba-tiba menahan napas. Matanya melebar menatap ke bawah dengan tatapan yang sangat terkejut."Kapten," katanya dengan suara yang hampir berbisik karena tidak percaya. "Lihat itu."Gu Han menoleh cepat, mengikuti arah pandangan Liu An. Matanya langsung menyipit melihat pemandangan

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Zaman Berpihak

    Murid-murid Biarawati Thunder yang melihat dari jarak aman di belakang dengan tubuh gemetar menelan ludah dengan sangat susah payah. Tenggorokan mereka terasa kering dan sesak melihat kekuatan guru mereka yang begitu mengerikan."Guru semakin kuat dengan cara yang sangat menakutkan," bisik salah sa

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status