Share

Bab 30

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-05-13 12:54:57
30

Zianka melengos, seusai melihat video resepsi ngunduh mantu Dimas dan Zhou Yiran pada akhir pekan kemarin, yang diunggah Lazuardi di grup proyek yang mereka tangani bersama. Zianka beralih menggulirkan jemari untuk mengetikkan pesan, yang dikirimkannya pada Yusril dan mamanya.

Pengumuman dari petugas bandara membuat Zianka segera memasukkan ponsel ke baugette bag hitam. Perempuan bersetelan salem itu berdiri dan menarik kopernya, lalu melenggang untuk bergabung dengan para penumpang lainnya.
Olivia Yoyet

Mantap, Gwenyth. Skak mat!

| 1
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mispri Yani
Cakeeeeep banget Gwen Yusril sama Zianka tuh sama" gede gengsi dan egois
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 30

    30Zianka melengos, seusai melihat video resepsi ngunduh mantu Dimas dan Zhou Yiran pada akhir pekan kemarin, yang diunggah Lazuardi di grup proyek yang mereka tangani bersama. Zianka beralih menggulirkan jemari untuk mengetikkan pesan, yang dikirimkannya pada Yusril dan mamanya. Pengumuman dari petugas bandara membuat Zianka segera memasukkan ponsel ke baugette bag hitam. Perempuan bersetelan salem itu berdiri dan menarik kopernya, lalu melenggang untuk bergabung dengan para penumpang lainnya. Reni Irhana, asisten Zianka, menyusul bosnya sembari menyeret koper kecil. Reni mendengarkan ucapan Zianka, lalu dia mengangguk patuh. Keduanya melangkah melintasi koridor panjang, hingga memasuki lorong yang menghubungkan gerbang bandara dengan pintu pesawat.Sekian menit berlalu, kedua perempuan tersebut telah duduk berdampingan di deretan kursi sisi kiri. Zianka menengadah ketika dipanggil seseorang. "Maaf, kursi saya di dekat jendela," tutur pria berkemeja marun, sambil menunjuk tempat ya

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 29

    29Zhou Yiran menyalami keluarga besar Bajradaka, yang berkumpul di kediaman Darmawan guna menyambutnya, sang menantu pertama. Kendatipun bahasa Indonesianya belum lancar, tetapi Zhou Yiran sudah memahami kalimat panjang yang diucapkan lawan bicara. Namun, ketika berbincang dengan kedua orang tua Darmawan, Zhou Yiran terlihat bingung, karena tidak memahami bahasa Jawa yang digunakan kedua sesepuh tersebut."Eyang, Cici Yiran orang China. Dia nggak paham bahasa Jawa," ujar Depika, yang mendampingi Kakak iparnya di sofa dua dudukan. Walaupun usianya lebih tua setahun, tetapi Depika tetap menyematkan panggilan Cici untuk menghormati Zhou Yiran. "Oalah. Maaf, Eyang lupa," sahut Handayani. "Tidak apa-apa, Eyang," tutur Zhou Yiran. "Nduk, kamu aslinya dari kota mana?" tanya Jasman Bajradaka. "Guangzhou," terang Zhou Yiran. Jasman mengangguk paham. "Eyang belum pernah ke sana, tapi Eyang pernah nyampe ke Hong Kong. Dulu sekali. Waktu ikut teman Eyang kerja." "Eyang kerja apa di Hong K

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 28

    28"Pagi, Sayang," sapa Dimas, sembari memandangi istrinya yang baru bangun. "Mau sarapan, atau mandi dulu?" tanyanya. "Ehm, aku mau mandi," balas Zhou Yiran dengan suara serak."Oke. Nanti kubawakan sarapannya ke sini." Dimas tertegun ketika Zhou Yiran tampak kepayahan untuk bangkit. Dia mengulurkan kedua tangan guna membantu perempuan tersebut hingga bisa duduk dan berdiri."Aduh! Nggak bisa jalan," rengek Zhou Yiran. Dimas akhirnya menggendong sang istri dan jalan ke toilet. Dia menurunkan kaki Zhou Yiran ke lantai dan memegangi perempuan tersebut, supaya bisa berpindah duduk ke kloset. "Keluar, Bang," ucap Zhou Yiran. "Aku juga mau mandi," kilah Dimas, sebelum melepaskan kaus dan melemparkan benda itu ke luar pintu. Zhou Yiran meringis. "Aku mau pup." "Ehm, habis itu, panggil aku. Kita mandi bareng." Zhou Yiran tidak menyahut dan hanya mengangguk. Dia menunggu Dimas keluar sambil menutup pintu. Lalu Zhou Yiran mulai bersemedi dengan serius."Ran, kokomu nelepon. Boleh aku a

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 27

    27Waktu sudah mendekati tengah malam. Namun, Dimas masih terjaga. Dia kesulitan untuk tidur, karena menyadari ada perempuan di sebelah kanannya.Kemarin malam, Dimas benar-benar lelah dan langsung terlelap setelah merebahkan diri ke kasur. Dia dan Zhou Yiran sama-sama tidur nyenyak, hingga tidak ada yang terbangun untuk salat Subuh. Akan tetapi, malam kedua itu berbeda. Aroma harum dari tubuh Zhou Yiran menyebabkan Dimas gelisah. Dia tidak berani berbalik, karena khawatir akan memaksakan kehendak pada Zhou Yiran. Dimas memahami bila perempuan di sebelahnya pasti masih canggung padanya. Meskipun sejak kemarin Dimas sudah berusaha mengakrabkan diri, sekaligus membiasakan Zhou Yiran akan kehadirannya. Pria berkaus biru itu membuka mata ketika Zhou Yiran bangkit dan jalan ke toilet. Dimas teringat cerita Wirya, yang akan memanjakan istrinya bila hendak bertamu. Zhou Yiran keluar dari toilet. Dia berhenti di dekat kasur, karena baru menyadari bila Dimas telah menghilang. Zhou Yiran rag

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 26

    26Sepasang manusia jalan menyusuri pantai sambil berpegangan tangan. Mereka membiarkan air laut menyapu kaki, yang sandalnya telah dilepas sejak tadi. Tiba di ujung kanan, Dimas memasang tripod di pasir. Lalu mengaktifkan kamera resolusi tinggi miliknya. Dimas mengatur timer, kemudian mendekati Zhou Yiran dan mengajak perempuan itu berpose. Belasan gaya mereka lakukan sembari memasang senyuman lebar. Dimas nyaris terjatuh sebelum ditarik Zhou Yiran agar bisa berdiri tegak. Dimas kembali ke dekat kamera guna mengulang memasang timer. Kemudian dia menyambangi sang istri dan menggendong Zhou Yiran yang spontan memekik. Dimas berputar dua kali dengan diiringi tawa istrinya. Lalu Dimas menurunkan Zhou Yiran dan memeluk perempuan tersebut sesaat, sebelum mengurai dekapan dan menciumi dahi Zhou Yiran. Baik Dimas maupun Zhou Yiran tidak menyadari, bila tingkah mereka direkam Luthfiandi dan Zulfan. Kedua ajudan junior itu kompak berseru, ketika Dimas mencuri kecupan di bibir istrinya, yang

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 25

    25Yacht kecil melaju kencang di lautan. Deburan ombak diterjang, meskipun itu menyebabkan tubuh seluruh penumpangnya terguncang.Zhou Yiran meringkuk di sofa panjang di kabin bawah. Dia mengalami mabuk laut dan sudah muntah dua kali. Zhou Yiran telah mengonsumsi obat pereda mabuk laut, tetapi sepertinya obat itu tidak berpengaruh ke tubuhnya. Dimas memasuki kabin guna mengecek kondisi Zhou Yiran. Dia mengingat-ingat untuk tidak mengajak sang istri ke tempat wisata yang melewati laut, karena perempuan itu ternyata tidak bisa menikmati perjalanan tersebut.Zhou Yiran bangkit dan jalan cepat ke toilet. Dia kembali mengeluarkan isi perut yang hanya tinggal air. Zhou Yiran menyirami kloset dengan tangan gemetaran. Dia kaget ketika selang shower diambil alih Dimas, yang ternyata turut memasuki bilik basah. Zhou Yiran berpindah ke depan wastafel. Dia mencuci wajah dan leher, lalu berkumur-kumur. Zhou Yiran kaget kala Dimas membantunya mengeringkan wajah dengan handuk kecil. Kemudian pria i

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status