ログイン“Loh, kenapa, Kak?” tanya Miranda dengan wajah kecewa.“Siapa yang jaga kamu? Kalo kamu ada apa-apa gimana? Contohnya laki-laki kurang ajar tadi, kalo aku ga ada, entah apa yang udah kalian lakukan,” jawab Aris dengan tegas.“Kak, aku bukan level dia. Lagian aku ga ada hubungan apa-apa, masih tau diri dn takut juga bakal kayak Bayu,” lontar Miranda.Aris menarik napas, dia memang keras kepala dan sangat protektif kepada adik semata wayangnya itu.Belajar dari masa lalu, Aris tidak lagi mengamuk dan memaksakan kehendaknya. Terlebih adiknya saat ini sedang dalam proses bercerai dan mulai bekerja, jika dia memaksakan kehendak, kemungkinan Miranda akan bersedih.“Dek, aku begini demi kebaikan kamu. Kamu bilang mau kuliah, ya udah kamu di sini aja. Berkarir yang bener, jangan mau jadi mainan laki-laki kaya. Memangnya kamu sudah dapat tempat usahanya?” tanya Aris.“Beneran aku diijinkan di sini? Kakak ga marah, kan?”“Aku belum punya uang beli toko, Kak. Rencana aku mau incar yang take ove
“Kak Aris …,” ucap Mira lirih.Sambungan telepon terputus, Miranda terpaku sesaat lalu segera mengirimkan alamatnya saat ini.Miranda segera merapikan penampilannya, juga membereskan kosnya dengan gugup. Rasa rindu begitu mendalam terhadap satu–satunya saudara kandungnya, membuatnya tidak tahu akan berbuat apa karena rasa bahagia.Suara pintu diketuk terdengar, Miranda segera berlari menuju pintu dengan perasaan campur aduk. Begitu pintu terbuka, tubuhnya bak batang kayu kering, diam tidak bergerak. “Apa kabarmu, Dek? Boleh masuk?” tanya Aris dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.Miranda menggeser tubuhnya, membiarkan pintu terbuka. Aris masuk dan melihat sekeliling, menahan air matanya agar tidak jatuh.“Kakak!” seru Miranda lalu memeluk Aris.Tangis pun pecah, Aris tidak kuasa lagi membendung air matanya. Memeluk adiknya erat sambil berulang kali meminta maaf.“Mira, ngapain kalian? Lepaskan dia, dasar brengsek!” seru Rolan.Rolan menarik paksa Aris dari pelukan Miranda dan
“Kayaknya aku mending langsung beli rumah, hidup sederhana aja dulu sambil mikir usaha apa yang cocok buat aku,” gumam Miranda.Uang yang dimiliki Miranda saat ini kurang dari 350 juta, karena sudah dipakai untuk bayar sewa. Wanita itu berpikir keras, usaha apa yang dia lakukan? Miranda kemudian berselancar di sosial media, mencari usaha apa yang bisa jangka panjang. Tanpa sengaja, sebuah postingan viral lewat berandanya. Tampak Stella memamerkan sebuah cincin berlian yang dia lihat di kamar Rolan tempo hari, hatinya kembali terluka. Kemudian ada unggahan video Rolan sedang menatap mesra Stella, merapikan rambutnya dan menyeka sudut bibir.[Cinta abadi itu tidak terkikis oleh waktu,] tulis Stella sebagai keterangan unggahannya.Miranda tersenyum pahit meski hatinya penuh luka, dia tahu betul makna keterangan pada unggahan itu.Stella ingin memberitahu, bahwa Rolan adalah miliknya dan hanya dirinya yang bertahta di hati pria kaya raya itu.Miranda mengubur lukanya, lalu kembali bersel
“Tuan Rolan, dilihat dari cara Anda, apakah Anda memang memiliki hubungan dengan Ibu Miranda?”“Tuan, apa tuduhan itu sebagian benar? Bahwa Anda merebut Ibu Miranda?”“Apakah Ibu Miranda naik status karena Anda?” Banyak rentetan pertanyaan yang tertuju kepada Rolan dan Miranda, beberapa ada yang memuji Miradas dan bertanya apa harapan Miranda ke depannya.Rolan memberi kode agar pertanyan berhenti, dan memasang wajah serius. Seketika menjadi hening, hanya terdengar suara jepretan blitz kamera saja.“Saya melihat perjuangan ibu saya di masa lalu, kagum akan keteguhan hatinya dan memberi dukungan kepada Miranda. Dia ini penerima bea siswa sebagai karyawan berbakat, seorang pengusaha harus mempertahankan karyawan yang berbakat agar bisa maju bersama,” urai Rolan serius.Wajah Miranda seketika berubah, tetapi dia seger sadar diri dan mengulas senyum meski kecewa dengan ucapan Rolan..‘Haih Miranda, kubilang juga apa? Kami geer kalo Tuan Rolan suka, ga setara, cuma karyawan yang bisa diti
Bayu membalas pesan Miranda, tetapi tidak terkirim karena dirinya sudah diblokir.“Perempuan sial, banyak tingkah!” seru Bayu kesal sambil membanting ponselnya ke ranjang.Perut Bayu berbunyi, pertanda lambungnya kosong sejak kemarin malam. Bayu dengan sangat terpaksa, memakai jaket bertudung hitam, menarik kainnya serendah mungkin untuk menutupi wajahnya yang kini kusut dan kusam.Dia melangkah keluar dari pagar kos eksklusifnya, berniat membeli sekotak nasi di warung makan yang terletak di ujung gang. Namun, baru beberapa meter dia berjalan, sekelompok ibu-ibu yang sedang berkumpul di depan tukang sayur keliling mendadak menghentikan obrolan mereka dan menatap tajam ke arah Bayu.“Eh, lihat deh, itu kan si Lelaki Parasit yang viral di internet!” teriak salah seorang ibu dengan suara melengking sambil menunjuk wajah Bayu dengan ikat kangkung di tangannya.“Ih, benar! Kok bis ya ada laki-laki gak tau malu ya, sudah meras istri sampai jadi buruh cuci, sekarang masih berani keluyuran di
“Tunggu sampai berita itu mencapai puncak, baru kita kasih klarifikasi dengan bukti kuat,” kata Rolan.“Bukti kuat? Apa bukti persidangan kemarin? tanya Miranda lagi.“Sebagian ya, sebagian liat aja nanti,” sahut Rolan santai.“Semua bukti jam berapa dirilis, Tuan?” tanya direktur humas.Rolan mengatakan akan memberi kabar kapan waktu untuk merilis bukti tersebut, keesokan harinya, tepat pada pukul sepuluh pagi, saat video fitnah yang disebarkan oleh Erna berada di puncak tren media sosial, akun resmi Rolan & Partners merilis sebuah video klarifikasi berdurasi beberapa menit.Berbeda dengan video keluarga Bayu yang dipenuhi air mata buatan dan latar musik yang mendayu-dayu, video dari kantor hukum papan atas ini dikemas dengan sangat rapi, tegas, dan mengedepankan fakta serta data hukum yang nyata.Di awal video, juru bicara firma hukum tersebut langsung menampilkan salinan mutasi rekening bank milik Miranda selama lima tahun berturut-turut, memperlihatkan ke mana setiap sen uang hasi







