Home / Romansa / Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan / DDKP 4: Parasit Bernama Mia

Share

DDKP 4: Parasit Bernama Mia

Author: Foverflows
last update publish date: 2026-06-10 05:06:45

***

“Apakah kalian tidak bisa lebih dekat lagi?” Lama-lama David kesal sendiri melihat hasil foto Savana dan Leon. Mereka benar-benar menjaga jarak untuk satu sama lain. Ini jauh dari kata foto prewedding.  

“Semua orang akan langsung sadar kalau kalian hanya pura-pura.” Komentar David sembari memijit dahinya.

Tck!

Leon berdecak tak suka. Suara David dan photographer sejak tadi bergantian memberi arahan. Membuat Leon benar-benar muak. “Sial! Kenapa aku harus melakukan ini?” kesalnya.

“Dan kamu, jangan pura-pura tak suka bersentuhan denganku. Cepat kemari!” ujarnya kepada Savana.

Savana menggerutu sebal. Dia memang tak suka terlalu dekat dengan Leon. Setiap kali melihat pria itu membuat Savana kembali teringat kakeknya. Savana tentu tak lupa pada apa yang David katakan, bahwa kakek mereka mati karena pengkhianat Smith, kakek Leon.

“Cepat ke sini!” Tanpa peduli pada ekspresi wajah Savana yang menatap jijik padanya, Leon menarik paksa hingga Savana berada dalam dekapannya.

“Sial!” pekik Savana. Dia hampir saja melayangkan tamparan ke wajah Leon andai tak melihat tatapan tajam kakaknya.

Dengan gerakan anggun, tangan yang sempat terangkat Savana pindahkan pelan ke atas dada Leon. “Baiklah,” katanya. Lagi-lagi wajahnya berubah lembut. Senyum tipis muncul di antara sudut bibir gadis itu, membuat Leon bertanya-tanya sebanyak apa kepribadian Savana.

“Benar seperti itu!” ujar photographer saat Leon dan Savana melakukan pose yang benar layaknya pasangan yang saling jatuh cinta. Pasangan yang bahagia karena akan menjadi pengantin pria dan wanita.

Savana sedang menatap Leon dengan tatapan lembutnya. Sementara Leon tersenyum tipis sembari membalas tatapan Savana. Kini David yakin siapapun tak akan meragukan hubungan mereka.

“Tunggu sebentar!” ujar photographer bernama Jonathan itu. Dia buru-buru menghampiri pasangan kontrak tersebut. Memintak izin untuk memindahkan tangan Savana agar berada di belakang leher Leon.

Sementara tangan Leon berpindah ke pinggang Savana. “Dipeluk tuan,” ucap Jonathan. “Anggap dia benar-benar wanita yang Anda cintai.”

Sebenarnya bukan hal yang sulit bagi Leon melakukan apa yang Jontathan arahkan sejak tadi, namun karena yang jadi pengantinnya adalah Savana yang kesan pertamanya sudah sangat rusak di matanya, membuat Leon kesulitan menerima arahan.

Namun, demi kepentingannya sendiri, Leon tak akan menunda lagi. Dia akan menahan diri untuk tidak memulai keributan dengan wanita menyebalkan ini.

“Nona Savana Anda adalah aktris yang luar biasa. Tak mungkin sulit melakukan arahan saya, bukan?” Jonathan menyindir Savana terlalu terang-terangan.

Savana mendengus. Namun, tak urung dia melakukan apa yang Jon arahkan. Sesuai yang semua orang kenal, Savana pandai bermain peran. Dia dengan mudah menetralisir perasaannya agar tenang di depan Leon demi berakhir suksesnya sesi potret mereka.

“Okay! Ini bagus. Jangan bergerak lagi.” Jon dengan cepat kembali ke kameranya. Ia berdecak kagum melihat visual Savana dan Leon. Mereka benar-benar serasi. Savana cantik, sementara Leon luar biasa.

***

Sesi potret itu selesai. Walaupun lebih lama dari yang Savana kira, tapi dia merasa lega. Media hampir melupakan skandalnya sejak berita pernikahannya dengan Leon terbit. Ditambah foto-foto prewednya mulai bertebaran di media, semakin hilang berita soal dia yang menjadi selingkuhan Ava.

Khalayak kini menganggap kejadian malam itu hanya kebutuhan acting saja. Sesuai dengan rencana Leon.

Mia datang ke agency sehari kemudian. Wanita itu tak kalah cantik dari Savana. Namun, Leon tahu seperti apa kelicikannya.

“Leon aku sudah sangat lama menantikan pertemuan ini,” ucap Mia jujur. Dia tak segan menyentuh dada Leon. Mengusapnya penuh rayuan. Dia tak pernah berbohong tentang perasaannya, tapi Leon tak pernah menganggapnya ada. Padahal mereka telah lama saling mengenal. Walaupun, selama ini Mia selalu berada di belakang Clara.

Leon hanya diam. Bukan menikmati sentuhan Mia, tetapi menunggu waktu yang tepat untuk menepisnya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Namun waktu yang Leon harapkan tidak pernah datang karena pintu yang tiba-tiba terbuka dan menampakan sosok Savana merenggut semuanya. Pekikan Savana mewakili amarahnya walau Leon tahu itu hanya pura-pura.

Savana masuk, lalu tanpa basa-basi dia mendorong Mia hingga Mia menjauh dari Leon. “Siapa kau? Berani sekali menyentuh suamiku.” tanyanya.

Mia mendengus sebal. Meremehkan. “Perkenalkan, aku wanita yang sangat dekat dengan Leon sejak lama. Kau jalang yang menjadi istri barunya?” Suaranya seangkuh wajahnya saat memperkenalkan diri kepada Savana.

Pertanyaan Mia memancing emosi Savana. “Kau!” ujarnya sembari menunjuk wanita itu. Baru saja Dia ingin mengeluarkan cakarannya, tetapi Leon dengan cepat menariknya. Leon mendekap lembut Savana.

“Sayang sudahlah, dia bukan siapa-siapa. Dia hanya parasite yang tidak tahu malu.”

Mendengar itu membuat Savana tertawa, sementara Mia mengepalkan tangannya. Leon selalu saja bersikap jahat kepadanya, padahal selama ini hatinya hanya untuk pria itu.

To be continued.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 48: Dyana David

    ***“A-apa maksudmu?” tanya Dyana gugup. Meskipun dia paham apa yang David inginkan, tapi dirinya pun harus mencari tahu lebih dalam.David berdecak kesal. Tanpa menjawab pertanyaan Dyana, David menarik Dyana dalam sekali hentakan. Terang saja hal itu membuat Dyana terkejut.“Apa yang kau lakukan?” pekiknya.“Kau terlalu banyak berpikir. Aku yakin kau menyukaiku!” ujar David percaya diri, tapi dia tak salah juga karena Dyana memang menyukainya.“Lepaskan aku! Kau …”“Diamlah jika tak ingin kucium!”“Apa?!”Sesungguhnya Dyana ingin sekali David melakukan itu padanya, tapi dia terlalu gengsi untuk berharap. Dyana memilih mematung agar David tak melaksanakan ancamannya.“Kau bisa diam juga ternyata,” kekeh David sedikit melonggarkan pelukannya. Pria itu menatap lekat wajah Dyana. “Ternyata kau cukup cantik,” pujinya seakan tersadarkan akan pesona manager adiknya itu.Dyana salah tingkah. Dia tak berani membalas tatapan David. Khawatir tiba-tiba dirinya menerkam bibir pria itu.“Dyana, ka

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 47: Tamu Undangan Dari Savana

    ***“Dasar mesum! Kau tak tahu tempat!” ujar Savana sembari merapikan rambutnya.Hukuman yang Leon maksud nyatanya tak sesederhana yang Savana pikirkan. Suaminya itu tak peduli di mana mereka sedang berada. “Kau tetap membuka celanaku, padahal kita sedang di basemant,” deliknya.Leon terkekeh. “Jangan salahkan aku. Kau yang selalu membuatku tergoda untuk melakukannya,” balasnya terlampau tenang.Tck!Savana benar-benar malu. Namun, dia juga menikmati setiap perlakuan yang Leon berikan kepadanya tadi.“Ayo pulang. Aku mulai merasa tidak nyaman,” protesnya.Leon mengacak rambutnya, membuat wanita itu kembali mendelikkan mata. “Aku baru saja merapikan rambutku, Leon!” ujarnya.Leon memilih acuh. Dia menghidupkan mesin mobil mewahnya, lalu menekan pedal gasnya. Kendaraan roda Empat itu pun bergerak perlahan. Meninggalkan parkiran apartemen. Selisih lima menit tamu yang Savana undang tiba dengan menaiki driver online yang Savana pesankan.Dyana, dia yang Savana maksud. Wanita itu menggerut

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 46: Akhirnya Lega

    ***David mengalihkan perhatiannya pada Savana. Kepalanya menggeleng untuk menjawab kekhawatiran adik semata wayangnya.“Aku terguncang, tapi aku tidak akan tinggal diam. Hans benar-benar telah mempermainkan kita!” ujarnya dengan tangan yang semakin kencang terkepal.“Tenanglah, David. Kita harus mengumpulkan bukti yang kuat untuk menjebloskan pria tua itu ke dalam penjara. Aku tak sudi dia berkeliaran di dunia ini tanpa rasa bersalah!” Leon membalas tajam, seolah dapat membaca isi pikiran David saat ini.Benar, tadinya David akan menemui Hans lalu menghajarnya. Memaksa pria tua itu mengakui perbuatannya.Jika Leon tak menyadarkannya, mereka pasti telah kehilangan kesempatan untuk membuat Hans membayar mahal perbuatannya.“Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi tolong jangan gegabah. Aku sedang mencari bukti untuk membuat Hans dan Clara tak bisa mengelak lagi.”“Kau juga belum menemukan asal peluru yang menembus kulit kakek Jordan hari itu, kan?” tanya Leon.David mengiyakan meskipun da

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 45: Semakin Terungkap

    ***“Apa maksudmu?” tanya Leon dengan rahang yang mengeras.Savana mulai khawatir. Dia kembali menggenggam tangan Leon. Wajahnya tampak sedih. “Sayang itu semua hanya salah paham, aku yakin,” ucapnya.“Mana mungkin salah paham, Savana? Aku dengar sendiri kalau kematian Benjamin berkaitan denganku,” sahut David cepat. Nadanya mulai gelisah, tak seangkuh tadi.Membuat Leon semakin penasaran. Namun, ada yang harus dirinya lakukan terlebih dahulu sebelum bertanya lebih lanjut tentang masalah ini.“Jangan khawatir, aku akan membuka apapun yang pernah menjadi rahasia di masa lalu kakek kita. Aku tidak akan menelan mentah-mentah informasi yang aku terima. Tenanglah, Sayang,” ucapnya karena sadar Savana sednag mengkhawatirkan kepercayaannya.Savana akhirnya dapat menghembuskan napasnya dengan lega. Dia mengangguk sambil terus mengeratkan genggaman tangannya pada Leon.“Ayo aku antar kau beristirahat di kamarmu,”“Aku tidak mau, aku ingin tetap berada di sini, Leon.” Savana menolak saat Leon m

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 44: Pengakuan

    ***Tak lekang David memandang Leon dengan tatapan tajamnya. Terlihat jelas pria itu teramat tidak menyukai keturunan Smith tersebut. Dia juga melirik Savana yang secara terang-terangan lebih membela Leon. Adiknya itu bahkan telah berpindah tempat duduk di samping Leon.“Katakan!” ujarnya terdengar malas.Savana ingin protes melihat cara kakaknya berbicara dengan Leon. Namun, dengan cepat Leon menghentikannya. Kepala pria itu menggeleng, sementara bibirnya tersenyum lembut.“Tenang dan dengarkan saja aku dan kakakmu bicara, Sayang,” ucapnya.Savana menghela napasnya, namun dia mengiyakan dengan anggukkan kepala. Melihat itu membuat David mendengus kesal. Dia tak suka adiknya menjadi penurut di depan Leon.“Bolehkah aku memanggilmu kakak ipar?” tanya Leon setelah perhatiannya terfokus pada David.“Kau tak pantas!” jawab David, yang lagi-lagi membuat Savana ingin mengeluarkan sumpah serapahnya. Akan tetapi, wanita itu ingat janjinya pada Leon. Dia hanya akan menjadi pendengar yang baik h

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 43: Kebohongan atau Kejujuran

    ***“Apa kau mendengarku, Savana?” Suara David yang jauh berbeda dari bisanya membuat Savana paham betapa marahnya sang kakak saat ini.Savana tak berani menolak. Namun, Leon tak bisa menahan kekesalannya lagi. Pria itu mengabaikan permohonan Savana yang memintanya agar tetap diam.“Kau tak bisa membawanya pergi begitu saja, David.”Sejenak Savana memejamkan matanya. Ego seorang pria yang terluka memang tidak bisa dikendalikan. Lihat saja sekarang, Leon telah kehilangan kesabaran.“Aku bisa!” David membalas, keras dan terdengar tidak bersahabat.“Dia istriku!” balas Leon.David mendengus. “Kau mungkin baru kemarin mengetahui ikatan yang sebenarnya di antara kami berdua, tapi seumur hidupnya Savana adalah adik kandungku. Aku lebih berhak darimu!” ujarnya.Tentu saja Leon semakin kesal mendengar itu. “Tapi dia mencintaiku. Jangan memaksanya ikut denganmu,” ucapnya tak ingin kalah.“Kau pikir darah lebih kental dari ikatan semua istri kontrak kalian berdua?”“Kami sudah merobek kontrak i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status