แชร์

DDKP 3: Marriage!

ผู้เขียน: Foverflows
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-10 05:05:49

***

“Kenapa kita tidak bergegas mendaftarkan pernikahan kalian sekarang? Apakah kalian berdua batal menikah?” Lagi, David berusaha memisahkan Leon dan Savana yang saling melirik tajam.

Leon mendengus kesal. Pria itu mengalihkan perhatiannya kepada David. “Ayo lakukan sekarang!” ujarnya. Lalu melangkah pergi lebih dulu.

Sebelum menyusul Leon, kembali David memberi Savana peringatan agar tak macam-macam.

Tak butuh waktu yang lama, bukti pernikahan sudah berada di tangan Leon dan Savana. Buku bersampul merah itu mencatat tanggal yang seharusnya sakral untuk pasangan yang di mabuk cinta. Namun, dijadikan tanggal dimulainya kontrak pernikahan oleh mereka berdua.

“David, kau harus merekayasa waktu pernikahan kami. Jangan sampai orang lain menyadari kalau pernikahan ini hanya untuk menutup skandal dia.” Perintah Leon adalah keharusan bagi David. Tenang saja ia lihai urusan ini.

“Baik bos, semua akan disesuaikan dengan keinginan Anda.”

“Jadikan semua orang percaya kalau aku dan dia sudah lama menikah. Pernikahan terpaksa dirahasiakan atas keinginannya!” ujar Leon sembari melirik malas ke arah Savana.

Savana menunjuk dirinya sendiri. “Aku? Kenapa bukan kau?” Dia terlihat tidak terima.

“Nona Savana sebaiknya Anda diam.” David tak hanya menegur Savana sebagai aktris yang bermasalah, tetapi juga sebagai adiknya yang keras kepala.

Begitu mendengar suara David, Savana benar-benar menutup mulutnya.

“Jangan lupa tulis cerita bahwa apa yang dia lakukan di club hanya untuk kepentingan ektingnya. Soal dua orang lain yang ikut terlibat, aku yakin kau tahu apa yang harus kau lakukan?” Leon melanjutkan. Dia yakin seratus persen berita tentang pernikahannya akan membungkam seluruh media yang sedang rusuh saat ini.

Leon tersenyum licik. Pernikahannya juga akan membuat seseorang yang memanfaatkan skandal ini akan ikut bungkam. Tck! Bukan dia tak sadar yang membuat berita terus terbit adalah istri muda mendiang kakeknya.

***

Clara tertawa kencang saat membaca berita terbaru dari media tentang Leonan Vadas Smith, cucu tirinya yang sangat disayang mendiang suaminya itu. “Tidak masuk diakal!” ujarnya sembari melempar handphone miliknya hingga hancur berkeping-keping.

“Bagaimana mungkin Leon tiba-tiba saja menikahi wanita itu?” teriaknya tidak percaya. Padahal Clara yakin Dia masih memiliki kesempatan untuk menyingkirkan Leon karena skandal Savana, dan The Blue Agency akan menjadi miliknya seperti yang selama ini dia impikan.

Namun, tiba-tiba saja Leon diberitakan telah lama menikahi artisnya sendiri. Dan, skandal di club malam itu hanya demi kebutuhan acting sang aktris. Ayolah! Ini pasti hanya akal-akalan Leon untuk meredakan skandal itu. Skandal yang asalnya dari Savana.

Sungguh sial! Namun, bukan berarti Clara tak mempunyayi cara lain untuk menghempas Leon.

“Mia sudah saatnya kau bergerak.” Clara berkata dingin kepada anak dari adik kandungnya yang selama ini dia rawat.

Mia menghampiri Clara dengan anggun. Wajah lembutnya hanya sebuah topeng dari kelicikan yang gadis itu miliki. Jika bibinya memiliki rencana merebut the blue agency, maka dia pun mempunyai rencananya sendiri, yang tentu saja tak diketahui oleh Clara.

Mia akan menghancurkannya. Memiliki Leon dan the blue agency untuknya sendiri.

“Baik Bibi, aku akan merayu Leon. Bibi hanya perlu duduk manis menunggu kabar baik dariku.” Mia tersenyum tipis. Penuh rahasia, yang kadang membuat Clara sedikit was-was. Bukan dia tak pernah curiga pada keponakannya itu, tetapi Mia masih dibutuhkan untuk kesuksesan rencananya.

“Kau jangan pernah macam-macam, Mia. Kau tahu betapa kejamnya aku. Mendiang pamanmu saja bisa dengan mudah aku bereskan, mana mungkin kau tidak!” Itu adalah ancaman. Mia tahu dia tak boleh gegabah karena bibinya memang bukan wanita biasa. Dia wanita berdarah dingin yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya. Termasuk menyingkirkan suaminya sendiri.

“Tentu. Aku tak mungkin berani mengkhianati Bibi. Aku tak ingin bernasib sama seperti tua bangka itu.”

Clara tersenyum puas tanpa tahu niat busuk kepoanakannya. “Bagus!” ujarnya.

“Sekarang kau pergilah. Aku yang akan memaksa Leon untuk menjadikanmu salah satu artisnya!”

Mia sudah sejak lama menantikan permainan ini. Dia tak sabar untuk mendekati Leon. Mia percaya pesonanya mampu menaklukan pria dingin yang telah lama dirinya kagumi. Namun, dia harus menutupi keantusiasannya agar sang Bibi tidak curiga.

Sementara di sisi lain, Savana terus saja menggerutu karena dipaksa mengenakan gaun pengantin untuk melakukan sesi prewedding.

“Kenapa kita harus melakukan ini?” tanyanya kepada David dengan ekpresi tak suka.

David mendelik tajam kepadanya. “Diamlah! Turuti saja. Ini demi kepentingan kita bersama!” ujarnya.

Savana memutar bola matanya. Kesal karena harus terjebak bersama pria dingin seperti Leonal Vadas Smith. Impiannya menikah dengan pria romantis dan manis, bukan seperti Leon. Pria dingin yang sekalinya bicara dapat mengeluarkan kata-kata setajam mata pisau.

“Sial!” maki Savana.

“Aku yang sial karena harus menikahi wanita bar-bar sepertimu.”

Leon baru saja masuk ke ruang fitting setelah sempat mengangkat telepon dari nenek tirinya. Tentu untuk memaksanya menerima Mia sebagai aktris baru di agency. Leon tak bisa menolak karena Clara mengancam akan memindahkan makam kakeknya ke tempat yang tidak bisa dirinya jangkau.

Sejujurnya Leon tak menyukai Mia, namun dia tak bisa membiarkan makam kakek hilang begitu saja.

Melupakan sejenak soal Mia, Leon menatap dingin ke arah Savana. Si pembuat onar itu tampak terang-terangan membencinya.

“Kau!” ujar Leon sembari menunjuk Savana. Ingin sekali Leon membuang Savana dari agencynya, namun Savana adalah salah satu aktris yang bisa diandalkan andai skandal itu tak pernah ada. Makanya Leon masih terlalu sayang untuk membuangnya.

Ditambah dengan menikahi Savana, Leon juga bisa membuat Clara ketar-ketir. Kakeknya pernah berpesan, Clara tidak akan bisa memiliki sepeser pun harta peninggalannya ketika Leon menikahi wanita yang dicintainya.

Walaupun Savana bukan wanita yang dia cintai, tapi kehadirannya tentu bisa menggertak Clara. Buktinya, wanita itu tiba-tiba saja mengirimkan Mia kepadanya.

“Nona Savana!” Itu suara David. Penuh peringatan. Savana seketika mengubah ekspresi wajahnya.

“Ah, maafkan aku Pak Leon. Mulai sekarang aku tidak akan membuatmu menderita. Kau lihat ini, apakah gaunnya cantik?” Savana menarik sudut bibirnya.

Leon berdecak kesal. Savana memang cantik, apalagi gaun yang dia kenakan saat ini sangat cocok dengannya, tetapi maaf Leon tidak akan pernah memujinya.

“Lebih baik cepat selesaikan semua ini, David. Aku masih memiliki banyak pekerjaan!” Mengabaikan pertanyaan Savana, Leon bersiap untuk sesi foto ala preweding mereka. Foto ini nantinya akan mereka pajang di rumah sebagai bukti pernikahan kontrak ini. Agar tidak ada yang curiga kalau mereka hanya sekedar pura-pura.

To be continued.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 8: Saling Menggoda

    *** Pupil mata Savana membola saat merasakan sesuatu yang tak seharusnya menempel pada bibirnya. Dia terkejut. Benar-benar terkejut melihat balasan Leon saat dirinya sengaja menggoda pria itu.Sungguh ini semua di luar perkiraan Savana. Dia tak pernah berpikir Leon akan membalasnya dengan sebuah ciuman.Tangan Savana mencoba mendorong Leon saat wanita itu mulai sadar ini salah. Namun, Leon justru mengeratkan pelukannya, semakin menekan bibirnya di atas bibir Savana. Tidak, Leon tidak menggerakan bibirnya, tidak pula memaksa Savana membuka mulutnya. Dia hanya berniat menggoda Savana sebatas ini saja.Savana mencoba sekali lagi, namun gagal. Adegan yang tak terduga itu juga membuat Dyana terkesiap. Dia tak kalah terkejut dengan Savana. Tangannya bahkan saling beratut melihat betapa mengejutkannya seorang Leon.Leon tersenyum sins. Pria itu tak melakukannya tanpa alasan. Dia sengaja sebab sempat melihat asistennya mengepalkan tangan. Leon meyakini David sedang cemburu. Oleh karena itu d

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 7: Balasan Tak Terduga

    ***Kendaraan roda Empat yang Leonal Vadas Smith naiki baru saja tiba di lokasi syuting Lima menit setelah Savana merampungkan make upnya. Sesi pengambilan adegan pertama akan segera dimulai.Leon memang sengaja datang ke lokasi syuting untuk memantau keadaan. Ini jarang terjadi, tetapi karena banyak yang menunggu film terbaru Savana setelah skandal gilanya, membuat Leon harus memastikan sendiri kualitas aktris yang beberapa waktu ini resmi menjadi istrinya.Jika ada yang membuatnya tidak puas, maka kelak bisa menjadi bahan diskusinya dengan Savana. Bahkan dia sudah berencana menuntut hasil syuting terbaik dari gadis bar-bar itu.“Tuan Leon apakah Anda yakin akan mengikuti proses syuting hingga selesai hari ini? Aku dengar shooting akan memakan waktu sampai tengah hari nanti.” tanya David kepada atasannya itu.Leon hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa lagi. Fokusnya kini kepada Savana yang mulai take sebuah adegan.Sudut bibir Leon tertarik tipis saat melihat Savana benar-benar m

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 6: Sedikit Lega

    ***David yang berada tepat di depan pintu ruang kerja Leon menghentikan niatnya yang ingin masuk saat mendengar Savana dan Leon tengah bicara. Pria itu terlihat tenang, namun siapa yang menyangka kalau sebenarnya dia menyimpan dendam.Selembar kertas di atas meja kerja kakeknya hari itu membawa David pada amarahnya terhadap semua keturunan Smith hingga hari ini. Kertas itu berisi ancaman yang akhirnya merenggut nyawa kakeknya.David bahkan benci hanya karena Savana dan Leon terlihat bicara tenang untuk beberapa saat. David tak suka adiknya memberi ruang walau hanya sekejap kepada Leon jika itu bukan di depan umum.Lalu ketika Savana akhirnya keluar dari ruang kerja Leon, pria itu menariknya pergi. Membawanya ke tempat yang cukup tersembunyi untuk mereka bicara.“Jangan sampai kau jatuh cinta pada Leon Smith, Savana. Jika kau lupa, Kakek pergi karena mereka.” Tajam ucapan David begitu sampai di telinga Savana. Wanita itu sempat terkejut untuk beberapa saat, namun dia terlalu mengerti

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 5: Kontrak Pernikahan

    ***“Leon kau keterlaluan.” Mia terlihat marah, tetapi Leon tak peduli. Leon merapatkan tubuhnya kepada Savana.Savana sedikit terkejut, tetapi dia mengikuti permainan Leon. Selain tak suka pada Mia yang menempel pada suami kontraknya, Savana juga tak suka pada sikap arogan wanita itu. “Kau dengar? Kau hanya parasite. Pergi sana!” usirnya.Mia terkekeh sinis. Dia tak akan kalah hanya karena Savana memiliki status sebagai istri Leon. “Kau tidak bisa mengusirku.”“Kenapa? Memangnya kau siapa?”“Leon belum memebritahumu? Aku Mia, aktris kesayangan Leon. Aku juga adalah keponakan dari nenek tiri Leon!” Mia berkata angkuh. Terselip nada bangga juga dari setiap kata yang keluar dari mulutnya.Savana terdiam untuk sesaat, namun beberapa detik kemudian dia menutup mulutnya, membuat gerakan seolah sedang menahan tawanya. “Itu artinya kau adalah bibinya Leon?” Ini bukan pertanyaan melainkan sebuah pernyataan yang sengaja Savana perjelas.Wanita yang bagi Leon adalah bar-bar itu kini tak lagi be

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 4: Parasit Bernama Mia

    ***“Apakah kalian tidak bisa lebih dekat lagi?” Lama-lama David kesal sendiri melihat hasil foto Savana dan Leon. Mereka benar-benar menjaga jarak untuk satu sama lain. Ini jauh dari kata foto prewedding. “Semua orang akan langsung sadar kalau kalian hanya pura-pura.” Komentar David sembari memijit dahinya.Tck!Leon berdecak tak suka. Suara David dan photographer sejak tadi bergantian memberi arahan. Membuat Leon benar-benar muak. “Sial! Kenapa aku harus melakukan ini?” kesalnya.“Dan kamu, jangan pura-pura tak suka bersentuhan denganku. Cepat kemari!” ujarnya kepada Savana.Savana menggerutu sebal. Dia memang tak suka terlalu dekat dengan Leon. Setiap kali melihat pria itu membuat Savana kembali teringat kakeknya. Savana tentu tak lupa pada apa yang David katakan, bahwa kakek mereka mati karena pengkhianat Smith, kakek Leon.“Cepat ke sini!” Tanpa peduli pada ekspresi wajah Savana yang menatap jijik padanya, Leon menarik paksa hingga Savana berada dalam dekapannya.“Sial!” pekik

  • Dendam Dibalik Kontrak Pernikahan   DDKP 3: Marriage!

    ***“Kenapa kita tidak bergegas mendaftarkan pernikahan kalian sekarang? Apakah kalian berdua batal menikah?” Lagi, David berusaha memisahkan Leon dan Savana yang saling melirik tajam.Leon mendengus kesal. Pria itu mengalihkan perhatiannya kepada David. “Ayo lakukan sekarang!” ujarnya. Lalu melangkah pergi lebih dulu.Sebelum menyusul Leon, kembali David memberi Savana peringatan agar tak macam-macam.Tak butuh waktu yang lama, bukti pernikahan sudah berada di tangan Leon dan Savana. Buku bersampul merah itu mencatat tanggal yang seharusnya sakral untuk pasangan yang di mabuk cinta. Namun, dijadikan tanggal dimulainya kontrak pernikahan oleh mereka berdua.“David, kau harus merekayasa waktu pernikahan kami. Jangan sampai orang lain menyadari kalau pernikahan ini hanya untuk menutup skandal dia.” Perintah Leon adalah keharusan bagi David. Tenang saja ia lihai urusan ini.“Baik bos, semua akan disesuaikan dengan keinginan Anda.”“Jadikan semua orang percaya kalau aku dan dia sudah lama

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status