Mag-log inSu Chen, seorang Kaisar Agung yang berhasil duduk di panggung kekuasaan tertinggi di langit. Mengandalkan kekuatannya sendiri yang menentang surga, Su Chen menundukkan semua kekuatan di langit. Jika ada yang mengatakan persahabatan itu abadi, di kasus ini, hal itu tidak terjadi. Bagi Panglima Yu Huang yang telah berjuang bersama Su Chen dari bawah, kekuasaan adalah segalanya. Melihat Su Chen akan menembus batas langit, rasa iri Panglima Huang pada Su Cheng makin besar. Ia berencana membunuh Su Chen dengan tangannya sendiri. “Jika penguasa Nirwana masih mengijinkan aku terlahir kembali. Aku Su Chen bersumpah akan kembali ke Istana Langit dan menghancurkan orang-orang yang mengkhianatiku,” teriak Su Chen dengan suara menggelegar seperti guntur. Perjalanan Sang Penguasa Langit akan Dimulai Kembali dari dunia bawah. Su Chen akan menghadapi berbagai konflik dan perjalanan panjang hingga menjadi penguasa Dunia Fana
view moreSecara perlahan otot-otot Song Quon yang awalnya mengembang mulai normall kembali. Uratnya yang keluar juga mulai mengerut. Kulitnya tidak secerah sebelumnya. Song Quon yang menyadari perubahan tubuhnya berwajah pucat. Aliran energinya jelas mulai mengalami kekacauan. Dia merasakan meridiannya menyempit sehingga menghambat aliran energi dari dantiannya. “Sial! Pantas guru memintaku menggunakan ini hanya dalam situasi hidup dan mati. Efeknya membuat meridianku mengalami penyempitan,” batin Song Quon dengan wajah yang bahkan terlihat mulai menghitam lalu menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Di depannya, Su Chen tersenyum mengejek. “Dasar bodoh! Basis kultivasimu bahkan baru serendah itu namun kamu sudah menggunakan pil perusak seperti itu. Apa tidak ada orang di Sekte Pulau Merah yang memberitahumu?” kata Su Chen dengan wajah mencibir. Song Quon makin muram mendengar perkataan Su Chen. Dia tak menyangka jika anak angkat Klan Lian ini ternyata tahu banyak tentang pil yang digunak
Di dalam arena pertarungan, Song Quon mengusap darah di mulutnya sambil menatap Su Chen penuh kebencian. Dia sudah berguru lebih dari tiga tahun di Sekte Pulau Merah, bisa-bisanya dia pulang ke Kota Naga Biru malah bertemu dengan anak pungut yang mempermalukannya di atas arena bergengsi di Kota Naga Biru. “Kamu kira dengan kemampuanmu yang tak seberapa itu, kamu bisa mengalahkanku? Cih… Jangan harap! Aku adalah murid Sekte Pulau Merah, aku memiliki sumber daya yang tak dimiliki anak miskin sepertimu,” katanya dengan mata memerah. Patriark Lian di atas panggung utama tersenyum mencibir mendengar cibiran Song Quon pada Su Chen. “Patriark Song… Sepertinya cucumu sudah kehabisan cara untuk mengalahkan cucuku makanya dia mencoba mempengaruhinya dengan kata-kata tidak masuk diakal. Sayangnya, cucuku tidak akan terpengaruh dengan provokasi murahan seperti itu,” cibir Patriark Lian. Su Chen sendiri hanya tersenyum mengejek mendengar itu. Hanya murid dari sekte lemah dan berani menyebutnya
Song Quon berusaha menopang tubuhnya untuk bangkit lalu meraih pedang spiritual yang tadi terlepas dari genggamannya. Tatapannya menajam ke arah Su Chen. Dia tidak percaya, lawannya ini bisa mejatuhkannya dan membuatnya mengalami luka dalam dalam satu serangan. “Sial! Kekuatannya benar-benar di luar dari perkiraanku. Dia bisa dengan mudah membaca gerakanku,” batin Murid Sekte Pulau Merah itu. Dia pulang ke Kota Naga Biru sambil membawa kebanggaan sebagai murid salah satu tetua utama sekte. Namun di pertarungan ini, bisa-bisanya di terancam dikalahkan oleh seorang anak pungut. Di sudut berbeda, Su Chen kembali mengepalkan tinjunya. Tatapannya sangat tenang, namun dari caranya memandang Song Quon, sangat mirip dengan binatang spiritual yang bersiap memangsa korbannya. Su Chen bergerak dengan tangan kosong ke arah Song Quon yang sudah bersiap dengan pedangnya. Melihat Su Chen bergerak, pemuda itu ikut bergerak ke depan sambil menyeret pedangnya. Semua orang yang menyaksikan diam menun
Siapapun yang memulai menyerang akan didiskualifikasi dari turnamen ini. Su Chen hanya tersenyum mencibir kemudian duduk dalam kondisi lotus seperti yang dia lakukan sebelum-sebelumnya. Tadi, dia memang sengaja memancing emosi Song Quon. Aksinya ternyata berhasil sebelum digagalkan oleh Patriark Song.Su Chen kemudian menoleh ke Song Quon dan kembali memancing amarah Song Quon. "Kamu beruntung karena masih terus dibawah pengawasan kakekmu. Aku bahkan curiga, tidurpun kamu masih ditemani kakekmu," kata Su Chen kemudian menutup matanya.Song Quon hanya bisa meraung mendengar setiap provokasi dari Su Chen. Dia tidak menyangka, anak angkat Klan Lian ini ternyata memiliki lidah yang tajam."Lihat saja nanti, aku akan mematahkan setiap inci dari tubuhmu. Lidahmu akan kuiris dan kujadikan liontin untuk kalung binatang spiritualku," kata Song Quon dengan wajah bergetar saking marahnya.Sayangnya, Su Chen sama sekali tidak terpengaruh dengan perkataannya. Dia terlihat sangat tenang dengan pos
"Ah... wajahku," teriakan Kong Jinhai kembali memecah keheningan. Dia melepaskan tingkat spiritualnya dan berusaha mengusap wajahnya dengan tangan kirinya. Tangan kanannya sendiri sudah tidak dapat difungsikan.Kong Jinhai merasa wajahnya terbakar setelah ditiup oleh Su Chen. Orang-orang yang melihat
Dua kali perputaran tabung pasir pengukur waktu sudah selesai. Empat peserta yang melaju ke babak berikutnya kembali diminta untuk bersiap-siap.Meskipun di alun-alun kota ini ada dua arena yang awalnya disiapkan oleh kediaman Tuan Kota Naga Biru, saat ini tersisa satu arena yang sudah diperluas diba
Saat Patriark Klan Song meledakkan aura Prajurit Surgawi tingkat enam dari tubuhnya, di kursi lainnya, Pariark Lian juga berdiri dengan melepaskan aura dari basis kultivasi yang sama dengan Patriark Song."Kamu berani, hadapi dulu aku," kata Patriark Lian yang saat ini langsung bergerak menghalau ger
Lian Minghao yang ditemani Lian Xinxin terus berjalan ke arah arena yang digunakan. Saat jaraknya sisa sepelemparan, Lian Minghao berhenti dan mendongak ke pria tua dari kediaman Tuan Kota Naga Biru, yang memimpin pertarungan di babak ini."Ijinkan aku, Lian Minghao dari Klan Lian menyatakan diri mun
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore