Share

14. Rasa Trauma

Raut wajah Elang terlihat lelah menghadapi begitu banyak dokumen yang harus ia periksa. Sebenarnya, pria itu bisa memberikan pada Robin pekerjaan itu. Namun, ia memilih mengerjakannya sendiri dan itu membuatnya sedikit menyesal.

“Kenapa dokumennya belum juga selesai,” keluhnya membanting salah satu dokumen membuat Robin tersenyum kecil. “Menyebalkan sekali,” gerutu Elang menyandarkan tubuhnya di kursi.

“Ingin kubuatkan kopi?” tawar Robin.

Elang yang tengah memijat kepalanya mengangguk. Mungkin secangkir kopi bisa menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Ia merasa butuh sesuatu untuk menyegarkan kembali pikirannya.

“Ervin, apa saja jadwalku hari ini?” tanyanya sambil mengecek jam tangan.

Pria itu segera mengecek iPad milinya, dan melihat jadwal Elang.

“Hari ini ada meeting …”

“Batalkan saja semua meeting,” titah Elang.

“Apa hanya itu s

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Catatan ku
yah tunda lgi efek koin abis ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status