LOGINViviana Loisan anak kedua dari pasangan Count Loisan dan Countess Siany Loisan serta adik dari Liam Loisan. Di ke Kaisaran Doganda para Lady yang berusia 17 tahun akan mengadakan debutante serentak di istana setiap tahunnya, tahun ini Viviana Loisan yang tepat berusia 17 tahun mengikuti debutante pertamanya. Saat acara hampir selesai Kaisar Damianas tiba-tiba berdiri, semua bangsawan yang hadir terdiam melihat Kaisar yang seperti akan mengatakan sesuatu. "Aku ingin menikahi Lady Viviana!" teriak Duke Arhend mengejutkan semua orang termasuk Kaisar. Viviana seketika terduduk lemas.
View MoreDi depan kaca Viviana menatap tidak percaya kalau saat ini dirinya sangat cantik, gaun berwarna biru muda yang senada dengan warna matanya membuatnya semakin terlihat anggun, tidak lupa pelayan memakaikannya perhiasan yang membuatnya seperti berbeda dari biasanya.
"Semua mata pasti akan tertuju pada Nona, walau banyak para Lady yang debutante di istana kami yakin para bangsawan muda pasti akan jatuh hati pada nona," ucap salah satu pelayan Viviana. Viviana hanya tersenyum mendengar perkataan pelayannya, dirinya memang sangat cantik sudah seharusnya banyak yang tertarik padanya pikir Viviana. "Aku akan pergi sekarang, ayah dan ibu sudah menunggu di depan," ucap Viviana yang langsung berdiri dan berjalan pergi. Ayah ibu dan kakaknya sudah menunggu di samping kereta kuda yang siap untuk berangkat, setelah menaiki kereta kuda perjalanan menuju ke istana yang hanya memakan waktu setengah jam tiba dengan sangat cepat. Setibanya di istana Viviana melihat seorang pria berpakaian hitam, mata merah dan rambut hitamnya membuat pria itu terlihat sangat tampan bagi Viviana. "Jangan melirik ke arahnya," ucap Liam kakak Viviana. "Dia adalah Duke utara sang iblis perang," sambung Liam. "Ternyata dia Duke utara yang itu," sahut Viviana yang langsung menundukkan kepalanya dan berjalan mengikuti di belakang orangtuanya. Memasuki aula pesta semua Lady berkumpul sendiri sendiri, Viviana menolehkan kepalanya mencari di mana para Lady lain yang sudah sejak kecil menjadi temannya. "Count Loisan selamat atas debutante Putrimu." Ayah Viviana menggandeng istrinya dan berbisik pada Viviana kalau dirinya akan menyapa para bangsawan lebih dulu, Viviana yang hanya menganggukkan kepalanya melihat kakaknya juga sudah tidak berada di sampingnya karena menghampiri beberapa Lady kenalannya. Setelah mencari Viviana akhirnya menemukan teman temannya, Viviana bergegas menghampiri Lady Sahari Glan Putri Marquis Glan sang ratu sosialita. "Selamat atas debutante mu Lady Viviana, setelah ini aku akan mengundangmu menghadiri perjamuan perjamuan yang biasanya hanya kita bicarakan saat pesta minum teh," ucap Lady Sahari. "Terima kasih aku tidak sabar untuk itu," sahut Viviana. "Lady Viviana dansa nanti siapa yang akan kamu pilih menjadi pasangan dansa?" Tanya Lady lain. "Ahhh benar juga, aku penasaran bangsawan muda mana yang akan memenangkan hati Lady Viviana," ucap Lady Sahari sambil tersenyum menggoda Viviana. "Sebenarnya aku sendiri juga belum mendapatkan pasangan dansa, tapi kalau tidak ada yang menghampiriku aku akan meminta kakakku saja yang berdansa denganku," sahut Viviana malu. "Itu tidak boleh terjadi, tidak mungkin tidak ada yang tidak tertarik padamu coba kamu perhatikan saja sekeliling kita saat ini para bangsawan mudah banyak yang sedang melirik ke arahmu," ucap Lady Sahari setengah berbisik. Viviana yang langsung memperhatikan sekelilingnya baru menyadari kalau saat ini banyak yang sedang memperhatikannya, sangat jelas tatapan para bangsawan muda terlihat tertarik padanya, wajah Viviana memerah menahan malu karena diperhatikan sampai seperti itu oleh para pria. Musik telah di putar pertanda dansa akan segera dimulai, Lady lain yang sebelumnya masih bersama Viviana sudah menuju ke tengah bersama pasangan dansa masing-masing, tepat setelah Viviana sendiri beberapa pria benar-benar menghampirinya dan mengajaknya dan berdansa bersama. "Lady Viviana berdansalah dengan ku," ucap Viscount muda Raye. "Tidak Lady berdansalah dengan ku," sahut Marquis muda Lande. "Jangan mengganggunya, dia akan berdansa dengan ku." Suara Pria dari belakang Viviana mengejutkan semua orang, para pria yang tadinya ingin mengajak Viviana berdansa semua pergi begitu saja, saat melihat siapa yang mengajaknya berdansa tangan Viviana gemetar. "Apa kamu keberatan jika berdansa denganku?" Tanya Duke Arhend sambil mengulurkan tangannya yang besar. Viviana yang ketakutan hanya menggelengkan kepala dan mulai berdansa dengan Duke Arhend, walau dirinya sangat ketakutan Viviana tidak ingin membuat keluarganya terkena masalah jika menyinggung seorang Duke apalagi orang itu adalah Duke Arhend. "Harusnya kamu menolak mereka dengan tegas dan hanya memilih salah satunya saja," ucap Duke Arhend. Viviana tidak menjawab dan terus berdansa hingga selesai, Viviana bahkan tidak berani menatap Duke Arhend dan bergegas pergi selesai berdansa. Melihat Viviana yang sendiri Marquis Muda menghampiri Viviana, kalau bukan karena Duke Arhend dirinya pasti sudah berhasil mendapatkan gadis lugu seperti Viviana. "Izinkan aku berdansa dengan mu Lady Viviana," ucap Marquis muda Lande sambil mengulurkan tangannya. Viviana meraih tangan Marquis muda Lande dan langsung berdansa mengikuti irama musik yang masih dimainkan perasaan cemasnya setelah berdansa dengan Duke Arhend sedikit menghilang, perasaan Viviana saat ini tak menentu dirinya senang bisa berdansa dengan orang lain selain Duke Arhend pria yang terkenal dengan rumornya yang kejam, apalagi orang itu adalah Marquis Muda Lande pria tampan yang sering dibicarakan para Lady saat pesta minum teh. Menatap rambut coklat Marquis muda dan mata hijaunya membuat jantung Viviana berdegup kencang. "Senang, berdansa denganmu Lady Viviana," ucap Marquis muda tepat setelah musik berhenti dan Viviana memberikan penghormatan dengan mengangkat jinjit roknya. "Aku juga," sahut Viviana tersenyum tipis dan langsung pergi menghampiri ayah dan ibunya. "Ayah, ibu," panggil Viviana. "Ibu mengira kamu akan menolaknya karena masih trauma setelah berdansa dengan Duke," ucap ibu Viviana. "Ibu," sahut Viviana meminta ibunya tidak lagi mengungkitnya. Prok prok prok... Suara tepuk tangan dari singgasana Kaisar membuat semua orang yang hadir langsung terdiam, pesta sudah hampir berakhir seharusnya kaisar dan keluarga besar kaisar Damianas sudah pergi lebih dulu meninggalkan tempat perjamuan. "Selamat atas debutante semua para Lady pada hari ini, dan secarah khusus aku ucapkan selamat atas debutante Lady Viviana Loisan." Ucapan selamat dari kaisar mengejutkan semua orang apalagi nama Lady Viviana diucapkan secara terpisah, para bangsawan menebak-nebak dalam hati dan ada yang mengira kalau Lady Viviana akan dijadikan Putri mahkota dan akan menikah dengan putra mahkota Frang. "Untuk ucapan selamat dariku pada lady Viviana aku akan memberikan hadiah istimewa, dia akan menjadi Se... ." Kaisar Damianas tidak melanjutkan perkataannya. Dari belakang seseorang berpakaian hitam berjalan maju ke arah kaisar, matanya yang terlihat menyala membuat bangsawan menjauh dari jalannya. "Yang Mulia aku ingin menikahi Lady Viviana Loisan." "Apa!" Semua orang termasuk Kaisar terkejut mendengar seorang Duke Arhend mengajukan permintaan pernikahan, apalagi dia meminta menikah dengan Lady yang seharusnya menjadi miliknya. "Duke aku berharap kamu tidak keterlaluan dengan perkataanmu," ucap Kaisar Damianas. "Aku hanya ingin menikah dengan Lady Viviana aku tidak merasa keterlaluan dengan itu, atau Yang Mulia ingin aku berbuat sesuatu yang lebih," sahut Duke Arhend membuat Kaisar Damianas terdiam. Duke Arhend terkenal akan melakukan apa saja untuk mendapati keinginannya, jika menolak Duke Arhend pasti akan membuat masalah yang besar di ibukota pikir Kaisar Damianas. "Baiklah, Aku mengizinkanmu menikah dengan lady Viviana Loisan," ucap Kaisar Damianas. "Yang Mulia!" sahut Count Loisan. "Count pikirkan lagi ini adalah perintah ku. Pesta berakhir, semua bubar," ucap Kaisar Damianas membuat ayah Viviana terdiam.Semua yang ada di kediaman Duke Arhend sangat sibuk, para Ksatria berpencar mencari penawar racun untuk menyembuhkan Duke Arhend, bukan hanya mencari penawar beberapa Ksatria bahkan pergi dari wilayah Utara untuk mencari Uskup agung seperti yang disarankan oleh dokter.Saat malam hari Viviana berpura-pura tertidur, tepat setelah beberapa saat pelayannya pergi Viviana diam-diam keluar, sebelumnya Viviana sempat diberitahu oleh pelayannya saat berkeliling kalau kamar Duke Arhend berada dibagian ujung tidak jauh dari kamarnya.Setibanya di depan kamar Duke Viviana melihat ada penjaga yang berjaga, Viviana yang tidak bisa meminta penjaga itu untuk pergi malah meminta izin untuk melihat Duke Arhend sebentar saja."Nyonya," ucap penjaga."Aku ingin melihat bagaimana keadaan Duke," sahut Viviana."Baik nyonya, akan ku buka pintunya," ucap penjaga cepat.Viviana bergegas masuk karena tidak ingin ada yang melihatnya, dari jauh terlihat Duke Arhend yang terbaring masih tidak sadarkan diri.Vivi
Duke Arhend yang memperhatikan dari kejauhan melihat ada yang tidak normal dari para monster, selain bermutasi para monster lebih agresif menyerang satu sama lain.Duke Arhend bergegas menarik pedangnya dan langsung berlari ke arah para monster, dengan mudah Duke Arhend membasmi para monster di depannya, semakin banyak yang dibunuhnya para monster semakin banyak yang berdatangan tanpa henti.Tak tak tak.Puluhan Ksatria yang baru saja tiba membagi tugas, beberapa Ksatria menggiring kuda menjauh dan ksatria lain bergegas menghampiri Duke Arhend yang masih mengayunkan pedangnya menghunus para monster."Tuan," ucap Ksatria Lis."Kalian akhirnya datang, lebih baik berhati-hati mereka tidak mudah dikalahkan dan jumlahnya terus bertambah," sahut Duke Arhend."Tuan yang sudah mengalahkan ratusan monster mengatakan monster tidak mudah dikalahkan, lalu dari mana datangnya para mayat para monster ini," ucap Ksatria Den."Dari pada banyak bicara langsung saja menyerang jangan sampai kamu yang ma
Di tempat baru kehangatan yang di dapat Viviana dari para pelayan dan ksatria yang menghormatinya membuat Viviana terkadang lupa, dirinya yang terpaksa menikah dengan Duke Arhend sampai saat ini belum bertemu lagi, saat mengingat itu Viviana terus tidak habis pikir apa yang dipikirkan Duke Arhend memintanya menikah dengannya kalau hanya untuk menghindarinya, atau sebegitu menyesal kah Duke Arhend menikah dengannya sampai melihatnya saja tidak mau.Haaaaaah."Nyonya, Tuan Taka datang," ucap kepala pelayan Mist tepat setelah melihat Viviana menarik nafas panjang.Kepala pelayan Mist meminta semua pelayan bersikap baik pada Viviana karena tidak ingin Viviana pergi, selama beberapa hari kepala pelayan melihat Viviana yang mengurung diri sendiri membuatnya merasa kasihan, diam diam kepala pelayan Mist mengusulkan sesuatu ke Duke Arhend pria beristri yang sama sekali tidak mempedulikan istrinya."Siapa Tuan Taka?" Tanya Viviana kebingungan."Tuan Duke mengundang Tuan Taka, Tuan desainer baj
Viviana mengikuti pelayan yang berjalan masuk ke dalam, sambil memperhatikan sekelilingnya Viviana berpikir di dalam hati, rumah yang sangat luas bagaimana mungkin tidak memiliki banyak barang di dalamnya. "Nama mu Asa bukan?" tanya Viviana. "Benar Nyonya," sahut pelayan Asa. "Bolehkah aku bertanya pada mu," ucap Viviana. "Tentu saja Nyonya tanyakan apa saja padaku, aku akan menjawabnya dengan sepenuh hati, " sahut pelayan Asa penuh semangat. "Kenapa di dalam tidak terdapat banyak barang?" Tanya Viviana. "Tuan lebih mementingkan penduduk, barang yang menurutnya tidak penting lebih baik tidak di memilikinya, dan uangnya bisa digunakan untuk para penduduk," ucap pelayan Asa. "Jadi maksudmu sebenarnya dulu tempat ini memiliki banyak barang," sahut Viviana. "Benar, bahkan penuh barang barang mewah, tapi setelah Duke Arhend menjadi penerus semua di jual hasilnya digunakan untuk kepentingan penduduk Utara, wilayah Utara hampir setiap tahun musim dingin penduduk membutuhkan m






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.