Baiyin yang mendengar itu,langsung menghentikan serangannya dan mundur menjauh. “Perubahan Naga l! “ Teriak Baiyin. Wuush. Kini tubuh Baiyin berubah pada mode naganya, ia lalu terbang mendekat ke arah Tian Fan yang masih terbang melayang di langit. Roarrr. Raungan baiyin menggema di langit. B
Raja Dewa dengan angkuh berkata kembali, “ Lebih baik kau segera kemari, berikan jiwamu dengan sukarela. Dengan begitu kau tidak akan mengalami kesakitan panjang dan juga….” Raja Dewa menatap semua orang yang ada di dalam kawasan istana emas yang dilindungi array kura-kura langit tersebut. “Kau j
Bab 296. Raja Dewa menatap Tian Fan dengan tatapan penasaran, ia terlihat sangat tidak sabar dengan maksud perkataan Tian Fan tersebut. “Cepat katakan padaku, bagaimana bisa wanita dengan kekuatan Phoenix itu adalah seorang utusan?” tanya Raja Dewa tidak sabaran. Tian Fan menyeringai. Ia pun kem
Raja Dewa menyeringai. Di sisi lain, Tian Fan menyudahi pemikirannya, ia kini kembali menatap raja Dewa dengan dingin. “Jadi kabar apa yang dia berikan padamu?” tanya Baiyin penasaran. “ Perihal batu bertuah dan perkamen yang ia temukan,” jawab Tian Fan. Dengan penasaran lalu Baiyin bertanya kem
Bab 295. Pedang hitam di tangannya ia aliri dengan qi dan juga api hitam abadinya, Tian Fan terbang melesat menyerang ke arah bola hitam raksasa tempat dimana Raja Dewa berada,dengan satu tebasan kuat ia menghantamkan pedangnya pada bola hitam raksasa itu. Booom. Bola hitam raksasa bergetar hebat
“Meski aku tak tahu apa yang harus dilakukan tapi aku tak akan menyerah! “ “Semuanya, lihat! “ seru Tian Fan sambil menunjuk ke arah tanah dimana segel berada. “Meski ia berada di ranah Sang Pencipta atau memiliki tubuh abadi aku tak akan menyerah, di dunia ini semua hal pasti memiliki celah dan