Share

Bab 148

Author: Célia Oliveira
"Aku nggak punya nomor teleponnya." Itha mengakuinya. "Selain itu sejujurnya ... keadaan di sini juga nggak berjalan dengan mulus."

Kesedihan terdengar jelas dalam suaranya.

"Apa maksudmu?" tanya Aura yang mulai khawatir.

"Ibu Samuel benar-benar nggak menyukaiku. Kalau bertemu dengannya, kamu pasti akan terkejut juga. Sejak aku datang, kami belum pernah sekali pun bisa bicara baik-baik. Setiap kali bertemu, suasananya selalu canggung. Dia menilaiku dari penampilan, kewarganegaraan, kelas sosial
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 203

    Setelah kembali ke rumah, Itha dan Samuel sepakat untuk merahasiakan kehamilan itu sampai waktunya tepat. Sayangnya, kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka membuat rahasia itu sulit disembunyikan."Gimana kalau malam ini kita makan di rumah ayahku dan Bi Clara?" tanya Samuel.Sudah dua hari sejak mereka kembali ke Verdan."Boleh."Itha berjalan menuju kamar, sementara Samuel mengikutinya."Apa yang mau kamu lakukan sekarang?" tanya Samuel penasaran."Aku mau membongkar koper. Sejak pulang, barang-barang kita masih berantakan dan harus dibereskan.""Mau kubantu?""Boleh," jawab Itha sambil tertawa. "Kalau sendirian bisa lama karena kebanyakan.""Tenang. Biar aku yang kerjakan semuanya saja. Kamu tinggal memberi tahu barang-barangnya harus diletakkan di mana. Aku nggak mau kamu terlalu lelah.""Jangan bilang begitu. Nanti, aku malah benar-benar memanfaatkanmu.""Silakan. Kamu boleh menyuruhku melakukan apa pun sesukamu ... setidaknya sampai anak kita lahir.""Kamu yakin?""Ya.""Ka

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 202

    "Haleluya! Puji Tuhan!""Samuel!" Itha menoleh ke sekeliling dan mendapati bahwa orang-orang sudah melihat ke arahnya. Mereka semua terkejut melihat Samuel yang begitu heboh."Aku akan jadi ayah!" teriak Samuel lagi."Orang-orang pada melihat kemari!" Itha berusaha menenangkannya. Dia merasa sangat malu karena kehebohan Samuel menarik perhatian banyak orang."Kenapa, Sayang? Aku sudah janji sama Tuhan kalau hal seperti ini benar-benar terjadi, aku akan melakukan ini.""Kapan kamu berjanji seperti itu?" tanya Itha penasaran."Waktu kita dalam perjalanan ke sini.""Tapi, tadi kamu sangat serius .... Kamu sama sekali nggak kelihatan seperti orang yang percaya bahwa hal seperti ini bisa terjadi," balas Itha."Sayang, penampilan bisa menipu. Aku memang kelihatan tenang dari luar, tapi bukan berarti perasaanku juga setenang itu."Itha pun melupakan rasa malunya dan langsung memeluk tunangannya."Samuel, kita bakal punya anak. Seorang anak perempuan," ujar Itha bahagia dengan suara yang mulai

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 201

    Setelah berada di ruang dokter kandungan, Itha dan Samuel menunggu hasil pemeriksaan yang sebelumnya telah diminta oleh dokter."Ada beberapa hal yang bisa membuat tes kehamilan di rumah menunjukkan hasil positif." Dokter itu mulai menjelaskan sambil memegang hasil pemeriksaan di tangannya."Bisa karena cara pemakaiannya kurang tepat, pengaruh obat-obatan, kondisi kesehatan tertentu, dan ...." Sambil berbicara, dokter mengeluarkan hasil pemeriksaan dari dalam amplop. Dia membacanya dalam diam, lalu tiba-tiba berhenti. "Sepertinya pemeriksaan ini perlu diulang.""Kenapa, Dok? Apa ada masalah dengan tunanganku?" tanya Samuel dengan nada khawatir."Hasil pemeriksaan ini juga menunjukkan bahwa Nona Itha positif hamil," jawab dokter yang jelas terlihat terkejut.Samuel langsung terdiam sejenak. Dari ekspresinya, jelas ada begitu banyak pertanyaan yang memenuhi benaknya."Nona Itha, saya akan meminta mereka mengambil sampel darah lagi.""Kenapa nggak langsung USG saja, Dok?" usul Itha. "Biar

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 200

    "Tha ...."Melihat Itha begitu bersemangat, hati Samuel justru terasa berat.Dia hampir yakin hasil itu keliru.Tes kehamilan yang dilakukan sendiri memang tidak selalu 100% akurat. Apalagi sebelum Itha keluar dari rumah sakit, dokter sudah beberapa kali memeriksanya dan menjelaskan kondisinya dengan sangat jelas."Mungkin hasilnya salah," ujar Samuel pelan. "Kenapa kamu sampai melakukan tes itu?""Aku merasa sayang kalau langsung dibuang begitu saja tanpa dipakai," jawab Itha lirih.Nada suaranya terdengar kecewa.Dia tadinya berharap Samuel akan ikut senang.Namun dari raut wajah tunangannya, Itha bisa melihat bahwa hasil tes itu justru membuat Samuel khawatir."Berikan padaku."Samuel mengambil alat tes itu dari tangan Itha, lalu membuangnya ke tempat sampah."Buat apa kita menyimpan ini? Kita sama-sama tahu kenyataannya. Hasilnya pasti keliru. Seharusnya kamu nggak melakukan tes itu, Tha. Sekarang, kamu malah akan makin kecewa kalau ternyata hasilnya memang salah.""Maaf."Itha men

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 19

    Setelah selesai mengunjungi penjara, Itha dan Samuel pergi makan siang bersama Malvin dan Angie. Kedua sahabat mereka itu sangat senang melihat keadaan Itha sudah jauh lebih baik dan perlahan kembali menjalani hidupnya bersama pria yang dicintainya.Makan siang di rumah Malvin dan Angie berlangsung menyenangkan.Mereka sepakat untuk hanya membicarakan hal-hal yang menyenangkan dan tidak lagi mengungkit kenangan buruk yang sudah berlalu.Itha dan Samuel juga meminta pasangan itu menjadi saksi di pernikahan mereka yang akan segera digelar di Verdan.Pernikahan itu akan berlangsung sederhana dan hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat yang mereka sayangi serta telah menemani perjalanan hidup mereka selama ini.Mereka menghabiskan beberapa jam dengan mengobrol santai sebelum akhirnya berpamitan.Dalam perjalanan kembali ke hotel, tiba-tiba Samuel mendapat ide."Kalau kamu belum terlalu lelah, malam ini kita bisa pergi ke Museum Enriz," usul Samuel dengan penuh semangat."Boleh." Itha ters

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 198

    Begitu melihat gerakan tangan Itha di perutnya, Brenda langsung memahami maksudnya.Mulutnya ternganga lebar.Dia tidak percaya.Dadanya terasa nyeri, bahkan rasa kesal di wajahnya sama sekali tidak bisa disembunyikan.Sebelum sempat pulih dari keterkejutannya, Samuel masuk melalui pintu yang baru saja dilewati Itha.Mata Brenda langsung dipenuhi air mata.Dia tahu putranya adalah satu-satunya harapan yang masih dia punya untuk bisa keluar dari tempat itu."Samuel Sayang!" Brenda menempelkan telapak tangannya ke kaca. "Ibu sangat menderita di sini. Tolong ... kasihanilah aku. Aku ini ibumu. Tolong keluarkan Ibu dari sini. Kumohon."Brenda menangis tersedu-sedu seperti anak kecil."Halo, Bu."Tidak ada sedikit pun emosi dalam sapaan Samuel.Tangisan dan permohonan Brenda sama sekali tidak menggoyahkannya."Tampaknya, sekarang kamu akhirnya menanggung akibat dari semua yang sudah kamu lakukan.""Tolong, Nak. Keluarkan Ibu dari sini. Kalau nggak bisa, setidaknya bantu supaya aku bisa menj

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 4

    Saat itu, jantungku membeku, terhenti sejenak. Aku hampir menyaksikan sebuah adegan bunuh diri jika aku tidak bertindak. Naluriku mengambil alih. Aku harus menghentikan pria itu sebelum tragedi terjadi."Pak!" Aku berteriak agar dia bisa mendengar. "Tolong, jangan lakukan itu!"Saat itu juga, kuliha

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 3

    "Aura, Aura!"Aku menoleh ke samping dan melihat temanku, Isya. Dia mengenakan gaun panjang berwarna biru langit, rambut pirangnya terurai, melambai padaku sambil berjalan mendekat."Aku kira kamu tidak jadi datang, Aura!" katanya sambil memelukku."Isya, kamu tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 2

    "Aura, bangun!" teriak Ibu dari ambang pintu kamarku."Ini baru jam lima pagi. Hari ini bukan giliranku keluar," jawabku kaget sambil melirik jam di ponsel."Kamu tidak pergi hari ini. Alisa demam, jadi kamu harus menemaninya. Rendi tidak bisa mengurusnya sendirian saat dia sakit.""Tapi aku sudah b

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 1

    Sudah lewat pukul enam sore ketika ibuku muncul di depan pintu sambil berteriak, "Aura! Aura!"Aku segera bergegas keluar. Di tangannya ada beberapa kantong belanja."Cepat kemari, gadis bodoh! Kamu tidak lihat ini berat, ya?"Ibu seperti biasanya sedang dalam suasana hati yang buruk. Pasti Rendi Sa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status