Share

Bab 9

Author: Soda
Di upacara penghargaan. Akhirnya, tiba saatnya pengumuman.

"Selanjutnya, kami mempersembahkan penghargaan paling bergengsi tahun ini, Penghargaan Emas Pelukis Muda Seluruh Amerila!"

Pembawa acara dengan antusias membuka amplop, sorotan lampu menyapu aula.

Pasangan suami istri Keluarga Viandra dan Selena duduk di depan, menikmati kilatan lampu.

Devan menggenggam tangan Erianna, suaranya berbisik pelan di telinga Erianna, "Ingat, ucapkan terima kasih pada Selena saat naik ke panggung. Apa kamu sudah hapal pidatonya?"

Tetapi ketika pemenang diumumkan, semua orang terdiam.

Suara pembawa acara yang sedang membaca terbata-bata, alisnya berkerut bingung, tetapi ia dengan cepat kembali tersenyum profesional.

"Selena Viandra! Telah memenangkan penghargaan tahun ini untuk karyanya, 'Cahaya Pertama'!"

Tepuk tangan menggelegar, sorak sorai meledak.

Di tengah sorak sorai, ada juga beberapa gumaman sumbang.

"Siapa Selena? Pendatang baru di industri ini?"

"Bukan, bukankah nama senimannya berbeda kali ini?"

Devan menatap Erianna, matanya melebar karena terkejut dan sedikit bingung.

"Apa yang terjadi? Aku jelas-jelas mengatur agar namamu tercantum ... aku sudah menyiapkan semuanya ...." Suaranya terdengar tegang.

Erianna menatap orang tuanya di barisan depan. Mereka dengan bangga mendorong Selena ke atas panggung, wajah mereka tidak menunjukkan keterkejutan.

Jadi, orang tuanya akan melakukan sejauh ini untuk Selena.

Mereka bahkan menghapus nama Erianna dari daftar pemenang dan menggantinya dengan nama Selena.

Selena berjalan ke atas panggung, menerima piala yang berat itu. Air mata menggenang di pelupuk matanya.

"Terima kasih ... lukisan ini dibuat saat aku berjuang melawan penyakit ... setiap goresan adalah cintaku pada kehidupan ...."

Devan menoleh untuk melihat Erianna, sorot matanya panik, kata-katanya kacau. Sedikit rasa sakit bercampur dengan kebingungannya.

"Erianna, pasti ada kesalahpahaman. Aku akan menyelidikinya dan akan memberimu penjelasan ...."

"Nggak perlu diselidiki."

Erianna menarik tangannya dengan cepat dan tegas.

"Apa yang kamu lakukan?" Devan merasakan firasat buruk menusuk kulitnya, jantungnya berdebar kencang.

Erianna mengabaikannya dan langsung berjalan ke atas panggung.

Kerumunan di bawah meledak dalam gumaman.

Selena melihat Erianna, wajahnya pucat pasi. Tangannya yang memegang piala gemetar.

"Ka-kakak, apa kamu di sini untuk memberi selamat kepadaku?"

Erianna berjalan menuju area pajangan.

Lukisan yang seharusnya menjadi miliknya dipajang di bawah sorotan lampu, sangat indah.

Dia mengambil segelas vodka berkadar alkohol tinggi dari nampan pelayan yang lewat dan menuangkannya ke kanvas tanpa ragu-ragu.

"Kamu gila!" Selena menjerit, suaranya bergetar.

Erianna pun mengeluarkan korek api yang telah disiapkannya di tas tangannya.

Klik.

Api biru membubung tinggi, memantulkan wajahnya yang sedingin es.

Whosh!

Kanvas yang direndam alkohol itu langsung dilalap api. Cat minyak berderak dan meletup-letup di bawah panas yang sangat tinggi.

Jeritan menggema di seluruh aula.

Erianna berdiri di depan api yang berkobar dengan mikrofon di tangan.

Di bawahnya terbentang semua yang tak bisa dia lepaskan di masa lalunya, orang tuanya yang pilih kasih dan tunangannya yang hanya berbicara tentang cinta.

Tawa kecil keluar dari mulutnya.

Dia meraih sehelai rambut panjang yang dia jaga, rambut favorit Devan. Dia lalu memotongnya dengan gunting yang dia sembunyikan.

Helai rambut itu, bersama dengan belenggu yang dipasang Keluarga Viandra padanya, dilemparkan ke dalam kobaran api, berubah menjadi abu.

Akhirnya, dia menatap Selena di sampingnya.

"Sampah-sampah ini, semuanya milikmu."

"Ayah, Ibu, Kakak dan tunangan. Aku nggak lagi menginginkan mereka."

Di tengah kekacauan, Erianna melepas sepatu hak tingginya, berbalik dan melompat dari panggung tanpa alas kaki. Dia pun menghilang ke pintu samping yang gelap, berlari menuju kebebasannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Di Balik Bayang-Bayang Keluarga   Bab 18

    Selena belum mati.Kematian hanya akan menjadi belas kasih untuknya.Di tengah malam tanpa bulan, sebuah pesawat kargo hitam biasa lepas landas dari Nilona.Selena yang dibius dan diperlakukan seperti barang rusak, dilemparkan ke dalam ruang kargo.Dia dikirim ke rumah sakit jiwa di pedalaman Siburia.Sebuah tempat tanpa jendela, tanpa pengunjung, hanya dingin dan kesepian yang tak berujung.Bagi Selena yang pernah hidup dalam kehidupan mewah dan menyesap air mahal, itu adalah neraka yang jauh lebih buruk daripada jurang mana pun.Dia akan menghabiskan sisa hidupnya dalam dingin dan kegilaan yang tak berujung.Tapi itu bukanlah akhir dari perhitungannya.Sehari sebelum pemakaman Devan, Erianna ditemani Jonathan pergi ke Penjara Keamanan Maksimum Negara Bagian Nilona.Itu adalah kunjungan pertamanya dan terakhir ke orang tuanya.Setelah mereka bangkrut, musuh-musuh mereka bergerak untuk menghabisi mereka. Tak lama kemudian, mereka ditangkap atas berbagai tuduhan.Ruang kunjungan memilik

  • Di Balik Bayang-Bayang Keluarga   Bab 17

    Hari-hari tenang tidak pernah bertahan lama.Tepat ketika Erianna dan Jonathan sedang mempersiapkan pernikahan mereka, sebuah panggilan mendesak menghancurkan kedamaian."Bos, kita punya masalah. Selena Viandra melarikan diri dari fasilitas keamanan maksimum."Wajah Jonathan langsung berubah gelap.Tempat itu adalah benteng. Tidak mungkin Selena yang manja dan kekanak-kanakan itu bisa keluar tanpa bantuan dari dalam."Dan ...." Suara bawahannya bergetar di ujung telepon. "Dia menculik Devan Rendra.""Kami perkirakan dia akan segera menghubungi Nyonya."Jonathan mengerutkan kening, menatap mata Erianna.Tak lama kemudian, ponsel Erianna berdering. Itu adalah panggilan video terenkripsi.Video terhubung. Setelah beberapa saat rekaman yang goyah, latar belakang yang redup muncul.Itu adalah gereja yang terbengkalai, dikelilingi oleh puing-puing konstruksi.Devan diikat pada pilar batu dan berlumuran darah.Yang memegang telepon adalah Selena.Dia benar-benar sudah gila.Selena yang duluny

  • Di Balik Bayang-Bayang Keluarga   Bab 16

    Jet pribadi itu mendarat di lapangan terbang pribadi di Tusani, Utali.Ini adalah rumah leluhur Keluarga Tahir.Jika Jonathan adalah ketua mafia yang ditakuti di Nilona maka di sini, dia adalah raja sejati yang tak bermahkota.Iringan mobil itu melintasi kilo-kilo kebun anggur dan kebun zaitun, akhirnya berhenti di depan sebuah kastil abad pertengahan yang megah.Kastil itu berdiri di puncak gunung, menghadap seluruh dataran emas.Ratusan pelayan dan anggota keluarga berbaris untuk menyambut mereka. Skala dan kemegahan upacara itu jauh melampaui apa pun yang pernah disaksikan Erianna di Nilona.Bahkan Erianna yang telah membangun kepercayaan dirinya di Pulau Santuri, merasa pusing sekarang.Dia memandang kastil yang telah melewati badai selama berabad-abad, potret para patriark masa lalu yang tergantung di dinding, rasa rendah diri yang mendalam muncul di dalam dirinya.Dia adalah anak terlantar, dibesarkan untuk menjadi kantung darah.Apa dia benar-benar pantas mendapatkan semua ini?

  • Di Balik Bayang-Bayang Keluarga   Bab 15

    Badai di Pulau Santuri baru saja berlalu, udara dipenuhi aroma garam laut.Erianna duduk di teras kaca di tepi tebing, sedang melukis.Dia mengenakan gaun beludru berwarna merah anggur yang elegan, ujungnya bergelombang lembut tertiup angin laut, seperti mawar merah darah yang mekar di tepi tebing.Tepat saat itu, pintu lift terbuka.Devan keluar.Saat pandangannya tertuju pada Erianna, dia membeku.Dia belum pernah melihat Erianna seperti ini sebelumnya, bukan Erianna yang penurut, tetapi seorang ratu yang memancarkan kekuatan murni.Sebagai perbandingan, Devan tampak sangat berantakan.Dia telah mencari Erianna tanpa henti selama sebulan. Pewaris yang dulunya angkuh dari kalangan sosial Nilona itu kini tidak bercukur, matanya cekung dan merah karena kecemasan."Erianna …."Pria itu menyebut namanya, suaranya serak seolah tenggorokannya dipenuhi kerikil.Dia berjalan dua langkah ke depan tetapi dihentikan dengan oleh seorang pengawal di sampingnya."Tuan, Anda tidak boleh mendekat."N

  • Di Balik Bayang-Bayang Keluarga   Bab 14

    Kejatuhan Keluarga Viandra terus berlanjut.Sejak Devan mengalami krisis emosional malam itu, saham Grup Viandra telah anjlok dua kali dalam tiga hari.Penarikan investasi Keluarga Rendra adalah domino pertama yang memicu reaksi berantai.Bank mulai menarik pinjaman dan para mitra memutuskan hubungan.Pasangan suami istri Viandra tampak menua sepuluh tahun dalam semalam.Mereka mencoba menghubungi Erianna, tapi sia-sia.Dan orang yang paling panik di rumah besar itu adalah Selena.Orang tua dan kakaknya tiba-tiba berbalik melawannya, membuatnya tidak punya pilihan selain lari ke Devan."Kak Devan … kamu nggak menginginkanku lagi?"Selena berdiri tanpa alas kaki di pintu ruang kerja Devan. Dia mengenakan gaun tidur sutra putih, air mata mengalir di wajahnya seperti untaian mutiara yang putus.Dia tampak begitu menyedihkan, seperti yang telah dia lakukan berkali-kali sebelumnya.Tapi kali ini, Devan bahkan tidak mendongak.Dia menatap data intelijen yang padat di layar komputernya. Tanga

  • Di Balik Bayang-Bayang Keluarga   Bab 13

    Pulau Senturi. Pagi-pagi sekali.Erianna berdiri di dekat jendela super besar yang menjulang dari langit-langit, mengamati Jonathan berlatih menembak di landasan pribadi.Pria itu bertelanjang dada. Otot-otot di punggungnya menegang dan mengendur setiap kali menembak, setiap tembakan ditujukan untuk membunuh.Itu adalah kekuatan absolut, sesuatu yang belum pernah dimilikinya.Dia ingat hadiah gila yang diposting Devan di dark web tadi malam.Delapan miliar lebih hanya untuk petunjuk tentang keberadaannya."Apa yang sedang kamu pikirkan?"Jonathan kembali ke ruangan tanpa disadarinya.Dia membawa hawa dingin angin laut pagi dan aroma samar mesiu. Di tangannya, ada dua cangkir kopi panas."Kupikir aku mungkin terlalu mahal."Erianna mengambil kopi, senyum pahit terpatri di wajahnya.Tatapannya bertemu dengan tatapan Jonathan."Delapan miliar. Devan benar-benar berusaha keras untuk mendapatkan aku kembali. Di rumah Keluarga Viandra, aku bahkan tidak bisa mendapatkan delapan juta untuk uan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status