Short
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

By:  SodaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
18Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sejak usia dua tahun, Erianna Vindra menjadi bank darah pribadi untuk adik kembarnya setelah didiagnosa memiliki kelainan genetik yang langka. Dokter memprediksi adiknya tidak akan hidup lebih dari delapan belas tahun, jadi keluarga dan kakak laki-lakinya sangat menyayangi adiknya. Mengutamakannya dalam segala hal. Mereka bahkan menyalahkan Erianna, menuduhnya "mencuri" nutrisi adiknya dari dalam kandungan sehingga membuatnya sakit-sakitan. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada satupun di keluarganya yang menyayanginya. Hanya tunangannya, Devan, yang benar-benar tetap berada di sisinya. Tapi, Erianna tidak pernah menyangka bahwa ada yang disembunyikan di balik cinta Devan. Hingga adiknya tanpa sengaja jatuh dari tebing dan perlu transfusi darah penuh. Devan mengisi formulir persetujuan tanpa ragu, mengirim dirinya ke meja operasi untuk jadi pendonor. Saat darahnya mengalir dan kesadarannya hampir sirna, Erianna berjanji bahwa, di kehidupan lain, dia tidak akan menjadi bank darah untuk adiknya lagi! Berikutnya, saat dia membuka mata, dia kembali ke hari dimana dia telah bertunangan dengan Devan ….

View More

Chapter 1

Bab 1

Hal pertama yang dilakukan Erianna setelah terlahir kembali adalah membeli tiket sekali jalan dengan harga fantastis.

"Kesepakatan selesai."

Melihat angka-angka hijau berkedip di layar terenkripsi, Erianna merasakan sentakan yang belum pernah dia rasakan selama bertahun-tahun.

Ini adalah imbalan atas tiga tahun bekerja di pasar ilegal, bekerja keras sebagai seniman anonim, ditambah malam-malam tanpa tidur yang tak terhitung jumlahnya dan cat yang tak pernah bisa dia bersihkan.

Dalam kehidupan terakhirnya, dia meninggal dengan uang yang masih berada di sakunya.

Kali ini, bukan hanya angka, itu adalah kartu pelariannya.

Sebuah pemberitahuan berkedip di sudut layar.

[Tujuan: Pulau Pribadi Santuri

Pemilik: Jonathan Tahir

Konfirmasi tiket sekali jalan?]

Jonathan Tahir.

Nama itu dibisikkan di dunia ilegal Nilano, sebuah kutukan yang diucapkan dengan nada berbisik.

Sang Ketua Mafia yang menguasai jalur pelayaran Pantai Timur, seorang tiran tanpa ampun.

Namun, bagi Erianna pria itu adalah penyelamatnya.

Erianna pernah menyelamatkan nyawa pria itu sekali, sebuah pertemuan tak terduga dan sebagai imbalannya, dia menawarkan perlindungan kepada Erianna. Dia tidak bertanya alasannya, kapapun dibutuhkan, dia siap.

Saat itu, dirinya pikir dia bahagia, tidak pernah perlu memanfaatkan kebaikan orang yang pernah dia temui itu.

Sekarang, dia menarik napas dalam-dalam dan menatap cermin.

Pucat, kurus, dengan kantung matanya yang tak kunjung hilang. Seperti boneka porselen yang hampir hancur.

Tapi, dia tahu.

Di balik cangkang rapuh ini terdapat amarah yang bisa membakar dunia.

Kali ini, dia bukan lagi Erianna Viandra.

Bukan hantu yang membayangi Keluarga Viandra dan bukan Erianna yang dianggap lebih rendah dari seorang pelayan.

Bukan juga kantung darah berjalan yang hanya ada untuk melayani Selena kesayangan mereka.

Hidup sialan ini? Dia sudah muak.

BRAK!

Pintu studio kayu ek yang berat itu terbelah ke dalam dengan kekuatan brutal, kuncinya berderit.

Devan menerobos masuk.

Dia mengenakan setelan mahal yang dijahit khusus. Dasinya miring, berbau wiski ditambah parfum manis yang selalu dipakai Selena, bau yang memuakkan.

Pria itu bahkan tak melirik lukisan Erianna yang sudah selesai.

Dia langsung berkata, "Selena pingsan di pesta. Sekarang, kamu ikut denganku."

Tidak ada sapaan, tidak ada penjelasan, bahkan tidak ada ucapan "tolong" yang sopan.

Hanya perintah, seolah-olah Erianna adalah ternak miliknya yang siap disembelih.

"Aku nggak mau," katanya sambil hendak menutup laptopnya.

Jari-jarinya melesat di atas keyboard untuk terakhir kalinya, membersihkan riwayat penelusurannya.

Erianna lalu berbalik, ketenangannya menakutkan.

Devan membeku sejenak, seolah-olah dia tidak memahami kata-kata Erianna.

Lalu dia melangkah mendekat, tangannya mencengkeram pergelangan Erianna dengan kuat, cengkeraman yang seolah meremukkan tulangnya.

"Erianna, apa yang kamu lakukan?! Kamu tahu betapa lemahnya Selena. Dokter bilang anemia akut. Dia bisa mati!"

"Dia selalu bisa mati kalau aku nggak memberinya darah." Erianna meludah, rasa mualnya muncul saat dia menatap wajah tampan yang dipenuhi amarah itu.

"Kali ini karena apa? Karena bantu kau di bar atau berpura-pura di depan anak-anak manja itu?"

Kilatan rasa sakit melintas di mata Devan yang dengan cepat ditutupi oleh tekad.

"Ayo. Sekarang!" Dia menarik pergelangan tangan Erianna, mengabaikan protesnya dan menyeretnya keluar dari ruangan.

Pergelangan kakinya membentur kusen pintu dengan bunyi yang mengerikan, tetapi pria itu bahkan tidak menoleh ke belakang.

...

Setengah jam kemudian, di ruang VIP klinik pribadi yang steril dan beraroma alkohol.

Sebelum Erianna sempat menenangkan diri, ibunya yang berdiri di samping tempat tidur, menampar wajahnya dengan keras.

"Dasar gadis kurang ajar! Bukannya aku suruh jaga adikmu? Kakak macam apa kamu ini?"

Ayahnya berdiri di samping ibunya, matanya memancarkan kekecewaan.

"Erianna, kukira kamu anak yang baik. Devan memberitahuku dalam perjalanan ke sini bahwa kamu menolak ke sini padahal tahu adikmu dalam bahaya. Aku nggak punya anak perempuan yang berhati kejam sepertimu!"

Kakaknya, Liam, sibuk memanjakan Selena kesayangannya, tidak melirik Erianna sekalipun.

"Untuk apa buang-buang tenaga dengannya? Ambil saja darahnya! Aku nggak mau terjadi apa-apa pada Selena!"

Begitu kata-kata itu terucap, sebuah jarum tebal menancap tanpa ampun ke pembuluh darah Erianna.

Perawat bahkan harus menusuknya dua kali karena pembuluh darahnya terlalu kecil dan tipis.

Cairan merah pekat mengalir melalui selang bening, perlahan menuju gadis di ranjang sebelah.

Sementara itu, Selena tampak merona, sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja pingsan.

Namun, Devan duduk di sisi tempat tidurnya, menggenggam tangannya erat dan berbisik lembut di telinganya, "Jangan khawatir, darahnya sebentar lagi masuk. Kamu akan baik-baik saja, Malaikatku."

Sorot matanya penuh kelembutan, seolah Selena adalah kristal rapuh yang bisa hancur kapan saja.

Sebaliknya, Erianna bahkan tidak diberi segelas air hangat.

Sebuah ironi yang kelam.

Dia dan Selena lahir hanya berselang beberapa menit.

Karena dia lahir lebih dulu, Erianna jadi harus memikul beban sebagai kakak perempuan.

Lalu, saat berusia dua tahun, Selena didiagnosis mengidap cacat genetik langka.

Penyakit darah turunan ini membuat bahkan luka kecil pun mengharuskannya menerima transfusi dari kerabat sedarah.

Sejak saat itu, Erianna berubah menjadi kantong darah berjalan bagi adiknya.

Ayah, ibu, dan kakaknya bahkan menyalahkannya, menuduhnya telah "merebut" nutrisi Selena di dalam kandungan, hingga membuat adiknya begitu lemah.

Dalam kehidupan sebelumnya, tak seorang pun di keluarganya mencintainya.

Hanya tunangannya, Devan, yang selalu berada di sisinya.

Namun, kemudian dia mengetahui kebenaran bahwa selama ini, Devan dan Selena telah selingkuh diam-diam.

Pria itu mendekatinya demi Selena.

Erianna tertawa getir.

Kali ini, dia tidak akan mengejar cinta yang bukan miliknya.

Jari-jarinya mulai terasa kebas saat darahnya diambil.

Rasa dingin merasuk ke tulangnya.

Pandangannya beralih ke jari manis kirinya.

Sebuah cincin berlian merah muda yang besar, sebuah simbol dari Keluarga Rendra.

Itu adalah janji yang selalu dipegangnya, bahkan saat donor darah.

Sungguh ironis.

Di kehidupan sebelumnya, cincin itu adalah rantai yang mengikatnya selama sepuluh tahun.

Tapi sekarang, dia tidak ingin lagi.

Erianna merasa pusing begitu jarumnya dicabut, tapi dia menahan napas dan mencengkeram ranjang lalu berdiri tegak.

Perlahan, dia melepaskan cincin itu.

Logam dingin itu meluncur di atas buku jarinya.

"Apa yang Anda lakukan?!" teriak perawat itu.

Devan berbalik, mengerutkan kening. Wajahnya diselimuti ketidaksabaran dan frustrasi.

"Erianna, diam! Selena baru saja tertidur. Dia butuh suasana yang sangat tenang."

Erianna mengabaikannya.

Dia langsung berjalan ke tempat sampah limbah medis yang ditandai dengan simbol bahaya biologis berwarna kuning.

Di dalamnya terdapat gumpalan kapas dan kain kasa yang berlumuran darahnya, mengeluarkan bau samar yang manis dan memuakkan.

Dia melepaskannya.

Trak.

Cincin berlian merah muda yang tak ternilai harganya itu melayang di udara, mendarat di tumpukan sampah dan menyatu sempurna.

Dia lalu berbalik dan berjalan menuju pintu, punggungnya tegak lurus.

"Erianna! Pikirmu apa yang sedang kamu lakukan? Ambil cincin itu!" Devan memperingatkan dengan suara rendah di belakangnya. Wajahnya syok.

"Jangan kira aku akan mentolerir ini selamanya. Yang kamu buang adalah posisi yang banyak wanita rela mati demi mendapatkannya!"

Erianna berbalik dan menatap Devan dengan tatapan yang belum pernah pria itu lihat sebelumnya, sangat dingin.

"Biarkan saja di tempat sampah, Devan. Cincin itu memang seharusnya di sana, seperti cintamu."

Dia mendorong pintu hingga terbuka, meninggalkan semuanya di belakang. Lorong itu kosong.

Devan tidak mengikutinya.

Dia terlalu yakin dengan pemikirannya.

Dia pikir wanita itu masih sama, bahwa dengan sedikit usaha atau sedikit kelembutan, wanita itu akan mengibaskan ekornya, memohon maaf darinya.

Tapi, dia tidak tahu.

Ini adalah perpisahan terakhir.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
18 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status