Short
Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku

Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku

By:  BagelCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
750views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ada sebuah aturan tidak tertulis di dunia mafia Corvano. Saat seorang ketua mafia mempertahankan wanita baru di sisinya selama tiga bulan berturut-turut, sang nyonya harus secara pribadi melepas cincin meterai yang melambangkan kekuasaannya dan memakaikannya ke jari wanita baru itu di depan seluruh keluarga. Ketika suamiku, Lukas, ketua dari Keluarga Nugraha, mengumumkan bahwa dia akan membawa Mia pergi berdua untuk perjalanan bisnis selama tiga bulan, seluruh dunia mafia Corvano menunggu reaksiku. Aku sudah bersama Lukas Nugraha selama tujuh tahun. Aku mengikutinya ke mana pun dan menolak berpisah darinya. Bahkan di tengah malam, aku sering terbangun hanya untuk menyentuhnya, memastikan dia masih ada di sana agar aku merasa tenang. Mereka semua tahu betapa posesifnya aku dan mereka bertaruh aku tidak akan pernah bisa melepaskannya. Namun, saat Mia mengulurkan tangannya kepadaku dengan suara manis yang dibuat-buat, aku bahkan tidak meneteskan air mata sedikit pun. Dengan tenang, aku melepas cincin meterai berukir lambang keluarga itu dan menyelipkannya ke jari manisnya. Lukas, yang bersandar santai di kursi kulit di ujung meja, memutar gelas wiski di tangannya. Dalam mata birunya melintas kepuasan. "Elara, akhirnya kamu tahu posisi dirimu." Aku menunduk menatap jariku yang kini kosong, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Yang tidak Luca ketahui adalah, sebulan lalu aku telah mendapatkan kembali seluruh ingatanku yang hilang selama tujuh tahun. Aku sama sekali bukan anak jalanan yatim piatu, melainkan putri Keluarga Ruswita yang telah lama hilang. Keluargaku adalah keluarga paling berkuasa di antara keluarga-keluarga Dunia Lama. Tiga hari lagi, konvoi bersenjata milik kakakku akan memasuki Corvano untuk membawaku pulang.

View More

Chapter 1

Bab 1

Ada sebuah aturan tidak tertulis di dunia mafia Corvano.

Saat seorang ketua mafia mempertahankan wanita baru di sisinya selama tiga bulan berturut-turut, sang nyonya harus secara pribadi melepas cincin meterai yang melambangkan kekuasaannya dan memakaikannya ke jari wanita baru itu di depan seluruh keluarga.

Ketika suamiku, Lukas, ketua dari Keluarga Nugraha, mengumumkan bahwa dia akan membawa Mia pergi berdua untuk perjalanan bisnis selama tiga bulan, seluruh dunia mafia Corvano menunggu reaksiku.

Aku sudah bersama Lukas Nugraha selama tujuh tahun.

Aku mengikutinya ke mana pun dan menolak berpisah darinya. Bahkan di tengah malam, aku sering terbangun hanya untuk menyentuhnya, memastikan dia masih ada di sana agar aku merasa tenang.

Mereka semua tahu betapa posesifnya aku dan mereka bertaruh aku tidak akan pernah bisa melepaskannya. Namun, saat Mia mengulurkan tangannya kepadaku dengan suara manis yang dibuat-buat, aku bahkan tidak meneteskan air mata sedikit pun.

Dengan tenang, aku melepas cincin meterai berukir lambang keluarga itu dan menyelipkannya ke jari manisnya.

Lukas, yang bersandar santai di kursi kulit di ujung meja, memutar gelas wiski di tangannya. Dalam mata birunya melintas kepuasan. "Elara, akhirnya kamu tahu posisi dirimu."

Aku menunduk menatap jariku yang kini kosong, tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Yang tidak Lukas ketahui adalah, sebulan lalu aku telah mendapatkan kembali seluruh ingatanku yang hilang selama tujuh tahun.

Aku sama sekali bukan anak jalanan yatim piatu, melainkan putri Keluarga Ruswita yang telah lama hilang. Keluargaku adalah keluarga paling berkuasa di antara keluarga-keluarga Dunia Lama.

Tiga hari lagi, konvoi bersenjata milik kakakku akan memasuki Corvano untuk membawaku pulang.

....

Udara di pesta tahunan Keluarga Nugraha dipenuhi aroma cerutu dan parfum mahal.

Mia mengangkat tangan yang kini mengenakan cincin meterai itu, lalu berputar di depan lingkaran anggota keluarga yang mengerumuninya.

Seruan kagum yang dibuat-buat terdengar di sekelilingnya, disusul tatapan mengejek yang diam-diam diarahkan kepadaku dari sudut-sudut ruangan.

Lukas duduk di ujung meja panjang. Tatapannya melintas dengan santai ke arah wajah sampingku dari balik kerumunan. Setelah puas menerima pujian, Mia berjalan mendekat sambil membawa segelas anggur.

Matanya tertuju pada gelang ruby di pergelangan tanganku. Namanya "Hati Abadi".

Tiga tahun lalu saat hari jadi kami, Lukas mengeluarkan harga fantastis di pelelangan dunia mafia hanya untuk menyenangkanku.

Mia terkekeh pelan, lalu mendekat ke telingaku. "Elara, kamu sudah menyerahkan cincinnya. Apa kamu nggak merasa agak memalukan kalau masih mempertahankan barang-barang milik nyonya bos?" Dia mengulurkan tangan, berniat menyentuh gelang itu. Aku mundur setengah langkah.

Acara utama malam itu akhirnya dimulai. Menurut tradisi keluarga, sekarang giliran Nyonya yang menyalakan lilin suci.

Namun, Mia lebih dulu meraihnya dan berkata dengan suara manja, "Lukas bilang malam ini aku yang melakukannya."

Sebelum sempat bereaksi, dia sudah menggenggam tempat lilin perak antik itu, yaitu pusaka keluarga yang diwariskan selama empat generasi. Lalu dengan gerakan pergelangan tangan yang disengaja, dia membiarkannya terlepas dari genggamannya.

Klang!

Tempat lilin itu menghantam lantai marmer dengan suara keras. Bagian dasar logamnya yang berat menggelinding ke atas karpet, sementara tabung kacanya langsung pecah berkeping-keping.

Lilin panas memercik ke lantai. Mia segera memegangi pergelangan tangannya, matanya memerah dan air matanya mulai menggenang.

"Elara, aku cuma ingin membantu. Kalau kamu nggak mau, kamu tinggal bilang saja. Kenapa harus mendorongku ...."

Musik jazz dari pemutar piringan hitam mendadak terhenti dengan suara melengking.

Semua mata di aula itu langsung tertuju pada kami.

Selama tujuh tahun terakhir, wanita mana pun yang berani mendekati Lukas atau menantangku pasti akan disingkirkan dari kediaman ini.

Dulu aku begitu tidak percaya diri sampai-sampai jika ada wanita lain yang menatap Lukas, aku akan bersembunyi dalam pelukannya dan menangis sampai dia berjanji mengusir wanita itu.

Namun, kali ini berbeda.

Lukas berjalan mendekat, lalu menarik Mia ke belakang tubuhnya dengan satu tangan. Tatapannya jatuh pada goresan di kulit putih Mia dan alis tampannya langsung berkerut.

"Kamu sok jadi korban lagi, Elara? Mia baru saja datang ke kediaman ini. Apa perlu banget kamu mempermalukannya di depan para tetua keluarga?"

Keberpihakannya begitu terang-terangan dan nada bicaranya penuh tuduhan.

Aku memandangi wajah yang dulu pernah kucintai sepenuh hati itu, dan rasa sakit yang tajam seakan merobek dadaku. Aku menarik napas panjang, memaksakan air mata yang mulai memenuhi mataku untuk kembali surut.

Aku tidak mengucapkan satu kata pembelaan pun, juga tidak menarik lengan bajunya untuk menjelaskan seperti dulu.

Aku hanya mengangkat kepala, lalu membuka kait gelang "Hati Abadi" di pergelangan tanganku dengan tenang. Di bawah tatapan terkejut semua orang, aku mengulurkan gelang itu kepada Mia.

"Kalau kamu suka, ambillah. Maaf, tadi aku kehilangan keseimbangan dan buat kamu kaget."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status