แชร์

BAB 93 : Lebih Dari Rindu

ผู้เขียน: reefisme
last update วันที่เผยแพร่: 2025-04-10 22:55:22
Nielson membanting remote ke sofa.

Napasnya memburu, matanya merah karena tak bisa tidur dan amarah yang memuncak.

Di layar televisi yang menyala tanpa suara, berita pagi menampilkan kolom trending—dan lagi-lagi, fotonya.

Fotonya yang memalukan.

"Apa-apaan ini?! Si brengsek mana yang berani nge-hack akun-ku?!"

Ia berteriak ke udara kosong apartemennya, frustrasi.

Rasa malunya seakan tak ada ujung.

Akun X miliknya penuh dengan postingan vulgar—tanpa ia ketahui, seseorang telah membajak dan mengun
reefisme

#Dua

| 7
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Tauristy
so sweet bgttttt thooor
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 214 : Sesuatu Yang Lebih Mudah

    Giliran ketiga teman Catelyn mendekat.“Aku tidak percaya ini!” Inez sekuat tenaga menahan diri agar suaranya tidak lepas melengking, begitu ia memiliki kesempatan mendekati Catelyn.“Kau sahabatku paling istimewa!” klaim Misha sambil merangkul bahu Catelyn sementara sebelah tangan menggenggam kaki gelas champagne. “Tanpamu, seumur hidup mana mungkin aku memiliki kesempatan bertemu langsung orang-orang ternama!”“Kalian, jaga sikap,” Dana berdiri tenang, namun matanya terus melirik sosok yang tentu saja ia tak pernah berani memimpikan akan dapat melihat secara langsung.Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat James dan Gerard Wayne, lalu sosok besar yang menyandang nama Ellworth. “Apakah itu bos besar AE Group? Astaga…” gumamnya penuh ketakjuban.Tak pernah ia bayangkan, bisa melihat sosok besar yang selalu misterius dan tak pernah ditampilkan media itu.“Kalian tahu Ethan akan melamarku? Mengapa kalian diam saja,” Catelyn berpura cemberut.Inez melambaikan sebelah tangan. “Bagaimana

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 213 : Apa Dia Normal?

    Ethan menangkap sorot itu dengan baik.Ia amat tahu, di balik sifat dinginnya, Arion sangat peduli.Itu adalah caranya menunjukkan kebahagiaan bagi orang-orang yang ia anggap penting.Tanpa perlu bertanya atau mendengar ucapan selamat secara eksplisit, Ethan mengerti.Ia mengangguk mantap.Dalam keheningan yang sesaat itu, aura keduanya begitu mendominasi.Ethan Wayne, dengan senyumnya yang ramah dan penuh percaya diri, dan pesona seorang pria yang tahu cara memenangkan dunia.Arion Ellworth, dengan sorot tajam dan kharisma-nya yang tenang, penuh wibawa dan dominasi.Dua pria tampan dan gagah yang sangat berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan—mereka saling memahami lebih dari apa yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.Seketika, angin malam berembus pelan, membelai rambut mereka yang tertata rapi.Cahaya lampu yang hangat menerpa wajah mereka, menegaskan ketampanan masing-masing dengan cara yang begitu berbe

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 212 : Pria Yang Sulit Ditolak Wanita

    Catelyn membelalakkan mata. Tidak mungkin.Di ketinggian ini? Saat mereka masih jatuh bebas?Dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara saking terkejutnya.Napasnya benar-benar tercekat.Ia menoleh ke samping, di mana Ethan menempelkan dagu di bahunya.Suara Ethan terdengar penuh ketulusan dan cinta saat dia berkata―meski suaranya sedikit tersapu angin, “Catelyn, aku tak ingin hanya melayang bersamamu hari ini. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Maukah kau menikah denganku?”Catelyn hampir lupa bernapas.Dadanya terasa sesak oleh emosi yang membuncah. Ini adalah sesuatu yang bahkan dalam mimpi terliarnya pun, tak pernah terbayangkan.Air matanya mulai menggenang.Meski mereka masih berada di langit, meski angin masih berdesir liar di telinganya, ia tahu jawaban dari pertanyaan itu.Dia mengangguk cepat, sekuat tenaga meremas tangan Ethan yang menggenggamnya.Ethan tertawa kecil sebelum

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 211 : Proposal Yang Berbeda

    Pagi itu, langit membentang luas dengan warna biru jernih, dihiasi awan tipis yang melayang tenang, mengapung seperti kapas. Angin sepoi-sepoi mengalir lembut di landasan pacu pribadi yang disewa Ethan Wayne, sang CEO G&P Ltd.Di sisi lain landasan, Catelyn menatap ke langit dengan mata berbinar, semangat dan jantung yang berdebar kencang.Matanya memandang pesawat Pilatus PC-12 yang akan membawa mereka ke ketinggian 15.000 kaki.Dia masih tidak percaya Ethan berhasil meyakinkannya untuk melakukan skydiving—hal yang tak pernah terlintas dalam pikirannya sebelumnya.Dua hari lalu, Ethan mengatakan akan mengajaknya melakukan sesuatu untuk menghilangkan stres dan kejenuhan.Bahkan Ethan menambahkan, dirinya bisa berteriak sepuasnya.Namun tak pernah Catelyn duga, Ethan mengajaknya melakukan olahraga ekstrim ini.Skydiving.“Aku masih ragu ini ide yang bagus, Ethan.” Catelyn menatapnya dengan was was, sementara seorang instruktur tengah memasangkan harness di tubuhnya.Ethan tertawa, eksp

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 210 : Perasaan Bersalah Mereka

    Beberapa hari kemudian, Denver menyambut pagi dengan langit biru pucat dan udara yang masih menyimpan sisa dingin pegunungan.Catelyn berdiri sejenak di depan gedung Aurora Development Group (ADG) sebelum melangkah masuk. Ia menarik napas panjang.Ia sudah selamat. Ia sudah kembali.Namun “normal” kini terasa seperti sesuatu yang harus ia perjuangkan setiap hari.Di lobi, dua pria berpakaian formal berdiri tak jauh darinya. Axel berada beberapa langkah di belakang—tenang, waspada seperti biasa. Ethan kini menambahkan dua pengawal lain selain Axel.Awalnya Catelyn merasa risih. Terlalu mencolok. Terlalu berlebihan.Namun setiap kali bayangan ruangan gelap dan bau gudang itu muncul sekilas di benaknya, ia sadar—tragedi bisa datang tanpa peringatan. Dan untuk saat ini, ia memilih menerima.Ia melangkah ke lantai kantornya.Begitu ia masuk ke dalam ruangan divisinya, tiga pasang mata langsung menatap lekat padanya.Dana. Misha. Inez.Tatapan mereka sama—bersalah.Catelyn pura-pura tak men

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 209 : Menghargai Setiap Momen

    “Aku anak keempat,” jawab Catelyn pelan. “Perempuan satu-satunya. Aku punya tiga kakak laki-laki. Aku sempat kewalahan meyakinkan mereka untuk membiarkanku meninggalkan Basalt untuk tinggal di Denver.”“Oh? Keluarga kalian tinggal di Basalt?” Elara tampak tertarik. “Apa yang mereka lakukan?”Catelyn menelan ludah tipis. Ia tak pernah merasa malu pada keluarganya—namun duduk di meja semegah ini membuatnya tiba-tiba sadar akan perbedaan latar belakang mereka.“Kakak sulungku, Gabriel, pemandu wisata di Aspen,” katanya. “Vincent… kepala polisi Basalt. Dan Noah punya kios suvenir kecil di Aspen.”Ia sempat menunduk, khawatir jawaban itu terdengar terlalu sederhana di tengah keluarga Wayne.Namun yang terjadi justru sebaliknya.“Pemandu wisata di Aspen?” Elara tersenyum lebar. “Itu pekerjaan yang luar biasa. Aspen bukan kota kecil sembarangan.&r

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 104 : Kabar Menyesakkan

    Langit Denver siang itu tampak cerah, tapi angin musim semi yang menyelinap lewat celah jendela besar kantin kantor Aurora Development Group membawa udara dingin yang menggelitik kulit.Gedung kaca pencakar langit itu memantulkan cahaya matahari dengan kilau dingin, kontras dengan kehangat

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 102 : Melepaskan Kebanggaan Satu Persatu

    Catelyn masih sibuk merogoh tas saat tubuhnya bertabrakan dengan seseorang.“Oh! Maaf, saya—” ucapnya refleks, namun kata itu terhenti begitu saja di tenggorokannya saat ia mendongak.Wajah yang begitu ia kenal dan hampir seminggu ini sempat ‘menghilang&rsquo

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 96 : Tidak Kepada Siapapun

    Langit dini hari masih kelabu ketika Axel memarkirkan mobil hitam polos di belakang gedung kosong tak jauh dari kantor ADG.Lampu interior menyala samar.Di kursi belakang, tubuh Nielson masih terkulai, belum sepenuhnya sadar dari pingsannya.Kepalanya miring, jas mahalnya kusut, dan dasinya sudah

  • Di Balik Kemudi Sang Pemegang Kendali   BAB 94 : Amarah Yang Menawan

    Senja belum sepenuhnya lenyap saat Catelyn keluar dari gedung Aurora Development Group.Rambutnya masih tergerai rapi setelah seharian bekerja, dan tubuhnya menyisakan sedikit lelah.Namun kelelahan itu sirna seketika saat ia menemukan sosok yang berdiri di depan jalur jalannya&mdas

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status