Mag-log inCatelyn Adams dikhianati oleh kekasihnya, yang mencampakkannya demi wanita kaya. Terluka dan marah, ia meninggalkan kehidupannya yang nyaman dan bertekad untuk menuntut keadilan. Dalam keputusasaan, Catelyn menaiki taksi dan tanpa sadar menyuruh pria di kursi depan untuk menjalankannya, mengira pria itu adalah sopir. Awalnya, Catelyn mengira pria itu hanyalah seorang sopir taksi biasa. Namun, semakin sering mereka bertemu, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kehadiran pria itu. Di saat orang lain meremehkannya, pria itu justru memperlakukannya dengan hormat. Ketika satu kesempatan tak terduga membawanya ke perusahaan tempat mantan kekasihnya bekerja, Catelyn tidak menyia-nyiakan―meskipun jika itu berarti berhadapan setiap hari dengan mantan kekasihnya yang menyebalkan. Catelyn merasa seolah hidupnya mulai membaik sejak bertemu pria itu. Namun, ketika satu kebenaran terungkap, Catelyn harus menghadapi kenyataan yang bisa mengubah segalanya—tentang dirinya, tentang pria itu, dan tentang kehidupan yang selama ini ia percayai. Siapa sebenarnya pria yang selalu ada di sisinya itu? Dan mengapa seolah takdir terus mempertemukan mereka? {Ketemu lagi di novel terbaru Author. Happy Reading, ReeFellows!!}
view moreGiliran ketiga teman Catelyn mendekat.“Aku tidak percaya ini!” Inez sekuat tenaga menahan diri agar suaranya tidak lepas melengking, begitu ia memiliki kesempatan mendekati Catelyn.“Kau sahabatku paling istimewa!” klaim Misha sambil merangkul bahu Catelyn sementara sebelah tangan menggenggam kaki gelas champagne. “Tanpamu, seumur hidup mana mungkin aku memiliki kesempatan bertemu langsung orang-orang ternama!”“Kalian, jaga sikap,” Dana berdiri tenang, namun matanya terus melirik sosok yang tentu saja ia tak pernah berani memimpikan akan dapat melihat secara langsung.Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat James dan Gerard Wayne, lalu sosok besar yang menyandang nama Ellworth. “Apakah itu bos besar AE Group? Astaga…” gumamnya penuh ketakjuban.Tak pernah ia bayangkan, bisa melihat sosok besar yang selalu misterius dan tak pernah ditampilkan media itu.“Kalian tahu Ethan akan melamarku? Mengapa kalian diam saja,” Catelyn berpura cemberut.Inez melambaikan sebelah tangan. “Bagaimana
Ethan menangkap sorot itu dengan baik.Ia amat tahu, di balik sifat dinginnya, Arion sangat peduli.Itu adalah caranya menunjukkan kebahagiaan bagi orang-orang yang ia anggap penting.Tanpa perlu bertanya atau mendengar ucapan selamat secara eksplisit, Ethan mengerti.Ia mengangguk mantap.Dalam keheningan yang sesaat itu, aura keduanya begitu mendominasi.Ethan Wayne, dengan senyumnya yang ramah dan penuh percaya diri, dan pesona seorang pria yang tahu cara memenangkan dunia.Arion Ellworth, dengan sorot tajam dan kharisma-nya yang tenang, penuh wibawa dan dominasi.Dua pria tampan dan gagah yang sangat berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan—mereka saling memahami lebih dari apa yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.Seketika, angin malam berembus pelan, membelai rambut mereka yang tertata rapi.Cahaya lampu yang hangat menerpa wajah mereka, menegaskan ketampanan masing-masing dengan cara yang begitu berbe
Catelyn membelalakkan mata. Tidak mungkin.Di ketinggian ini? Saat mereka masih jatuh bebas?Dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara saking terkejutnya.Napasnya benar-benar tercekat.Ia menoleh ke samping, di mana Ethan menempelkan dagu di bahunya.Suara Ethan terdengar penuh ketulusan dan cinta saat dia berkata―meski suaranya sedikit tersapu angin, “Catelyn, aku tak ingin hanya melayang bersamamu hari ini. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Maukah kau menikah denganku?”Catelyn hampir lupa bernapas.Dadanya terasa sesak oleh emosi yang membuncah. Ini adalah sesuatu yang bahkan dalam mimpi terliarnya pun, tak pernah terbayangkan.Air matanya mulai menggenang.Meski mereka masih berada di langit, meski angin masih berdesir liar di telinganya, ia tahu jawaban dari pertanyaan itu.Dia mengangguk cepat, sekuat tenaga meremas tangan Ethan yang menggenggamnya.Ethan tertawa kecil sebelum
Pagi itu, langit membentang luas dengan warna biru jernih, dihiasi awan tipis yang melayang tenang, mengapung seperti kapas. Angin sepoi-sepoi mengalir lembut di landasan pacu pribadi yang disewa Ethan Wayne, sang CEO G&P Ltd.Di sisi lain landasan, Catelyn menatap ke langit dengan mata berbinar, semangat dan jantung yang berdebar kencang.Matanya memandang pesawat Pilatus PC-12 yang akan membawa mereka ke ketinggian 15.000 kaki.Dia masih tidak percaya Ethan berhasil meyakinkannya untuk melakukan skydiving—hal yang tak pernah terlintas dalam pikirannya sebelumnya.Dua hari lalu, Ethan mengatakan akan mengajaknya melakukan sesuatu untuk menghilangkan stres dan kejenuhan.Bahkan Ethan menambahkan, dirinya bisa berteriak sepuasnya.Namun tak pernah Catelyn duga, Ethan mengajaknya melakukan olahraga ekstrim ini.Skydiving.“Aku masih ragu ini ide yang bagus, Ethan.” Catelyn menatapnya dengan was was, sementara seorang instruktur tengah memasangkan harness di tubuhnya.Ethan tertawa, eksp
“Yatim piatu sejak kecil….? Putus hubungan dengan keluarganya di Basalt? Membiayai hidup dirinya dan juga si pecundang itu, selama di Denver?”Interior mobil Rolls-Royce Phantom itu terasa hening mencekam.Di balik kaca film gelap, dunia luar tampak kabur, seakan tak penting dibandingkan badai yang
Langit di atas Denver memucat, berat dengan awan kelabu yang menekan suasana seakan dunia enggan bernapas.Di sebuah sudut kumuh di pinggiran kota, area yang lebih pantas disebut tanah buangan daripada lingkungan layak huni, seorang pria muda duduk melamun di trotoar yang retak.Nielson Stokes.Kem
Hujan rintik-rintik menyapu jalanan beraspal saat bus terakhir dari Denver melambat di depan halte kecil di West Glenwood.Catelyn melangkah turun, sepatunya menyentuh genangan air dingin yang memantulkan cahaya samar dari lampu jalan.Udara malam menusuk tulang, membawa aroma tanah basah dan nostal
Di dalam ruang perpustakaan megah mansion James Wayne, suasana terasa hangat dan santai.Aroma kayu mahoni bercampur dengan wangi anggur merah yang dituangkan ke dalam gelas kristal mewah.Sofa kulit berwarna cokelat gelap dengan jahitan yang rapi menjadi tempat Ethan Wayne dan Arion Ellworth duduk






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore