Home / Romansa / Di Balik Wajah Sang Miliuner / Bab 73. Mununggu Kebenaran

Share

Bab 73. Mununggu Kebenaran

Author: Miarosa
last update Last Updated: 2026-01-15 23:58:31

Mobil Valeria berhenti di depan butik menjelang siang hari. Cahaya matahari menyusup di antara gedung-gedung dan memantul di kaca etalase yang bersih dan berkilau. Begitu ia melangkah masuk, bel kecil di pintu berdenting pelan.

Belum sempat Valeria meletakkan tasnya, Lucia sudah muncul dari balik rak gaun dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

"Jadi?" Lucia langsung mendekat.

"Gimana? Kamu ketemu Margarita, kan? Dia bilang apa? Kontraknya seperti apa? Kamu setuju? Kamu tanda tangan?"

Valeria tertawa kecil. Ia lelah namun lega, lalu mengangkat tangannya memberi isyarat berhenti.

"Pelan-pelan, Lucia! Satu-satu."

Lucia mendengus dan tetap menempel di sisinya. "Aku tidak bisa tenang sejak kamu pergi. Aku bahkan sampai salah lipat gaun dua kali."

Valeria meletakkan tasnya di meja kasir dan duduk di kursi kecil dekat jendela. Ia membuka mantel dan menghela napas panjang seolah baru sekarang tubuhnya benar-benar merasakan ketegangan yang tadi ditahannya.

"Aku bertemu Margarita. Dia mena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 73. Mununggu Kebenaran

    Mobil Valeria berhenti di depan butik menjelang siang hari. Cahaya matahari menyusup di antara gedung-gedung dan memantul di kaca etalase yang bersih dan berkilau. Begitu ia melangkah masuk, bel kecil di pintu berdenting pelan. Belum sempat Valeria meletakkan tasnya, Lucia sudah muncul dari balik rak gaun dengan wajah penuh rasa ingin tahu. "Jadi?" Lucia langsung mendekat. "Gimana? Kamu ketemu Margarita, kan? Dia bilang apa? Kontraknya seperti apa? Kamu setuju? Kamu tanda tangan?" Valeria tertawa kecil. Ia lelah namun lega, lalu mengangkat tangannya memberi isyarat berhenti. "Pelan-pelan, Lucia! Satu-satu." Lucia mendengus dan tetap menempel di sisinya. "Aku tidak bisa tenang sejak kamu pergi. Aku bahkan sampai salah lipat gaun dua kali." Valeria meletakkan tasnya di meja kasir dan duduk di kursi kecil dekat jendela. Ia membuka mantel dan menghela napas panjang seolah baru sekarang tubuhnya benar-benar merasakan ketegangan yang tadi ditahannya. "Aku bertemu Margarita. Dia mena

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 72. Senyum Yang Menyimpan Racun

    Keesokan paginya, langit kota masih dibalut kabut tipis ketika mobil Valeria berhenti di depan gedung kaca tinggi bertuliskan SANZ MANAGEMENT dengan huruf perak besar di fasadnya. Bangunan itu tampak dingin, modern, dan penuh kekuasaan. Dunia yang dulu sangat ia kenal. Valeria turun dari mobil dengan mantel panjang berwarna krem dan kacamata hitam besar. Tangannya sempat menggenggam tasnya lebih erat sebelum ia melangkah masuk ke lobi. Aroma parfum mahal dan kilau marmer langsung menyambutnya. Beberapa orang di dalam lobi menoleh dengan tatapan penasaran. Nama Valeria Duarte masih punya gema di dunia ini, meskipun ia telah lama menghilang. Resepsionis tersenyum profesional. "Selamat pagi, Nona Duarte! Nona Margarita sudah menunggu Anda." Valeria mengangguk dan mengikuti seorang asisten ke lift pribadi. Saat pintu lift tertutup dan bergerak naik, Valeria menghembuskan napas pelan. Sejenak bayangan Virginia melintas di benaknya, senyum kakaknya yang dulu selalu bangga melihatny

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 71. Ketika Masa Lalu Memanggil

    Beberapa hari kemudian, suasana di kantor pusat DeLaLuca Group kembali dipenuhi ritme bisnis yang padat. Lantai atas gedung kaca itu terasa tenang namun tegang seperti selalu ketika Lukas melangkah masuk ke ruang kerja Daniel membawa sebuah tablet. Alejandro mengangkat pandangannya dari berkas di mejanya. "Laporan terakhir?" Lukas mengangguk. "Tentang Valeria Duarte dan butik miliknya?" Daniel sedikit menyandarkan punggungnya ke kursi. "Ada sesuatu?” "Tidak ada yang mencurigakan sejak Liam ditangkap, tidak ada pengiriman paket ilegal, tidak ada pergerakan mencurigakan di butik, dan tidak ada orang luar yang terlihat mengawasi. Semuanya bersih," jawab Lukas lugas. Alejandro menatap layar jendela gedung yang memantulkan bayangan kota. "Corvus?" "Belum ada jejak baru sepertinya jaringan itu memutus semua jalur setelah penggerebekan terakhir." Alejandro mengangguk pelan. "Terus awasi. Jangan lengah!" "Siap!" Begitu Lukas pergi, Alejandro melirik jam di pergelangan tangannya. Wakt

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 70. Jatuh Cinta Lagi

    "Mantan tunangan?" gumam Lucia di dalam hati. Ingatan lama tiba-tiba memenuhi kepalanya. Potongan berita lama dan sampul majalah fashion. Nama Margarita Sanz dan Daniel DeLaLuca tersenyum di bawah judul besar tentang pertunangan elite dunia mode dan bisnis. "Pantas saja," gumam Lucia tanpa sadar. Valeria menoleh cepat. "Pantas saja apa?" Lucia mendekatkan tubuhnya dan merendahkan suara. "Val, aku baru ingat. Dulu beberapa tahun lalu, nama Margarita Sanz sering muncul di majalah bersama Daniel DeLaLuca. Mereka pernah mengumumkan pertunangan." Valeria membeku. "Apa?" "Iya. Aku tidak ingat detailnya, tapi berita itu cukup besar waktu itu. Dunia fashion dan bisnis heboh," lanjut Lucia dan matanya masih terpaku ke arah Margarita dan Daniel yang kini berbincang akrab dengan beberapa tamu penting. Valeria menatap mereka dan dadanya terasa berat. "Kalau begitu kenapa mereka putus?" Lucia menggeleng pelan. "Aku tidak tahu. Tidak pernah ada penjelasan resmi dan setelah itu nama mereka s

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 69. Tawaran Kerjasama

    Beberapa hari kemudian, malam yang dinanti itu akhirnya tiba. Gedung Sanz Management berdiri megah di tengah kota dengan bermandikan cahaya lampu kristal yang memantul di dinding kaca tinggi. Karpet merah terbentang dari pintu masuk, sementara kilatan kamera dan suara tawa telah memenuhi ruangan pesta. Musik lembut mengalun, elegan dan eksklusif tepat seperti citra Margarita Sanz. Valeria melangkah masuk bersama Lucia. Ia mengenakan gaun hitam sederhana dengan potongan bersih dan rambutnya disanggul rapi cukup untuk membuat banyak kepala menoleh. Lucia di sampingnya tampak gugup sekaligus antusias dan sorot matanya bergerak ke segala arah. "Val, ini gila. Ini benar-benar level atas," bisik Lucia. Valeria tersenyum tipis. "Tenanglah! Kita tamu undangan, ingat?" Belum sempat mereka melangkah lebih jauh lagi masuk ke dalam ruangan pesta, tiba-tiba seorang wanita bergaun merah marun dengan aura percaya diri langsung mendekat. "Nona Duarte." Margarita tersenyum lebar, tulus dan hanga

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 68. Rasa Penasaran Yang Tertinggal

    Menjelang malam, butik mulai lengang. Cahaya lampu gantung menyinari kain-kain yang tergantung rapi seolah ikut beristirahat setelah hari yang panjang. Valeria berdiri di depan kasir sedang menghitung ulang laporan penjualan dan sementara Lucia mematikan lampu di beberapa sudut ruangan. "Aku tutup pintu depan, ya," ujar Lucia sambil meraih kunci. Valeria mengangguk. Ia baru saja hendak merapikan ponselnya ke dalam tas ketika layar itu menyala. Satu pesan masuk dari nomor yang belum lama ia simpan. Ia mengernyit ringan, lalu membuka pesan itu. Margarita: Nona Valeria Duarte, aku akan mengadakan acara pembukaan resmi Sanz Management akhir pekan ini.Saya akan senang jika Anda bisa hadir dan Anda boleh membawa satu teman. Valeria membaca ulang pesan itu dua kali. Ia menghela napas pelan dan perasaannya campur aduk antara heran dan waspada. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia mengangkat ponsel dan menunjukkannya pada Lucia yang baru kembali dari pintu depan. Lucia membaca cepat, lalu ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status