Share

18.

Fathia mengucek matanya, mencoba membenarkan persepsi di kepalanya bahwa yang ia lihat di sebrang jalan adalah Andi, mantan pacar sekaligus kakak iparnya.

Setelah pertengkaran di kaffe, Fathia memang tidak pernah menemukan sosok Andi di manapun, termasuk di rumah orangtuanya. Walaupun sebenarnya beberapa kali ia berharap bertemu pria brengsek itu untuk sekadar melampiaskan emosi dan rasa bencinya yang belum pernah dilampiaskan sama sekali.

Senyum sinis terbit di bibir Fathia, saat melihat Andi menyebrangi jalan menuju trotoar yang sedang dipijaknya. Tak perlu bersusah payah menyebrang untuk mengejar pria itu, nyatanya semesta berpihak kepadanya tanpa diminta.

"Oh bagus ya, gak mau bertanggung-jawab tapi udah gandeng cewek baru. Kabur dan pura-pura dapat kerjaan di Singapur, uh keren banget." Tentu saja Fathia melontarkannya dengan nada yang mengejek.

"Ditinggal berapa bulan ternyata udah

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status