Share

17. Serangan (2)

Penulis: Skyler Artemis
last update Tanggal publikasi: 2025-03-15 11:58:03

Bagaimana mungkin orang yang masuk dalam kategori Hunter lemah atau dalam kamus Charles sebagai orang biasa dan tidak mengalami kebangkitan dapat menghadapi monster besar dengan mudah seperti ini?

Orion bergerak cepat. Gerakannya menangkis dan menyerang monster lebah mengatakan dia telah terbiasa menghadapi monster, bahkan ekspresinya sendiri tidak menampakkan rasa takut maupun kelelahan. Dia terlihat benar-benar berbeda ketika berhadapan langsung dengan monster berbahaya seperti ini.

Dengan me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   67. Seberapa Kuatnya Orion Black?

    Dua aura yang berbeda berhantaman dengan satu sama lain. Keduanya kuat, sama-sama mengintimidasi, dan terasa seperti dua pukulan tsunami yang beradu. Meskipun aliran kekuatan dalam dua aura itu tampak sama, namun mereka sangat berbeda—di mana yang satunya terasa sangat liar seperti gempuran badai raksasa, sementara yang lainnya terasa tenang seperti raksasa penguasa lubang hitam dalam sebuah galaksi. Pasif, namun memancarkan bahaya yang begitu besar.Tabrakan kekuatan Adalbert dan Orion membuat beberapa cangkir dan teko porselain di atas meja pecah, begitu pula dengan kaca yang terpasang pada jendela bergaya perancis di ruangan itu. Tabrakan dua aura besar dari Hunter kelas tinggi tersebut membuat ruangan yang awalnya tertata rapi menjadi porak-poranda, seolah-olah barusan ada badai besar yang melanda tempat itu.Namun, gempuraan kekuatan yang mereka berikan tidak bertahan lama. Orion menarik auranya, begitu pula dengan Adalbert.Hening menyapa. Keduanya tidak membuka mulut untuk seme

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   66. Undangan Letnan Zimmermann

    “Black, apa kau bisa memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi di dalam dungeon?” Seorang tentara yang memiliki pangkat kapten maju ke depan dan bertanya, kemudian matanya menyapu pada Kapten Hills dan lima orang lainnya yang masih tidak sadarkan diri di sekitar Orion. “Lalu, bagaimana bisa hanya kau sendiri yang tersadar sementara yang lainnya pingsan?”Banyak pasang mata mengarah pada sosok tinggi yang berdiri di antara mereka yang masih pingsan di sana. Dia, Orion Black, bertemu mata dengan sang kapten yang melontarkan pertanyaan padanya. Sepasang mata hijau emerald miliknya jernih, ekspresi wajahnya kalem, dan postur tubuhnya pun tampak rileks seolah-olah bukan dirinyalah yang menjadi fokus utama—selidik—dari para penjaga di sana.Orion mengedipkan matanya untuk sesaat sebelum pemuda itu mengendikkan kedua bahunya, tampak sedikit acuh tak acuh di balik kekaleman yang ia perlihatkan.“Aku akan menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai dungeon yang barusan kami mas

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   65. Selamat Tinggal, Dungeon Yang Mengerikan

    Orion berdiam di tempat. Kedua matanya mengawasi kristal merah yang melayang di hadapannya, namun tatapan matanya tersebut tampak mengambang seperti orang yang tengah berpikir keras. Sebuah kenyataan muncul dalam benaknya, dungeon di Bintang Biru adalah bagian dari Paradis, lalu kristal kunci yang menjadi penyegel dungeon tidak lain dan tidak bukan merupakan pecahan dari batu permintaan.Sosoknya yang tidak bergerak dalam beberapa detik pada akhirnya keluar dari zonanya. Otot-ototnya melemas sebelum disusul dengan helaan napas panjang yang keluar dari mulutnya. Orion mengacak rambut hitamnya. Kedua bahunya melorot sedikit.“….”Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Orion mengulurkan tangan ke depan dan berniat untuk mengambil kristal kunci—yang mana akan ia simpan setelahnya dalam ruang penyimpanan. Namun, pergerakannya tersebut terhenti. Kedua mata emeraldnya melirik ke kiri dan ke kanan, ke penjuru arah, menyapu area di sana. Ekspresi di wajah tampan Orion berubah menjadi dingin,

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   64. Altar Dalam Gunung Berapi

    Petir terus menyambar di atas langit. Suara gemuruh dari kejauhan tidak pernah absen untuk menampakkan kehadirannya, disusul kemudian gempa bumi berskala kecil juga muncul beberapa kali sejak gunung satu-satunya di pulau itu mengalami erupsi kecil.Enam dari tujuh orang pengunjung pulau merasa gugup dan takut pada saat yang sama. Meskipun mereka telah menemukan sebuah gua yang letaknya cukup jauh dari pusat letusan dan memilih untuk bermalam di sana, getaran kecil akibat efek erupsi gunung di kejauhan sana masih terasa kuat dan hal ini membuat mereka gugup. Mereka takut kalau gua tempat mereka berlindung akan hancur akibat gempa bumi yang menggoncang area itu.Hari sudah larut malam, namun mereka memutuskan untuk tetap terjaga karena kewaspadaan yang mereka miliki. Meskipun demikian, beberapa dari mereka mulai tumbang satu per satu akibat rasa kantuk yang menyerang. Di samping api unggun yang menyala dalam gua, terlihat Lara, Noah, Archie, dan Orion tidak bisa terjaga lagi. Keempat an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   63. Super Volkano Meletus

    Semburat jingga di langit menyebar ke penjuru arah, membaur dan menggantikan birunya langit seiring dengan matahari yang kini telah bergeser kedudukannya ke ufuk barat. Lukisan alam tersebut tampak begitu jelas, indah, dan memukau. Semua orang tampak menikmatinya, terutama setelah pertarungan yang menegangkan dengan salah satu monster penguasa lautan yang terkenal sangat ganas dan mematikan. Mereka memiliki emosi seperti orang yang baru saja kabur dari maut.Angin laut berhembus semilir, menyapu wajah dan rambut semua orang. Hembusan lembut membawa aroma asin dari air laut itu meniup kepenatan yang diakibatkan oleh ketegangan beruntun yang mereka alami hari ini. Karena kelegaan sementara itu, beberapa orang seperti Archie, Lara, dan Noah pun langsung jatuh terduduk di lantai perahu, bahkan ketiganya kelihatan sekali ingin tiduran untuk melupakan perasaan horor barusan.“Aku bisa melihat sebuah pulau di kejauhan!” seru Kapten Hills.Suara menggelegar milik sang kapten membuat ketiga an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   62. Monster Yang Familiar

    Langit yang awalnya berwarna jingga kini berubah warna, menjadi mendung gelap dengan petir muncul beberapa kali. Angin laut berembus kencang, kemudian ombak laut bergejolak jauh lebih kuat ketimbang sebelumnya—membuat perahu yang ditumpangi oleh kelompok Orion terombang-ambing di tengah lautan meskipun Kapten Enzo telah berusaha untuk mengendalikan perahu tersebut.Badai telah datang. Dan dari penampakannya, badai tersebut begitu besar.Pilar-pilar raksasa yang merupakan tentakel Kraken menyembul dan bersembunyi di laut sebelum muncul lagi, lalu kepala besar Kraken yang berukuran kolosal tersebut terus bergerak dengan sepasang mata melotot ke arah Orion yang kini melayang di hadapannya. Kraken, si monster penguasa lautan murka karena satu tentakel raksasanya terpotong menjadi beberapa potongan kecil.Namun, yang membuat Kraken semakin murka adalah orang yang memotong bagian tubuhnya. Orion Black, pemuda berambut hitam dengan sepasang mata emerald tajam dengan pedang kelas mitos di tan

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   48. Teori Ruang Dan Waktu

    Hari itu Orion makan siang bersama dengan Ethan dan putrinya berjalan dengan lancar. Mereka menikmati hidangan yang telah Ethan pesan sembari mengobrol, sesekali Sophie menambahkan warna dengan menceritakan kesehariannya kepada Orion. Makan siang mereka bertiga sangat harmonis, Orion menikmatinya me

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   36. Sangat Lezat, Aku Ingin Lebih

    “Keberadaanmu adalah sebuah kesalahan. Aku tidak seharusnya melahirkan dirimu ke dunia ini. Aku menyesal tidak membunuhmu saat kau masih berada dalam perutku!!” Seorang wanita bergaun putih berteriak dengan histerisnya ke arah anak laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu sebenarnya c

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   35. Tiga Matahari Misterius

    ‘Patung adalah benda mati dan mereka tidak mungkin hidup, kecuali kalau mereka merupakan monster batu yang memang tubuhnya terbuat dari batu. Tapi, tidak mungkin patung kelinci sialan ini adalah monster batu ‘kan!’ Orion melihat bagaimana Leo terpelanting tidak berdaya setelah patung berkepala kel

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   27. Wajah Garang Tapi Hatinya Hello Kitty

    Orion tahu orang ini. Atau lebih tepatnya dia tahu nama Hunter Leo.Di dunia di mana Hunter adalah profesi penting dan mendominasi, menjadi Hunter kelas A pastinya menjadi banyak incaran dari guild-guild terkenal baik itu di dalam maupun luar negeri. Leo sang penyihir bukanlah sebuah pengecualian,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status