MasukAlisnya langsung mengerut tajam.Wajah Claire tampak sangat pucat, rasa kelelahan jelas terlihat di matanya. Riasan yang halus dan sempurna pun tak mampu menyembunyikan kondisi tubuhnya yang lemah, seolah ia hanyalah kepulan asap tipis yang bisa lenyap tertiup angin kapan saja.Di wajah Claire yang
Luna merasa Nyonya Selena benar-benar tidak masuk akal.Ia sudah lama mendengar reputasi kegilaan dan sikap histeris wanita itu. Namun melihatnya dengan mata kepala sendiri, benar-benar di luar bayangan.Orang seperti itu, begitu amarahnya meledak, akan sepenuhnya tenggelam dalam emosinya sendiri. D
“Ini, makan sedikit dulu, mengganjal perut. Sebentar lagi kamu harus foto dua sampai tiga jam, nanti tidak kuat.”Luna merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah permen lolipop, lalu menyerahkannya pada Claire.Permen itu sebenarnya biasa ia pakai untuk menenangkan anak kecil, tak disangka justru bergun
Alyssa memeluk Claire erat-erat, menangis tersedu-sedu hingga hampir kehabisan napas.Di usia enam belas tahun, ia sudah cukup dewasa untuk memahami benar dan salah, juga telah mencicipi dinginnya dunia. Kakaknya adalah panutannya, sandarannya, dan kehangatan terbesar dalam hidupnya. Begitu memikirk
Meski fakta sudah terbentang di depan mata, Mason tetap kukuh percaya bahwa Edmund tidak mencintai Yvonne bukanlah kesalahan Yvonne, juga bukan kesalahan Edmund, pasti karena "si selingkuhan" inilah yang mengacaukan segalanya.Dulu, saat Edmund pertama kali membawa Claire menghadiri pertemuan di lin
Claire meletakkan ponselnya, menatap Mason dengan sedikit terkejut.Ia hampir tidak pernah berurusan dengan Mason.Kalau pria ini mencarinya, pasti bukan urusan pribadi, kemungkinan besar berkaitan dengan Yvonne.Terakhir kali, di restoran Michelin, Yvonne membuat keributan besar dan dipermalukan ha







