Beranda / Young Adult / Diasuh Bos Besar / Bab 10. Mengantar Marlena Pulang

Share

Bab 10. Mengantar Marlena Pulang

Penulis: Maemoonah
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-23 20:26:55

Malam semakin larut, Tuan Malik memijat kepalanya yang terasa berdenyut-denyut dan penglihatannya sedikit kabur, karena terlalu banyak minum minuman beralkohol.

Disampingnya, tergeletak Marlena yang sudah mabuk berat. Ia bahkan meracau tidak jelas. Tertawa sendiri, bicara sendiri dan berteriak-teriak seperti orang kerasukan roh halus.

Rupanya tadi, Marlena sengaja mengajak Tuan Malik untuk mau menemaninya minum-minuman keras bersama. Sengaja tidak memperbolehkan kekasihnya lepas dari sisinya barang sedetik saja. Dan Tuan Malik terpaksa meladeni, tidak ingin membuat penarinya kecewa.

Ia pun terus minum bersama hingga akhirnya Marlena mabuk berat dan berakhir tidak sadarkan diri.

Diambilnya ponsel dari saku celananya, dan melakukan panggilan ke nomor Riko. “Riko, apa gadis itu... Sudah pergi?” tanya Tuan Malik yang masih memijat pelipisnya. Berharap Alisa masih menunggunya, meskipun sudah hampir dua jam berlalu.

“Maaf, Bos! Lisa sudah pergi dari tadi. Hampir satu jam yang lalu.” Jawab
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Diasuh Bos Besar   Bab 80. Andika Kembali ke Jalur

    Saat Makan pagi sekaligus siang bersama di ruang makan, mata Marlena tak sengaja bertemu Bi’ Narsih yang sibuk menyiapkan minuman diatas meja. Keduanya sempat bertatapan mata kemudian mematung untuk beberapa detik lamanya. “Wajah pembantu itu tidak asing. Sepertinya, aku pernah bertemu dengan dia. Tapi dimana ya?” Dalam keraguan, Marlena bertanya pada dirinya sendiri. Ia benar-benar kesulitan mengingat sosok wanita paruh baya yang baru dilihatnya.. “Wanita itu, bukankah dia gadis yang pernah dibawa Tuan setahun yang lalu. Tapi, kenapa rambutnya jadi berubah kuning keemasan seperti itu. Apakah aku perlu memberi tahu non Lisa?” Bi’ Narsih masih mengingat dengan jelas sosok wanita yang pernah dibawa Tuannya setahun yang lalu. Karena hanya Marlena wanita pertama yang pernah dibawa Tuan Malik ke rumahnya selain ibunda dan adik perempuannya. Tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting, Marlena segera menikmati makan siangnya, dan Bi’ Narsih gegas ke dapur untuk melanjutkan pekerjaanny

  • Diasuh Bos Besar   Bab 79. Sedikit Rahasia dari Bi' Narsih

    Alisa duduk di lantai sambil menekuk lututnya. Melipat kedua tangannya diatas lutut, menunduk lalu menenggelamkan wajahnya didalam sana. Isak tangis tak mampu dibendungnya lagi. Ia pun membiarkan saja tangisannya memecah kesunyian kamarnya. Untunglah Marlena tidur seperti orang mati. Dia bahkan tidak bergerak sedikitpun dari posisinya. Sehingga Alisa bisa menangis sepuasnya. Tanpa takut disebut sebagai gadis yang cengeng dan lemah. Biarlah malam ini menjadi malam yang terburuk dalam sejarah hidupnya. Ia akan menangisi takdirnya yang harus rela menerima penghinaan dari teman dekatnya sendiri. Hanya Farel yang mampu membuat hatinya sakit dan merasa semakin terpuruk. “Aku tahu kamu sangat kecewa. Tapi haruskah kamu berubah secepat ini, Rel? Kamu bahkan tidak memberiku kesempatan untuk menyampaikan alasannya. Kenapa kamu langsung mengambil keputusan sendiri dengan membenciku?” Sambil tersedu, Alisa mengungkapkan isi hatinya. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan Farel bisa berubah drast

  • Diasuh Bos Besar   Bab 78. Kesal Tingkat Dewa

    Ponsel yang dipegang Marlena segera diberikannya ke arah Farel lalu berkata, “Cepat telpon Lisa, Rel! Tanya dia... dimana alamat rumahnya.” Usai berkata, Marlena langsung merebahkan kepalanya yang terasa begitu berat, pusing dan berdenyut itu ke paha Farel.“Kenapa harus ke rumah Lisa sih? Kenapa tidak ke rusunmu saja?” Tanya Farel dengan jengkel. Jujur, ia saat ini tidak ingin melihat lagi wajah gadis yang pura-pura lugu nan innocent itu.“Karena kunciku... kunci rusunku... tertinggal di apartemen. Dan aku... aku tidak ingat sama sekali... passwordnya.” Jawab Marlena yang bicaranya sudah tersendat-sendat akibat pengaruh minuman beralkohol.“Damn!”Dengan cepat, tangan Farel meraih ponsel milik Marlena yang ternyata butuh sidik jari untuk membukanya.“Sial!” Umpatnya kesal. Lalu meraih tangan Marlena dan menempelkan jari jempolnya diatas layar ponsel untuk mengidentifikasi keakuratan detail bentuknya. Setelah proses identifikasi sidik jari selesai, Otomatis layar ponsel segera terbuk

  • Diasuh Bos Besar   Bab 77. Gerah

    Setibanya di rumah sakit, Tuan Malik bergegas menemui tim dokter yang selama ini telah menangani pasien yang bernama nenek Kusmirah.Usai berbincang sebentar di ruang dokter, serta mendapatkan cukup pengarahan yang harus diperhatikan untuk proses pemulihan pasca operasi pasien, Tuan Malik segera menyelesaikan semua berkas administrasi sesuai prosedur kepulangan pasien. Tak lama kemudian, dia segera memboyong pulang nenek Kusmirah ke rumah. Nenek Kusmirah pun hanya menurut patuh saja pada semua keputusan yang sudah diambil Tuan Malik untuknya. Ia percaya bahwa Tuan Malik adalah pria yang baik dan tulus membantunya. Dan ia tidak memiliki prasangka buruk sedikitpun padanya.Begitu tiba di rumah Tuan Malik, nenek Kusmirah langsung ditempatkan di kamar khusus untuk tamu yang berada di lantai satu. Tak lupa ia membawa serta seorang perawat yang akan membantu pemulihan nenek Kusmirah selama seminggu kedepan.Alisa sendiri terkesan cuek dan membiarkan saja apa pun yang diinginkan Tuan Malik

  • Diasuh Bos Besar   Bab 76. Pertanyaan Sensitif

    Pagi hari. Usai berpakaian rapi, Alisa berusaha mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya yang tercecer semalam, untuk bisa bersikap biasa saja didepan Tuan Malik ketika akan makan pagi bersama sebentar lagi. Jujur, bayangan sentuhan intim yang dilakukan Tuan Malik di tubuhnya semalam, terus menari-nari dalam ingatannya. Dan hal itu tentu saja membuatnya sangat malu. Akan tetapi, perasaan bahagia yang akan didapatnya sebentar lagi, saat bisa berkumpul kembali bersama sang nenek tercinta, mampu menyirnakan perasaan malu dan rasa canggung yang dideritanya sejak tadi. Perlakuan Tuan Malik yang dilakukannya semalam terhadap dirinya, sangat jelas menyiratkan bahwa pria dewasa itu dengan terang-terangan dan serius menginginkan dirinya seperti seorang pria yang menginginkan wanita. Walaupun semalam Tuan Malik memperlakukan Alisa dengan seenaknya, dan dibumbuhi dengan ancaman halus agar gadis itu mau menuruti perintahnya, namun pada kenyataannya ia sangat menikmati momen intim tersebut. Alisa

  • Diasuh Bos Besar   Bab 75. Hanya Memeriksamu

    Pintu perlahan terbuka, dan Alisa dengan cepat menutup matanya rapat-rapat. Jantungnya berpacu dengan cepat dan tangannya gemetaran mencengkeram selimut yang menutup hingga sebatas lehernya.“Lisa?”Dengan suara lembut, Tuan Malik memanggil namanya. Ia melangkah mendekati ranjang dan duduk disisi ranjang sama seperti malam sebelumnya.“Ini aku, Lisa!”Akan tetapi, Alisa tidak segera menjawab. Ia pura-pura tidur.Dalam keremangan cahaya lampu tidur, Tuan Malik memandangi wajah cantik gadis yang sudah meluluhkan hatinya, dan membuatnya nyaris gila di setiap malamnya hanya dengan memikirkannya, tanpa bisa memilikinya secara utuh.Tubuh Tuan Malik membungkuk, dan untuk beberapa detik lamanya menghirup aroma tubuh gadis pujaannya, yang seketika membuat aliran darahnya bergejolak. “Lisa? It’s me, your Master! Tuanmu! Sampai kapan kamu ingin berpura-pura tidur, hm?”Panggil Tuan Malik yang suaranya tiba-tiba berubah serak dan berat. Terlihat jelas bila tubuhnya mulai panas membara. Bibirnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status