مشاركة

Extra Part 20

مؤلف: Lavender My Name
last update تاريخ النشر: 2025-05-01 14:21:15

"Apakah kamu memiliki rencana lain untuk mendekati istriku?" tanya Arya penuh selidiki. Wajahnya begitu mengerikan, membuat Denny kehilangan selera makannya.

"Mas!" tegur Dinda kesal. "Apa-apan, sih? Jangan lupa kalau dia sudah menyelamatkan saya, dari niat buruk Bu Mega waktu itu."

Arya merasa tertampar dengan peringatan Dinda. Benar. Seharusnya dia tidak harus bersikap cemburu seperti sekarang ini. Seharusnya dia tidak lagi mempermasalahkan rasa Denny yang jelas-jelas bertepuk sebelah tangan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
listiani darmawan
Lah cuma 1 thor..
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 59

    "Oh. Itu Bian, Nek. Bian dulu yang punya adek. Om Dani sama Tante Mita menyusul nanti." Celoteh Bian membuat jantung Sari nyaris lepas dari tempatnya."Apa kamu bilang? Bian mau punya adek? Beneran?" Sari yang semula menatap Bian langsung mengalihkan tatapannya ke arah Dinda yang baru saja menambah isi mangkoknya dengan bubur sumsum. Ia tidak mau percaya begitu saja. Dinda terkekeh demi melihat ekspresi Sari. Ingin rasanya ia meneruskan drama ini tapi hati kecilnya melarang. "Menurut mama gimana?" Pertanyaan Dinda justru menambah rasa penasaran Sari semakin menjadi."Lah malah tanya mama? Mana mama tahu." Sari jadi uring-uringan sendiri. Ia tidak tahu akan bagaimana dirinya jika kabar itu benar adanya.Dinda diam sejenak. Ia menarik napas, mengatur perasaannya sendiri. Ia sendiri masih terkejut dengan kabar ini, bagaimana lagi dengan yang lain?"Kalau memang rezeki, enam bulan sepuluh hari, Bian akan resmi menjadi kakak." Dinda mengangsurkan foto hasil usg kepada Sari.Sari tidak s

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 58

    Dinda menepuk punggung Mita. Ia menenangkan sahabatnya itu. Mita memang sangat sensitif setiap kali hamil. Ia mudah sekal menangis oleh hal-hal sepele. Apalagi menyangkut berita gembira seperti sekarang ini."Padahal kita nggak janjian'kan buatnya, Din?" ucap Mita disela isak harunya. Ia tidak dapat melukiskan perasaannya. Kehamilannya yang kembali berbarengan Dinda tidak pernah terlintas dalam benaknya.Dinda langsung saja tergelak. "Lu bikin gua sakit perut, tau nggak sih, Mit?" "Nah, gua'kan nanya beneran, Din. Mana kita tahu kalau kita bakalan bareng b-... "Dinda langsung menutup mulut Mita. "Ssst! Sudah-sudah-sudah. Jangan lagi lu terusin. Bahaya!"Mita langsung mengangguk-anggukkan kepala, memberi kode agar Dinda segera menyingkirkan tangannya dari mulutnya. Ia langsung menarik napas sebanyak yang ia bisa, lalu menghembuskannya."Semua ini berkat doa mama-mama semua, Mit. Ya tentu saja ada campur tangan Tuhan juga di dalamnya. Sekarang tugas kita merawat dan menjaga kehamilan

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 57

    Mobil Dani meluncur cepat menuju dokter langganan Dinda dan Mita. Setelah melewati berbagai pemeriksaan, Dani mendapat selembar surat keterangan dan foto. Keningnya berkerut. Memandang foto hasil usg di tangannya dengan tatapan tidak percaya. Dokter harus mengulang tiga kali untuk membuat Dani benar-benar percaya dengan foto dan surat keterangan yang diberikan padanya."Ini serius, Dok? Dokter nggak sedang nge-prank saya'kan?" "Serius, Pak Dani. Delapan bulan lagi, anda akan menjadi seorang ayah."Perlu beberapa menit untuk ia benar-benar memahami jika semua itu adalah benar adanya. Gemuruh di dadanya membuat Dani merasakan sensasi deg-degan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia akan menjadi seorang ayah. Ketika sudah berada di luar ruangan, Dani langsung memeluk Sari yang ikut mengantar Maya ke klinik. Ia mengangsurkan lembaran foto kepada Sari. Wanita itu tertegun sejenak lalu berteriak kesenangan. Ia langsung mengirim pesan pada Dinda."Mama mau punya cucu lagi!" tulisn

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 56

    Tepat pukul sebelas pagi keesokan harinya, suara lantang Dani menggema di kediaman Yani yang sudah dihias demikian rupa. Harumnya bunga melati dan sedap malam mendominasi. Aneka bunga segar menghiasi mulai jalan masuk hingga ruang tamu yang digunakan sebagai tempat akad nikah. "Saya terima nikah dan kawinnya Maya Safitri binti Marlin Sanjaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.""Sah?" tanya penghulu kepada para saksi."Sah." "Alhamdulillah." Ucapan syukur mengiringi doa yang dipanjatkan penghulu untuk kedua mempelai. Tak lupa juga wejangan pernikahan yang biasa diberikan untuk pengantin baru.Bulir air mata yang tadi menggenang di sudut mata Yani, akhirnya meluncur tanpa kendali. Bahunya terguncang hingga harus ditenangkan Dinda dan Mita. Yani mengangguk, membalas tangan Mita yang menggenggam erat kedua tangannya."Terima kasih. Semoga Maya bisa menjadi istri yang baik dan patuh pada suaminya.""Aamiin. Sekarang, Ibu harus maju ke depan. Itu, di sana. Mama sudah menunggu untuk

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 55

    Sambutan hangat yang diberikan keluarga Broto, membuat Yani terharu. Yani tidak pernah membayangkan jika keluarga Broto begitu membumi. Padahal mereka termasuk keluarga berada, jauh diatasnya. Namun, mereka tidak seperti kebanyakan. Bahkan, besan mereka tidak jauh berbeda. Yani berulang kali mengucap syukur. Ketakutan yang sempat menggelayutinya saat Dani mulai sering bertemu dengan Maya, hilang sudah. Makan malam itu berjalan lancar, penuh kehangatan. Satu yang disayangkan, Marlin tidak berada di tengah-tengah mereka, dan itu mendatangkan perasaan sedih dalam hati Yani. Ia berulang kali menggumamkan nama Marlin."Andai Bapak ada di sini. Akan terasa jauh lebih seru dan lengkap. Anak kita, pasti akan sangat bahagia." Satu bulir air mata menetes dari sudut luar netra Yani.Maya menggenggam erat tangan Yani. "Bapak melihat kita, Bu. Semoga bapak merestui ini semua."Mobil Dani meninggalkan kediaman Broto menuju tempat tinggal Yani. Acara makan malam berjalan sukses. Lamaran akan dilaks

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 54

    "Maksudnya?" Yani menuntut Dani untuk memperjelas kalimatnya. Yani masih meragukan kemampuan telinganya menangkap maksud dibalik kalimat-kalimat yang ia dengar barusan. Jangan-jangan pria muda ini sedang menge-pranknya.Seperti sudah menduga sebelumnya, Dani kembali mengatakan hal yang intinya sama, bahwa ia ingin menikahi Maya, putri semata wayang Yani.Bingung dan ragu. Yani justru menatap kedua punggung tangannya lalu membolak-balik keduanya, seakan ingin menunjukkan jika perkara ini bukanlah perkara sepele, dan ia sedang berpikir keras tentang perkara ini. "Kami bukan dari keluarga kaya.""Tidak ada masalah. Keluarga saya pun tidak jauh berbeda.""Anak saya bukanlah seseorang yang sangat pintar.""Justru itu yang saya suka. Berarti saya bisa menjadi suami sekaligus guru untuknya."Maya semakin salah tingkah mendengar jawaban-jawaban Dani. Tekad Dani sepertinya sudah sangat bulat. Ia berhasil menjawab pertanyaan dan pernyataan Yani. "Dia belum lulus kuliah." "Maya bisa menerus

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   40. Orang Tidak Jelas

    Anggun sedang menata ruang tengah saat Arya keluar dari kamarnya. Dermawan sendiri belum pulang dari kantor. Anggun memperhatikan Arya yang turun tergesa-gesa dari tangga. Wajah Arya pun terlihat tidak seperti biasanya. Ia khawatir jika putranya itu sakit. "Mau kemana lagi?" Anggun terus memperhatik

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   39. Begini Lebih Baik

    Dinda langsung membersihkan dirinya begitu tiba di rumah. Ia berendam sebentar, menghilangkan rasa penat dan capek yang mendera tubuhnya sejak kemarin malam. Ponsel sengaja ia bawa, untuk berjaga-jaga jika orang tuanya tiba-tiba menelpon.Disaat Dinda sedang menikmati harumnya aromaterapi yang membu

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   37. Serius

    "Calon suami? Spill dong wajah calon suami gua." Dinda menantang balik Dani. Mentang-mentang dirinya baru saja bangun dari mimpi indahnya, bukan berarti dia dengan seenaknya bisa dijadikan bahan olok-olokan. Terlebih lagi, di ruangan itu ada Arya, dosen pembimbingnya, meski pria itu tidak datang den

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   36. Calon Suami

    "Berikan alamat rumah sekarang." Dinda tidak berkutik. Apakah ia harus mengabulkan permintaan pria di depannya? Memberikan alamat rumahnya atau ia gunakan saja ide Mita? Memberikan alamat palsu? Toh, Arya juga tidak mungkin akan benar-benar datang ke rumahnya."Jangan pernah memberikan keterangan y

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status