Compartir

Extra Part 37

last update Fecha de publicación: 2025-08-04 17:53:57

"Cukup!" Sari tidak ingin lagi mendengar kelanjutan kalimat Dani.

Dani terkejut mendengar suara Sari. Tidak pernah mamanya itu berkata dengan nada tinggi dan keras seperti barusan. Nyali Dani menciut.

"Kamu harus melihat bibit, bebet dan bobot. Mama tidak mau rumah tanggamu berantakan dalam hitungan waktu hanya karena salah memilih pendamping."

Dani diam terpengkur.

"Jangan karena penilaian orang atau sindiran orang, kamu jadi mencari pendamping secara asal-asalan. Yang menikah itu kamu bukan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
beauty night
naaahh kaann kak daniii, hayukk ajak itu incarannya bergabung jd keluarga samara ehehe
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 59

    "Oh. Itu Bian, Nek. Bian dulu yang punya adek. Om Dani sama Tante Mita menyusul nanti." Celoteh Bian membuat jantung Sari nyaris lepas dari tempatnya."Apa kamu bilang? Bian mau punya adek? Beneran?" Sari yang semula menatap Bian langsung mengalihkan tatapannya ke arah Dinda yang baru saja menambah isi mangkoknya dengan bubur sumsum. Ia tidak mau percaya begitu saja. Dinda terkekeh demi melihat ekspresi Sari. Ingin rasanya ia meneruskan drama ini tapi hati kecilnya melarang. "Menurut mama gimana?" Pertanyaan Dinda justru menambah rasa penasaran Sari semakin menjadi."Lah malah tanya mama? Mana mama tahu." Sari jadi uring-uringan sendiri. Ia tidak tahu akan bagaimana dirinya jika kabar itu benar adanya.Dinda diam sejenak. Ia menarik napas, mengatur perasaannya sendiri. Ia sendiri masih terkejut dengan kabar ini, bagaimana lagi dengan yang lain?"Kalau memang rezeki, enam bulan sepuluh hari, Bian akan resmi menjadi kakak." Dinda mengangsurkan foto hasil usg kepada Sari.Sari tidak s

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 58

    Dinda menepuk punggung Mita. Ia menenangkan sahabatnya itu. Mita memang sangat sensitif setiap kali hamil. Ia mudah sekal menangis oleh hal-hal sepele. Apalagi menyangkut berita gembira seperti sekarang ini."Padahal kita nggak janjian'kan buatnya, Din?" ucap Mita disela isak harunya. Ia tidak dapat melukiskan perasaannya. Kehamilannya yang kembali berbarengan Dinda tidak pernah terlintas dalam benaknya.Dinda langsung saja tergelak. "Lu bikin gua sakit perut, tau nggak sih, Mit?" "Nah, gua'kan nanya beneran, Din. Mana kita tahu kalau kita bakalan bareng b-... "Dinda langsung menutup mulut Mita. "Ssst! Sudah-sudah-sudah. Jangan lagi lu terusin. Bahaya!"Mita langsung mengangguk-anggukkan kepala, memberi kode agar Dinda segera menyingkirkan tangannya dari mulutnya. Ia langsung menarik napas sebanyak yang ia bisa, lalu menghembuskannya."Semua ini berkat doa mama-mama semua, Mit. Ya tentu saja ada campur tangan Tuhan juga di dalamnya. Sekarang tugas kita merawat dan menjaga kehamilan

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 57

    Mobil Dani meluncur cepat menuju dokter langganan Dinda dan Mita. Setelah melewati berbagai pemeriksaan, Dani mendapat selembar surat keterangan dan foto. Keningnya berkerut. Memandang foto hasil usg di tangannya dengan tatapan tidak percaya. Dokter harus mengulang tiga kali untuk membuat Dani benar-benar percaya dengan foto dan surat keterangan yang diberikan padanya."Ini serius, Dok? Dokter nggak sedang nge-prank saya'kan?" "Serius, Pak Dani. Delapan bulan lagi, anda akan menjadi seorang ayah."Perlu beberapa menit untuk ia benar-benar memahami jika semua itu adalah benar adanya. Gemuruh di dadanya membuat Dani merasakan sensasi deg-degan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia akan menjadi seorang ayah. Ketika sudah berada di luar ruangan, Dani langsung memeluk Sari yang ikut mengantar Maya ke klinik. Ia mengangsurkan lembaran foto kepada Sari. Wanita itu tertegun sejenak lalu berteriak kesenangan. Ia langsung mengirim pesan pada Dinda."Mama mau punya cucu lagi!" tulisn

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 56

    Tepat pukul sebelas pagi keesokan harinya, suara lantang Dani menggema di kediaman Yani yang sudah dihias demikian rupa. Harumnya bunga melati dan sedap malam mendominasi. Aneka bunga segar menghiasi mulai jalan masuk hingga ruang tamu yang digunakan sebagai tempat akad nikah. "Saya terima nikah dan kawinnya Maya Safitri binti Marlin Sanjaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.""Sah?" tanya penghulu kepada para saksi."Sah." "Alhamdulillah." Ucapan syukur mengiringi doa yang dipanjatkan penghulu untuk kedua mempelai. Tak lupa juga wejangan pernikahan yang biasa diberikan untuk pengantin baru.Bulir air mata yang tadi menggenang di sudut mata Yani, akhirnya meluncur tanpa kendali. Bahunya terguncang hingga harus ditenangkan Dinda dan Mita. Yani mengangguk, membalas tangan Mita yang menggenggam erat kedua tangannya."Terima kasih. Semoga Maya bisa menjadi istri yang baik dan patuh pada suaminya.""Aamiin. Sekarang, Ibu harus maju ke depan. Itu, di sana. Mama sudah menunggu untuk

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 55

    Sambutan hangat yang diberikan keluarga Broto, membuat Yani terharu. Yani tidak pernah membayangkan jika keluarga Broto begitu membumi. Padahal mereka termasuk keluarga berada, jauh diatasnya. Namun, mereka tidak seperti kebanyakan. Bahkan, besan mereka tidak jauh berbeda. Yani berulang kali mengucap syukur. Ketakutan yang sempat menggelayutinya saat Dani mulai sering bertemu dengan Maya, hilang sudah. Makan malam itu berjalan lancar, penuh kehangatan. Satu yang disayangkan, Marlin tidak berada di tengah-tengah mereka, dan itu mendatangkan perasaan sedih dalam hati Yani. Ia berulang kali menggumamkan nama Marlin."Andai Bapak ada di sini. Akan terasa jauh lebih seru dan lengkap. Anak kita, pasti akan sangat bahagia." Satu bulir air mata menetes dari sudut luar netra Yani.Maya menggenggam erat tangan Yani. "Bapak melihat kita, Bu. Semoga bapak merestui ini semua."Mobil Dani meninggalkan kediaman Broto menuju tempat tinggal Yani. Acara makan malam berjalan sukses. Lamaran akan dilaks

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   Extra Part 54

    "Maksudnya?" Yani menuntut Dani untuk memperjelas kalimatnya. Yani masih meragukan kemampuan telinganya menangkap maksud dibalik kalimat-kalimat yang ia dengar barusan. Jangan-jangan pria muda ini sedang menge-pranknya.Seperti sudah menduga sebelumnya, Dani kembali mengatakan hal yang intinya sama, bahwa ia ingin menikahi Maya, putri semata wayang Yani.Bingung dan ragu. Yani justru menatap kedua punggung tangannya lalu membolak-balik keduanya, seakan ingin menunjukkan jika perkara ini bukanlah perkara sepele, dan ia sedang berpikir keras tentang perkara ini. "Kami bukan dari keluarga kaya.""Tidak ada masalah. Keluarga saya pun tidak jauh berbeda.""Anak saya bukanlah seseorang yang sangat pintar.""Justru itu yang saya suka. Berarti saya bisa menjadi suami sekaligus guru untuknya."Maya semakin salah tingkah mendengar jawaban-jawaban Dani. Tekad Dani sepertinya sudah sangat bulat. Ia berhasil menjawab pertanyaan dan pernyataan Yani. "Dia belum lulus kuliah." "Maya bisa menerus

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   16. Kencan Pertama

    "Mengapa lama sekali?" Arya menatap tajam Dinda yang baru saja datang ke ruangannya."Hmm, Maaf, Pak. Tadi pagi badan saya agak meriang, tapi sekarang sudah lebih baik." "Kamu sudah sarapan?""Sudah, Pak.""Banyak?""Dua lapis roti tawar plus selai kacang dan keju, satu gelas coklat panas.""Berart

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   15. Share Loc

    Dinda duduk termenung di meja belajarnya. Laptop yang sudah menyala sejak satu jam yang lalu sama sekali belum disentuhnya. Jari jemari yang biasanya sudah menari lincah di atas keyboard, kini justru menjadi penyanggah kepalanya.Kilasan pertemuan dan perselisihannya dengan Mega kemarin kembali meli

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   13. Makan Siang Bersama

    Dinda teringat saat ia mulai menjawab pertanyaan yang diajukan para penguji. Mulai dari pertanyaaan Hasan yang sangat teoritis, yang dijawab Dinda dengan lancar. Dilanjutkan Mega Sandrina yang menanyakan beberapa pengertian mendasar tentang metodologi penelitian, dan yang terakhir, dosen tampan yang

  • Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing   12. Awal Permusuhan

    "Mulai besok, gunakan masker saat berkonsultasi dengan saya.""Masker, Pak?"Arya mengangguk. "Kamu bisa melepasnya saat sudah tidak bersama saya lagi, maksud saya, jika sudah selesai berkonsultasi, kamu bisa melepasnya.""Ooh...." Dinda masih belum mengerti alasan dirinya disuruh mengenakan masker

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status