Share

Bab 63 Sesakit Ini Mencintaimu

Penulis: Yuni Masrifah
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 14:57:13

Di lantai dekat meja, tergenang air cukup banyak. Aku menduga jika air itu adalah tumpahan dari dalam gelas itu. Ternyata air yang mengandung obat perangsang dari bi Saroh itu tumpah ruah tanpa sedikit pun diminum oleh Malik.

Aku menoleh ke arah Malik. Lelaki itu diam membeku sambil terus menatap ke arahku.

“Kamu menantikan kontrak pernikahan ini usai?” tanyaku, bahkan suaraku nyaris tidak terdengar.

“Bu-bukan begitu maksudku. Aku–”

“Aku paham, tidak apa-apa. Aku paham perasaanmu, hatimu hanya untuk Alya. Aku terlalu egois, dikasih hati malah minta jantung. Sudah dikasih kemewahan aku meminta dirimu menjadi milikku. Gila, akal sehatku memang sudah benar-benar rusak.” Aku menelan salivaku, aku berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya hatiku terasa sangat perih.

“Dengarkan aku dulu, aku–”

“Apa? Tidak perlu, Malik. Dari caramu memperlakukanku tidak adil, dari caramu membawa Alya di hadapanku, dari caramu bersikap pilih kasih, bahkan melihat penolakanmu ini, membuatku sadar, bahwa aku me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 66 Buku Diary

    Tidak kusangka akan sangat menyakitkan begini saat mengetahui Arin telah pergi. Dia pergi tanpa pamit, dia hanya meninggalkan sepucuk surat dan … aku tidak tahu sekarang Arin berada di mana, dan bagaimana keadaannya sekarang. Dia pergi tanpa membawa haknya.Aku kembali ke kamarku, kuraih ponselku yang kutaruh di atas nakas. Aku mencoba menghubungi nomor Arin. Namun, sayangnya nomor Arin tidak aktif. Mungkin Arin sengaja, aku yakin itu. Dia pasti tahu jika aku akan menghubunginya.“Vita, dia pasti tahu di mana Arin!” gumamku.Aku yakin Vita pasti tahu, dia adiknya Arin. Pasti Arin terbuka sama Vita.Setelah menemukan nomor Vita, aku segera menghubunginya.“Angkat, Vit!”Baru saja tersambung, aku sudah tidak sabar Vita mengangkatnya. Namun, sampai sambungan telepon ini berhenti, Vita tidak kunjung mengangkat telepon dariku.Tidak menyerah, aku kembali menghubungi nomor Vita. Untuk yang kedua kalinya, akhirnya Vita mengangkat telepon dariku. Terdengar riuh di seberang sana, sepertinya Vi

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 65 Surat

    “Mbak Arin tidak ada di kamarnya!” jawab bi Saroh.“Oh!” Aku terlalu malas untuk mendengar hal biasa seperti ini.Aku meraih pintu, hendak menutupnya. Namun, tiba-tiba bi Saroh menahan pintu ini, hingga aku kesulitan untuk menutupnya.“Mas Malik kenapa seperti tidak peduli? Mbak Arin tidak ada di kamarnya, loh!” Bi Saroh mengulangi ucapannya. Wajahnya seperti menahan kesal padaku. Tidak seperti biasanya. Nada bicaranya pun terkesan sangat berani.“Pagi-pagi begini Arin biasanya ada di kamar mandi, atau dia ada di bawah. Kenapa harus heboh sih, Bi?” tanyaku.Bi Saroh mengusap wajahnya dengan kasar. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia kesal padaku.“Terserah Mas Malik mau memecat saya hari ini juga, saya akan terima dan angkat kaki dari rumah ini. Maaf jika saya lancang berkata seperti ini. Jujur saya sangat marah dan kecewa sama Mas Malik. Bisa-bisanya di saat Mbak Arin pergi, Mas Malik menanggapinya dengan santai. Pantas mbak Arin diam-diam suka nangis sendirian. Sikap Mas Malik saja

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 64 Jangan Mencariku

    (POV Malik)“Apa … yang dia lakukan, Ya Tuhan!” Aku menyandarkan punggungku ke kepala ranjang. Tidak habis pikir dengan sikap Arin yang terbilang sangat berani.Bukan aku tidak tertarik untuk melakukannya. Aku bukan lelaki munafik, aku lelaki normal, aku cukup tergoda dengan apa yang disuguhkan Arin di depan mata. Namun, jika aku melakukannya hanya karena nafsu semata, justru hal itu bisa merugikan Arin sendiri, dan … ujungnya aku pun bisa terbawa dalam masalah baru.Kulirik kalender kecil yang ada di atas nakas. Kuraih benda tersebut, lalu menghitung hari di mana kontrak yang kami sepakati akan segera usai.“Arin wanita baik, seandainya aku juga memiliki perasaan yang sama. Tapi hatiku tidak bisa dibohongi. Alya, hanya dia yang selalu membuatku bahagia.” Aku membatin seorang diri.Ponsel yang kuletakkan di atas nakas bergetar. Sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselku ini. Bergegas aku membukanya.Seketika senyumanku mengembang. Alya kembali mengirimkanku sebuah pesan. Aku sege

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 63 Sesakit Ini Mencintaimu

    Di lantai dekat meja, tergenang air cukup banyak. Aku menduga jika air itu adalah tumpahan dari dalam gelas itu. Ternyata air yang mengandung obat perangsang dari bi Saroh itu tumpah ruah tanpa sedikit pun diminum oleh Malik.Aku menoleh ke arah Malik. Lelaki itu diam membeku sambil terus menatap ke arahku.“Kamu menantikan kontrak pernikahan ini usai?” tanyaku, bahkan suaraku nyaris tidak terdengar.“Bu-bukan begitu maksudku. Aku–”“Aku paham, tidak apa-apa. Aku paham perasaanmu, hatimu hanya untuk Alya. Aku terlalu egois, dikasih hati malah minta jantung. Sudah dikasih kemewahan aku meminta dirimu menjadi milikku. Gila, akal sehatku memang sudah benar-benar rusak.” Aku menelan salivaku, aku berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya hatiku terasa sangat perih.“Dengarkan aku dulu, aku–”“Apa? Tidak perlu, Malik. Dari caramu memperlakukanku tidak adil, dari caramu membawa Alya di hadapanku, dari caramu bersikap pilih kasih, bahkan melihat penolakanmu ini, membuatku sadar, bahwa aku me

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 62 Menjalankan Rencana

    Terpaksa aku memesan taksi online untuk mengantarku pulang ke rumah. Malik sialan! Kenapa dia tega meninggalkanku malam-malam seperti ini sendirian?Sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya taksi online yang aku pesan telah datang. Bergegas aku memasukinya.“Jalan, Mas!” seruku.Percuma aku dandan heboh seperti ini, jika ujung-ujungnya Alya yang datang bersama Malik.Selama perjalanan pulang aku hanya banyak melamun. Tidak ada selera untuk melakukan apa pun. Rasa kecewa ini begitu besar. Jika ujungnya harus seperti ini, lebih baik Malik tidak usah mengajakku pergi.Sesampainya di rumah, bi Saroh menyambut kedatanganku. Dari wajahnya dia tampak penasaran melihat kedatanganku.“Bibi pikir Mbak Arin pulangnya masih lama. Mana mas Malik?” tanya bi Saroh, dia melongokkan kepalanya ke luar.Aku menghembuskan napas kasar. Menyibak rambut panjangku ke belakang. Aku menggelengkan kepala pelan.Bi Saroh mengernyitkan dahinya. “Bukankah tadi Mbak Arin dan mas Malik berangkat bersama?”“Tidak, B

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 61 Pesta Reuni

    “Mandi, dan pakai gaun itu!” seru Malik.Aku mengerjapkan mata beberapa kali. Menatap gaun yang ada di tanganku. Sangat indah, berwarna biru muda dengan desain yang apik dan juga elegan.“Ini … buatku?” tanyaku.“Buat bi Saroh!” celetuk Malik.Aku berdesis. Namun, aku kembali menyunggingkan senyuman. Bahagia sekali aku mendapatkan sesuatu dari lelaki yang aku cintai.“Memangnya ada acara apa, sampai aku harus memakai gaun ini? Apakah ada pesta … atau ada acara makan malam?” tanyaku penasaran.“Teman SMA-ku mengadakan acara reuni malam ini. Semua yang hadir harus membawa pasangan masing-masing. Cepat mandi, dandan yang cantik. Aku tidak bisa menunggu lama. Aku tunggu di bawah!” jawabnya.Apa yang Malik bilang barusan, sungguh membuatku terkesan dan bahagia. Bagaimana tidak, dia mengajakku ke acara reuni itu, sebagai pasangannya. Itu artinya … Malik sudah mulai menerimaku sebagai pasangannya.Malik pun keluar dari kamarku. Tanpa berlama-lama lagi, bergegas aku memasuki kamar mandi.Bahk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status