Share

Bab 64 Jangan Mencariku

Penulis: Yuni Masrifah
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 12:43:39

(POV Malik)

“Apa … yang dia lakukan, Ya Tuhan!”

Aku menyandarkan punggungku ke kepala ranjang. Tidak habis pikir dengan sikap Arin yang terbilang sangat berani.

Bukan aku tidak tertarik untuk melakukannya. Aku bukan lelaki munafik, aku lelaki normal, aku cukup tergoda dengan apa yang disuguhkan Arin di depan mata. Namun, jika aku melakukannya hanya karena nafsu semata, justru hal itu bisa merugikan Arin sendiri, dan … ujungnya aku pun bisa terbawa dalam masalah baru.

Kulirik kalender kecil yang ada di atas nakas. Kuraih benda tersebut, lalu menghitung hari di mana kontrak yang kami sepakati akan segera usai.

“Arin wanita baik, seandainya aku juga memiliki perasaan yang sama. Tapi hatiku tidak bisa dibohongi. Alya, hanya dia yang selalu membuatku bahagia.” Aku membatin seorang diri.

Ponsel yang kuletakkan di atas nakas bergetar. Sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselku ini. Bergegas aku membukanya.

Seketika senyumanku mengembang. Alya kembali mengirimkanku sebuah pesan. Aku sege
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 68 Tidak Fokus

    “Sudah kubilang jangan bahas itu lagi!” sentakku.Tanpa sadar aku telah membentak Alya. Seketika Alya terdiam membeku, dia tidak bisa menyembunyikan raut keterkejutannya. Aku cukup merasa tidak enak padanya.“Sorry-sorry, aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya lelah, tolong jangan bahas Arin dulu untuk sekarang ini,” ucapku.Alya menggelengkan kepalanya pelan, tersenyum tipis menanggapi ucapanku.“It’s ok! Aku juga minta maaf,” sahut Alya lirih.Tidak seperti biasanya, jika ada Alya hatiku selalu bahagia. Selalu ada saja cerita seru yang mengalir yang kami ceritakan. Tidak pernah ada kekosongan saat kami bersama. Namun, berbeda dengan hari ini. Aku terlalu banyak diam. Bahkan bergerak pun rasanya aku tidak bersemangat.“Em … pesananku sudah sampai. Aku ke depan dulu sebentar, ya!” Alya menepuk kecil bahuku, setelah ia mendapat sebuah pesan masuk ke nomornya.“Ya!”Alya berlalu ke depan, sementara aku kembali mencoba menghubungi nomor Arin. Namun, tetap saja tidak bisa. Aku menghem

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 67 Mencari

    “Mau ke mana, Bi?” tanyaku, saat kulihat bi Saroh menenteng sebuah tas berukuran cukup besar.Kami saling berpapasan saat aku menginjakkan kaki di lantai bawah.“Maaf, Mas Malik. Saya sudah lancang ngomong blak-blakan kepada Mas. Jadi … lebih baik saya angkat kaki dari rumah ini. Sekali lagi saya minta maaf,” jawab bi Saroh.Aku berdiri menghadangnya, berkacak pinggang menatapnya tajam.“Taruh lagi tasnya, saya tidak memecat bi Saroh,” ucapku.“Tapi–”“Saya bilang taruh ya taruh! Saya tidak bisa masak, saya tidak mau mencari ART baru, dan saya ingin bi Saroh tetap bekerja di sini. Saya tidak ada waktu untuk berdebat dengan Bibi, saya harus segera mencari Arin,” tukasku, membuat bi Saroh membeliak.“Jadi … Mas Malik mau mencari mbak Arin?” tanyanya.“Ya, saya akan mencarinya. Bi Saroh tidak perlu pergi dari sini. Saya masih membutuhkan Bibi di sini. Kalau begitu saya pergi dulu!” jawabku.Aku melanjutkan langkahku, kunaiki mobilku seorang diri, tanpa mengajak sopir.“Arin, di mana kamu

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 66 Buku Diary

    Tidak kusangka akan sangat menyakitkan begini saat mengetahui Arin telah pergi. Dia pergi tanpa pamit, dia hanya meninggalkan sepucuk surat dan … aku tidak tahu sekarang Arin berada di mana, dan bagaimana keadaannya sekarang. Dia pergi tanpa membawa haknya.Aku kembali ke kamarku, kuraih ponselku yang kutaruh di atas nakas. Aku mencoba menghubungi nomor Arin. Namun, sayangnya nomor Arin tidak aktif. Mungkin Arin sengaja, aku yakin itu. Dia pasti tahu jika aku akan menghubunginya.“Vita, dia pasti tahu di mana Arin!” gumamku.Aku yakin Vita pasti tahu, dia adiknya Arin. Pasti Arin terbuka sama Vita.Setelah menemukan nomor Vita, aku segera menghubunginya.“Angkat, Vit!”Baru saja tersambung, aku sudah tidak sabar Vita mengangkatnya. Namun, sampai sambungan telepon ini berhenti, Vita tidak kunjung mengangkat telepon dariku.Tidak menyerah, aku kembali menghubungi nomor Vita. Untuk yang kedua kalinya, akhirnya Vita mengangkat telepon dariku. Terdengar riuh di seberang sana, sepertinya Vi

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 65 Surat

    “Mbak Arin tidak ada di kamarnya!” jawab bi Saroh.“Oh!” Aku terlalu malas untuk mendengar hal biasa seperti ini.Aku meraih pintu, hendak menutupnya. Namun, tiba-tiba bi Saroh menahan pintu ini, hingga aku kesulitan untuk menutupnya.“Mas Malik kenapa seperti tidak peduli? Mbak Arin tidak ada di kamarnya, loh!” Bi Saroh mengulangi ucapannya. Wajahnya seperti menahan kesal padaku. Tidak seperti biasanya. Nada bicaranya pun terkesan sangat berani.“Pagi-pagi begini Arin biasanya ada di kamar mandi, atau dia ada di bawah. Kenapa harus heboh sih, Bi?” tanyaku.Bi Saroh mengusap wajahnya dengan kasar. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia kesal padaku.“Terserah Mas Malik mau memecat saya hari ini juga, saya akan terima dan angkat kaki dari rumah ini. Maaf jika saya lancang berkata seperti ini. Jujur saya sangat marah dan kecewa sama Mas Malik. Bisa-bisanya di saat Mbak Arin pergi, Mas Malik menanggapinya dengan santai. Pantas mbak Arin diam-diam suka nangis sendirian. Sikap Mas Malik saja

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 64 Jangan Mencariku

    (POV Malik)“Apa … yang dia lakukan, Ya Tuhan!” Aku menyandarkan punggungku ke kepala ranjang. Tidak habis pikir dengan sikap Arin yang terbilang sangat berani.Bukan aku tidak tertarik untuk melakukannya. Aku bukan lelaki munafik, aku lelaki normal, aku cukup tergoda dengan apa yang disuguhkan Arin di depan mata. Namun, jika aku melakukannya hanya karena nafsu semata, justru hal itu bisa merugikan Arin sendiri, dan … ujungnya aku pun bisa terbawa dalam masalah baru.Kulirik kalender kecil yang ada di atas nakas. Kuraih benda tersebut, lalu menghitung hari di mana kontrak yang kami sepakati akan segera usai.“Arin wanita baik, seandainya aku juga memiliki perasaan yang sama. Tapi hatiku tidak bisa dibohongi. Alya, hanya dia yang selalu membuatku bahagia.” Aku membatin seorang diri.Ponsel yang kuletakkan di atas nakas bergetar. Sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselku ini. Bergegas aku membukanya.Seketika senyumanku mengembang. Alya kembali mengirimkanku sebuah pesan. Aku sege

  • Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris    Bab 63 Sesakit Ini Mencintaimu

    Di lantai dekat meja, tergenang air cukup banyak. Aku menduga jika air itu adalah tumpahan dari dalam gelas itu. Ternyata air yang mengandung obat perangsang dari bi Saroh itu tumpah ruah tanpa sedikit pun diminum oleh Malik.Aku menoleh ke arah Malik. Lelaki itu diam membeku sambil terus menatap ke arahku.“Kamu menantikan kontrak pernikahan ini usai?” tanyaku, bahkan suaraku nyaris tidak terdengar.“Bu-bukan begitu maksudku. Aku–”“Aku paham, tidak apa-apa. Aku paham perasaanmu, hatimu hanya untuk Alya. Aku terlalu egois, dikasih hati malah minta jantung. Sudah dikasih kemewahan aku meminta dirimu menjadi milikku. Gila, akal sehatku memang sudah benar-benar rusak.” Aku menelan salivaku, aku berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya hatiku terasa sangat perih.“Dengarkan aku dulu, aku–”“Apa? Tidak perlu, Malik. Dari caramu memperlakukanku tidak adil, dari caramu membawa Alya di hadapanku, dari caramu bersikap pilih kasih, bahkan melihat penolakanmu ini, membuatku sadar, bahwa aku me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status