Share

DUA PULUH TIGA

"Siapa?"

Vivi menggeleng. "Tidak tahu."

"Kamu bisa melihat nama, kecuali tidak kamu simpan."

Tanpa melihat layar, Vivi sudah tahu siapa yang menelepon. Nada lagu itu khusus dibuat untuknya.

"Itu suara kamu?"

Vivi tidak menjawab. "Saya minta maaf atas gangguan tadi."

Putra menatap kagum Vivi. Ternyata suara nyanyiannya bagus.

Choky memiringkan kepalanya dan tertawa hehehe. Oh, mungkin ini sebabnya si bos terpikat, nyanyiannya bagus apalagi kalau sudah di atas tempat tidur, pasti lebih bagus.

"Mulai darimana kita tadi. Ah, soal kamar. Saya rasa kita bisa menawarkan fasilitas kamar untuk orang-orang kaya yang kena virus dengan kerja sama runah sakit."

Reza menghentikan kegiatan nakal kakinya. "Kerja sama ya."

"Bukankah itu bagus jika kita bisa bekerja sama dengan rumah sakit? saya yakin, pasti ada salah satu cabang rumah sakit di Bali yang mau bekerja sama."

"Sayangnya itu hanya klinik kecil yang akan ditutup."

Vivi memiringkan kepalanya. "Ditutup?"

"Tidak ada pengawasan disana, orang it
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status