Share

Bagian 36

Author: Iva puji J
last update Last Updated: 2025-11-06 12:10:19

"Aku jadi penasaran siapa yang menjadi menantu Nyonya Martha ini? Mungkinkah dia juga berasal dari keluarga terpandang dan juga kaya? Hm...sepertinya memang sudah seharusnya mereka mengambil menantu yang se-level," ujar Viona yang ikut mendampingi Adrian datang ke pesta pernikahan yang diadakan rekan sesama bisnis mereka.

"Kamu sabar dulu sayang. Jangankan menantunya, aku sendiri saja belum pernah bertemu dengan putra tunggal dari Nyonya Martha. Aku dengar, setelah ini dia akan menggantikan ibunya memimpin perusahaan," balas Adrian.

"Benarkah?" Bu Sarita dan Viona langsung menatap Adrian serius.

"Secepat itu? Bukankah dia masih muda? Belum berpengalaman, apalagi harus memimpin perusahaan sebesar itu," imbuh Bu Sarita. "Bukankah keputusan Nyonya Martha ini terlalu tergesa-gesa? Menjadikan anak kemarin sore yang belum memiliki pengalaman untuk memimpin perusahaan itu sangat beresiko sekali. Nyonya Martha benar-benar nekat."

"Dia tidak sendirian Bu. Ada Mahendra yang membantunya. Mahen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 42

    Selama berbulan-bulan, Anindya masih menyimpan video rekaman itu. Semula ia tak peduli karena tak ingin ikut campur dalam hidup Adrian lagi. Jika benar bayi laki-laki yang dilahirkan oleh Viona beberapa bulan lalu bukan anak dari Adrian, melainkan hasil hubungan gelap Viona dengan lelaki lain, maka kesuburan Adrian perlu dipertanyakan. Selama lima tahun pernikahan bersama dengan Adrian, dia selalu dipojokkan dan disalahkan karena tidak kunjung hamil, padahal dokter sudah menyatakan bahwa rahimnya baik-baik saja tak ada masalah. Justru, disaat seperti itu Adrian selalu menolak jika Anindya mengajaknya periksa ke dokter kandungan dengan berbagai macam alasan hingga membuat Anindya jengah. Hari ini ia dipertemukan kembali dengan pemuda yang beberapa bulan lalu tak sengaja bertemu di sebuah resto di Mall. Pemuda yang ia duga sebagai selingkuhan Viona. Lelaki ini datang ke kantornya dengan maksud berkonsultasi dan meminta gambar desain untuk rumah yang rencananya akan ia bangun. Ia da

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 41

    "Nggak mungkin. Ini nggak mungkin. Bagaimana bisa dia hamil? Dia kan mandul." Bu Sarita terlihat senewen setelah mengetahui jika Anindya baru saja periksa kehamilan. Ia merasa semuanya aneh dan tak masuk akal. Bagaimana bisa wanita yang sudah pernah menjadi menantu di rumahnya selama 5 tahun, yang tak pernah menunjukkan tanda-tanda kehamilan, begitu bercerai dan menjadi istri pria lain, tiba-tiba saja hamil. Ini sungguh diluar nalarnya. "Paling mereka lagi bersandiwara sengaja mau manasin kita. Mereka pasti malu karena ternyata mantan istrimu itu betulan mandul dan tak bisa memiliki keturunan. Iya, pasti seperti itu," terka Bu Sarita masih berlanjut. Adrian hanya menghela napas panjang seraya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Terlihat dari wajahnya seperti tak percaya jika Anindya benar-benar bisa hamil. Dulu ia hampir putus asa karena Anindya tak kunjung, lalu sekarang baru juga mereka sebulan menikah, Anindya langsung hamil. "Adrian! Adrian! Heh, diajakin ngomong

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 40

    Dengan tangan gemetar, Anindya menerima hasil tes dari dokter kandungan. Setelah disarankan oleh dokter umum untuk pindah poli dan meminta untuk melakukan pemeriksaan kembali, Anindya kini dibuat ternganga oleh hasil tes yang baru saja dilakukannya tersebut. "Jadi, ini artinya saya beneran hamil dok?" Tanya Anindya setengah tak percaya setelah dokter memberitahunya soal hasil tes kehamilah yang dilakukannya. Dokter kandungan itu mengangguk sambil tersenyum lebar. "Iya betul. Anda hamil Bu Anindya. Selamat ya." "Tapi dok, sepertinya nggak mungkin saya hamil," ujar Anindya masih tak percaya dengan kertas hasil pemeriksaan itu. "Kenapa Bu? Apakah yang menyebabkan Anda tidak percaya dengan hasil testnya? Apakah sebelumnya ada masalah dengan alat reproduksi atau rahim Anda?" Selidik dokter kandungan itu. "Saya kurang yakin dok," ucap Anindya seraya melirik Zevan yang duduk di sampingnya juga ke arah Nyonya Martha yang hanya diam mendengarkan keterangan dokter kandungan. "Dulu

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 39

    1 Bulan setelah pernikahan***"Ma, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Anindya terperangah setelah membaca sebuah berkas yang diberikan oleh ibu mertuanya. Bagaimana tidak? Dalam berkas itu berisi surat pengangkatan dirinya sebagai direktur di anak perusahaan dimana dia bekerja menggantikan Pak Lukman disana. Ia juga baru tahu, bahwa perusahaan dimana dia bernaung selama ini adalah bagian dari bisnis keluarga yang dikelola oleh mertuanya.Anindya menyenggol kaki Zevan, lalu berbisik, "Kenapa nggak bilang jika perusahan tempatku bekerja adalah bagian dari bisnis keluargamu?"Zevan menoleh dan hanya tersenyum tipis. Selanjutnya ia hanya menggendikkan pundak dan lanjut sarapan. "Berlebihan bagaimana maksudmu?" Ibu mertuanya menaikkan alisnya heran. "Sudah sepantasnya aku menempatkan menantuku sendiri sebagai pemimpin disana. Apalagi kamu cukup kompeten. Aku sudah melihat laporan kinerjamu selama beberapa bulan belakangan ini dan kinerja 5 tahun yang lalu. Aku merasa kamu mampu, Nindy.

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 38

    Setelah acara usai, Anindya langsung mandi. Tubuhnya terasa begitu lengket setelah seharian menjalani pesta pernikahan. Tubuhnya juga terasa begitu lelah dan pegal-pegal. Zevan menyuruhnya untuk berendam air hangat yang dicampur minyak aroma terapi di dalam bathtub. Bahkan Zevan sendiri yang meraciknya khusus untuk dirinya. "Berendamlah. Aku biasa meracik sendiri. Air hangat akan melemaskan otot-otot tubuh, sedangkan minyak aroma terapi ini untuk membuatmu lebih rileks," jelas Zevan menunjukkan bathtub di dalam kamar mandinya yang luas. Didalamnya sudah berisi air hangat bercampur minyak aroma terapi. Tak lupa Zevan juga menaburi dengan kelopak mawar merah diatasnya. Anindya tertegun melihat perlakuan manis dna romantis dari Zevan untuknya. Bahkan Adrian tak pernah sama sekali memperlakukannya seperti itu. Berbeda sekali dengan berondong muda ini. Pemuda ini terlihat sangar dan super cuek, hanya dari penampilan luarnya saja, namun di dalamnya ia malah begitu paham cara memanj

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 37

    "Kalian? Kok bisa ada di pesta ini?" Anindya menghampiri keluarga mantan suaminya itu dengan mengarahkan jari telunjukknya ke depan.'Jangan sampai ketiga orang ini berbuat onar dan merusak pesta, batin Anindya cemas. "Ka....Kami tentu saja diundang oleh Nyonya Martha sendiri," sahut Adrian sedikit gelagapan saat mantan istrinya itu tiba-tiba menghampiri tempat mereka. Dadanya berdegup lebih kencang. Anindya manggut-manggut. Ia bisa memahami jika ibu mertuanya mengundang Adrian juga. Memang perusahaan Adrian pun juga bergerak di bidang bisnis property. Jadi, tak salah jika mereka masih saling terhubung. "Sayang." Zevan menyusul Anindya. Ia memeluk pinggang Anindya di depan Adrian. Mata Adrian langsung tertuju pada tangan Zevan yang melingkar di pinggang mantan istrinya, membuat hati Adrian menjadi panas. Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya sendiri dengan erat. "Mereka?" Zevan menatap ketiga orang di depannya itu sambil mengingat-ingat sesuatu. Wajah mereka tentu saja sangat f

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status