Chapter: Ngga Terima PenolakanSejak jam enam pagi Selina sudah bangun, dan setengah tujuh dia sudah mandi. Akan tetapi masih pakai baju yang semalam, kemeja milik Elvano. Sejak beberapa menit Selina berdiri di balkon sambil menatap lurus ke depan. Ini baru hari pertama dirinya menajdi istri Elvano, istri yang tidak direstui oleh Ibunya. Sejak tadi Selina bertanya-tanya, apakah dia akan sanggup menjalani ini seumur hidup?Elvano yang baru selesai mandi menatap punggung istrinya. Bisa dipastikan kalau otak wanita itu sedang penuh saat ini. Elvano menghela napas, lalu dia berjalan mendekati Selina. “Udah siap? Ayo kita turun ke bawah buat sarapan. Semalam kamu udah ngga makan malam, saya kabulkan. Tapi untuk pagi ini kita harus turun. setelah itu kita akan ke mall, cari baju buat kamu. Pulang dari mall baru kita berkemas.”“Bapak kalau mau sarapan, sarapan aja. Saya ngga mau, lagipula saya ngga lapar. Saya ngga mau buat suasana pagi di meja makan berubah ngga enak,” jawab Selina tanpa membalikkan tubuhnya. Percayalah
آخر تحديث: 2026-05-01
Chapter: Tidak Setara“Turun.”Selina terkesikap, wanita itu menatap ke depan dan sekeliling dari dalam mobil. Saking asiknya melamun selama diperjalanan, Selina sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai di rumah. akan tetapi, keraguan menyelimuti Selina. Haruskah dia turun lalu masuk? Sepertinya tidak semudah itu untuk masuk. Mengingat di dalam rumah itu ada Laras.“Kamu dengar saya ngga? Ayo turun.” Suara Elvano kembali terdengar memecah keheningan. Selina memberanikan diri menatap pria di sampjngnya. Elvano yang ditatap lekat oleh istrinya menaikan sebelah alis.“Saya … saya ngga bisa tinggal di sini, saya mau kembali ke kost aja, Pak.”Sabuk pengaman yang sudah terlepas, memudahkan Elvano untuk memajukan tubuhnya ke arah Selina. “Saya ini suami kamu sekarang. Jadi ngga ada istilah pisah rumah atau apapun itu. Ini rumah kamu juga sekarang, jadi turunlah.”Elvano memundurkan tubuhnya, lalu dia keluar lebih dulu. Dengan sisa-sisa tenaga dia mencoba untuk sabar. Pintu penumpang dibuka oleh Elvano, lalu
آخر تحديث: 2026-04-30
Chapter: Playing Victim“Saya terima nikah dan kawinnya Selina Aurora Adzkiya binti Alvian Putra Wicaksana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”“Bagaimana para saksi?”“Saya ngga setuju.”Semuanya menoleh, menatap ke arah belakang. Termasuk Elvano. Dari suara, dia sudah mengenali itu siapa. Elvano menatap Laras yang berjalan ke arahnya dengan langkah pelan namun pasti. Sedikit lagi, ya sedikit lagi. Sedikit Elvano resmi menjadi suami Selina. Akan tetapi semua harus sedikit berantakan karena ulah sang mama.Laras maju, berdiri di samping Elvano. Wanita itu tak memperdulikan tatapan suami dan Ayahnya yang terlihat kaget. Ya, bagaimana tidak kaget, pasalnya tadi Laras tidak jalan bareng mereka. Dan sebetulnya Laras enggan untuk datang ke acara ini. Akan tetapi, dia harus menyelamatkan putranya, menyelamatkan masa depan sang anak satu-satunya.“Mah,” tegur Elvano.“Apa? Mana bisa kamu menikah tanpa restu dari orang tua, El? Di sini Mama ngga setuju kamu menikah dengan Selina. Sampai sini kamu paham? Lebih b
آخر تحديث: 2026-04-30
Chapter: Simbiosis MutualismeUntuk memastikan ucapan Elvano, Selina mengikuti laki-laki itu ke acara pernikahan sepupunya setelah mengganti gaun pengantinnya. Di dalam hatinya, Selina masih berharap Raka tidak akan mengkhianatinya. Namun, harapan itu pupus saat Selina tiba di gedung pernikahan. Di depan gedung tertulis nama Raka yang bersanding dengan nama perempuan lain. Sampai detik itu, Selina masih berharap itu bukan Raka calon suaminya. Mungkin, ada orang lain yang memiliki nama yang sama persis seperti Raka. Selina menatap pelaminan yang ada di depan matanya. Pelaminan itu masih kosong, belum ada pengantinnya. Selina bisa mendengar suara heboh dan bisik-bisik dari arah belakang. Pengantin akan menuju ke pelaminan. Selina berbalik, dan di sana dia melihat kedua mempelai yang sedang berjalan ke pelaminan. “R-Raka …” Elvano tidak berbohong. Mempelai pria yang ada di depan sana adalah Raka. Pemilik nama yang ada di depan gedung benar calon suami Selina. Selina menunduk kala merasakan tangannya digenggam
آخر تحديث: 2026-04-30
Chapter: Ketegangan Di Hari BahagiaBeberapa menit lagi acara pernikahan akan dimulai. Suara MC dari depan juga terdengar sampai ke dalam ruangan. Seharusnya hari ini Selina berbahagia karena dia sudah sangat rapi dan siap menuju tempat akad. Akan tetapi, sayangnya, sampai detik ini calon suaminya belum juga menampakkan diri. Seharusnya pria itu bersama keluarganya sudah datang sejak tadi, sudah duduk di kursi meja akad.Gina—bridesmaid Selina masuk ke dalam ruangan. Diantara yang lain, Gina lah yang paling dekat dengan Selina karena mereka satu kantor. Selain itu ada Rachel yang stay menunggu di depan. Gina berjalan dengan was-was menghampiri Selina. Wanita itu terlihat sedang menelepon seseorang.“Acara udah mau dimulai, di mana Raka? Apa dia masih diperjalanan?” Gina bertanya, tangannya menyentuh pundak Selina. Sentuhan dan pertanyaan itu sempat mengagetkan Selina yang sedang fokus menelepon.Selina yang tidak tahu di mana keberadaan Raka menggelengkan kepalanya lemah. Dari telinga, tangannya terkulai lemas ke atas p
آخر تحديث: 2026-04-30