Share

Bab 544

Author: Felix Harrington
Begitu Winston mendengar ucapan itu, dia sangat murka dan membanting gelas anggur dengan keras ke atas meja.

"Apa maksudmu? Menganalisisku? Mengorek jaringan relasiku di kantor pusat? Kamu itu siapa sih?"

"Aku beri tahu kamu, pimpinan di kantor pusat semuanya aku kenal. Bukankah kamu dari divisi litbang? Pimpinan besar divisi litbang, Jesse, 'kan? Kami bahkan pernah makan bersama!"

Ryan tertawa dingin dalam hati. Pantas saja orang ini tidak mengenalinya. Informasinya memang sudah sangat ketingga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 565

    "Selalu," jawab Ryan sambil tersenyum tipis."Hebat!" Lucya mengacungkan jempol.Setelah makan malam selesai, mereka masih mengobrol sebentar, lalu masing-masing kembali ke kamar. Ryan berbaring di ranjang, tetapi terus berguling karena sama sekali tidak bisa tidur.Saat melirik jam, sudah pukul 12.30 malam. Karena tidak bisa terlelap, dia membuka media sosial. Dia cukup terkejut mendapati Laila baru saja mengunggah status satu menit yang lalu.Laila sendiri tidak muncul di foto. Yang terlihat hanya sebuah tangan ramping yang memegang gelas anggur berkaki panjang sambil menjulur keluar jendela, menghadap ke bulan di langit malam.Teks pendampingnya berbunyi.[ Di malam yang cerah ini, ada berapa orang yang terjaga? Anggur menemani bulan yang kesepian. ]Hanya dua baris kalimat, tetapi terasa jelas kesan kesepiannya. Ryan mengetikkan komentar sambil bercanda.[ Kakak ternyata masih berjiwa seni. ]Detik berikutnya, telepon dari Laila langsung masuk. "Ryan? Kamu belum tidur?""Susah tidu

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 564

    Ryan sedikit canggung. Dalam situasi sekarang, dia memang tidak bisa pergi."Kak Laila, aku sudah melapor ke polisi. Polisi sebentar lagi datang. Aku nggak bisa meninggalkan lokasi," kata Ryan."Aku ke tempatmu," jawab Laila dengan tegas."Jangan," Ryan buru-buru menolak. "Tempatku berantakan sekali, bahkan nggak muat lagi.""Aku khawatir keselamatanmu," kata Laila. "Kalau begitu, gimana kalau aku kirim beberapa orang untuk melindungimu?""Nggak perlu, Kak Laila. Malam ini sudah terjadi insiden seperti ini, polisi sebentar lagi datang. Pihak lawan pasti nggak berani bertindak gegabah lagi," kata Ryan. "Terima kasih atas perhatianmu. Kalau malam ini semua urusan selesai dan masih ada waktu, aku akan datang ke tempatmu. Kalau sudah terlalu malam, besok saja.""Baiklah," Laila menghela napas. "Ini menyangkut keselamatanmu. Jangan sampai lengah. Nanti kalau kamu datang ke tempatku, ceritakan semuanya secara detail. Kakak pasti bantu cari siapa pelakunya.""Baik. Terima kasih, Kak Laila," k

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 563

    Wanita ini benar-benar memiliki mental yang luar biasa kuat.Ryan masih samar-samar ingat, saat pertama kali dia dan Lucya pergi menemui klien bersama, mereka sempat dikepung sekelompok orang jalanan di sebuah restoran. Waktu itu juga Lucya menunjukkan keberanian yang luar biasa.Wanita ini memiliki terlalu banyak kelebihan. Kemampuannya kuat, penuh ketegasan, cerdas dan sigap. Jika dibandingkan dengan semua itu, kecantikannya justru menjadi kelebihan yang paling tidak mencolok."Bu Lucya, malam ini kamu benar-benar membuatku kagum lagi," kata Ryan dengan tulus.Kalau bukan karena dia sendiri sudah melewati begitu banyak peristiwa yang mengancam nyawa, mungkin hari ini dia juga tidak akan setenang itu menghadapi upaya pembunuhan.Namun, Lucya berbeda. Keberaniannya seperti bawaan lahir. Ryan benar-benar harus mengakuinya."Hmph!" Alis Lucya mengerut. "Sekarang kita lapor polisi. Pembunuh itu harus ditangkap."Ryan mengangguk cepat. "Iya iya, harus ditangkap."Lucya menambahkan dengan s

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 562

    Merasakan bahaya yang mendekat, pikiran Lucya tetap jernih meski sedang gugup."Targetnya kamu. Aku alihkan perhatiannya, kamu kabur keluar dan lapor polisi ...." Lucya memberi arahan dengan suara sangat pelan.Wajahnya dan Ryan begitu dekat. Saat dia berbicara, embusan napas hangat bercampur aroma manis menyentuh wajah Ryan. Ryan mengangkat telunjuk dan menempelkannya ke bibir Lucya, memberi isyarat agar diam."Bu Lucya, ini nggak ada hubungannya denganmu. Kamu tetap bersembunyi di sini dengan aman."Namun, saran Lucya memberinya ide. Ryan menatap Lucya lalu menambahkan, "Bu Lucya, aku perlu meminjam pakaianmu.""Hah?" Mata Lucya membelalak. Dia belum mengerti maksud Ryan.Detik berikutnya, Ryan mulai membuka kancing baju Lucya.Lucya mengenakan kemeja sutra hitam di luar dan di dalam hanya ada atasan tanpa lengan berwarna putih. Tidak ada pakaian lain lagi. Namun dalam keadaan genting seperti ini, Lucya hanya bisa bekerja sama.Lucya melepaskan pakaian luarnya, memperlihatkan bahu ya

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 561

    Selain itu, semua pencapaian Lucya diraih lewat kemampuan sendiri. Dia ditempa dari posisi paling dasar dan menghadapi jatuh bangun, hingga akhirnya berada di posisi sekarang. Kalau bicara pengalaman sosial dan kemampuan manajerial, Ryan merasa dirinya masih seperti murid sekolah dasar di hadapan Lucya.Saat pikiran itu terlintas, Ryan tiba-tiba melihat ada noda tepung di wajah Lucya. Sepertinya tadi tidak sengaja terkena saat di dapur."Bu Lucya, wajahmu kena noda.""Di mana?""Di sini.""Oh."Lucya mengusapnya asal-asalan, tapi malah jadi makin belepotan."Hahaha, kalau terus begitu nanti jadi panda," kata Ryan sambil tertawa. "Biar aku bantu bersihkan." Dia mengambil tisu basah dari meja, lalu mengusap pipi Lucya dengan lembut. Jarak mereka begitu dekat, hingga seketika suasana menjadi canggung dan samar-samar terasa intim.Namun tepat saat itu, bel pintu berbunyi."Sudah malam begini, siapa ya?" gumam Lucya sambil bangkit dan menuju pintu.Di depan pintu berdiri seorang kurir yang

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 560

    Sesampainya di rumah, hati Ryan masih tidak bisa tenang dalam waktu yang cukup lama.Hanya dari satu acara reuni, dia melihat begitu banyak wajah kehidupan manusia.Ketua kelas yang dulu arogan, kini menjadi pengecut dan ragu-ragu. Murid yang dulu duduk di bangku belakang dan selalu dianggap gagal, kini malah menjadi sosok sukses di mata teman-temannya. Primadona kelas yang paling mudah mendapatkan cinta, kini menjalani bertahun-tahun tanpa cinta. Dan Vania ... sosok yang selama ini dia hormati, demi anaknya, bahkan sampai terjun ke dunia malam.Ryan menarik napas dalam-dalam. Dia hanya bisa menghela napas panjang. Setiap keluarga memang punya kesulitan yang tak pernah bisa diceritakan ke orang lain.Natalie tampak begitu gemerlap di hadapan orang luar. Siapa sangka, selama bertahun-tahun ini kehidupan asmaranya begitu hambar."Ah ...."Ryan menghela napas, lalu perlahan tertidur.Keesokan harinya, Ryan naik kereta untuk kembali ke Kota Shein. Sebelum berangkat, ibunya sengaja bertanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status