Share

Bab 561

Penulis: Felix Harrington
Selain itu, semua pencapaian Lucya diraih lewat kemampuan sendiri. Dia ditempa dari posisi paling dasar dan menghadapi jatuh bangun, hingga akhirnya berada di posisi sekarang. Kalau bicara pengalaman sosial dan kemampuan manajerial, Ryan merasa dirinya masih seperti murid sekolah dasar di hadapan Lucya.

Saat pikiran itu terlintas, Ryan tiba-tiba melihat ada noda tepung di wajah Lucya. Sepertinya tadi tidak sengaja terkena saat di dapur.

"Bu Lucya, wajahmu kena noda."

"Di mana?"

"Di sini."

"Oh."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 561

    Selain itu, semua pencapaian Lucya diraih lewat kemampuan sendiri. Dia ditempa dari posisi paling dasar dan menghadapi jatuh bangun, hingga akhirnya berada di posisi sekarang. Kalau bicara pengalaman sosial dan kemampuan manajerial, Ryan merasa dirinya masih seperti murid sekolah dasar di hadapan Lucya.Saat pikiran itu terlintas, Ryan tiba-tiba melihat ada noda tepung di wajah Lucya. Sepertinya tadi tidak sengaja terkena saat di dapur."Bu Lucya, wajahmu kena noda.""Di mana?""Di sini.""Oh."Lucya mengusapnya asal-asalan, tapi malah jadi makin belepotan."Hahaha, kalau terus begitu nanti jadi panda," kata Ryan sambil tertawa. "Biar aku bantu bersihkan." Dia mengambil tisu basah dari meja, lalu mengusap pipi Lucya dengan lembut. Jarak mereka begitu dekat, hingga seketika suasana menjadi canggung dan samar-samar terasa intim.Namun tepat saat itu, bel pintu berbunyi."Sudah malam begini, siapa ya?" gumam Lucya sambil bangkit dan menuju pintu.Di depan pintu berdiri seorang kurir yang

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 560

    Sesampainya di rumah, hati Ryan masih tidak bisa tenang dalam waktu yang cukup lama.Hanya dari satu acara reuni, dia melihat begitu banyak wajah kehidupan manusia.Ketua kelas yang dulu arogan, kini menjadi pengecut dan ragu-ragu. Murid yang dulu duduk di bangku belakang dan selalu dianggap gagal, kini malah menjadi sosok sukses di mata teman-temannya. Primadona kelas yang paling mudah mendapatkan cinta, kini menjalani bertahun-tahun tanpa cinta. Dan Vania ... sosok yang selama ini dia hormati, demi anaknya, bahkan sampai terjun ke dunia malam.Ryan menarik napas dalam-dalam. Dia hanya bisa menghela napas panjang. Setiap keluarga memang punya kesulitan yang tak pernah bisa diceritakan ke orang lain.Natalie tampak begitu gemerlap di hadapan orang luar. Siapa sangka, selama bertahun-tahun ini kehidupan asmaranya begitu hambar."Ah ...."Ryan menghela napas, lalu perlahan tertidur.Keesokan harinya, Ryan naik kereta untuk kembali ke Kota Shein. Sebelum berangkat, ibunya sengaja bertanya

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 559

    "Jadi saat kamu menolakku tadi, aku merasa mimpi yang selama bertahun-tahun menopang dunia perasaanku hancur begitu saja. Hatiku sakit sekali!" Saat mengucapkan kata-kata itu, tubuh Natalie bergetar pelan.Ryan menatap Natalie. Pada detik itu, dia teringat dengan kenangan antara dirinya dan Natalie di masa lalu.Ryan memandang Natalie di hadapannya, seolah melihat kembali gadis muda berseragam sekolah yang memegang penggaris sambil menopang dagu, lalu berkata dengan wajah bingung, "Ryan, soal ini kamu harus jelaskan lagi. Aku masih belum mengerti ....""Ryan, aku suka kamu!" kata Natalie dengan jujur dan terbuka. "Nggak peduli kamu suka sama aku atau nggak, aku tetap harus mengatakan ini. Setelah mengatakannya, setidaknya aku nggak punya penyesalan!"Dia menatap Ryan dengan penuh perasaan. Pada saat itu, bagi Natalie, Ryan seolah menjadi seluruh dunianya.Detik berikutnya, dia memeluk Ryan dengan lembut. Kali ini tidak ada lagi kegugupan dan desakan seperti sebelumnya. Segalanya terasa

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 558

    "Cukup!"Ryan kembali memisahkan Natalie, kedua tangannya memegang lengan Natalie sambil bertanya dengan nada marah, "Kenapa kamu jadi seperti ini sekarang?"Rambut Natalie berantakan. Giginya menggigit bibir dan bergetar beberapa kali, lalu setetes air mata meluncur dari sudut matanya. Dia tiba-tiba menangis keras, lalu terduduk di sofa. Kepalanya ditundukkan dalam-dalam di antara kedua kakinya, rambut panjangnya yang acak-acakan terurai di sisi pahanya.Hati Ryan langsung melunak. Dia merasa dirinya tadi agak berlebihan. "Natalie, maaf. Aku nggak seharusnya membentakmu."Ryan melangkah mendekat dan berdiri di depan Natalie. Melihat Natalie terisak sambil menahan tangis, rasa bersalahnya membuat dia seperti anak kecil.Natalie mengendus hidungnya dan menahan air mata, lalu menunjuk ke arah meja kopi."Tolong ambilkan tisu."Ryan menyerahkan tisu pada Natalie."Terima kasih," kata Natalie dengan nada keras kepala."Aku nggak menyakitimu, 'kan?" tanya Ryan.Natalie malah manyun dan bali

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 557

    "Aku malah makin kesal kalau melihatmu," kata Natalie. "Kamu diam saja di rumah. Aku keluar jalan-jalan sebentar. Kalau sudah agak tenang, aku pulang.""Baiklah."Keanu kembali mengeluarkan sebatang rokok. Begitu Natalie keluar, dia langsung menyalakannya tanpa sabar.Natalie keluar dan duduk di mobil, lalu menelepon Ryan. "Halo, Ryan. Aku dengar kamu bersama Quinn?" tanya Natalie tanpa bertele-tele."Nggak. Dia sudah pergi. Aku juga sedang bersiap pulang," jawab Ryan. Dia memang sudah menyingkirkan Quinn.Begitu mendengar hal itu, hati Natalie langsung berbunga. Dia berkata, "Ryan, sekarang kamu sudah jadi bos besar. Entah aku masih bisa mengundangmu nggak?""Bos besar apaan. Kamu juga mulai meledek aku sekarang?" kata Ryan."Memang begitu kenyataannya. Sekarang saja aku mau bicara sesuatu, aku sampai takut kamu nggak mau datang," kata Natalie."Soal Keanu jangan dibahas lagi. Aku benar-benar nggak memasukkannya ke hati," kata Ryan. "Tentang gerai kerja sama, masih harus lihat kebijak

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 556

    Pada saat itu, terdengar suara keras. Keanu mendorong pintu dan pulang.Natalie terkejut. Dia segera mengenakan jubah tidurnya lalu keluar ke ruang tamu. Begitu melihat Keanu, wajahnya langsung dipenuhi amarah. "Nggak bisa pelan sedikit?"Keanu menenteng banyak tas. Dia membuka pintu dengan bahunya. "Sayang, cepat bantu ambilkan. Tanganku pegal sekali!" kata Keanu.Natalie buru-buru maju membantu mengambil barang-barang itu, lalu mengerutkan kening. "Bukannya kamu mau mengantarkannya ke rumah Ryan? Kenapa semuanya dibawa pulang?""Ah!" Keanu tampak lesu. "Ryan nggak mau menerimanya."Dengan wajah muram, Keanu duduk terhempas di sofa dan meneguk air dengan suara keras.Melihat penampilan suaminya yang tak bersemangat, lalu teringat Ryan yang penuh wibawa di jamuan tadi, perbandingan itu terasa seperti langit dan bumi."Ngasih hadiah saja nggak becus. Selain pandai membual, apa lagi yang bisa kamu lakukan?" Natalie memarahi Keanu. "Kamu bukannya nggak tahu kondisi keluarga kita sekarang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status