LOGIN"Dengan kemampuanmu? Kamu juga pantas?" cibir Ignis, lalu mengangkat tangan dan mengayunkannya. Sebuah cahaya emas memelesat keluar dan menghalangi jalan pria dari Keluarga Giok Ungu dengan tepat.Saat cahaya emas bertabrakan dengan petir ungu, terdengar dentuman yang memekakkan telinga. Gelombang kejut menyapu ke segala arah, mengguncangkan hingga harta-harta di beberapa pilar batu di sekitarnya ikut bergoyang.Pria dari Keluarga Giok Ungu terdorong mundur beberapa langkah, lalu ekspresinya menjadi muram. "Ignis, Keluarga Edison memang kuat. Tapi, kalau kalian ingin menelan Pil Transendensi Roh sendirian, kalian juga harus tanya apakah yang lainnya setuju."Sebelum pria itu sempat selesai berbicara, beberapa pemimpin dari aliansi kultivator pengembara juga ikut mengepung. Mereka memang bertarung masing-masing, tetapi kini mereka diam-diam sepakat mengarahkan serangan pada Keluarga Edison yang paling kuat."Tuan Ignis, harta akan jatuh ke tangan orang yang berjodoh. Keluarga Edison ngg
Roman mengangkat kepala. Matanya dipenuhi emosi yang rumit. "Karena aku nggak ingin lagi menjadi bidak."Dia menceritakan rencana Keluarga Edison, bagaimana mereka memanfaatkan Keluarga Luandi serta posisinya. Semuanya dijelaskan secara rinci tanpa menyembunyikan apa pun.Di akhir, dia berkata, "Tuan Luther, aku tahu kalian belum tentu memercayaiku. Tapi tolong beri aku satu kesempatan. Aku bisa bocorkan informasi tentang Keluarga Edison dan bisa berbalik menyerang mereka pada momen genting.""Aku hanya berharap ... setelah semuanya selesai, aku masih punya jalan untuk hidup."Luther menatapnya, lama tidak berbicara. Dia bisa merasakan bahwa kata-kata Roman adalah kebenaran. Ambisi orang ini, ketidakrelaannya, pergulatan batinnya, semuanya nyata.Namun, mengatakan kebenaran tidak berarti dia orang baik. Orang seperti Roman bisa saja sewaktu-waktu kembali berbalik demi kepentingannya sendiri."Tuan Roman." Luther akhirnya bersuara, "Aku bisa menyampaikan pesanmu."Roman mengangkat kepal
Setelah kembali ke pasar, seluruh orang di perkemahan dipenuhi perasaan lega karena selamat dari bencana, tetapi juga diselimuti kegelisahan terhadap masa depan.Di pihak Misandari, ada sebelas orang yang berhasil melewati Tangga Penanya Hati. Misandari, Hani, Yogi, Oppie, Waylon, Luther, serta lima Pengawal Naga Sakti yang memiliki tekad hati yang kuat.Dari pihak Keluarga Andrasta, Windy juga berhasil naik, tetapi tiga anggota klan lainnya tertinggal di Tangga Penanya Hati selamanya.Kerugian pihak lain bahkan lebih besar. Dua bersaudara Keluarga Edison memang melewati ujian dengan mudah, tetapi dari belasan penjaga yang mereka bawa, hanya tiga yang berhasil menyusul.Dari tujuh atau delapan elite Keluarga Giok Ungu, hanya pria paruh baya tingkat inti emas tahap menengah itu dan dua orang lainnya yang berhasil melewati ujian. Keluarga Luandi juga mengalami kerugian besar. Meskipun Roman berhasil naik, orang-orang yang dia bawa hanya tersisa empat."Pil Transendensi Roh ...," gumam Mi
"Sekarang giliran kita." Misandari menarik napas dalam-dalam dan memandang semua orang. "Ingat kata-kata Luther, jaga hati kalian. Apa pun yang kalian lihat, jangan sampai tersesat."Dia yang pertama melangkah ke Tangga Penanya Hati. Hani, Yogi, Oppie, Waylon dan yang lainnya segera menyusul. Luther melangkah terakhir. Meskipun basis kultivasinya tersegel, keteguhan hatinya tidak kalah dari siapa pun.Begitu menginjak Tangga Penanya Hati, pemandangan di depan Luther langsung berubah. Dia melihat Bianca berdiri tidak jauh darinya. Matanya berkaca-kaca menatapnya, bibirnya bergerak seolah-olah mengatakan sesuatu. Namun, suaranya terhalang sehingga Luther tidak dapat mendengarnya."Bianca ...." Hati Luther bergetar.Dalam ilusi itu, Bianca mengulurkan tangan kepadanya. Matanya penuh permohonan. Luther hampir melangkah mendekat, tetapi tiba-tiba dia berhenti.Tidak, Bianca berada di bawah gunung, bukan di sini. Luther menutup mata, menarik napas dalam-dalam. Ketika membuka mata kembali, il
Pada hari kelima, Roman datang lagi. Kali ini, dia membawa sebuah informasi penting."Tiga hari lagi, ujian kedua Gunung Buana akan dimulai," katanya dengan suara rendah. "Menurut informasi yang didapat Keluarga Edison, ujian kali ini adalah Tangga Penanya Hati, terdiri dari 99 anak tangga.""Setiap menaiki satu anak tangga, seseorang harus menghadapi ujian iblis hati. Hanya mereka yang mencapai puncak tangga yang bisa memasuki tahap berikutnya."Misandari dan Luther saling bertukar pandang, lalu Misandari bertanya, "Di mana Tangga Penanya Hati itu?"Roman menunjuk ke arah timur laut di luar pasar. "Sekitar 25 kilometer dari sini ada tempat bernama Panggung Angin Petir. Pintu masuk Tangga Penanya Hati ada di sana. Saat waktunya tiba, semua kekuatan yang ingin terus naik akan berkumpul di sana."Dia berhenti sejenak, lalu berkata dengan makna tersirat, "Tapi Panggung Angin Petir sendiri juga merupakan ujian. Tempat itu sepanjang tahun diterpa angin dan petir yang ganas. Sedikit saja cer
Waylon menarik pedangnya dan berdiri tegak, menatapnya dengan dingin. "Terakhir kali di Celah Es, kami membiarkan kalian kabur. Hari ini, nggak akan terjadi lagi."Pria dari Keluarga Giok Ungu itu ketakutan setengah mati. Tidak ada lagi kesombongan yang sebelumnya. Dia mundur dengan panik sambil berteriak, "Mundur! Cepat mundur!"Orang-orang Keluarga Giok Ungu langsung tercerai-berai dan melarikan diri dengan kacau. Namun, Waylon tidak mengejar, hanya berdiri diam menyaksikan mereka menghilang dalam kegelapan malam."Kenapa nggak bunuh mereka?" tanya Hani dengan bingung.Waylon menoleh ke arah Luther. Setelah Luther sedikit mengangguk, dia baru berkata dengan tenang, "Biarkan mereka kembali untuk melapor. Para ahli sejati Keluarga Giok Ungu belum muncul. Kalau kita bunuh beberapa kaki tangan kecil ini sekarang, kita hanya akan membuat musuh makin berwaspada."Oppie berjalan ke depan Luther dan sedikit membungkuk. "Tuan Luther, maaf kami datang terlambat."Luther menggeleng sambil terse
Terdapat banyak ninja hebat di sisi Kimtara. Bahkan, regu pembunuh kediaman jenderal yang paling kuat juga kesulitan untuk menghadapi mereka.Meskipun kekuatan Luther memang tergolong hebat, dia juga tidak mungkin bisa menyelamatkan semua orang dalam 1 detik.“Jangan omong kosong! Kalau kamu ingin put
Master juga ada yang kuat dan ada yang lemah. Kesenjangan kecil dari setiap tingkatan juga sangatlah sulit untuk dilampaui.“Sepertinya Pak Leon sudah terlalu memandang tinggi bocah itu.” Bertrand menggeleng dengan tersenyum. “Kalau aku nggak salah kira, sepertinya Pak Raiden telah menerobos 1 tingka
Seiring dengan jeritan Raiden, selembar surat hidup dan mati diantarkan pengawal.Mereka berdua juga tidak berbasa-basi, langsung menandatangani surat tersebut dan mengecap sidik jari.Pertandingan hari ini menyangkut hidup dan mati. Hanya saja, biasanya tidak ada dendam kesumat di antara kedua pesert
Di antara orang-orang seusianya, Harry yang paling menonjol. Orang lain harus berusaha keras selama bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil yang baik, sedangkan Harry bisa mendapatkannya dengan mudah tanpa tekanan sedikit pun.Harry selalu mengira dirinya adalah orang terpilih dan memiliki kedudukan t







