Share

Bab 1602

Penulis: Aku Mau Minum Air
"Hm?" Elon mengernyit sambil melirik Julia dan Gretel.

"Bu ... bukan kami pelakunya, kami nggak tahu apa-apa!" jelas Gretel yang segera menggeleng.

"Pak, kami teman Amber, mana mungkin mencelakainya. Jangan mau ditipu olehnya!" seru Julia.

Julia memasang ekspresi sedih, lalu menunjuk Luther sambil meneruskan, "Semua ini salahnya. Dia yang membunuh Amber dan ingin memfitnah kami. Kami cuma wanita lemah. Tolong beri kami dan Amber keadilan!"

Amarah Elon makin berkecamuk saat melihat penampilan menyedihkan kedua wanita itu. Dia pun membentak, "Bocah, pria sejati nggak pernah lepas dari tanggung jawab. Mengambinghitamkan wanita? Dasar pengecut!"

"Semua yang kukatakan adalah kebenaran. Mereka memang wanita, tapi hati mereka sangat busuk, nggak seperti yang kamu bayangkan. Kamu hanya akan celaka kalau mendengar omongan mereka." Luther memperingatkan.

"Omong kosong!" Elon memelotot sambil berteriak, "Semua orang melihat kalau kamu yang telah membunuh Amber. Kamu masih berani berdalih? Seperti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Abisal
tuntaskan aja skalian..terutama Julia dan Gretel...jgn dibunuh..buat cacat saja dan mukanya hancur seumur hidup
goodnovel comment avatar
Gidalti Saogo
novel kredit
goodnovel comment avatar
dany yapet
prett bab nya tiap hari terlalu pendek
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2755

    "Situasi di Kediaman Pangeran Luandi sekarang belum jelas, kamu juga harus menjaga diri," kata Bianca dengan nada yang jarang-jarang menunjukkan kepedulian. "Kalau sampai kehilangan lawan sepertimu, hidup akan jadi sangat membosankan."Di seberang telepon, Ariana seolah-olah tersenyum. "Tenang saja, aku pasti nggak akan mati lebih dulu darimu.""Hmph." Bianca mendengus pelan, lalu menutup telepon."Apa yang dia katakan?" tanya Luther akhirnya."Dia bilang ini ulah Roman dan memperingatkanku supaya berhati-hati. Kediaman Pangeran Luandi sekarang sedang kacau," kata Bianca sambil menyimpan ponselnya. "Katanya ada kekuatan tak dikenal yang ikut campur, bahkan dia sendiri sudah nggak bisa mengambil keputusan."Alis Luther sedikit berkerut. "Roman .... Aku ingat dia, ambisinya cukup besar. Tapi kekuatan yang sampai membuat Ariana kerepotan itu jelas bukan pihak sederhana.""Ya. Dia juga bilang mungkin ada hubungannya dengan orang istimewa yang belakangan muncul di Midyar," ujar Bianca sambi

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2754

    "Tenang saja, sekarang aku sangat rendah hati. Aku juga jarang muncul ke publik. Aku sudah menyerahkan urusan perusahaan pada orang-orang kepercayaan," kata Bianca sambil tersenyum."Baguslah kalau begitu," kata Luther sambil menganggukkan kepala.Beberapa hari kemudian setelah Oppie pergi, kehidupan Luther kembali tenang.Bianca juga makin sering datang ke vila. Namun, dia tidak tergesa-gesa lagi seperti saat sibuk mengurus perusahaan, dia malah sengaja meluangkan waktu untuk menikmati hari-hari sederhana bersama Luther. Hari itu adalah akhir pekan dan pagi-pagi sekali Bianca pun sudah datang sambil membawa banyak kantong."Hari ini mataharinya cerah sekali, ayo kita piknik. Aku sudah suruh koki menyiapkan bekal, buah-buahan, dan juga makanan penutup," kata Bianca sambil tersenyum ceria dan tatapannya memancarkan cahaya penuh harapan.Melihat halaman yang memang penuh dengan cahaya matahari, Luther menganggukkan kepala. "Boleh juga. Mau ke mana?""Aku tahu satu tempat yang nggak jauh

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2753

    Saat wanita itu menatap Ice, Ice segera mendekat dan menggesekkan kepalanya ke tangan wanita itu dengan manja. Kelembutan terlintas sekilas di tatapannya, tetapi segera menghilang dan kembali menjadi dingin. "Terima kasih. Setelah lukaku agak pulih, aku akan pergi. Nggak akan mengganggumu.""Nggak perlu terburu-buru, istirahatlah dengan tenang. Boleh tahu siapa nama Nona?" tanya Luther.Wanita itu terdiam sejenak, lalu berkata dengan pelan, "Oppie."Beberapa hari berikutnya, Oppie memulihkan diri di vila itu. Dia sangat jarang bicara dan sebagian besar waktunya dihabiskan duduk bersila untuk mengatur napas. Dia kadang-kadang berdiri di depan jendela untuk menatap pegunungan yang jauh dan termenung.Luther menyadari kecepatan pemulihan Oppie sungguh luar biasa. Luka-luka yang biasanya membuat orang biasa berbaring selama berbulan-bulan, tetapi Oppie hanya butuh beberapa hari untuk pulih hampir sepenuhnya.Sore itu, Luther sedang memangkas tanaman di halaman, tetapi tiba-tiba terdengar b

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2752

    Luther tidak mendekat, hanya berdiri di ambang pintu dan berkata dengan lembut, "Nggak apa-apa, aku nggak akan menyakitimu. Kalau ingin makan, kamu bisa datang kapan saja."Rubah putih kecil itu tetap menatapnya dengan waspada. Sepasang mata berwarna kuning keemasan berkilau dengan cahaya penuh kecerdasan di bawah pencahayaan redup.Luther lalu mundur, mengambil lagi beberapa makanan dari lemari es. Beberapa lembar ham, semangkuk kecil susu, dia letakkan di sudut dapur. Setelah itu, dia kembali ke ruang tamu dan berpura-pura membaca buku, tetapi sudut matanya tetap memperhatikan keadaan dapur.Sekitar setengah jam kemudian, rubah putih kecil itu baru keluar dari gudang dengan terpincang-pincang. Dia terlebih dahulu menatap sekeliling dengan waspada. Setelah memastikan Luther tidak mengancam, barulah dia menggigit makanan itu dengan cepat dan melesat kembali ke gudang.Beberapa hari berikutnya, setiap hari Luther selalu meninggalkan makanan di sudut dapur. Kadang buah yang sudah dipoton

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2751

    Ignis tersenyum, lalu sama sekali tidak peduli lagi dan melangkah menyusul Gwyn. Namun, tepat saat dia hendak berbalik, dia seolah-olah merasakan sesuatu. Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, dia menoleh ke arah tempat Luther berada.Hati Luther sempat bergetar sejenak, tetapi ekspresinya sama sekali tidak berubah dan tetap tenang seperti sebelumnya. Pandangannya seolah-olah hanya melihat kawasan yang kacau itu secara kebetulan, lalu bergeser dan menatap kilau riak di permukaan danau. Reaksinya itu terlihat seperti pejalan biasa yang perhatiannya tersita oleh kejadian mendadak.Tatapan Ignis tertuju pada Luther tidak sampai setengah detik. Seorang pemuda yang terlihat biasa dengan pakaian sederhana, terkesan tenang, dan berdiri di tepi danau sambil menonton keributan. Baginya, Luther tidak ada bedanya dengan warga lain yang penasaran.Sudut bibir Ignis perlahan-lahan bergerak, lalu membentuk senyuman yang sulit dimengerti. Di balik senyuman itu, tersimpan rasa cuek, meremehkan dari

  • Dikejar Lagi oleh Istri CEOku   Bab 2750

    Senyuman di wajah Gwyn langsung menghilang, ekspresinya yang tadinya manis dan polos pun langsung tertutup oleh hawa dingin. Dia perlahan-lahan mengangkat kepala dan menatap pria serta wanita itu dengan tatapan dingin, seolah-olah sedang melihat dua benda tak bernyawa. Udara di sekitar mereka pun seolah-olah membeku sejenak.Tepat saat tatapan Gwyn berubah seperti hendak melakukan sesuatu, tangan Ignis menepuk bahu Gwyn dengan lembut. Dia maju setengah langkah dan melindungi Gwyn di belakangnya. Setelah itu, dia terus menganggukkan kepalanya ke arah pasangan itu. "Maaf, maaf sekali. Adikku nggak sengaja, nggak melihat jalan. Benar-benar maaf karena sudah mengganggu kalian berdua."Sikap Ignis tulus dan nada bicaranya lembut, terlihat jelas berniat untuk meredakan masalah.Melihat pihak lawan sudah meminta maaf dengan sikap yang baik dan Ignis juga memiliki aura yang luar biasa, rasa kesal pria modis itu karena tertabrak pun agak mereda. Namun, mulutnya tetap tidak mau mengalah. "Lain k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status