Share

134

Author: Eselitaa
last update Last Updated: 2026-01-01 14:48:47

"Zafran, kamu jangan terlihat sangat kecintaan pada Zayna seperti itu. Zayna itu gadis yang baik. Kalau kamu mendekatinya sampai seperti ini, kamu bisa dianggap melampaui batas. Ingat, pertunangan kalian yang Zayna katakan, bisa batal kapan saja, jangan sampai keegosianmu membawamu pada penyesalan," tukas ARsela marah-marah di dalam mobil.

Zayna terus menatap Zafran dengan tatapan tidak menyenangkan setiap kali Zafran menemukan Zayna.

Kalau Zafran sedang tidak menatap Zayna, Zafran merasakan tatapan Zayna berbeda. Seperti tatapan yang sedang kagum.

"Aku mengerti," jawab Zafran datar.

"Abang Zafran juga baru pulang kerja tetapi langsung semangat buat ngajak Kakak Zayna jalan tetapi Kakak Zayna mengeluh. Rasanya nggak adil," sahut Amina.

"Amina, kakak Zayna itu perempuan, tenaganya jelas beda sama abang kamu," kata Zafran.

"Tunggu dia libur," kata Zafran.

"Aku pikir dia tidak akan pernah punya hari libur. Dia bahkan bilang tidak akan menikah lebih dulu sebelum mendapatkan gelar d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   135

    Untuk Zafran,Pertama-tama, aku ingin minta maaf sebesar-besarnya kepadamu mengenai semua kesalahanku selama ini. Aku ingin menyampaikan bahwa sepertinya, pertunangan kita tidak bisa dilanjutkan lagi dengan berbagai alasan yang menurutku tidak bisa diterima baik oleh dirimu maupun diriku. Aku tahu, ini mungkin mencoreng nama baik keluarga kita tetapi kita bisa mengatakan kepada orang-orang bahwa apa yang telah terjadi adalah sebuah kesalahan. Tidak bisa mengatakan pertunanganmu dengan Kakak Maisha sebagai kesalahan karena orang-orang bahkan datang untuk menyaksikan pertunangan kalian. Aku sangat minta maaf kepada keluargamu, tolong sampaikan dan terutama kepada ibumu. dan aku berharap kita bisa tetap menjalin silaturahmi dan tidak saling membenci. Aku juga berharap kamu menemukan pasangan yang sesuai dengan kriteriamu dan mencintaimu sama seperti kamu mencintainya, terima kasih. Dari Zayna. Menulis surat itu terasa sangat berat bagi Zayna tetapi dia sudah bertekad untuk melakukannya

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   134

    "Zafran, kamu jangan terlihat sangat kecintaan pada Zayna seperti itu. Zayna itu gadis yang baik. Kalau kamu mendekatinya sampai seperti ini, kamu bisa dianggap melampaui batas. Ingat, pertunangan kalian yang Zayna katakan, bisa batal kapan saja, jangan sampai keegosianmu membawamu pada penyesalan," tukas ARsela marah-marah di dalam mobil. Zayna terus menatap Zafran dengan tatapan tidak menyenangkan setiap kali Zafran menemukan Zayna. Kalau Zafran sedang tidak menatap Zayna, Zafran merasakan tatapan Zayna berbeda. Seperti tatapan yang sedang kagum. "Aku mengerti," jawab Zafran datar. "Abang Zafran juga baru pulang kerja tetapi langsung semangat buat ngajak Kakak Zayna jalan tetapi Kakak Zayna mengeluh. Rasanya nggak adil," sahut Amina. "Amina, kakak Zayna itu perempuan, tenaganya jelas beda sama abang kamu," kata Zafran. "Tunggu dia libur," kata Zafran. "Aku pikir dia tidak akan pernah punya hari libur. Dia bahkan bilang tidak akan menikah lebih dulu sebelum mendapatkan gelar d

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   133

    Pulang dari rumah sakit, Zayna bertemu dengan Zafran di depan rumah sakit. Zafran bersama Arsela dan Amina. Ekspresi Zayna sudah agak cemberut begitu melihat Zafran tetapi setelah melihat Amina dan Arsela, mau tidak mau dia harus memasang ekspresi ramah di wajahnya. Namun Arsela sempat menyadari ekspresi tidak enak Zayna. "Sudah pulang dokter?" tanya Arsela ramah. Zafran menghampiri Zayna. "Bagaimana kalau kita berbelanja di mall untuk keperluan pernikahan nanti?" tanyanya ramah tetapi masih menjaga jarak dengan Zayna. Zayna langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Sepertinya aku nggak pernah bilang kalau kita akan menikah dalam waktu dekat. Aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menikah sebelum aku menjadi dokter spesialis jantung.""Tetapi dari lamaran ke pernikahan terlalu lama juga tidak baik," kata Zafran. "Aku mengerti. Sejak dulu, aku sudah kepikiran kalau memang aku harus menikah di kemudian hari, maka aku ingin langsung menikah saja tidak perlu

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   132

    Mereka akhirnya sampai di sekolah Amina. Zayna menyipitkan kedua matanya seraya keluar dari dalam mobil.Sekolah Amina terlihat sangat bagus, mewah, dan tampaknya ada beberapa murid dari luar negeri dari penampilannya. Zayna memperhatikan Amina yang berlari ke arahnya setelah bersalaman dengan Zafran. "Kakak Zayna, Amina sekolah dulu ya, doain Amina biar rangking satu terus dapat uang nanti uangnya aku mau kasih ke ibu. Aku mau bantuin beli obat buat ibu," kata Amina senang.Zayna terenyuh dengan ucapan adiknya Zafran. Zayna akhirnya mensejajarkan tingginya dengan Amina. Dia memeluk Amina erat. "Iya sayang, kakak Zayna doain kamu. Semangat dan jangan pernah menyerah ya sayang!"Zayna menarik diri lalu Amina mengulurkan tangan dan Zayna menerima tangan itu kemudian tangannya dicium oleh Amina.Amina kemudian melambaikan tangannya pada Zayna dan Zafran. Zafran cuma menganggukkan kepalanya sekilas sementara Zayna balas melambaikan tangannya.Setelah Amina tidak terlihat lagi, Zafran

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   131

    Pagi-pagi, Zafran sudah tiba di depan kediaman keluarga Zayna untuk menjemput gadis itu bersama Amina. Zayna dipanggil oleh kedua orang tuanya. Nada mereka terdengar terburu-buru. Zayna tidak pernah dipanggil oleh orang tuanya untuk cepat berangkat sebelumnya. Zayna menjadi sedikit kesal tetapi karena itu kedua orang tuanya, dia harus bersabar. "Abi, umi, kenapa kalian menyuruhku buat cepat-cepat? Aku kan sudah bilang harus berangkat jam sekian. Kalian nggak perlu mendesakku sampai kayak gitu. Jadi santai saja," kata Zayna kesal. Summayah menunjuk ke ruang depan dan berbisik ke Zayna. "Ada Zafran di depan," ucap Summayah. Sementara Hadi tengah membuatkan teh hangat untuk Zafran dan Amina. Zayna terkejut. Dia bertanya, "Kenapa dia ada disini sekarang? Bukankah dia tahu kalau aku harus berangkat?" tanyanya kesal. Summayah berkata, "Dia datang untuk menjemputmu, dia bilang ingin mengantarkanmu ke rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawabnya dan sekalian mengantarkan Amina ke s

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   130

    Setelah semua yang dia lakukan selesai, Zayna bernafas lega bahkan sampai menitikkan air mata. "Aku merasa sangat bersyukur. Apa yang kulakukan tadi berhasil mengalihkan pikiranku dan aku semakin yakin untuk terus melanjutkan pekerjaanku. Aku merasa senang dengan pekerjaan ini," batin Zayna. Zayna sampai ditemui oleh Dokter Ardea dan Dokter Ardea memuji Zayna. Dalam perjalanan pulang, Zayna kepikiran mengenai ucapan dokter Langit terkait dirinya fokus pada pekerjaannya saja dulu jangan memikirkan tentang pasangan. Dokter Langit benar, begitulah pikir Zayna. "Aku menerima Zafran bukan berarti menerima dia sepenuhnya. Sebab aku tidak tahan menghadapi kakak Maisha yang marah karena aku tidak jujur pada hatiku. Padahal hatiku jelas tidak menginginkan pertunangan itu," batin Zayna. Zafran tiba-tiba mengirimkan pesan pada Zayna. Zafran: Sudah pulang? Zayna menghela nafas setelah membaca pesan yang sangat singkat tersebut. Tanpa salam, tanpa basa-basi, begitu datar, singkat, padat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status